NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6

****

Kereta kencana yang membawa Xiu Ying perlahan melambat, hingga akhirnya benar-benar berhenti di depan sebuah gerbang kayu besar bermotif besi tempa yang tampak kusam. Di balik celah jendela kereta, Xiu Ying menyingkap tirai merahnya tipis-tipis.

Di luar, Kediaman Pangeran Ke-7 Istana Zhen tampak terisolasi di pinggiran ibu kota. Tembok-tembok tingginya dilapisi lumut kering, dan pilar batu di gerbang depan mengelupas di sana-sini. Sekilas, tempat ini tampak seperti istana terbengkalai yang dilupakan zaman. Namun, mata tajam milik Chen Zuyi tidak bisa dibodohi.

Ia menangkap detail-detail tersembunyi: langkah kaki para penjaga gerbang yang teratur tanpa suara, bentuk dedaunan pohon willow di atas tembok yang sedikit aneh—yang menandakan keberadaan pengawal rahasia bersembunyi di baliknya serta kebersihan lantai pelataran batu yang sama sekali bebas dari dedaunan gugur.

Tempat ini hanya berpura-pura busuk di luar, batin Xiu Ying dengan senyum tipis di bibirnya. Pangeran 'idiot' ini ternyata membangun benteng pertahanan yang sangat rapi.

"Nona, kita sudah sampai..." bisik Susu gemetar. Tangan kecilnya mencengkeram erat rok gaun merah mudanya. "Suasananya... kenapa begitu sepi dan mencekam?"

"Jangan takut. Ikuti saja langkahku," jawab Xiu Ying datar. Ia merapikan kain gaun pengantin merahnya, menggendong anjing putih bermata jernih yang sejak tadi duduk tenang di sampingnya, lalu melangkah turun dari kereta.

Baru saja kakinya menyentuh lantai batu, sesosok wanita paruh baya berbusana abu-abu gelap dengan konde kain ketat melangkah maju. Wajahnya keras, tanpa senyum, dengan sudut mata yang menekur ke bawah menatap Xiu Ying penuh penilaian dingin. Di belakangnya, empat pelayan wanita berdiri bersedekah tangan dengan wajah datar.

Dialah Pengurus Besar Istana Zhen, Bibi Guan.

"Hamba, Pengurus Besar Kediaman Pangeran Ke-7, memberi salam kepada Nona Kesembilan dari Keluarga Xiu," ucap Bibi Guan dengan nada monoton dan terkesan merendahkan. Ia bahkan tidak membungkukkan badannya dengan benar, hanya menundukkan kepala sekilas.

Susu tersentak melihat gestur tidak sopan itu, hendak membuka suara, namun Xiu Ying menahannya dengan isyarat tangan.

Xiu Ying membalas tatapan wanita itu dengan pandangan lurus dan dominan. "Bibi Guan? Mengapa engkau menyebutku 'Nona Kesembilan'? Bukankah titah kaisar telah menyatakan bahwa hari ini aku melangkah masuk ke tempat ini sebagai Istri Sah Pangeran Ke-7?"

Bibi Guan terkekeh dingin, suara kekehannya terdengar garing dan menusuk telinga.

"Nona Xiu Ying, harap sadari posisi Anda," ujar Bibi Guan dengan nada menggurui. "Kediaman Pangeran Ke-7 ini memiliki aturannya sendiri. Walaupun Anda membawa status 'istri sah' dari titah kaisar, jangan pernah berharap Anda akan diperlakukan sama seperti permaisuri atau bahkan selir-selir pangeran di kediaman pejabat tinggi lainnya!"

Bibi Guan melangkah satu baris mendekat, matanya menyipit penuh tajam.

"Pangeran Zhen Yu adalah majikan kami satu-satunya. Anda hanyalah putri buangan dari selir rendahan Keluarga Xiu yang dikirim ke sini sebagai pelengkap titah. Di kediaman ini, Anda tidak memiliki hak untuk mengatur keuangan, tidak memiliki kuasa atas para pelayan, dan tidak berhak mencampuri urusan Yang Mulia Pangeran. Jangan membawa tabiat keagungan Nona Besar ke tempat ini!"

Menghadapi gertakan terbuka dari seorang pengurus rumah tangga, Xiu Ying justru tertawa pelan. Tawa yang begitu renyah namun dingin, membuat Bibi Guan tertegun heran.

