Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Setelah mengantarkan istri serta putrinya kerumah, Andra memutuskan untuk mengunjungi Sarah. Istri keduanya itu pasti tengah marah saat ini
Andra membuka pintu yang ternyata tidak dikunci, ia masuk dan terkejut melihat ruang tamu yang berantakan, jelas sekali karena istrinya baru saja mengamuk
"Sarah" Teriak Andra namun tidak ada jawaban dan ia memanggil lagi
"Sarah" Andra berdecak "Dimana dia"
Langkah Andra cepat menuju kamar, khawatir jika wanita itu melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya dan bayi mereka
"Sarah" Andra berlari, menyingkirkan segenggam butiran obat ditangan istrinya. Entah hal gila apa yang ingin wanita hamil ini lakukan
"Kamu mau apa? Kamu gak inget kalau lagi hamil? Hah?" Andra berteriak marah
"Buat apa kamu disini? Pergi aja sana sama istri kamu itu!" Sarah ikut berteriak, hatinya kesal saat melihat Andra yang bak keluarga bahagia bersama istrinya
"Kamu kenapa? Kita udah bahas ini kan?" Andra tidak mengerti kenapa Sarah seperti ini
"Aku mau tinggal sama kamu, aku mau dirumah itu juga, aku gak mau tinggal sendiri disini. Aku gak mau"
Inilah akhir dari hidup Andra, bagiamana bisa ia membawa Sarah kerumah dan bertemu Aini
"Kamu gila? Aini pasti tidak akan menerima kamu kamu sebagai istri kedua aku"
"Aku gak peduli, kamu bawa aku kerumah kamu. Atau aku akan gugurin anak ini" Ancam Sarah
Ia ingin menjadi satu-satunya istri Andra, ia tidak ingin ada wanita lain termasuk itu Aini. Wanita yang hanya cocoknya dirumah saja
"Kenapa kamu seperti ini, Sarah? Sekarang bukan waktunya kamu cemburu" Andra merasa kepalanya ingin pecah saat ini
"Aku lagi hamil, mas. Aku tinggal sendiri disini, gimana kalau aku kenapa-kenapa? Kamu mau tanggung jawab" Sarah tidak ingin legi menjadi simpanan, ia akan lihat siapa yang Andra pilih
"Aku gak akan bawa kamu kerumah"
Sarah terkejut, apa suaminya benar-benar tidak ingin kehilangan istri pertamanya yang biasa saja itu
"Jadi kamu lebih pilih anak ini mati?"
"Apa kamu tega menghabisi darah daging kamu sendiri? Dia anak kita Sarah" Jika wanita ini tidak sedang hamil, mungkin Andra sudah melayangkan tangannya
"Kamu gak percaya ternyata"
"Sarah" Andra memegang tangan istrinya yang memukul perut, sungguh Andara tidak mengira jika wanita ini begitu nekat
"Oke! Aku akan bawa kamu kerumah" Ucap Andra pada akhirnya
Sarah berhenti, ia menatap wajah suaminya lalu mengusap pipinya "Kamu beneran kan mas? Kamu akan menceraikan Aini kan?"
