NovelToon NovelToon
Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Pahit Di Awal Manis Di Akhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cemburu
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: j. seft

"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.

"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.

________________. • .__________________

Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.

Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Ready go......

Danial melajukan motornya dengan sangat kencang disusul pria yang mengendarai motor merah."Ayo semangat Danial" teriak Indira menyemangati Danial.

    Disaat putaran terakhir Danial tersenyum karena dia ada di posisi paling depan dan garis finish ada di depan ,namun ,brummmmm

    Seorang pria bermotor merah menyalip Danial dengan kencang lalu melewati garis finish terlebih dahulu.Danial mengeram marah.

    Indira berlari mendekati Danial, "Sayang" teriak Indira .Danial menoleh pada Indira ."Maaf membuatmu kecewa sayang,kamu pasti kecewa aku kalah pada pertandingan ini " ucap Danial sedih .Indira tersenyum lalu mengelengkan kepalanya "Aku sama sekali tidak kecewa padamu ,aku malah bangga padamu ,kamu berusaha sekuat tenagamu sampai putaran terakhir itu juga sebuah pencapaian yang hebat kok" semangat Indira pada Danial.

     Danial tersenyum lalu mengacak rambut Indira , "Kamu memang pacarku yang terbaik,oh iya aku punya kejutan untukmu " ucap Danial.Indira kaget "oh ya kejutan apa ?" tanya Indira penasaran.

    Tak lama ,duar duar duarrr(suara kembang api di langit ) Indira menutup mulutnya tak percaya,di langit malam yang cerah ada kembang api dan sebuah tulisan (Will you marry me Indira),

     Indira menangis,"Danial aku" ucap Indira terbata.Danial langsung berjongkok di depan Indira dan mengeluarkan cincin , "Will you marry me Indira" ucap Danial pada Indira.Indira bingung ingin menjawab apa,di satu sisi Indira sangat mencintai Danial dan ingin menerima lamaran darinya ,di satu sisi Indira tidak bisa melawan kakeknya.Semua orang di tempat itu berteriak "Terima terima terima".

    Danial masih menunggu jawaban dari Indira.Indira kebingungan ,"Danial maafkan aku,aku belum siap menikah sekarang,maafkan aku Danial" tolak Indira pada Danial.Danial pasrah dan terlihat wajahnya yang menyembunyikan kesedihannya.

     Indira merasa bersalah pada Danial, "Aku mengerti Indira,kamu pasti belum siap karena kita belum mengenal terlalu dalam ,tidak apa apa aku masih menunggumu ,jangan kamu pikirkan ya,aku akan tetap setia di sampingmu" ucap Danial.

    "Maafkan aku Danial" ucap Indira lagi.Danial mengangguk lalu memeluk Indira.

    Di dalam mansion milik Dustin ,Dustin melemparkan semua barang barang di kamarnya,prangggg(suara benda pecah).

Bibi Dustin yang mendengar suara keributan di kamar Dustin mengetuk ngetuk kamar Dustin karena khawatir pada keponakannya."Dustin nak ,ada apa nak,buka pintunya Dustin,ini bibi"teriak bibi Dustin.

Namun pintu kamar Dustin masih belum dibuka oleh dustin,bibi Dustin makin khawatir, tiba tiba "arghhhhgg"teriak Dustin .Bibi Dustin langsung kaget,"ya ampun Dustin " teriak bibi Dustin,bibi Dustin langsung menelphone Brian dan kakek dustin.

"Halo kakak Dustin kak" ucap bibi Dustin terbata bata."Ada apa dengan Dustin?" tanya Brian ayah dustin."Dustin mengunci dirinya di kamar dan tadi ada suara benda pecah kak ,aku khawatir dengan keadaan Dustin ,tolong pulanglah kak" ucap bibi Dustin.

Ayah dustin ikut khawatir "kakak akan segera pulang ,cobalah mengetuk kamar Dustin lagi,siapa tahu Dustin mau membuka pintunya" ucap ayah dustin.Bibi Dustin lalu mengetuk ngetuk pintu kamar Dustin kembali.

Beberapa menit kemudian...

Brian ayah dustin dan kakek dustin sampai di mansion.Ayah dan kakek dustin langsung berlari ke kamar Dustin.Sampainya di depan kamar Dustin,kakek dustin langsung berteriak "Dustin buka pintunya,ini kakek,Dustin" teriak kakek Dustin sambil mengetuk ngetukkan tongkatnya ke pintu kamar Dustin.

"Dustin ini ayah nak ,buka pintunya Dustin" teriak Brian ayah ya Dustin.Namun pintu itu masih belum terbuka , "Brian coba kamu dobrak pintu ini,sepertinya Dustin enggan membuka pintu ini" ucap kakek dustin.Ayah Dustin mengangguk lalu menyuruh kakek dan bibi Dustin menjauh dari pintu .

Brakkkk ,di percobaan pertama gagal,Brakkkkk ,kedua juga gagal.Hingga duarrrr percobaan ketiga berhasil ,bibi dan kakek dustin langsung berlari ke dalam kamar Dustin.

