NovelToon NovelToon
Keluarga Tak Terduga untuk Sang Mafia

Keluarga Tak Terduga untuk Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Wanita perkasa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Mary Mendes

Demi menyelamatkan nyawa adik kecilnya yang mengidap penyakit jantung, Ekaterina rela melakukan apa pun—bahkan menerima "pekerjaan satu malam" yang menjebaknya ke pelukan Viktor Morozov, sang pewaris kerajaan mafia paling ditakuti di kota.

Satu malam yang seharusnya hanya jebakan. Satu malam yang mengubah segalanya.

Ketika Viktor menyadari ia telah masuk perangkap, ia mencampakkan Ekaterina dengan kata-kata paling kejam. Tapi takdir punya rencana lain: gadis miskin yang ia hina itu kini mengandung anaknya—dan menolak menyerahkan apa pun pada pria yang telah menghancurkannya.

Viktor terbiasa memiliki segalanya: kuasa, uang, dan rasa takut orang lain. Yang tak pernah ia miliki adalah sebuah keluarga. Kini, demi merebut kembali wanita yang ia sia-siakan dan dua gadis kecil yang perlahan meruntuhkan tembok es di hatinya, sang mafia siap membakar dunia sampai rata.

Namun luka tak sembuh hanya dengan janji. Ekaterina sudah terlalu sering dikhianati untuk percaya dengan mudah, dan masa lalu yang kelam—seorang ayah pemabuk, utang yang menumpuk, rahasia yang bisa menghancurkan semuanya—masih membayangi.

Bisakah seorang pembunuh berdarah dingin belajar mencintai? Bisakah sebuah keluarga yang lahir dari kebohongan berubah menjadi cinta yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mary Mendes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 — Bonus: Alina

Alina

Aku melihat wajah Ekaterina merona malu, matanya menunduk, tangannya mengepal di pangkuan. Lalu kugenggam tangannya dengan lembut.

"Aku akan menceritakan kisahku."

Suaraku keluar pelan, sarat kenangan.

"Aku tumbuh dikelilingi kemewahan. Ayahku pria yang sangat kaya... seorang gubernur, berkuasa, dihormati semua orang. Sejak kecil, hidupku sudah ditentukan. Aku sudah dijodohkan dengan putra seorang senator. Itu bukan cinta, itu politik... sebuah aliansi antar keluarga."

Aku tersenyum getir.

"Tapi aku tak menginginkan hidup seperti itu, Kathy. Aku merasa terkurung. Lalu aku bertemu Dmitry di sebuah acara politik... dan aku melihat dia sebagai kesempatanku untuk melarikan diri."

Ekaterina menatapku terkejut sementara aku melanjutkan.

"Dan aku melakukan hal yang lebih buruk... jauh lebih buruk. Aku berbohong padanya. Aku menipu Dmitry. Aku merencanakan hamil darinya. Kulubangi semua kondom..."

Suaraku tersendat sesaat.

"Aku pikir, kalau aku hamil, dia tak akan pernah meninggalkanku. Aku pikir aku akhirnya akan mendapat kebebasan."

Aku memejamkan mata sejenak, merasakan berat kenangan itu.

"Tapi Dmitry mengetahui semuanya. Dia tahu kebohonganku... dan dia mengusirku dari hidupnya dalam keadaan hamil."

Ekaterina menutup mulut dengan tangannya, terguncang.

"Kamu tak bisa membayangkan penderitaanku setelah itu. Ayahku memperlakukanku seperti aib. Aku sendirian, hamil, hancur... sampai akhirnya Dmitry kembali."

Senyum sedih kecil muncul di bibirku.

"Ibuku membantunya menemukanku. Dan Dmitry mengeluarkanku dari neraka itu."

Kugenggam tangan Ekaterina dengan sayang.

"Jadi jangan malu pada dirimu sendiri, Ekaterina. Kita semua pernah melakukan hal-hal nekat demi bertahan hidup... Dan kalian berhasil bertahan."

Aku mengamati Ekaterina dalam diam beberapa detik sebelum berkata:

"Kamu ini... kalian ini semua yang dibutuhkan putraku yang tak tahu diri itu."

Dia menatapku terkejut.

"Viktor menyukaimu."

Ekaterina langsung memalingkan pandangan, jelas tak tahu harus bereaksi bagaimana. Aku tersenyum tipis.

