NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Saat Haikal tiba di perusahaan pagi itu, suasana kantor terasa jauh lebih ramai dari biasanya. Beberapa karyawan bahkan tampak berdiri berkelompok sambil berbisik-bisik antusias.

Haikal yang baru keluar dari lift mengernyit bingung.

“Ada apa?” tanyanya pada salah satu staf.

Pria itu langsung mendekat dengan wajah tegang sekaligus bersemangat.

“Pak Darto datang, Pak.”

Haikal mengerutkan kening. “Pak Darto?”

“Darto Erlangga, pemilik utama perusahaan.” Suara staf itu mengecil penuh hormat. “Katanya beliau baru balik dari luar negeri.”

Haikal langsung menoleh cepat. Nama itu tentu tidak asing baginya.

Darto Erlangga adalah sosok besar yang sangat misterius di perusahaan mereka. Selama bertahun-tahun, seluruh perusahaan lebih sering dipegang oleh tangan kanan kepercayaannya, Satrio.

Bahkan, banyak karyawan lama belum pernah bertemu langsung dengan pemilik perusahaan itu.

Namun, hari ini pria tersebut akhirnya kembali mengambil alih perusahaan secara langsung.

“Serius?” tanya Haikal.

Staf itu langsung mengangguk cepat.

“Semua direktur dari pagi sudah dipanggil meeting.”

Haikal spontan merapikan jas dan dasinya. Matanya mulai berbinar penuh ambisi. Kalau dirinya bisa mendapat perhatian langsung dari pemilik perusahaan maka kariernya pasti akan semakin melesat.

“Pak Darto orangnya bagaimana?” tanya Haikal penasaran sambil berjalan menuju ruangannya.

“Kata orang sih dingin, tegas, dan nggak suka orang cari muka,” jawab staf itu pelan.

Haikal justru tersenyum kecil, dia sangat percaya diri dengan pencapaiannya sekarang.

Bagaimanapun juga, dirinya baru saja naik jabatan menjadi manajer di usia yang cukup muda. Dan menurut Haikal, itu bukti dirinya memang berbakat.

“Aku harus manfaatin kesempatan ini,” gumamnya pelan. Tanpa sadar, pria itu tersenyum penuh percaya diri.

Siang itu, setelah jam makan siang selesai, suasana perusahaan kembali sibuk seperti biasa.

Namun, di lantai paling atas gedung utama, ruangan CEO yang selama ini jarang ditempati akhirnya kembali digunakan.

Di dalam ruangan luas bernuansa gelap itu, Darto Erlangga berdiri di depan jendela sambil membaca beberapa laporan.

Satrio berdiri tak jauh darinya.

“Pak Haikal sudah sampai di kantor sejak pagi,” lapor sang asisten.

Darto menutup map di tangannya perlahan.

“Panggil dia ke sini.”

“Baik, Tuan.”

Beberapa menit kemudian, pintu lift khusus terbuka.

Haikal berjalan keluar sambil membetulkan jasnya berkali-kali. Wajahnya tampak tegang sekaligus bersemangat.

Satrio menunggu di depan ruang CEO.

“Pak Haikal, silakan masuk. Tuan Darto menunggu.”

Jantung Haikal langsung berdegup lebih cepat. Dipanggil langsung oleh pemilik perusahaan tentu bukan hal biasa.

Dalam pikiran Haikal, ini pasti tentang promosi baru. Mungkin dirinya akan dipindahkan ke posisi lebih tinggi. Atau bahkan masuk jajaran direktur muda.

Semakin dipikirkan, Haikal semakin percaya diri. Bagaimanapun juga, dirinya memang sedang menjadi bahan pembicaraan di kantor karena kenaikan jabatannya yang cepat.

Haikal merapikan rambutnya sekilas sebelum tersenyum ramah pada Satrio.

“Pak Darto orangnya seperti apa?” tanyanya pelan ingin mencari celah.

Satrio hanya tersenyum tipis. “Nanti Anda juga tahu sendiri.”

Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Haikal langsung masuk dengan langkah mantap. Dirinya melihat langsung sosok Darto Erlangga.

Pria paruh baya itu duduk tenang di kursi utamanya dengan aura dingin dan berwibawa yang begitu kuat hingga membuat ruangan terasa menekan. Haikal justru semakin bersemangat.

Inilah kesempatan emasnya.

“Selamat siang, Pak Darto,” sapanya sopan sambil tersenyum penuh hormat. “Saya Haikal.”

Darto mengangkat pandangannya perlahan. Tatapan tajam pria itu langsung jatuh pada Haikal. Orang yang telah membuat putrinya meninggalkan rumah lima tahun lalu. Namun, wajah Darto tetap tenang tanpa menunjukkan apa pun.

