NovelToon NovelToon
SISTEM PEMERAN PENJAHAT PROFESIONAL

SISTEM PEMERAN PENJAHAT PROFESIONAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Reyhan Mahardika adalah seorang aktor figuran gagal yang nasibnya berubah drastis setelah ia diikat oleh Sistem Pemeran Penjahat Profesional yang menjanjikan karier legendaris. Namun keberuntungan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika setiap adegan pembunuhan yang ia perankan di depan kamera tiba-tiba terjadi di dunia nyata dengan pola yang sama persis. Publik dan polisi, termasuk Detektif Alena Prameswari yang cerdas dan dingin, mulai mencurigainya setelah sebuah video aktingnya yang terlalu realistis tersebar ke internet. Kini Reyhan harus membuktikan dirinya tidak bersalah sambil terus menjalankan misi dari sistem misterius itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Sring.

Suara gesekan logam terdengar pelan dari ujung gang.

Seseorang baru saja mengeluarkan sebuah pisau lipat.

Langkah kaki itu perlahan memasuki gang yang gelap.

Reyhan mengintip sedikit dari balik tempat sampah.

Ia melihat siluet seorang pria yang mengenakan jaket hoodie berwarna hitam.

Kepala pria itu tertutup tudung hoodie sehingga wajahnya sama sekali tidak terlihat.

Pria itu berjalan perlahan, matanya menyapu setiap sudut gang yang gelap itu.

"Ke mana perginya tikus kecil itu?" gumam pria berhoodie itu dengan suara serak.

Reyhan mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Apakah ini pembunuh aslinya?

Atau hanya pesuruh bayaran?

Reyhan mencoba berpikir jernih, mencari cara untuk melumpuhkan pria itu atau setidaknya melarikan diri.

Tiba-tiba, suara mekanik yang sangat familiar kembali berdengung di dalam kepalanya.

Wenggg.

[Ding! Misi Darurat telah terpicu.]

Reyhan membelalakkan matanya.

"Kenapa harus sekarang, sistem sialan?" rutuknya dalam hati.

Layar transparan berwarna biru muncul tepat di depan wajahnya, menerangi area sembunyinya dengan cahaya redup.

[Target berbahaya terdeteksi di radius lima meter.]

[Misi Pilihan: Tentukan Peran Anda.]

[Pilihan A: Perankan 'Korban yang Memohon Ampun'. Hadiah: Kelangsungan hidup sementara. Hukuman: Kehilangan harga diri dan sistem akan tertidur selama seminggu.]

[Pilihan B: Perankan 'Pembunuh Berdarah Dingin yang Lebih Gila'. Hadiah: Informasi tentang target selanjutnya. Hukuman: Jika gagal mengintimidasi lawan, Anda akan mati di tempat.]

Reyhan menelan ludahnya yang terasa kasar.

Pilihan A sangat aman, namun sistem akan mati dan ia akan kehilangan satu-satunya keuntungan yang ia miliki.

Pilihan B adalah pertaruhan nyawa yang sangat besar.

Tapi jika ia berhasil, ia akan mendapatkan informasi penting tentang target pembunuh asli selanjutnya.

"Sistem, aku tidak pernah suka menjadi pecundang," batin Reyhan mantap.

"Aku pilih opsi B."

[Ding! Pilihan B dikonfirmasi.]

[Memulai sinkronisasi peran: Pembunuh Berdarah Dingin Tingkat Lanjut.]

Sebuah hawa dingin yang jauh lebih pekat dari sebelumnya langsung merasuki tubuh Reyhan.

Rasa takut, ragu, dan panik seketika lenyap dari pikirannya.

Digantikan oleh rasa percaya diri yang absolut dan keinginan kuat untuk mendominasi.

Pria berhoodie itu masih terus berjalan mendekati tempat persembunyian Reyhan.

Pisau lipat di tangannya memantulkan cahaya rembulan yang redup.

Klak.

Reyhan sengaja menendang sebuah kaleng kosong di dekat kakinya.

Pria berhoodie itu langsung menoleh ke arah sumber suara.

"Ketemu kau," desis pria itu sambil tersenyum kejam.

Ia melangkah cepat menuju tempat sampah besi tersebut.

Namun, sebelum ia sempat mengintip ke balik tempat sampah, sesosok bayangan tiba-tiba muncul di atasnya.

Reyhan telah memanjat ke atas tempat sampah itu dalam diam.

Bruk!

Reyhan melompat turun dan langsung menendang dada pria berhoodie itu dengan sangat keras.

Pria itu terhuyung mundur hingga punggungnya menabrak dinding bata gang.

"Uhuk!"

Pria berhoodie itu terbatuk pelan, pisau di tangannya hampir terlepas.

Ia menatap ke arah Reyhan dengan pandangan terkejut.