"Bibi Guan," sahut Xiu Ying sambil mengelus bulu anjing putih di pelukannya. "Tahukah engkau hal pertama yang dipelajari oleh seorang pemimpin saat memegang kekuasaan baru?"

Bibi Guan berkerut dahi. "Apa maksud Anda?"

"Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyingkirkan anjing yang berani menggonggong pada majikan barunya," bisik Xiu Ying, matanya mengunci manik mata Bibi Guan hingga wanita paruh baya itu merasa merinding secara tiba-tiba.

Xiu Ying melangkah maju hingga jarak mereka hanya tersisa sejangkal. "Aku di sini atas titah langsung dari Kaisar Yang Mulia. Mengabaikanku berarti menentang titah istana. Apakah engkau, seorang pengurus rumah tangga kecil, memiliki sepuluh nyawa untuk menanggung hukuman pancung atas tuduhan penghinaan terhadap anggota keluarga kerajaan?"

Wajah Bibi Guan seketika berubah pucat. Ia tidak mengira bahwa putri buangan yang konon dikenal penakut dan bisu ini memiliki lidah yang begitu tajam dan aura ketakutan yang menekan.

"S-Saya... saya hanya menyampaikan aturan kediaman!" gelagapan Bibi Guan mencoba membela diri, walau nada suaranya kini bergetar.

"Aturan kediaman dibentuk oleh pemilik kediaman. Dan mulai hari ini, aku adalah Nyonya Utama di sini," pangkas Xiu Ying tak terbantahkan. "Sekarang, katakan padaku, di mana suamiku?"

Bibi Guan menelan ludah kasar, menahan rasa malu dan amarah di dadanya. Ia berdeham keras sebelum menjawab ragu, "Yang... Yang Mulia Pangeran Ke-7 saat ini sedang berada di Halaman Belakang... sedang bermain air di tepi kolam teratai."

"Bermain air?" ulang Xiu Ying dengan sebelah alis terangkat.

"Ya," potong Bibi Guan, mencoba merebut kembali rasa percaya dirinya. "Ingatan dan pemikiran Yang Mulia Pangeran seperti anak kecil berusia lima tahun. Saat ini beliau sedang keasyikan menangkap ikan komet. Nona Xiu—maksud hamba, Istri Pangeran... jika Anda ingin menemui suami Anda, Anda harus menunggu di tepi kolam sampai beliau selesai bermain. Tidak ada yang boleh mengganggu kesenangan Pangeran!"

Bibi Guan menyunggingkan senyum sengit, berpikir ia berhasil menyulitkan Xiu Ying dengan membiarkannya berdiri menunggu di udara sore yang membeku di tepi kolam.

Namun, Xiu Ying hanya mengangguk santai. "Menunggu di tepi kolam? Baiklah. Kebetulan aku sangat menyukai pemandangan air. Susu, bawakan anjing ini dan ikut aku."

"N-Baik, Nona!" jawab Susu cepat.

Dengan langkah mantap, Xiu Ying mengibaskan gaun pengantin merahnya dan berjalan melewati Bibi Guan serta para pelayan yang terpaku. Ia tidak tampak terhina sedikit pun; sebaliknya, cara berjalannya begitu tenang seolah ia sedang berjalan di atas karpet merah perusahaannya sendiri.

Bibi Guan mengepalkan tangannya rapat-rapat, menatap punggung Xiu Ying dengan rasa benci yang membara. "Wanita kurang ajar... kita lihat seberapa lama kau bisa bersikap sombong di depan pangeran idiot itu!"

Xiu Ying menyusuri lorong batu menuju Halaman Belakang Istana Zhen. Semakin jauh ia melangkah, pemandangan terbengkalai perlahan berganti dengan taman asri yang tertata sangat rapi. Bunga-bunga krisan bermekaran indah, dan pepohonan bambu berbisik lembut ditiup angin sore.

Di kejauhan, di tepi sebuah kolam batu berair jernih, tampak seorang pria muda berpakaian jubah sutra hitam berdada longgar. Pria itu sedang berjongkok di atas batu licin, menumpahkan mangkuk berisi pakan ikan ke dalam air sambil berteriak-teriak girang.

"Ikan! Ikan merah! Ayo makan yang banyak! Hahaha! Lompat lebih tinggi!" suara pria itu terdengar tinggi, riang, dan polos—seperti anak kecil yang mendapati mainan baru.

Xiu Ying menghentikan langkahnya beberapa meter di belakang pria tersebut. Dari posisi berdirinya, ia bisa melihat profil samping wajah pangeran itu.