Andra menggeleng "Aku tidak akan menceraikan Aini, aku akan membuat Aini menerima kamu sebagai istri aku"
Sarah mengerutkan keningnya "Kamu yakin? Memangnya Aini mau dimadu?" Jika benar maka ini tidak akan baik karena Sarah ingin menjadi satu-satunya
"Aini itu sangat sayang sama Kasih, jika dia menceraikan aku maka dia akan kehilangan putrinya"
Ya, Andra yakin jika Aini pasti menerima keputusan ini. Kasih adalah kelemahan wanita itu
"Aku gak peduli, aku mau kerumah kamu malam ini juga" Sarah bangun dari duduknya walaupun sedikit sulit dengan perutnya
Sial, rasanya sakit karena tadi Sarah memukul perutnya demi meyakinkan suaminya
"Kita akan pulang besok"
"Aku mau malam ini, kalau kamu masih menunda maka aku akan bunuh diri" Sarah harus mengancam karena dirinya tidak ingin suaminya ini ingkar janji
"Baiklah, kemasi barang-barang kamu!" Wajah cantik itu seketika berbinar, Sarah melangkah menuju lemari lalu menyusun pakaiannya kedalam koper
Tidak ada lagi yang bisa Andra lakukan, ia tidak ingin Sarah bertindak nekat dengan menghabisi anaknya
Sarah terlihat begitu bahagia karena Andra mau menuruti keinginannya. Setelah ini ia akan menyingkirkan Aini
Jika istrinya begitu bahagia, maka berbeda dengan Andra yang wajahnya pucat pasi, entah bagaimana jika ia tiba dirumah nanti. Ia berharap Aini mau bertahan demi buat hati mereka
Mobil berhenti didepan sebuah rumah, Sarah tersenyum karena akhirnya ia bisa tinggal dirumah ini
Tinggal di apartemen memang menyenangkan, tapi tetap saja ia kesepian. Terlebih jika Andra berada dirumah istri pertamanya
Sarah keluar lebih dulu, Andra mengeluarkan koper milik istrinya lalu keduanya melangkah menuju rumah
Detak jantung Andra rasanya begitu keras, mungkin terdengar hingga kedalam rumah saking takutnya
Andra masuk, mungkin Aini tengah berada dikamar menemani Kasih, atau mungkin wanita itu sudah tidur karena tadi Andra mengatakan tidak akan pulang malam ini
"Aini" Panggilnya, astaga rasanya Andra ingin mati saja. Tidak mengira jika memiliki dua istri begitu merepotkan
"Iya mas" Terdengar suara sahutan yang artinya wanita itu belum tidur
Pintu kamar terbuka, Aini keluar sambil merapikan rambutnya. Tadi ia tengah berbaring menemani putrinya
"Katanya mas gak pulang" Aini belum sadar jika suaminya tidak datang sendiri
Senyum yang menghiasi wajahnya lenyap seketika saat melihat sang suami datang bersama seorang wanita yang dalam keadaan hamil
Pikiran buruk mulai memenuhi kepalanya, bagaimana bisa suaminya kembali dengan membawa seorang wanita yang tengah hamil
"Ada apa ini mas? Bukannya dia karyawan kamu?" Tanya Aini karena siang tadi ia bertemu dengan wanita ini
"Dia Sarah" Andra mulai bicara, bagaimanapun ia harus menjelaskan semuanya pada Aini
"Awalnya dia memang karyawan mas, dikantor" Andra menarik napasnya dalam-dalam "Tapi sekarang dia juga istri mas, dan sekarang Sarah hamil anak mas"
Rasanya seperti tersambar petir, terasa begitu sakit saat mendengar kenyataan itu dari mulut suaminya sendiri
Aini seperti kehabisan kata, pandangannya tertuju pada wanita disamping suaminya. Aini menyadari satu hal, suaminya pernah berkata jika ia mulai bosan padanya yang tidak bisa berdandan
Rupanya Andra telah menemukan wanita yang sesuai dengan keinginannya. Cantik dan tubuhnya yang bagus, Aini sadar dimana kekurangannya dan ia menerimanya
Alih-alih berteriak dan memukul. Aini malah menatap suami serta istri barunya ini
"Lalu? Apa yang kamu inginkan?"
"Aku ingin kamu menerima Sarah sebagai istri kedua aku, dan dia akan tinggal bersama kita dirumah ini" Ujar Andra tanpa ragu
Tak disangka, Aini malah mengangguk. Andra sudah tau jika istrinya ini begitu mencintai nya hinga tidak akan menolak setiap keinginannya
"Kalian tinggallah disini, karena aku yang akan pergi, aku akan urus perceraian kita" Aini hendak menuju kamar namun suara Andra menghentikannya
"Jika kita bercerai maka aku tidak akan mengizinkan kamu bertemu Kasih"
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.