NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 — Harta di Jantung Lembah Petir

Gemuruh guntur menyambut Su Yang ketika ia memasuki Lembah Petir.

Di luar kawasan hutan, puluhan pemburu mendirikan kemah darurat. Sebagian sedang merawat luka, sementara yang lain memeriksa senjata dan menghitung hasil perburuan. Beberapa orang bahkan kehilangan anggota tubuh akibat serangan binatang buas.

Mereka semua datang demi satu hal: Inti Binatang milik Kucing Petir.

Inti tersebut menyimpan sisa energi kultivasi binatang buas. Selain dapat membantu kultivator meningkatkan kekuatan, benda itu juga berguna sebagai bahan pembuatan senjata. Karena itulah, harganya cukup tinggi.

Su Yang berjalan melewati perkemahan tanpa berhenti.

“Dia masuk sendirian?”

“Paling lama dua jam sebelum kembali sambil menangis.”

“Kalau masih bisa kembali.”

Tawa mengejek terdengar di belakangnya.

Su Yang mengabaikannya.

Semakin jauh ia memasuki lembah, semakin keras suara guntur yang mengguncang pegunungan. Rumput tinggi dan pepohonan memenuhi pandangan, tetapi tidak seekor Kucing Petir pun terlihat.

“Bagian luar sudah dibersihkan,” gumamnya.

Ia mempercepat langkah.

Setengah jam kemudian, suara jeritan terdengar dari kejauhan.

Su Yang langsung mengubah arah. Tubuhnya melesat di antara pepohonan, meninggalkan hembusan angin di sepanjang jalur yang dilewatinya.

Tak lama kemudian, ia tiba di sebuah tanah lapang.

Sekelompok murid berjubah hijau sedang dikepung lima Kucing Petir. Beberapa orang telah tergeletak dengan luka parah, sementara sisanya bertahan menggunakan senjata yang mulai rusak.

Binatang-binatang itu memiliki bulu hitam, mata biru, dan tubuh sebesar manusia dewasa yang berjalan dengan empat kaki. Kilatan listrik terus bergerak di permukaan bulunya.

Kemunculan Su Yang membuat mereka berhenti menyerang.

Naluri binatang buas memperingatkan bahwa pendatang baru itu jauh lebih berbahaya daripada mangsa yang sedang mereka kepung.

“Senior!” seru seorang murid perempuan. “Tolong kami!”

Su Yang mengeluarkan gulungan misinya dan membacanya sekilas.

Tidak ada ketentuan mengenai jumlah Kucing Petir yang harus dibunuh.

“Bagus.”

Ia menarik pedang baja dari sarungnya.

Kelima binatang itu langsung menerjang. Listrik menyambar dari tubuh mereka, membentuk puluhan garis cahaya yang melesat menuju Su Yang.

Namun, pemuda itu sudah menghilang.

“Sembilan Langkah Astral.”

Sosoknya berubah menjadi bayangan yang nyaris tak terlihat. Dalam sekejap, ia telah berada di belakang kelima binatang tersebut.

Pedangnya bergerak lima kali.

Ketika para murid berjubah hijau kembali dapat melihatnya dengan jelas, lima Kucing Petir sudah tergeletak tanpa kepala.

Tak seorang pun sempat memahami apa yang baru saja terjadi.

Su Yang memeriksa hasil buruannya. Dari lima binatang tersebut, dua memiliki Inti Binatang.

Ia mengambil keduanya dan menyimpannya ke dalam jubah.

“Senior, tunggu!”

Murid perempuan yang tadi meminta pertolongan bergegas menghampirinya.

“Terima kasih telah menyelamatkan kami. Jika Senior tidak keberatan, maukah bergabung dengan kelompok kami?”

Su Yang melirik luka-luka para murid itu.

“Kalian bahkan belum cukup kuat untuk menghadapi binatang di bagian dalam lembah. Mengapa memaksakan diri datang kemari?”

Wajah perempuan itu memerah.

“Kami hanya ingin—”

“Rawat teman-temanmu dan tinggalkan tempat ini selagi masih bisa.”

