NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Keesokan harinya, Dimas menelepon supirnya agar datang ke apartemen Nadia dengan membawa baju kerjanya. Pria itu tengah duduk di ruang makan bersama dengan Nadia.

"Lo enggak kasihan sama gue? Pulang kerja gue harus ke sini lagi, kalau lima belas menit enggak papa, gue bolak balik ke apartemen Lo. Ini dua jam loh nad, gue capek pulang kerja, harus nunggu macet yang panjang, jadi kita pul--------,"

"Aku enggak pernah nyuruh kakak untuk ke apartemen milikku. Kakak sendiri yang datang ke sini kan?, jadi nanti kakak pulang kerja enggak perlu datang. Kakak tidur di rumah aja, ajak kekasih kakak untuk memeluk kakak saat akan tidur," ucap Nadia.

Dimas terdiam saat mendengar ucapan dari sang istri, pria itu langsung memakan sarapan paginya. Ia menatap Nadia yang terlihat tenang dan langsung menghela nafas dengan pelan. Setelah sarapannya habis, Dimas langsung keluar dari apartemen Nadia dan pergi bekerja. Nadia? Setelah mencuci semua piring, Nadia masuk ke dalam kamar dan mengambil ponsel miliknya.

"Hah, kak Darren nelpon sampai seratus kali?, Kirim pesan lima puluh kali, astaga kak Darren," gumam Nadia.

Nadia tertawa kecil dan langsung menekan nomor darren. Selang beberapa detik, Darren mengangkat panggilan dari Nadia.

["Nad,"] ucap Darren.

"Iya kak, astaga, kakak nelpon ke nomor aku banyak banget, enggak capek apa?," ucap Nadia.

["Astaga nad, demi dapat kabar dari Lo, gue bakal terus hubungin Lo. Kemana aja sih selama tiga hari ini? Gue khawatir sama Lo Nadia,"] ucap Darren.

"Kakak mau enggak datang ke apartemen nanti, aku bosen sendirian di sini," ucap Nadia.

["Sherlock, pulang dari kantor gue langsung ke sana,"] ucap Darren.

"Oke, nanti aku Sherlock," ucap Nadia.

Kedua orang itu terus berbicara dan melepaskan rindu mereka. Setelah beberapa menit, Darren mengakhiri obrolan mereka karena ia harus bekerja. Nadia? Gadis itu memilih untuk mengirim pesan kepada mertuanya, bahwa dia baik baik saja. Setelah selesai, ia langsung merapikan kamar yang belum sempat ia rapikan.

******

Di kantor. Dimas duduk sambil menatap laptop miliknya. Darren masuk dan meletakkan berkas berkas yang harus di tanda tangani oleh Dimas.

"Nanti enggak ada meeting kan?," ucap Dimas.

"Enggak," ucap Darren.

"Oke, gue nanti bakal ketemu sama Jessica. Soalnya gue udah janji buat aja dia jalan jalan. Lo juga kalau mau pergi enggak papa, setelah gue pulang, Lo bebas mau pergi ke mana aja. Tapi karyawan kantor tetap pulang seperti biasanya," ucap Dimas.

Darren menganggukkan kepalanya. "Baik pak," ucap Darren.

Setelah mendapatkan tanda tangan dari Dimas, Darren langsung mengambil berkas tersebut dan keluar dari dalam ruangan atasannya.

Pukul 11.00 WIB. Dimas keluar dari dalam ruangannya dan darren pun langsung bersiap siap untuk pulang. Pria itu terlihat sangat bahagia, karena dia akan pergi menemui Nadia. Darren berjalan keluar kantor dan masuk ke dalam mobil miliknya.

"Tunggu gue nad," gumam Darren.

Pria itu langsung menghidupkan mobil dan menuju apartemen tempat Nadia berada. Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya Darren tiba di tempat parkir apartemen milik Nadia. Pria itu langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri satpam.

"Permisi, apartemen milik Nadia alterio di mana ya pak," ucap Darren.

Satpam itu pun menatap Darren. "Oh neng Nadia, ada di lantai 10 tuan, nomor apartemennya 1100," ucap satpam tersebut.

Darren tersenyum. "Terima kasih atas informasinya pak," ucap Darren.

"Ya sama sama tuan, temannya neng Nadia ya?," ucap satpam tersebut.

Darren tersenyum lagi. "Iya pak, saya temen Nadia," ucap Darren.

Setelah menjawab ucapan satpam,darren memilih untuk masuk ke dalam gedung setelah itu ia masuk ke dalam life. Ia menekan tombol lantai 10, saat tiba di lantai 10, pria itu langsung mencari nomor apartemen milik Nadia.

"Nah ini dia," gumam Darren.

Darren langsung menekan bel dan tak lama kemudian pintu pun terbuka. Dan terlihat gadis itu tengah memegang kue ulang tahun, karena hari ini bertepatan dengan ulang tahun Darren.

