NovelToon NovelToon
AKU ADALAH SUBJEK PENELITIAN

AKU ADALAH SUBJEK PENELITIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Dosen / Anak Genius
Popularitas:66
Nilai: 5
Nama Author: Sara Zefa

Anaxa Daemyn Elrad, seorang mahasiswa psikologi, mulai menerima amplop cokelat berisi laporan penelitian yang menggambarkan kehidupan, kebiasaan, bahkan perilaku pribadinya secara terperinci.

Awalnya dia menganggapnya sebagai kebetulan. Namun, semakin banyak laporan yang muncul, semakin sulit baginya menyangkal satu kenyataan: seseorang sedang mengamati dirinya.

Di balik kehidupan kampus yang tampak biasa, tersembunyi sebuah proyek penelitian bernama EVA-213.

Siapa yang mengawasinya? Apa tujuan penelitian tersebut? Dan sejak kapan hidup Anaxa bukan lagi sepenuhnya miliknya?

Bagaimana jika seluruh hidupmu ternyata hanyalah data bagi seseorang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sara Zefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETIKA TEMAN JADI KELUARGA

Berpuluh menit kemudian berganti dengan harap cemas, Keenan langsung berdiri dari tempat duduknya saat pintu ruang medis terbuka. Alya dan Dimas juga ikut berdiri.

Keenan menanyakan kondisi Anaxa, dan dokter menjelaskan kondisi pasien yang sudah lebih stabil. “Apakah ada kontak keluarga yang bersangkutan? Perlu persetujuan untuk melakukan prosedur selanjutnya.”

Keenan terdiam kemudian menggelengkan kepalanya. Alya juga tidak punya kontak keluarga Anaxa. Sementara itu Dimas berkata, “Saya akan mencoba menghubungi pihak administrasi kampus untuk mendapatkan kontak keluarganya.”

Beberapa saat kemudian Dimas menelpon pihak kampus, memberi tahu keadaan darurat yang terjadi, serta mendapat nomor orangtua Anaxa. Dimas berterimakasih lalu menutup panggilan telepon.

Tak perlu waktu lama, Dimas kembali menghubungi nomor tersebut. Menunggu sebentar, lalu panggilan diangkat. Sebelum itu Dimas mengubah panggilan telepon tersebut ke mode speaker.

“Ya? Dengan siapa dan ada perlu apa?” Ucap seorang pria yang ternyata adalah ayah Anaxa.

“Saya Dimas Prasetyo, teman kuliahnya Anaxa. Saat ini saya ingin memberi tahu kalau...”

“Dia bukan anak kami lagi.”

Perkataan Ayah Anaxa terdengar dingin dan memotong ucapan. Dimas yang menelpon seketika terkejut. Alya dan Keenan juga membelalak kan mata.

“Tetapi pak. Saat ini Anaxa—”

Panggilan langsung diputus sepihak oleh Ayah Anaxa. Membuat mereka bertiga langsung bertatap-tatapan. Wajah Alya kali ini tampak berkali-kali lipat lebih khawatir. Gadis itu berkata, “Aku sempat dengar Anaxa cerita tentang hubungan keluarganya yang buruk. Tapi aku gak sangka akan seburuk itu...”

Dimas yang mendengar itu malah mengernyit kan dahi. “Anaxa pernah cerita itu ke kamu?”

Alya membalas dengan anggukan.

Sementara Keenan malah bereaksi lain. “King... Gila banget sih sampai gak diakui sebagai anak sendiri... Apa yang terjadi? Kok bisa sampai kayak gitu.” Ucap Keenan yang turut khawatir sama kondisi Anaxa walau dia juga terkejut.

“Lalu perawatan Anaxa dan bayar rumah sakitnya gimana...” Pertanyaan Dimas menarik kedua atensi temannya.

“Biar kita dulu yang bayarin Anaxa. Yang penting Anaxa selamat dulu.” Kata Keenan. Dimas ikut mengangguk setuju.

Tetapi Alya yang mendengar itu malah menggelengkan kepala. “Gak usah. Biar aku saja yang urus semua itu.”

Keenan sempat tidak menyetujui. Namun Alya kembali berkata, “Untuk kos saja kalian berdua masih berhemat. Aku akan telpon papa ku untuk mengurus ini semua dan jadi wali sementara Anaxa.”

Dimas yang mendengar hal itu kembali terdiam. Dalam pikirannya berkata, “Kenapa Alya sangat peduli ke Anaxa?”

Sementara Keenan yang mendengar alasan Alya, kemudian menyetujui usul gadis itu.

“Baiklah kalau begitu. Nanti aku aja yang bantu jagain King Anaxa.”

Alya menganggukkan kepala.

Dimas yang baru tersadar dari lamunannya, langsung menganggukkan kepala. “Aku juga akan bantu jagain Anaxa.”