Tanpa menunggu jawaban, Su Yang melanjutkan perjalanan.

Ia tidak berniat menghabiskan waktu menjaga kelompok yang belum siap menghadapi bahaya di depan mereka.

Beberapa jam berikutnya, nama seorang pemburu berjubah putih mulai menyebar di seluruh Lembah Petir.

Su Yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain menggunakan Sembilan Langkah Astral. Ia mampu mengenali Kucing Petir yang menyimpan Inti Binatang tanpa harus membunuhnya terlebih dahulu.

Karena itu, ia hanya memburu sasaran yang menjanjikan hasil.

Masalahnya, beberapa binatang tersebut sedang bertarung dengan kelompok pemburu lain.

“Bajingan! Itu mangsa kami!”

“Siapa kau berani merebutnya?”

Su Yang mengambil Inti Binatang dari buruannya, lalu menoleh kepada mereka.

“Ini wilayah perburuan terbuka. Binatang itu belum kalian kalahkan.”

“Tapi kami yang menemukannya lebih dahulu!”

“Kalau begitu, lain kali kalahkan lebih cepat.”

Ia menghilang sebelum mereka sempat membalas.

Tindakan itu membuatnya dibenci banyak pemburu. Namun, tak seorang pun berani mengejar setelah melihat betapa mudahnya ia membunuh Kucing Petir.

Bagi Su Yang, persaingan memperebutkan sumber daya bukan sesuatu yang asing.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia pernah menyaksikan para ahli tingkat tinggi mempertaruhkan nyawa demi bahan kultivasi yang hanya mampu meningkatkan kekuatan mereka sedikit saja.

Dibandingkan perebutan harta di dunia para Dewa dan makhluk Abadi, perburuan di lembah ini masih terbilang ringan.

Meski demikian, sesuatu mulai mengganggu pikirannya.

Sejak memasuki lembah, ia hampir tidak menemukan binatang lain selain Kucing Petir.

“Jumlah mereka terlalu banyak.”

Biasanya, sebuah kawasan dihuni berbagai jenis binatang buas. Dominasi satu spesies dalam jumlah sebesar ini menandakan adanya perubahan pada lingkungan.

Su Yang berhenti dan memandang ke arah pusat lembah.

Gemuruh guntur terdengar semakin rapat.

“Mungkin ada sesuatu di sana.”

Ia segera berlari menuju bagian terdalam, bahkan mengabaikan beberapa Kucing Petir yang memiliki Inti Binatang.

Namun, sebelum mencapai pusat lembah, jalannya terhalang.

Lebih dari seratus murid berjubah putih berdiri membentuk barisan. Lambang pedang emas terjahit pada pakaian mereka.

Sekte Pedang Ilahi.

Sebagian besar berada di Alam Roh Mendalam, sedangkan beberapa lainnya telah mencapai Alam Roh Sejati.

Kekuatan sebesar itu jelas berlebihan jika tujuan mereka hanya memburu Kucing Petir.

“Berhenti!” bentak seorang murid. “Wilayah di depan telah dikuasai Sekte Pedang Ilahi. Putar balik!”

Su Yang mengangkat alis.

“Jadi kalian datang karena sesuatu yang berada di pusat lembah?”

“Itu bukan urusanmu. Pergi!”

Su Yang tidak membantah. Ia hanya mengeluarkan keping giok kuning pemberian Senior Zhong.

Murid yang menghadangnya langsung membeku.

Wajahnya memucat, lalu ia berlutut.

“Maafkan junior ini! Aku tidak mengenali kedudukan Senior!”

Suasana mendadak sunyi.

Para murid lain menatap keping giok tersebut dengan terkejut. Mereka segera menyingkir, membuka jalan menuju pusat lembah.

Su Yang menyimpan kembali benda itu.

“Aku ingin berbicara dengan senior kalian.”

“Silakan!”

Ia berjalan melewati barisan tanpa hambatan.

Semakin dekat ke pusat lembah, tekanan energi di udara semakin berat. Kilat menyambar di antara bebatuan, sementara tanah di bawah kakinya terasa dipenuhi energi yang tidak stabil.