Reyhan tidak lari.

Ia justru melangkah maju perlahan mendekati pria itu.

Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana dengan sangat santai.

Wajah Reyhan tertimpa cahaya lampu jalan dari kejauhan, memperlihatkan senyuman yang sangat mengerikan.

Matanya kosong, seolah ia tidak melihat seorang manusia, melainkan hanya melihat sebuah daging mati di depannya.

"Kau tahu aturan main petak umpet, kawan?"

Suara Reyhan terdengar sangat pelan, berat, dan dipenuhi oleh aura mematikan.

Pria berhoodie itu tiba-tiba merasakan hawa dingin merayapi tulang belakangnya.

"Si... siapa kau sebenarnya?" tanya pria itu, suaranya sedikit gemetar.

Reyhan memiringkan kepalanya, masih dengan senyuman mengerikan itu.

"Aku adalah monster yang tidak seharusnya kau bangunkan."

Reyhan tiba-tiba bergerak dengan kecepatan yang tidak terduga.

Ia mencengkeram leher pria berhoodie itu dengan satu tangan dan mengangkatnya sedikit dari tanah.

Pria itu meronta-ronta, mencoba menusukkan pisaunya ke arah perut Reyhan.

Tep.

Reyhan dengan mudah menangkap pergelangan tangan pria itu dengan tangannya yang lain.

Ia menekan titik saraf di pergelangan tangan itu dengan sangat kuat.

Klak.

Pisau lipat itu terjatuh ke tanah.

"Kau merusak naskahku," bisik Reyhan tepat di depan wajah pria yang ketakutan itu.

"Seharusnya kau datang membawa bunga, bukan pisau murahan."

Pria berhoodie itu mulai kehabisan napas, wajahnya membiru.

Ia menyadari bahwa pemuda di depannya ini bukanlah aktor figuran biasa seperti yang dilaporkan.

Pemuda ini benar-benar seorang iblis.

"A... ampun," erang pria itu dengan susah payah.

Reyhan terkekeh pelan, tawanya terdengar sangat kering dan kosong.

"Ampun adalah kata yang sangat mahal malam ini."

"Siapa yang menyuruhmu?"

Reyhan sedikit melonggarkan cengkeramannya agar pria itu bisa bicara.

"A... aku tidak tahu namanya," jawab pria itu terengah-engah.

"Aku hanya dibayar lewat uang kripto."

"Dia... dia menyuruhku untuk membunuhmu agar polisi yakin bahwa kaulah pembunuhnya yang bunuh diri karena menyesal."

Reyhan mendecakkan lidahnya dengan kecewa.

"Alur cerita yang sangat klise."

"Sutradaramu benar-benar tidak punya selera yang bagus."

Reyhan menghempaskan tubuh pria itu ke tanah dengan kasar.

Bruk!

Pria itu terbatuk-batuk hebat sambil memegangi lehernya.

[Ding! Misi Pilihan berhasil diselesaikan.]

[Evaluasi: Penampilan intimidasi yang luar biasa.]

[Hadiah didistribusikan: Informasi target pembunuh selanjutnya.]

Sebuah pesan teks transparan muncul di layar sistem Reyhan.

[Target selanjutnya: Hakim Sudarsono. Waktu perkiraan kematian: 48 Jam dari sekarang.]

Reyhan membaca pesan itu dengan saksama.

Ia kemudian menatap pria berhoodie yang sedang merangkak mencoba melarikan diri.

"Hei."

Pria itu membeku di tempat, tidak berani bergerak sedikitpun.

"Kembalilah pada majikanmu," ucap Reyhan dengan nada dingin.

"Katakan padanya, peran utamanya tidak akan mati secepat ini."

"Dan katakan juga, aku menunggu naskah selanjutnya."

Pria berhoodie itu langsung berdiri dan berlari sekencang-kencangnya keluar dari gang.

Ia bahkan tidak berani menoleh ke belakang sama sekali.

Reyhan berdiri sendirian di gang yang gelap itu.

Efek sinkronisasi sistem perlahan memudar dari tubuhnya.

Ia langsung terjatuh berlutut di tanah, napasnya memburu cepat.

"Hah... hah... hah..."

Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Kakinya gemetar hebat setelah ketegangan yang luar biasa itu menghilang.

"Itu tadi sangat gila."

"Kalau aku membuat kesalahan sedikit saja, pisau itu pasti sudah menancap di perutku."

Reyhan mengambil pisau lipat yang terjatuh di tanah dengan tangan gemetar.

Ia harus segera menghubungi Alena.

Ada polisi kotor di kepolisian, seorang pembunuh berantai yang berkeliaran bebas, dan sekarang...

Ada nyawa seorang hakim yang harus ia selamatkan dalam waktu kurang dari dua hari.

Permainan gila ini baru saja naik ke level berikutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!