Lalu Alya menghubungi papanya dan pergi mengurus administrasi Anaxa lebih lanjut. Keenan dan Dimas kembali duduk di kursi rumah sakit. Keenan menatap ke ruangan medis kemudian menghela napas pelan. “Harusnya aku masih marah ke Anaxa... Tapi kenapa aku tetap peduli ke dia?”

Dimas diam saja, sama sekali tidak menanggapi perkataan teman sekamarnya itu. Hingga kemudian, mereka berdua hanyut dalam pikiran masing-masing. Keenan memikirkan kondisi Anaxa dan ayahnya. Tetapi pikiran Dimas malah memikirkan tentang Alya yang tiba-tiba jadi jauh lebih dekat dengan Anaxa.

Dimas sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di antara Anaxa dan Alya, sehingga Anaxa dapat perhatian sebesar itu. Yang Dimas tahu, Alya bukan tipikal gadis yang perhatian nya gampang didapatkan. Orang itu harus dikenal Alya dengan baik dan dekat sejak lama. Sama seperti Dimas yang kenal dengan Alya sejak semester 2, Dimas dan Alya pernah beberapa kali jadi rekan satu kelompok. Begitu juga dengan Keenan yang sama-sama kenal Alya sejak semester 2.

Dan Dimas mulai mempertanyakan hubungan Alya dengan Anaxa saat pikirannya mengingat sepatu perempuan yang terletak di pintu kos Anaxa. Jelas-jelas itu sepatu Alya!

Dimas pun menghela napas pelan, merasa kalah dari Anaxa dalam merebutkan perhatian Alya. Sepanjang yang Dimas tahu, gadis itu sama sekali gak pernah datang ke kos Dimas dan Keenan untuk kerja kelompok. Tapi tiba-tiba Dimas menemukan jejak keberadaan Alya di kos Anaxa.

“Hah...”

“Kenapa lu? Dari tadi hela napas terus. Ada some think kah?” Ucapan Keenan membuat Dimas sadar. Dimas pun menggeleng.

“Gak papa. Cuma agak kasian aja sama Anaxa. Udah kecelakaan tapi digituin juga sama Ayahnya sendiri...”

“Kalau gue jadi King, kayaknya udah nangis deh.” Ucap Keenan yang malah membayangkan posisi dirinya sebagai Anaxa.

Dimas hanya tertawa pelan menanggapi temannya. Kemudian matanya tertuju ke arah Alya dan juga papanya yang baru saja masuk ke IGD.

Dimas dan Keenan langsung berdiri dan salaman ke Papa Alya. “Malam, Om.”

Papa Alya bertanya, “Jadi gimana kondisi teman kalian. Anaxa, kan?” Keenan pun menjelaskan secara singkat tentang keadaan Anaxa. Papa Alya menganggukkan kepala, lalu dia bertemu dengan dokter yang menangani Anaxa.

“Saya penanggung jawab pasien sementara. Tolong berikan penanganan sebaiknya terhadap pasien. Saya yang akan menanggung seluruh biayanya,” ucap Papa Alya.

Dokter pun menganggukkan kepala. “Kami sudah berhasil menstabilkan kondisinya. Tapi dari pemeriksaan awal ada fraktur pada tungkai kanan dan cedera pada area panggul. Kami masih menunggu hasil CT untuk menentukan penanganan berikutnya.”

Papa Alya menganggukkan kepala. “Kalau memang membutuhkan tindakan medis lebih lanjut, lakukan yang diperlukan, Dok. Saya akan mengurus administrasinya.”

“Baik, Pak. Setelah hasil pemeriksaan lengkap keluar, dokter ortopedi akan menjelaskan kondisi pasien dan tindakan yang diperlukan.”

Setelah dokter kembali masuk ke ruang medis, Alya menghela napas panjang. Tangannya masih menggenggam ponsel dengan erat. Keenan dan Dimas hanya diam, sementara Papa Alya mulai berbicara dengan petugas administrasi mengenai data Anaxa dan biaya perawatannya.

Beberapa menit kemudian, Keenan kembali menatap pintu ruang medis. “Gue masih gak nyangka King bisa sampai kayak gini.”

Dimas tidak menjawab. Pandangannya justru tertuju pada Alya yang sedang berbicara dengan ayahnya. Entah kenapa, semakin malam berlalu, semakin banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya tentang hubungan gadis itu dengan Anaxa.

Dimas kembali menundukkan kepalanya. Pikirannya masih tertahan pada semua hal yang baru saja dia lihat malam ini. Sepatu Alya di depan kos Anaxa, Alya yang mengetahui masalah keluarganya, sampai sekarang ayah Alya sendiri yang datang dan bersedia menanggung biaya perawatan Anaxa. Terlalu banyak kebetulan yang muncul dalam waktu singkat.

Namun Dimas juga sadar, dia tidak punya cukup bukti untuk menyimpulkan apa pun. Bisa saja memang ada sesuatu yang terjadi di antara mereka yang tidak diketahui dirinya dan Keenan. Dimas menghela napas pelan.

“Sebenarnya apa yang terjadi sama kalian berdua...” gumamnya dalam hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!