Akhirnya, Su Yang mencapai sebuah kawasan terbuka.

Empat sosok berdiri mengelilingi sesuatu di tengah tanah lapang.

Keempatnya merupakan ahli Alam Roh Bumi.

“Ada siapa?!” seru seorang wanita tua berjubah merah.

Su Yang tidak segera menjawab.

Perhatiannya tertuju pada bunga kecil berwarna biru gelap yang tumbuh di antara bebatuan.

Ukurannya tidak lebih besar daripada ibu jari. Cahaya di kelopaknya berdenyut perlahan, sedangkan kilatan listrik melingkari batangnya seperti ular kecil.

Senyum tipis muncul di wajah Su Yang.

Jadi ini penyebabnya.

“Bagaimana kau melewati murid-murid kami?” tuntut wanita tua itu.

“Aku berjalan melewati mereka.”

“Mustahil! Mereka mendapat perintah untuk tidak membiarkan siapa pun masuk!”

Su Yang kembali menunjukkan keping giok kuning.

Keempat ahli itu serentak berubah ekspresi.

“Medali perintah Senior Zhong!”

“Dari mana kau mendapatkannya?”

“Aku bertemu Senior Zhong belum lama ini,” jawab Su Yang. “Aku membantu melindungi Nona Xie ketika rombongannya diserang.”

Nama Xie membuat mereka saling berpandangan.

Salah seorang memeriksa keping giok itu dan memastikan keasliannya.

“Ini benar-benar milik Senior Zhong.”

Kecurigaan mereka belum sepenuhnya hilang, tetapi tidak seorang pun lagi menunjukkan niat menyerang.

Su Yang mendekati bunga biru tersebut.

“Kalian tahu benda apa yang sedang kalian jaga?”

Keempat ahli itu terdiam.

Mereka mengetahui bahwa bunga tersebut merupakan harta langka dan kemungkinan besar menjadi penyebab berkumpulnya Kucing Petir. Namun, belum ada seorang pun yang berhasil mengenalinya.

“Namanya Bunga Yin Ekstrem,” kata Su Yang.

“Bunga Yin Ekstrem?”

“Khasiatnya menyerupai Bunga Yin Murni, tetapi kekuatannya sepuluh kali lebih besar.”

Wanita tua itu menarik napas tajam.

“Sepuluh kali?”

“Jika digunakan tanpa teknik khusus, bahkan kultivator di atas Alam Roh Surgawi dapat mati akibat energi yang terkandung di dalamnya.”

Keempat ahli tersebut memandang bunga kecil itu dengan perasaan campur aduk.

Harta yang mereka jaga ternyata jauh lebih berbahaya daripada perkiraan.

“Kalau begitu, apa gunanya benda ini?” tanya salah seorang.

Su Yang tersenyum.

“Itulah alasan Nona Xie dan Senior Zhong mengutusku kemari.”

Ia sengaja memanfaatkan kedudukan kedua orang tersebut. Dari reaksi para murid dan tetua Sekte Pedang Ilahi, jelas bahwa keluarga Xie memiliki pengaruh luar biasa.

“Keluarga Nona Xie tentu memiliki cara untuk memanfaatkan harta seperti ini,” lanjutnya.

Keempat ahli itu tampak mempertimbangkan penjelasannya.

“Masuk akal,” gumam salah seorang. “Jika ada keluarga yang mampu menangani benda ini, keluarga Nona Xie termasuk di antaranya.”

“Kalau begitu, izinkan aku mengambilnya.”

Su Yang melangkah mendekati bunga.

Wanita tua berjubah merah masih terlihat ragu, tetapi medali perintah Senior Zhong berada di tangan pemuda itu. Mereka juga tidak mengetahui cara memanen Bunga Yin Ekstrem tanpa merusaknya.

Su Yang berjongkok di depan bunga tersebut.

Cahaya biru gelap berdenyut semakin kuat, seolah merasakan kehadirannya.

Ia mengamati aliran listrik pada batangnya, lalu perlahan mengulurkan tangan.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!