NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6: The Master of Xingzhou Pavilion

Matahari perlahan mulai tenggelam di ufuk barat, memancarkan warna jingga keemasan yang membakar garis langit Kekaisaran Tianming. Kediaman Awan Merah kembali diselimuti keheningan setelah kegaduhan yang ditimbulkan oleh Pangeran Ke-3 dan sepasang saudara kembar dari Paviliun Redup.

Di dalam kamar pribadinya, Mu Xuanyuan duduk bersila di atas ranjang kayu. Senyum jahil dan wajah kekanak-kanakannya berganti dengan raut ketenangan yang absolut. Saat ia menghembuskan napas pelan, helai-helai energi Qi murni berwarna keemasan berputar halus di sekeliling tubuhnya. Itu adalah Eksistensi Ranah Abadi—sebuah kekuatan yang begitu pekat hingga jika dilepaskan sepenuhnya, seluruh wilayah ibu kota bisa hancur menjadi debu dalam sekejap.

"Wuchen," panggil Xuanyuan dengan suara halus yang menggema samar di dalam ruangan.

Sret.

Dari balik bayangan sudut kamar, Feng Wuchen muncul berlutut dengan satu kaki. "Hamba di sini, Yang Mulia."

"Bagaimana situasi di Balai Lelang Xingzhou saat ini? Apakah Han Xingzhou sudah menerima pesanku?"

"Sudah, Yang Mulia," jawab Feng Wuchen dengan nada penuh hormat. "Tuan Han Xingzhou telah mengatur jebakan untuk menyambut para pembunuh bayaran suruhan Pangeran Ke-3. Komandan Po Jun juga secara pribadi menyiagakan lima puluh prajurit elit Pasukan Bayaran Po Jun yang menyamar sebagai pengawal lelang."

Xuanyuan menyunggingkan senyum tipis. "Bagus. Pangeran Ke-3 terlalu terbiasa mengandalkan statusnya sebagai putra raja. Dia pikir dengan menyewa pembunuh bayaran dari dunia bawah, dia bisa bertindak tanpa jejak. Dia sama sekali tidak tahu bahwa dunia bawah yang diandalkannya itu... bertekuk lutut padaku."

Ia berdiri perlahan, merapikan jubah putih sederhananya. "Malam ini lelang rahasia akan dimulai. Aku ingin melihat sendiri bagaimana pertunjukan ini berlangsung."

Gu Juechen yang baru saja melangkah masuk membawa sepiring buah segar langsung tertegun. "Yang Mulia ingin pergi ke Balai Lelang Xingzhou secara pribadi? Bukankah itu terlalu berisiko? Jika ada mata-mata kekaisaran yang melihat Anda keluar dari kediaman..."

"Siapa yang bilang aku akan keluar lewat gerbang depan sebagai Pangeran Ke-14?" Xuanyuan mengedipkan sebelah matanya jahil.

Ia menjentikkan jarinya. Sebuah topeng perak berukir naga rumit muncul dari celah dimensi di genggamannya. Saat Xuanyuan mengenakan topeng tersebut di wajahnya, aura dan penampilannya mendadak berubah secara drastis. Jubah sutra putih sederhananya berganti menjadi jubah hitam berhiaskan sulaman benang emas yang memancarkan aura keagungan luar biasa. Bahkan struktur tubuh dan nada suaranya berubah menjadi lebih berat dan berwibawa—menjadikannya sosok Master Rahasia yang ditakuti sekaligus dihormati di seluruh benua.

Gu Juechen dan Feng Wuchen langsung menundukkan kepala dalam-dalam. Setiap kali majikan mereka memakai wujud ini, aura seorang Immortal Emperor Puncak terpancar tanpa tanding.

"Kalian berdua tetap di sini. Jaga kediaman dan pastikan tidak ada pengawal kerajaan yang curiga," perintah Xuanyuan.

"Tugas dilaksanakan, Yang Mulia!" sahut kedua pengawalnya serempak.

Dengan satu langkah ringan, tubuh Xuanyuan menyatu dengan bayangan malam dan lenyap tanpa meninggalkan jejak angin sedikit pun.

Sementara itu, di pusat kota Kekaisaran Tianming, bangunan raksasa berlantai lima berdiri dengan megahnya. Bangunan itu adalah Balai Lelang Xingzhou pusat perdagangan harta karun terbesar dan paling berpengaruh di lima benua. Di malam hari seperti ini, lentera-lentera kristal menerangi sekeliling bangunan, menyambut ratusan kereta kuda mewah milik para petinggi sekte, bangsawan kaya, hingga utusan kerajaan tetangga.

