NovelToon NovelToon
Kaisar Naga Bela Diri

Kaisar Naga Bela Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di ujung terlupakan Kerajaan Tianhe, seorang anak yatim bernama Qin Mu tumbuh di Desa Canglan bersama seorang pemabuk tua yang mengaku petani. Yang ia miliki hanyalah pisau berburu berkarat, liontin batu hitam peninggalan ayah yang tak pernah kembali, dan satu pertanyaan yang tak terjawab: mengapa ia ditinggalkan?

Ketika dunia kultivator yang selama ini hanya ia dengar sebagai legenda tiba-tiba menghancurkan kedamaian desanya, Qin Mu dipaksa memasuki jalan yang telah ditentukan jauh sebelum ia lahir jalan yang berlumuran darah, penuh pengkhianatan, dan dibayar dengan harga yang tak seorang pun mau membayarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 21

Pintu kayu Gubuk Nomor Satu terkunci rapat dari dalam. Di luar, langit Lembah Murid Baru mulai berubah menjadi ungu gelap saat matahari tenggelam di balik punggung pegunungan Akademi Kekaisaran.

Qin Mu duduk bersila di atas bantal meditasi. Hal pertama yang ia lakukan bukanlah memeriksa gulungan batu yang baru ia bawa dari Paviliun Bela Diri, melainkan merawat lukanya.

Ia membuka botol porselen berlabel putih dari kantung peninggalan Penatua Luo, lalu menaburkan bubuk obat beraroma pinus dingin ke atas luka robek di lengan kirinya. Darah yang mengering berdesis pelan, dan rasa perih akibat hantaman Qi Zhao Kun tadi pagi berangsur-angsur mereda.

"Lima puluh Poin Kontribusi, dan waktu kurang dari dua belas jam sebelum masuk ke Gua Bawah Tanah," gumam Qin Mu pelan sambil membalut lengannya dengan kain bersih.

Ia tahu betul bahwa perintah wajib untuk membersihkan tambang besok pagi adalah panggung pembantaian yang disiapkan oleh Wei Tian. Di bawah perut gunung yang gelap dan tanpa pengawasan Instruktur Yan, aturan akademi tidak lebih dari selembar kertas kosong. Jika ia masuk ke sana tanpa persiapan matang, ia tidak akan pernah melihat matahari lagi.

Qin Mu menarik napas panjang, lalu mengeluarkan gulungan membatu yang tadinya menjadi pengganjal kaki rak di Paviliun Bela Diri.

Benda seberat dua puluh kati itu diletakkan di atas pangkuannya. Sekilas, benda itu tampak tidak berbeda dengan bongkahan batu kali yang mati dan dipenuhi karat merah. Namun Qin Mu tahu kengerian apa yang tidur di dalamnya.

Ia mengambil lima keping Batu Roh tingkat rendah dari kantungnya, menggenggamnya di tangan kanan, lalu menempelkan Cincin Giok Retak di dadanya langsung ke permukaan gulungan batu tersebut bersamaan dengan tetesan darah segar yang merembes dari perban lengan kirinya.

"Buka," bisik Qin Mu.

Cincin Giok Retak itu menyedot energi murni dari kelima Batu Roh hingga kristal-kristal itu hancur menjadi bubuk kapur. Seketika, cincin itu menyalurkan seuntai hawa dingin kuno yang bercampur dengan darah Qin Mu langsung ke dalam pori-pori gulungan batu!

Krak... Kraaak!

Kali ini, karat merah dan lapisan batu di permukaan gulungan itu benar-benar mengelupas seperti kulit ular yang berganti raga. Cahaya kelabu gelap yang meredupkan nyala lentera kamar tiba-tiba meledak dari celah gulungan yang terbuka sepanjang tiga jengkal hanya lapisan pertamanya saja, sementara sisa gulungan itu masih terkunci rapat oleh segel yang jauh lebih berat.

Namun lapisan pertama itu saja sudah cukup untuk mengirimkan gelombang informasi kuno yang menghantam lautan kesadaran Qin Mu bagaikan air bah!

Tubuh Qin Mu menegang kaku. Di dalam benaknya, deretan aksara kuno berwarna perak gelap berputar membentuk diagram pernapasan dan alur langkah kaki yang melampaui nalar manusia fana.

Langkah Bayangan Pemutus Langit (Tingkat Surgawi).

Napas Qin Mu memburu hebat saat ia membaca dan mencerna makna dari warisan kuno tersebut. Teknik ini bukanlah sekadar ilmu meringankan tubuh biasa, melainkan sebuah metode agung yang tingkatannya akan terus meningkat mengikuti ranah kultivasi pemiliknya! Semakin tinggi ranah yang dicapai Qin Mu, semakin mengerikan pula kekuatan yang bisa dibuka dari gulungan ini.

