NovelToon NovelToon
Memburu Langit Abadi

Memburu Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: RENDY Marcelius

Dia adalah monster yang dibuang dunia. Tapi matanya menyimpan rahasia yang membuat Langit gemetar.

Liu Xuanyuan — yatim piatu, dijuluki "Monster Bermata Ganda", hidup diabaikan di gerbang Sekte Awan Langit. Tidak ada yang tahu bahwa Pupil Ganda di matanya bukan kutukan, melainkan jendela ke segala kemungkinan yang takdir sembunyikan. Hingga sebuah cincin kuno jatuh ke tangannya, dan kebenaran tentang orang tuanya, tentang langit, dan tentang dirinya mulai terungkap satu per satu.

Dia tidak lahir untuk dipimpin. Dia lahir untuk memburu takdir yang ditulis orang lain.

Perjalanan dari penjaga gerbang yang tidak diinginkan... hingga menjadi satu-satunya yang berani menatap Langit Abadi dan berkata: "Aku tidak menerima takdirmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RENDY Marcelius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HUTAN TANPA BULAN

Jatuh dari ketinggian menara tidak membunuhnya ranting pohon tua mematahkan kejatuhan mereka, lalu semak belantara yang lebat meredam benturan terakhir. Tapi rasa sakit yang menyusut tidak kalah mematikan.

Xuanyuan terbaring telentang di atas daun kering yang lembap. Napasnya terasa seperti pisau yang menembus rusuk setiap kali ia menarik udara. Darah dari luka di samping tubuhnya merembes ke tanah, melewati celah-celah jubah yang sudah compang-camping.

Lian Yue terguling beberapa langkah di sampingnya. Ia bangkit dengan gemetar, tidak terluka parah, tapi matanya melebar saat melihat keadaan Xuanyuan.

"Xuanyuan!" Ia merangkak mendekat, tangannya gemetar saat menekan luka di rusuknya. Darah terus mengucur keluar, menembus sela-sela jari-jarinya. "Kau... kau terluka parah. Kenapa kau menahan semua serangan itu sendirian?"

Xuanyuan mencoba tersenyum, tapi yang keluar hanya batuk kering yang menyakitkan. "Karena... jika aku tidak menahannya... mereka akan menyentuhmu. Dan itu... tidak akan pernah aku izinkan."

Lian Yue menahan isak tangisnya, merobek bagian bawah jubah merah pengantinnya untuk membalut luka itu. Kain sutra yang halus kini berubah merah pekat. "Kau bodoh. Kau benar-benar bodoh. Kau tahu kau hampir mati di atas sana?"

"Aku tahu." Xuanyuan menatap langit yang tertutup ranting-ranting pohon tua. "Tapi lebih baik aku mati melihatmu bebas, daripada hidup tahu kau dikurung di tempat itu."

Keheningan menyelimuti mereka, hanya terdengar suara napas berat Xuanyuan dan angin yang berdesir di antara dedaunan.

Lian Yue mengeluarkan bungkusan kecil dari balik pelukannya sebungkus ramuan kering dan botol tanah berisi cairan hijau pucat. "Ini obat luka dari sekteku. Tidak banyak, tapi cukup untuk menahan pendarahan." Ia menaburkan serbuk ke luka itu. Xuanyuan meringis, giginya mengatup rapat saat rasa perih yang membakar menjalar ke seluruh tubuh.

"Maaf... maafkan aku," bisik Lian Yue, air matanya jatuh ke tangan Xuanyuan.

"Jangan minta maaf," kata Xuanyuan pelan. "Kau tidak pernah salah. Semua ini... salah mereka. Raja. Pangeran. Mereka yang menjadikan manusia sebagai barang tawar."

Ia meraih tangan Lian Yue, menggenggamnya lemah namun erat. "Berapa lama sebelum mereka menyadari kita kabur?"

"Tidak lama. Pangeran terluka. Ia akan marah besar. Pasukan pengejar akan segera keluar gerbang kota." Lian Yue menatap ke arah utara, di mana cahaya kota masih terlihat samar di balik pepohonan. "Kita harus bergerak. Hutan ini adalah perbatasan Kerajaan Langit Timur. Jika kita bisa menyeberangi Sungai Hitam di seberang hutan ini, kita akan memasuki wilayah perbatasan Benua Tengah. Mereka tidak bisa mengejar kita tanpa izin resmi."

Xuanyuan mencoba bangkit, tapi kakinya terasa lemas seperti kapas. Dunia berputar sejenak. Ia bersandar pada batang pohon besar, menutup matanya sebentar.

"Kau kehilangan banyak darah, dan luka di rusukmu mengenai organ dalam. Jika kau bergerak terlalu cepat, kau akan pingsan sebelum mencapai sungai. Dan di hutan ini... ada sesuatu yang tidak beres. Pupil Gandamu bergetar bukan karena musuh biasa. Ada yang lebih tua di sini." suara Lang Wuyan terdengar rendah dan waspada.