Di ruang utama lantai teratas balai lelang, seorang pria paruh baya berpakaian sutra biru tua sedang berdiri di dekat jendela sambil memegang sempoa emas. Dialah Han Xingzhou, pria kepercayaan nomor satu Mu Xuanyuan yang mengelola seluruh imperium bisnis Balai Lelang Xingzhou.

Wusss...

Secara mendadak, suhu di dalam ruang rahasia itu merosot tajam. Sebuah celah ruang tercipta di tengah ruangan, dan sesosok pria bertopeng perak berjubah hitam melangkah keluar dari sana.

Han Xingzhou tidak terkejut. Ia segera berbalik, menjatuhkan sempoa emasnya, dan berlutut dengan penuh ketakziman.

"Hamba Han Xingzhou, menyambut kedatangan Yang Mulia Immortal Emperor!" ujar Han Xingzhou dengan suara bergetar karena rasa hormat.

Xuanyuan melangkah menuju kursi kebesaran kayu cendana di ujung ruangan dan duduk dengan santai. "Bangunlah, Xingzhou. Tidak perlu formalitas berlebihan jika hanya ada kita berdua."

Han Xingzhou bangkit berdiri, menyapu peluh tipis di dahi. "Terima kasih, Yang Mulia. Sepuluh Buah Kristal Es dan Eliksir Pemurni Darah Naga dari Anda sudah siap untuk dilelang. Kehadiran barang-barang ini telah membuat seluruh benua gempar. Bahkan Sekte Iblis Darah dan utusan Kekaisaran Shenlong bersaing ketat untuk menduduki ruang VIP."

"Lalu bagaimana dengan pergerakan Pangeran Ke-3?" tanya Xuanyuan dingin dari balik topeng peraknya.

"Sesuai dugaan Anda, Yang Mulia," jawab Han Xingzhou seraya menyeringai tipis. "Pangeran Ke-3 telah menyewa belasan pembunuh bayaran dari 'Geng Bayangan Kelam'. Mereka berencana menyusup ke ruang penyimpanan harta di lantai bawah saat lelang mencapai puncaknya."

Xuanyuan mengusap dagu topengnya pelan. "Geng Bayangan Kelam? Cih, kelompok semenjana yang bahkan tidak layak menjadi pembersih sepatu Komandan Po Jun. Apakah Komandan Po Jun sudah siap?"

"Komandan Po Jun secara pribadi memimpin pasukan elit di lantai bawah, Yang Mulia," sahut Han Xingzhou. "Beliau berjanji tidak akan membiarkan satu tetes pun darah mengotori karpet balai lelang."

"Bagus," ulas Xuanyuan ramah. "Aku akan menonton jalan acara dari ruang privat. Biarkan aula lelang dimulai."

Di aula lelang utama yang sangat luas, ribuan tamu telah memadati kursi-kursi berukir. Atmosfer terasa sangat tegang sekaligus bersemangat. Di salah satu ruang VIP lantai tiga, sosok Lu Cangqiong Pangeran Ke-3 duduk dengan cangkir teh di tangannya. Wajahnya yang sempat tercoreng lumpur tadi pagi kini tertutup oleh raut wajah penuh kesombongan dan ambisi.

"Heh... malam ini, Eliksir Pemurni Darah Naga itu akan menjadi milikku," gumam Lu Cangqiong pada dirinya sendiri dengan senyum picik. "Dengan eliksir itu, aku akan menerobos ke ranah Pendekar Spirit Puncak dan mendominasi Ujian Perburuan Musim Semi. Pangeran Ke-14 si gila itu... akan menjadi orang pertama yang membusuk di bawah kakiku!"

Ia tidak pernah membayangkan bahwa di ruang VIP utama yang paling tinggi dan tersembunyi tepat di atas kepalanya, sosok "pangeran gila" yang paling ia benci sedang duduk santai sambil menyesap teh obat langka.

Dari balik tirai bambu emas ruang VIP utama, Mu Xuanyuan menatap ke bawah ke arah Lu Cangqiong dengan tatapan penuh ironi.

"Cangqiong, Cangqiong..." bisik Xuanyuan pelan di balik topeng peraknya. "Kau sibuk merencanakan kejahatan untuk merebut eliksir yang kubuat saat aku sedang bosan. Sungguh kasihan sekali dirimu."

Tuk! Tuk! Tuk!

Suara ketukan palu kayu dari panggung utama menandakan lelang rahasia paling spektakuler di benua resmi dimulai. Dan di balik kegemerlapan lampu kristal balai lelang, jaring perangkap Mu Xuanyuan mulai tertutup rapat untuk menjebak siapa saja yang berani mengusik wilayah kekuasaannya.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!