Rambut hitam panjangnya terikat asal dengan pita kain, kulitnya putih bersih, dan rahangnya terukir begitu tegas dan sempurna. Meskipun pria itu sedang bertingkah konyol menepuk-nepuk air kolam hingga gaun mewahnya basah kuyup, keindahan parasnya tidak bisa disembunyikan.

Pangeran Zhen Yu... batin Xiu Ying mengamati sosok pria yang menjadi suaminya itu.

"Nona... itu Pangeran Ke-7," bisik Susu pelan di belakangnya. "Beliau... benar-benar bertingkah seperti anak-anak..."

Xiu Ying tidak menjawab. Ia melangkah perlahan mendekati tepi kolam. Namun, saat Xiu Ying melangkah lebih dekat, matanya yang jeli menangkap sebuah gerakan kecil yang sangat cepat.

Saat Pangeran Zhen Yu berpura-pura tertawa dan menjatuhkan salah satu hiasan batu ke dalam air, otot-otot di lengan dan punggung pria itu menegang sempurna—sebuah refleks terlatih dari seorang ahli bela diri tingkat tinggi. Terlebih lagi, pancaran mata pria itu saat menatap bayangan air sama sekali tidak kosong atau dugu, melainkan sangat tajam dan penuh perhitungan.

Xiu Ying menyunggingkan senyum paling manis sekaligus paling berbahaya di wajahnya.

Pangeran Idiot? pikir Xiu Ying tertawa dalam hati. Aktor yang sangat luar biasa. Kau memainkan peranmu dengan begitu indah, Pangeran Zhen Yu.

Xiu Ying berhenti tepat di samping pria yang masih sibuk memercikkan air kolam itu. Ia merapikan gaun merahnya, lalu berbicara dengan suara yang jernih dan penuh arti.

"Yang Mulia Pangeran Ke-7... apakah air kolamnya sangat menyenangkan, hingga Anda lupa bahwa pengantin wanita Anda telah tiba?"

Pria berjubah hitam itu tersentak pelan, lalu mendongak dengan wajah yang dibuat bingung dan polos, menatap lurus ke dalam mata Xiu Ying.

(Bersambung)

1
Arix Zhufa
awal nya cerita nya sangat bagus, tetapi makin kesini bnyk adegan ranjang nya. Maaf sampe disini aja thor sy ikuti. Terima kasih 🙏
reaaannaaa
ceritanya bagus tpi jujur mulai bosen
gini2 terus jadi gua skip🙏
Arix Zhufa
ikut tegang
Quinza Azalea
next thor💪
Quinza Azalea
bagus
Pa Muhsid
ini bab husus nina ninu gak ada yang laen bener bener otor🙈
Heresnanaa_: eheee🤭🫣
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Adi Sudiro
pasangan laknat ngak kamar apa🤭🤭🤭
Adi Sudiro
kalau piring perak jatuh itu cuma penyok kalau kena benda keras ya? masak pecah 🤭🤭🤭🤭 harap koreksi Thor..
Arix Zhufa
thor aku kok bingung, pangeran ke 7 terkenal ideot tp ibu suri,kaisar & para pejabat kok tidak ada yg kaget setelah tau klo ternyata pura2
merry
jgn ada selir loh pangeran jdiin istri mu satu satu permaisuri utama ddlm Kekaisaran mu
Kusii Yaati
kalau ada pengawal bayangan, kenapa bisa lalai, untung tidak terjadi apa" sama kandungan xiu Ying
Kusii Yaati
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Arix Zhufa
akhirnya hamil juga....semoga kedua nya sehat
Arix Zhufa
ikut tegang
Kusii Yaati
ya ampun Zhen yu nggak sabaran banget,belah duren dalam kereta 🤭...yang sabar ya pak kusir abaikan saja suara" mistis itu😂
Yue Li MZy
wah sungguh sandiwara yg bagus pangeran,tentu terhadap istrimu tidak mempan ?🤨 semoga sampai ending ya KA uthor
merry
itu gmn main sexgus 2 dibawah kung kung putra mahkota🤭🤭🤭🤭🤔🤔🤔🤔🤔
Arix Zhufa
Bukti pembunuhan pangeran ke 7 belum diserahkan thor
yumin kwan
lah.... si jendral meng ke mana? bukannya mau dijadikan saksi utk menjatuhkan pangeran 4??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!