"Aku tahu," bisik Xuanyuan dalam hati. "Tapi diam di sini sama saja dengan mati."

Ia membuka matanya. Di balik kain penutup yang sedikit terlepas, Pupil Gandanya berdenyut pelan. Di sekitar mereka, bayangan-bayangan pohon terasa lebih gelap dari seharusnya. Tidak ada suara burung. Tidak ada serangga. Hutan ini mati sunyi.

"Mereka sedang mencari kita," kata Xuanyuan pelan, berdiri dengan susah payah. "Tapi hutan ini... bukan tempat persembunyian yang aman. Kita harus terus berjalan, bahkan jika aku harus menyeret kakiku sendiri."

Lian Yue membiarkan Xuanyuan menyandarkan berat tubuhnya di bahunya. "Kau tidak perlu menyeret dirimu. Aku bersamamu. Selamanya, ingat?"

Mereka berjalan perlahan ke dalam kegelapan.

Semakin dalam mereka melangkah, semakin aneh hutan itu. Batang-batang pohon tumbuh melengkung dan berkelok, seakan tubuh raksasa yang membeku dalam kesakitan. Di tanah, tidak ada rumput hanya lumut hitam lembap yang menempel erat seperti kulit mati.

Xuanyuan berhenti tiba-tiba. Tangannya terulur ke depan, menahan Lian Yue.

"Diam," bisiknya.

Di depan mereka, di celah antara dua pohon raksasa, terlihat jejak kaki. Bukan jejak manusia. Jejak itu besar, berbentuk seperti telapak tangan dengan cakar panjang yang menancap ke tanah. Dan di sekitar jejak itu, lumut hitam telah mati, mengering menjadi abu putih.

"Raksasa Tanah," bisik Lian Yue, wajahnya pucat. "Mereka seharusnya tidak berkeliaran di bagian hutan ini. Sesuatu membangunkan mereka."

"Bukan sesuatu," kata Xuanyuan pelan, matanya meneliti kegelapan di depan. "Seseorang. Mereka dikirim."

Suara terompet perang tiba-tiba menggema dari arah belakang jauh, tapi jelas. Satu kali, dua kali. Kemudian disusul suara teriakan dan derap langkah kuda yang membelah keheningan malam.

"Mereka datang," kata Lian Yue, suaranya tegang.

"Dan kita punya tamu lain." Xuanyuan mengangkat Pedang Tulang Hitam yang patah. Tangan kanannya gemetar, tapi matanya tetap tajam.

Dari kegelapan di depan, sesuatu bergerak. Bayangan tinggi yang membungkuk, berjalan dengan langkah berat yang menggetarkan tanah. Sesosok makhluk setinggi tiga orang, kulitnya seperti batu yang retak, matanya menyala merah samar. Di pundaknya bertengger seorang prajurit dengan jubah perak lambang Pengawal Istana Kerajaan Langit Timur.

Prajurit itu tertawa dingin. Lari ke mana pun kau pergi, anak haram. Pangeran tahu kau akan mengambil jalan ini. Hutan ini adalah perangkap alami.

Xuanyuan menatap makhluk itu, lalu ke arah belakang di mana cahaya obor semakin mendekat. Mereka dikepung. Dua arah, tidak ada jalan keluar yang mudah.

Ia menatap Lian Yue. "Jika aku menahan mereka, kau bisa lari ke sungai dan mencari bantuan ke desa seberang. Jangan menunggu aku."

Lian Yue mencengkeram lengan bajunya dengan kuat. "Kau pikir aku akan meninggalkanmu? Jika kita mati, kita mati bersama. Tapi jika kita hidup... kita hidup bersama. Itu janji kita, bukan?"

Xuanyuan menatap matanya yang berkilauan di kegelapan. Di tengah ketakutan dan keputusasaan, gadis ini tidak pernah melepaskan tangannya. Dan dalam detik itu, Xuanyuan menyadari sesuatu yang lebih berharga daripada kekuatan apa pun:

Dia tidak lagi sendirian.

Ia menarik napas dalam-dalam, menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, lalu mengangkat pedang patahnya lebih tinggi. Darah dari telapak tangannya menetes ke tanah, menyentuh lumut hitam yang bergetar pelan seakan merespons.

"Baik," katanya lembut namun tegas. "Maka kita bertahan. Bersama-sama."

Di depan mereka, Raksasa Tanah mengaum, suara gemanya mengguncang dedaunan. Di belakang, derap kuda semakin dekat. Malam ini tidak akan berakhir dengan pelarian yang tenang. Malam ini akan berakhir dengan pertumpahan darah dan Xuanyuan sudah tahu darah siapa yang akan tumpah lebih banyak.

1
Eka P
h
Predi Siswanto
kapan kuat nya kalau kayak gini ini bukan pemburu langit tapi pemburu sampah bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!