Namun, hal yang membuat jantung Qin Mu berdegup kencang hampir melompat dari dadanya adalah rahasia inti dari teknik ini.

Begitu pemiliknya menembus ranah Qi Gathering dan Foundation Establishment kelak, Langkah Bayangan Pemutus Langit memungkinkan praktisi untuk membelah seuntai bayangan dan esensi jiwanya guna menciptakan Klone Bayangan!

Klone Bayangan ini bukan sekadar ilusi mati, batin Qin Mu dengan mata terbelalak tak percaya saat membaca baris demi baris aksara di kepalanya. Klone itu memiliki kesadarannya sendiri! Jika tubuh asli memberinya kebebasan, Klone Bayangan itu bisa berpikir, berlatih teknik, membaca kitab, dan berkultivasi sendiri secara terpisah layaknya manusia kedua!

Lebih gila lagi, ketika Klone Bayangan itu ditarik kembali untuk bersatu dengan tubuh asli, maka seluruh pengetahuan, ingatan, pengalaman bertarung, hingga hasil kultivasi yang telah dipelajari oleh klone tersebut akan langsung terserap sepenuhnya ke dalam tubuh asli! Tidak hanya itu, dalam pertarungan hidup dan mati, penyatuan antara Klone Bayangan dan tubuh asli akan memicu lonjakan kekuatan dahsyat yang mampu meningkatkan ranah tubuh asli sebanyak satu hingga dua tingkatan secara langsung, bergantung pada seberapa tinggi ranah yang telah dicapai oleh klone tersebut!

Qin Mu mengusap keringat dingin yang membasahi dahinya. Ia akhirnya mengerti mengapa selama tiga ratus tahun tak ada satu pun orang di Akademi Kekaisaran yang mampu membuka gulungan ini. Memiliki klone berkesadaran yang bisa belajar dan berkultivasi ganda adalah kemampuan yang menentang hukum langit!

"Dengan ranahku yang sekarang masih berada di tahap Menengah Penempaan Tubuh, aku belum memiliki Qi untuk melahirkan Klone Bayangan yang nyata," gumam Qin Mu, berusaha menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh. "Tapi aku sudah bisa melatih fondasi dasarnya: Langkah Pertama — Jejak Hantu Tanpa Suara."

Selama tiga jam berikutnya, di dalam ruang gubuk yang sempit, Qin Mu bergerak tanpa henti.

Ia tidak menggunakan senjata. Kakinya melangkah mengikuti diagram Jejak Hantu Tanpa Suara. Pada awalnya, papan lantai gubuk masih berderit keras setiap kali ia berpindah tumpuan, dan otot betisnya terasa seperti hendak robek karena sudut pijakan yang sangat tidak wajar.

Namun berkat kerangka tulangnya yang telah ditempa oleh Sutra Penempaan Tulang Kehampaan, tubuh Qin Mu beradaptasi dengan kecepatan luar biasa. Menjelang tengah malam, ketika Qin Mu melesat dari sudut ranjang menuju pintu, tidak ada lagi suara derit papan sedikit pun. Di tempat ia berdiri sedetik sebelumnya, tertinggal sehelai bayangan hitam samar yang baru memudar setengah tarikan napas kemudian!

Setelah menguasai dasar langkah pertamanya, Qin Mu tidak lantas tidur.

Ia duduk kembali di dekat meja lentera, mengeluarkan seluruh botol porselen serta peralatan dari kantung kulit Penatua Luo, lalu membuka gulungan tebal Warisan Alkimia dan Seribu Racun Luo Tua.

Di masa lalu, seorang kultivator tidak mungkin mempelajari jalur bela diri, alkimia, dan formasi sekaligus karena umur manusia tidak akan cukup untuk menguasainya. Namun kini, dengan adanya Langkah Bayangan Pemutus Langit yang kelak bisa menciptakan klone untuk belajar secara terpisah, Qin Mu bertekad untuk mempelajari semuanya secara perlahan!

Mata Qin Mu bergerak cepat membaca catatan tangan Penatua Luo dengan saksama.

Ia mempelajari dasar-dasar alkimia: bagaimana mengenali ribuan karakteristik tanaman obat, bagaimana mengendalikan suhu api tungku, serta pembagian tingkatan pil yang terbagi menjadi Tingkat Fana, Roh, Bumi, Langit, hingga Surgawi. Ia juga menghafal cara-cara meracik jenis-jenis racun mematikan mulai dari racun yang melelehkan meridian, racun tak berwarna yang menumpang pada hembusan angin, hingga cara membuat penawarnya masing-masing.

Ketika Qin Mu membalik ke bagian paruh kedua dari gulungan kulit ular air itu, matanya menyipit tajam. Di sana, terdapat belasan halaman yang ditulis dengan tinta perak, disertai sekantung kecil berisi bendera-bendera perunggu mini dan kepingan batu giok berukir:

Catatan Dasar Formasi dan Array Langit Bumi.

