Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Tidak tega melihat Farhan terlihat frustasi karena gagal menemukan Mila padahal sudah dicari dari pagi sampai sore tapi istrinya tidak ada di kota yang sama, padahal sudah dikasih tahu kemungkinan Mila ke Samarinda demi menghindari Farhan karena rasa kecewanya.
"Bro jangan seperti ini harus semangat dong, apa perlu kamu ikut cari Mila ke Samarinda juga bareng Bodyguard supaya ada harapan disana." ucap Erik kasih saran supaya sahabatnya tidak frustasi seperti ini.
"Apa kamu yakin jika Mila ada disana bagaimana jika Mila tidak pergi kesana kan akhirnya jadi sia-sia dan buang waktu saja." ucap Farhan dengan tatapan kosong seakan tidak ada harapan hidup sama sekali.
"Yakin sekali karena Bodyguard tunjukkan fotonya Mila dan ada orang yang melihat Mila ke terminal pakai baju terakhir yang dia pakai saat bareng kamu terakhir di taman kota, jadi ada harapan Mila ada di kota itu iya tinggal kita berjuang keliling kota supaya bisa menemukan dimana Mila tinggal selama disana." lanjut Erik yakin karena mendapatkan vidio saat Bodyguard nya mendapatkan petunjuk, saat Mila ada di terminal.
"Boleh juga saya cari langsung Mila kesana, saya titip perusahaan iya Bro dan yakin kamu bisa jaga amanah untuk menjalankan perusahaan tanpa saya ikut kerja seperti biasanya." lanjut Farhan pasrah karena bingung mau titipkan perusahaan ke siapa dan selama kerja bareng selama ini Erik selalu bisa dipercaya bahkan selalu berhasil mendapatkan proyek besar setiap harinya.
"Tenang saja Bro fokus lah sama pencarian Mila, di perisa kamu kan ada Ihsan dan Raka mereka juga bakal awasi saya jika tidak amanah kan, jadi jangan kwatir Bro jadi mau kapan jalan kesana?" tanya Erik memastikan sahabatnya kapan mulai mencari keberadaan Mila dan mengerti jika sahabatnya cemas karena tidak pernah meninggalkan perusahaan tanpa Farhan ikut kerja sama sekali.
"Langsung jalan besok deh Bro, Bodyguard suruh jadi supir saya selama ada disana supaya saya tidak kelelahan bawa mobil sendirian keliling kota, maaf iya bro merepotkan kamu untuk kerja sendirian tanpa saya bantu sama sekali." lanjut Farhan merasa tidak enak karena terlalu sering merepotkan Erik sama urusan pribadinya.
Demi mencari keberadaan Mila membuat Farhan rela menghabiskan waktu seharian demi mencari keberadaan istrinya dan bujuk Mila untuk pulang bersama sekaligus memperbaiki semuanya.
Berharap perjuangan Farhan tidak sia-sia dan berhasil bawa Mila pulang supaya sahabatnya kembali bahagia dan semangat hidup karena di rumah sudah ada Mila.
**
Rasanya ingin sekali adopsi Winda karena tahu anak kecil didepannya sengaja ditinggalkan orang tuanya di pasar, tapi keinginannya ditolak karena laporan Mila membuat Winda harus tinggal di yayasan selama masa pencarian dimana orang tua Winda berada.
"Kapan-kapan kita main bareng iya Nak, kamu aman selama tinggal disini Nak." ucap Mila sedih harus meninggalkan anak malang didepannya tapi tidak bisa berbuat apapun karena sudah menjadi keputusan pihak berwajib untuk bantuin Winda menemukan orang tua kandungnya.
"Iya Tante terimakasih banyak atas bantuannya, kalo kesini bawa mainan iya Tante buat kita main bareng disini." ucap Winda tenang tidak ada rasa takut sama sekali.
"Oke anak cantik, kalo begitu Tante pulang dulu iya dan sampai ketemu besok, nanti Tante bawa mainan dan buatkan kue untuk kita makan bersama disini sambil main iya." lanjut Mila setuju sama permintaan Winda barusan yang minta mainan.
Puas ngobrol sama anak kecil yang ditemukannya membuat Mila langsung pamit pergi sama pengurus yayasan dan berjanji besok akan kembali sambil bawa mainan dan menunggu kabar orang tuanya Winda sudah ketemu atau belum.