"Tapi aku tak akan ikut campur. Apa yang terjadi di antara kalian... itu urusan kalian berdua."

Aku menyalakan kembali mobil dan melaju menuju rumah sakit tempat Lisbela menjalani kontrol.

Begitu tiba, suasana hatiku berubah.

Rumah sakit umum itu penuh sesak. Orang-orang berjubel di koridor, kursi-kursi rusak, anak-anak menangis... dan para petugas bekerja dengan keengganan yang keterlaluan.

Ekaterina menuju loket untuk mencoba menjadwalkan ulang kontrol Lisbela, karena hari ini dia tak sempat membawanya. Aku mengamati dari jauh sementara petugasnya nyaris tak memperhatikannya.

Setelah beberapa menit, Ekaterina mengembuskan napas pasrah dan kembali ke arahku.

"Katanya jadwal dokternya penuh untuk beberapa bulan ke depan..."

Di saat itulah seorang pria berjas putih berhenti di sampingnya.

"Ekaterina?"

Aku langsung menangkap cara pria itu menatapnya. Pengenalan... kekhawatiran... dan sesuatu yang lain.

Karena penasaran, aku mendekat diam-diam.

Ekaterina menjelaskan cepat:

"Aku tak sempat membawa Lisbela hari ini. Aku ingin menjadwalkan ulang kontrol, tapi katanya jadwal Anda sudah penuh."

Dokter itu hanya mengangguk, jelas merasa tak nyaman dengan keadaan tersebut.

Maka aku mengambil alih.

"Senang berkenalan, saya Alina. Anak-anak ini baru saja pindah. Saya ingin tahu apakah ada kemungkinan kunjungan ke rumah. Itu akan jauh lebih mudah untuk Lisbela."

Dia menatapku sesaat sebelum menjawab:

"Saya bisa memeriksa di rumah, tentu."

Ekaterina tampak terkejut dengan jawaban yang begitu mudah.

Dokter itu lalu mengeluarkan sebuah kartu dari saku jasnya dan menyerahkannya langsung padanya.

"Saya masih menunggu telepon dari Anda."

Nada suaranya membuat mataku sedikit menyipit.

Menarik.

Dia cepat-cepat kembali ke sikap profesional.

"Saya harus bekerja sekarang."

"Terima kasih, Dokter," kataku sopan.

Sebelum pergi, dia menyerahkan satu kartu lagi padaku. Lalu menghilang di koridor rumah sakit yang penuh sesak.

Tapi aku masih sempat melihat Ekaterina menggenggam kartu itu terlalu erat di antara jari-jarinya.

Kami keluar dari rumah sakit dalam diam.

Tapi aku melihatnya.

Aku melihat cara dokter itu menatap Ekaterina. Itu bukan iba. Bukan sekadar kekhawatiran profesional.

Itu ketertarikan.

Ketertarikan yang sungguhan.

Dan, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, sebuah pikiran melintas kuat di kepalaku:

Kalau Viktor terus bertingkah seperti orang bodoh... dia tak hanya akan kehilangan seorang anak.

Dia akan kehilangan perempuan yang dicintainya.

Aku masuk ke mobil dan menyalakan mesin. Keheningan di antara kami terasa berat, kental. Ekaterina menatap ke luar jendela, mendekap tasnya sendiri, sementara jari-jarinya meremas kartu dokter itu tanpa sadar.

Rasa penasaranku menang.

"Kalian sudah saling kenal?"

Dia meliriku cepat.

"Tidak... Lisbela cuma sekali kontrol dengannya. Dokter yang menangani dia sebelumnya tak bisa melanjutkan pengobatan."

Aku hanya mengangguk pelan.

Tapi aku tak sepenuhnya percaya pada jawaban itu.

Karena pria tak menatap seperti itu pada perempuan yang baru saja mereka kenal.

Aku terus menyetir menyusuri jalanan sambil memikirkan kekacauan yang sedang dibuat putraku sendiri.

Viktor selalu posesif, impulsif, dan terlalu tinggi hati. Sementara Ekaterina... berbeda dari perempuan-perempuan yang biasa mengelilinginya... tampak tak terpukau oleh uang, kekuasaan, atau nama besarnya.

Mungkin justru karena itulah dia jatuh cinta.

Kugenggam kemudi lebih kencang.

Dan mungkin... tanpa sengaja... aku baru saja mempersulit hidup putraku lebih jauh lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!