"Bocah, siapa pun yang membaca ini, ingatlah satu hal," tulis Penatua Luo dalam catatannya. "Seorang Alkemis dihormati karena bisa menyelamatkan nyawa, tetapi seorang Ahli Formasi (Array Master) ditakuti karena bisa mencabut nyawa tanpa perlu mengayunkan pedang! Formasi adalah seni meminjam urat nadi bumi dan hukum langit untuk menciptakan penjara kematian."

Qin Mu membaca penjelasan itu dengan napas tertahan. Catatan itu menjelaskan bahwa sama seperti pil dan senjata, setiap formasi memiliki tingkatannya sendiri. Semakin tinggi ranah kultivasi dan pemahaman seorang kultivator formasi, semakin mengerikan dan mematikan pula formasi yang bisa ia ciptakan. Seorang ahli formasi tingkat tinggi bahkan sanggup menjebak dan membantai kultivator yang ranahnya berada jauh di atasnya hanya dengan mengandalkan susunan batu dan bendera formasi!

"Luo Tua mengumpulkan dasar-dasar formasi ini selama puluhan tahun mengembara untuk melindungi dirinya saat memurnikan pil di alam liar," gumam Qin Mu kagum.

Sepanjang sisa malam itu, Qin Mu meracik tiga kantung kecil Bubuk Kabut Buta dan mengoleskan cairan penawar miasma ke kain penutup wajahnya, sembari mempelajari cara kerja satu formasi jebakan paling dasar peninggalan Penatua Luo: Formasi Tiga Langkah Pembalik Arah.

Ketika sinar matahari pertama menembus celah jendela gubuknya, Qin Mu menyimpan semua peralatannya ke dalam kantung. Matanya yang sedikit memerah karena tidak tidur semalaman memancarkan ketajaman yang jauh lebih berbahaya dari kemarin.

Kabut pagi di lereng utara Akademi Kekaisaran terasa lembap dan berbau belerang.

Di depan mulut sebuah celah tebing raksasa yang diperkuat dengan tiang-tiang besi berkarat, sepuluh murid baru penghuni gubuk nomor satu hingga sepuluh telah berkumpul. Itu adalah pintu masuk menuju Tambang Roh Kuno jaringan gua bawah tanah tempat akademi menambang sisa-sisa Batu Roh berabad-abad silam sebelum urat tambangnya mengering.

"Qin Mu!" Han Lie melangkah mendekat sambil memanggul martil besinya. Ia menerima sehelai kain penutup wajah yang telah direndam obat penawar miasma yang disodorkan Qin Mu secara diam-diam. "Aku baru dengar dari murid lama, tambang ini sudah ditutup selama tiga tahun karena sering muncul binatang buas bawah tanah dan gas beracun. Wei Tian benar-benar ingin mengubur kita di sini."

Qin Mu mengangguk tipis. Pandangannya menyapu delapan murid baru lainnya.

Tujuh di antara mereka tampak pucat dan gelisah, memegang senjata masing-masing dengan tangan berkeringat. Namun di sudut paling kiri, bersandar di bawah bayangan batu tebing, berdiri pemuda berwajah tirus tanpa ekspresi yang semalam menyelipkan surat ke pintu gubuk Qin Mu.

Mo Cang, penghuni Gubuk Nomor Empat.

Pemuda misterius itu mengenakan pakaian hitam rapat dengan sebilah belati tipis di pinggangnya. Saat tatapan Qin Mu menyapu ke arahnya, Mo Cang hanya melirik balik dengan matanya yang kosong dan rasional, lalu kembali menatap mulut gua yang gelap gulita tanpa sepatah kata pun.

"Semua penghuni sepuluh gubuk teratas sudah lengkap!"

Seorang diaken berjubah hitam dari Aula Penegak Hukum pria bermata sipit yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga Wei Tian melangkah maju sambil memegang gulungan absen. Ia melemparkan sepuluh obor kayu dan sepuluh kantung kapur penyerap racun ke tanah di depan mereka.

"Tugas kalian adalah menyusuri lorong utama sejauh tiga li ke bawah tanah dan menaburkan kapur ini di titik-titik kebocoran gas miasma," ucap diaken itu dingin. "Pintu jeruji luar akan dikunci selama enam jam agar gas beracun tidak naik ke permukaan akademi. Setelah enam jam, pintu akan dibuka kembali. Masuk sekarang!"

Tidak ada pilihan untuk menolak.

Qin Mu, Han Lie, Mo Cang, dan tujuh murid baru lainnya mengambil obor mereka dan melangkah masuk melewati pintu jeruji besi yang berat.

KLANG—!