"Selamat ulang tahun kak Darren," ucap Nadia.

Darren tertawa kecil dan mengusap rambut Nadia. "Orang tua gue aja lupa nad, bahkan temen gue juga lupa. Cuman Lo dan Abang Lo yang Inget ulang tahun gue," ucap Darren.

Nadia tersenyum manis. "Udah jangan galau, tiup lilinnya dulu, nanti meleleh kena kue lagi," ucap Nadia.

Darren menganggukkan kepalanya, pria itu memejamkan kedua matanya dan berdoa. Setelah itu ia meniup lilin tersebut, dan kembali mengusap rambut Nadia.

"Ayo masuk kak," ucap Nadia.

Darren pun masuk dan melihat apartemen milik Nadia yang begitu besar. "Jadi selama ini Lo ada di apartemen mewah ini?," ucap darren.

Nadia menganggukkan kepalanya dan duduk di sofa. "Ini apartemen aku beli pakai uang hasil kerjaku dulu. Tiap pulang kerja aku bakal ke sini, tapi sudah lama aku tidak datang ke sini," ucap Nadia.

Darren menganggukkan kepalanya. "Kenapa Lo bisa pergi dari rumah Dimas?," ucap Darren.

Nadia menatap Darren. "Enggak papa, makan kuenya yuk, aku udah laper," ucap Nadia.

Darren duduk di sofa dan mencolek kue ulang tahunnya. Pria itu langsung mengoleskan krim kue ke wajah Nadia.

"Kak darren ngeselin tau, wajah Nadia jadi kotor ini," ucap Nadia sebel.

Darren tertawa. "Hahaha, anjir ngakak gue liat muka Lo, nih gue tambahin lagi biar makin imut," ucap Darren.

Darren dan Nadia saling memberikan krim kue ke wajah. Ke dua orang itu pun tertawa bahagia. Darren yang melihat Nadia jadi ikut bahagia. Entah kenapa jika bersama Darren, Nadia seperti sangat di hargai dan pria itu terlihat tulus kepada Nadia.

Setelah selesai perang meletakkan krim kue ke wajah, darren dan nadia mencuci wajah mereka. Saat Darren sedang mencuci wajahnya tiba tiba saja air wastafel mati.

"Nadia enggak lucu ya, mata gue perih ini," ucap Darren.

Nadia hanya diam dan Darren meraba Rama ke arah samping. Ia menarik tangan Nadia dan memeluk gadis itu.

"Dapet Lo, nyalain airnya dong, mata gue perih ini," ucap darren.

Nadia tertawa. "Hahaha iya iya kak. Nah udah tuh," ucap Nadia

Darren pun langsung membasuh wajahnya kembali. Nadia tersenyum manis menatap Darren yang asik membersihkan wajah. Gadis itu benar benar bahagia bisa mengenal Darren. Andai saja ia tidak mencintai Dimas, mungkin saja dia akan bersama dengan Darren saat ini.

Setelah selesai darren menatap nadia dan tersenyum ke arah gadis cantik itu. "Jalan yuk," ucap Darren.

Nadia menganggukkan kepalanya. "Ayo," ucap Nadia.

Akhirnya mereka berdua langsung keluar dari apartemen milik Nadia untuk pergi jalan jalan. Mereka memilih untuk pergi ke minimarket untuk memakan es krim. Kedua orang itu duduk di bangku yang ada depan minimarket sambil memakan es krim yang meraka beli.

"Makasih ya kak, udah datang ke apartemen temenin aku," ucap Nadia.

"Santai aja nad, kalau Lo butuh di temani lagi, langsung kabari gue," ucap Darren.

Nadia tersenyum manis. "Kak Darren memang pria yang baik, semoga kakak mendapatkan jodoh yang baik juga ya," ucap Nadia.

Darren menatap Nadia dan tersenyum manis. "Aamiin, kalau bisa yang kayak Lo. Sabar dan tulus mencintai orang," ucap Darren.

Nadia tertawa kecil dan memakan es krim nya kembali. "Kakak bisa aja," ucap Nadia.

Darren ikut tertawa kecil, kedua orang itu memilih untuk berfoto dan mengirimnya ke Nathan. Setelah selesai krim mereka habis, mereka memilih untuk berjalan jalan ke taman. Di sepanjang perjalanan mereka terus aja tertawa, karena Darren benar benar sangat pandai menghibur Nadia.

"Makasih ya kak, karena kakak, aku bisa melupakan masalahku," ucap Nadia.

Darren yang mendengarnya pun ikut bahagia. "Itu gunanya sahabat," ucap Darren.

"Kak Darren adalah penghibur yang handal bagi nadia. Walupun terlihat cuek dan dingin, kakak itu orangnya penyayang. Kalau biasanya orang bilang itu, hmm apa ya? Tsu-----, nah tsundere, ya tsundere," ucap Nadia.

Darren tertawa kecil. "Terima kasih cantik, atas julukannya," ucap Darren.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!