Di dalam kamar terlihat Dustin yang lemas dan dengan wajahnya yang pucat ,lengannya banyak luka dari pecahan barang barang di kamarnya."Dustinn" teriak bibi dan kakek dustin.Bibi Dustin langsung berlari mendekat ke arah dustin lalu memegang kepala Dustin, "Dustin ini bibi nak,bangun ,kamu kenapa Dustin" ucap bibi Dustin.

"Dustin buka matamu nak" ucap kakek dustin.Dustin membuka matanya sedikit ,"kakek Indira" lirih Dustin."Dustin ayo kita ke rumah sakit" ucap Brian yang sangat khawatir karena melihat kondisi putranya yang mengenaskan.

Namun dustin mengelengkan kepalanya, "Indira"lirih Dustin lagi.Bibi Dustin langsung menatap ke arah kakak dan ayahnya, "Dustin mencari Indira"ucap bibi Dustin.

"Dustin kamu obati dulu lukamu ,nanti baru kita ke rumah Indira ok,bukannya kamu meminta untuk memajukan lamaran menjadi tiga hari ,ayah sudah mengabulkan permintaanmu ,tiga hari lagi kalian akan bertunangan.Jadi ayo kita obati dulu lukamu ya"bujuk Brian pada putranya.

Dustin mengelengkan kepalanya "Indira" ucap Dustin lagi."Sepertinya kita harus mengundang Indira kemari ,Dustin terus terusan memanggil Indira"ucap bibi Dustin.Kakek Dustin menghembuskan nafasnya kasar , "kakek akan mentelphone kakek Indira kakek akan menyuruh dia membawa Indira kemari" ucap kakek Dustin .Kakek dustin lalu keluar untuk menelphone keluarga Indira

"Dustin kamu yang kuat ya nak,ayo kita naik ke ranjang dulu ayah akan memanggilkan dokter untukmu" ucap ayah Dustin pada dustin.Bibi dan ayah dustin pun membopong dustin pelan pelan ke arah Ranjang.

Sedangkan Indira.......

Indira baru sampai di rumahnya pukul 10 malam,"Sampai jumpa besok lagi sayang,besok aku akan mengajakmu jalan jalan lagi " ucap Danial.Indira tersenyum lalu mengangguk "baik lah sampai jumpa" jawab Indira.Danial mengendarai motornya meninggalkan Indira.

Indira melihat Danial sudah pergi pun ,masuk ke dalam rumahnya.Saat sampai di ruang tamu Indira melihat kakeknya yang sedang mondar mandir , "kakek ibu Indira pulang " ucap Indira.Kakek Indira pun langsung mendekat ke Indira.

"Indira sekarang kamu siap siap ya,kakek akan mengajakmu ke rumah teman kakek " ucap kakek Indira.Indira bingung "kenapa sangat mendadak kakek,memang ada apa?" tanya Indira."Kakek akan menceritakannya di perjalanan ,sekarang cepat bersiap ibumu akan membantumu kakek tunggu di mobil" ucap kakek Indira.Ibu Indira langsung menuntun Indira menuju kamar Indira untuk bersiap.

Beberapa menit kemudian ......

Di mobil Indira sudah tidak bisa menahan penasarannya, "kakek ,kakek belum cerita kenapa kita mendadak ke rumah teman kakek ,memangnya ada apa?" tanya Indira lagi .Kakek Indira menghembuskan nafasnya kasar."Cucu teman kakek terluka dan tidak mau diobati ,dan teman kakek berharap kamu bisa membujuknya untuk mengobati lukanya " jawab kakek Indira.

Indira kaget "kenapa harus Indira,kenapa tidak orang lain saja ,ibunya misalkan" ucap Indira,kakek Indira menghembuskan nafasnya kasar "dia sudah tidak punya ibu Indira,kakek ayah dan bibinya sudah membujuknya namun dia masih kekeh tidak mau diobati,kamu harapan satu satunya Indira" ucap kakek Indira

"Tapi dia tidak mengenal Indira ,bagaimana bisa Indira membujuknya ,bibi ayah dan kakeknya saja tidak bisa membujuknya apalagi Indira yang belum pernah ketemu" ucap Indira lagi .

"Siapa tahu ketika melihat putri ibu yang cantik ini dia akan luluh dan mau diobati " goda ibu Indira.Indira tersipu malu "ibuu" ucap Indira.

Tak lama mereka telah sampai di mansion milik Dustin , Indira kakek dan ibunya pun turun dari mobil lalu disambut oleh pelayan.

Pelayan itu menundukkan badannya lalu menyuruh mereka masuk ,Indira ibu dan kakeknya sampai di depan kamar Dustin,kakek Dustin lalu masuk ke dalam kamar .

"Sobat " ucap kakek Indira ,kakek Dustin yang melihat kedatangan sahabatnya pun mendekat dan memeluk sahabatnya."Akhirnya kamu datang mana cucumu?" tanya kakek Dustin.Kakek Indira lalu meminggirkan badannya dan terlihat Indira di belakang kakek Indira.

Bibi Dustin tersenyum , " nak kemarilah " ucap bibi Dustin,Indira kaget melihat bibi Dustin lalu kakek Dustin , Indira lalu mendekat ke arah bibi Dustin lalu matanya menatap ke arah dustin. "Apa,diaaa".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!