Tepat saat orang terakhir melewati ambang batas, diaken Penegak Hukum itu menarik tuas rantai dengan senyum sinis di sudut bibirnya. Pintu jeruji besi seberat ribuan kati jatuh menutup mulut gua, mengunci mereka semua di dalam kegelapan perut gunung!

Udara di dalam terowongan tambang langsung berubah pengap, lembap, dan dingin menusuk tulang. Suara tetesan air dari batu menggema di sepanjang lorong batu yang bercabang-cabang seperti labirin raksasa.

"K-kita jalan bersama saja," usul salah satu murid baru dengan suara gemetar sambil mengangkat obornya tinggi-tinggi. "Kalau kita cepat menaburkan kapur ini, kita bisa kembali ke dekat pintu keluar dan menunggu sampai pintu dibuka."

Namun baru saja mereka berjalan sekitar setengah li menuruni lereng terowongan yang curam, langkah kaki Qin Mu tiba-tiba melambat.

Hidungnya yang kini telah peka terhadap ratusan jenis bahan obat dan racun berkat catatan Penatua Luo menangkap sesuatu yang sangat ganjil di udara.

"Berhenti," ucap Qin Mu rendah.

Han Lie langsung mengangkat martilnya dengan waspada, sementara Mo Cang yang berjalan di barisan belakang ikut menghentikan langkahnya tanpa suara.

"Ada apa lagi?! Jangan menakut-nakuti kami!" seru seorang murid baru di depan dengan kesal.

Qin Mu tidak memedulikan murid itu. Ia berjongkok, menyentuh tanah terowongan yang berdebu, lalu menatap ke arah dinding batu di sebelah kanan mereka. Di balik lumut basah di dinding itu, terdapat guratan garis-garis lama yang telah dihancurkan secara paksa dengan senjata tajam baru-baru ini dan di sela-sela retakan batu itu, tercium aroma manis yang memabukkan.

"Ini bukan kebocoran gas miasma alami," suara Qin Mu menggema dingin di dalam lorong yang gelap. "Seseorang baru saja menghancurkan Formasi Ventilasi Udara kuno di dinding terowongan ini kurang dari dua jam yang lalu... dan mereka membakar Dupa Pemanggil Serangga Darah di ujung terowongan bawah."

Wajah ketujuh murid baru itu langsung memucat. "A-apa maksudmu?!"

Belum sempat Qin Mu menjawab, dua hal terjadi secara bersamaan.

Pertama, tepat di balik dada Qin Mu, Pecahan Logam Hitam peninggalan ayahnya mendadak berubah menjadi sangat panas, seolah-olah berubah menjadi bara besi yang baru diangkat dari tungku! Logam hitam itu bergetar hebat, menarik perhatian Qin Mu lurus ke sebuah celah patahan jurang yang mengarah jauh ke lapisan paling dasar di bawah tambang ini!

Dan kedua dari balik kegelapan di ujung lorong depan dan dari terowongan cabang di belakang mereka, terdengar suara gemerisik ribuan kaki serangga buas yang merayap di dinding batu, disusul oleh suara langkah kaki belasan orang yang sama sekali tidak berusaha menyembunyikan niat membunuh mereka!

Sring! Sring! Sring!

Belasan cahaya obor hijau menyala serentak dari lorong-lorong cabang di sekeliling mereka, mengepung kesepuluh murid baru itu dari depan dan belakang.

Dari balik cahaya obor hijau tersebut, melangkah keluar delapan murid senior Gerbang Luar yang mengenakan penutup wajah hitam para pembunuh elit Faksi Wei yang telah lebih dulu masuk melalui jalur rahasia penambang tua. Dan di paling depan, seorang pemuda kekar dengan luka memar hitam di dadanya Zhao Kun yang baru saja dikalahkan kemarin, kini berdiri berdampingan dengan seorang praktisi Tahap Akhir Qi Gathering berpedang lebar!

"Terjebak juga kau, Bocah Desa," suara serak Zhao Kun menggema penuh dendam yang membara di tengah kegelapan tambang, sementara di belakang mereka, puluhan Kelabang Batu Bermata Merah seukuran lengan manusia mulai merayap keluar dari celah dinding karena terpancing bau dupa!

"Kakak Senior Wei Tian menitipkan pesan... di kedalaman tambang yang runtuh ini, bahkan Instruktur Yan pun tidak akan pernah menemukan sepotong pun tulangmu!"

1
Am Mi
up
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Asta Hariadi
bagus, ceritanya menarik
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
Sang_Imajinasi: oke lanjut 4 bab
total 4 replies
Budi Wahyono
biasanya tokoh jahat ketika mau mati,ada aja yg nyelametin...
ini enak nih gak bertele2,tinggal musuh yg lebih kuat udah nunggu
Begin Bae
/Determined/
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
ibarumbung
keren 👍👍👍👍👍
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!