“Duduk,”

Haikal duduk dengan posisi tegak di depan meja besar itu.

Meski berusaha tenang, dalam hati pria itu begitu bersemangat. Kesempatan bertemu langsung dengan pemilik perusahaan sebesar Erlangga Group jelas bukan hal yang bisa didapat semua orang.

Darto menutup map laporan di tangannya perlahan.

“Saya Darto Erlangga,” ucapnya tenang.

Haikal langsung tersenyum hormat. “Sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan Bapak.”

Darto tidak banyak menanggapi basa-basi itu.

“Sudah berapa lama kamu bekerja di perusahaan ini?”

“Kurang lebih empat tahun, Pak.”

“Dan sekarang sudah jadi manajer?”

Haikal mengangguk bangga. “Iya, Pak. Semua berkat kerja keras saya.”

Tatapan Darto samar berubah dingin sesaat, namun pria itu tetap terlihat tenang.

“Kerja keras memang penting.”

Haikal tersenyum kecil merasa dipuji. Beberapa detik kemudian, Darto kembali bertanya,

“Kamu sudah menikah?”

“Iya, Pak.”

“Bagaimana hubungan rumah tanggamu?”

Pertanyaan itu membuat Haikal sedikit terkejut, namun tetap menjawab dengan percaya diri.

“Saya sangat mencintai istri saya.” Kalimat itu terdengar begitu mudah keluar dari bibirnya.

Padahal pagi tadi dirinya baru saja berjanji akan segera menceraikan Annisa demi wanita lain. Darto memperhatikan Haikal cukup lama sebelum akhirnya membuka laci meja.

Pria itu mengeluarkan sebuah kotak eksklusif berisi pakaian pasangan bernuansa elegan.

“Saya akan mengadakan acara ulang tahun ke enam puluh minggu depan,” ucap Darto. “Datanglah bersama istrimu.”

Mata Haikal langsung membesar senang. Selama bertahun-tahun bekerja di perusahaan ini, dirinya belum pernah sekalipun mendapat undangan pribadi ke acara keluarga Darto Erlangga.

Itu berarti dirinya mulai dianggap penting.

“Tentu, Pak!” jawab Haikal cepat penuh antusias. “Saya pasti datang bersama istri saya.”

Darto mengangguk tipis.

'Di acara itu nanti akhirnya bisa bertemu kembali dengan Annisa. Semoga Annisa tidak menolak datang bersama Haikal.' Batin Darto.

Sementara itu, berbeda dengan Darto, Haikal justru tersenyum puas dalam hati. Dirinya sama sekali tidak berniat membawa Annisa.

Baginya, acara sebesar itu jauh lebih cocok dihadiri bersama Emeli yang cantik, elegan, dan berstatus dokter. Lagipula, hampir tidak ada rekan kantor yang mengenal Annisa sebagai istrinya.

Dan Haikal merasa itu akan mempermudah semuanya nanti.

“Kalau begitu kembali bekerja,” ucap Darto Erlangga tenang sambil menutup map di mejanya.

Haikal langsung berdiri cepat.

“Baik, Pak. Terima kasih atas undangannya.”

Darto hanya mengangguk tipis.

Haikal pun keluar dari ruangan itu dengan langkah penuh semangat. Senyum puas bahkan belum hilang dari wajahnya saat pintu lift tertutup.

Dirinya benar-benar merasa masa depannya akan semakin cerah setelah mendapat perhatian langsung dari pemilik perusahaan.

Tak lama setelah Haikal pergi, pintu ruangan kembali terbuka. Sastrio masuk sambil membawa tablet di tangannya.

“Tuan,” ucap pria itu hormat. “Bingkisan yang tadi dikirim sudah diterima keluarga Haikal.”

Darto yang sejak tadi menatap jendela perlahan mengangguk.

“Annisa pasti sudah melihatnya." Ucapnya.

Pria yang selama ini dikenal dingin dan sulit ditebak itu perlahan bersandar di kursinya.

“Apa dia terlihat baik-baik saja?” tanyanya pelan.

Sastrio terdiam sesaat sebelum menjawab hati-hati. "Sudah pasti bahagia, dengan gaji manager suaminya pasti berkecukupan, Tuan." Ujarnya.

Rahang Darto sedikit mengeras mendengar laporan itu. Beberapa detik kemudian pria itu menghela napas panjang.

“Saya sangat merindukan putri saya…” Lirihnya, tak ada aura CEO besar di sana saat ini. Yang ada hanyalah seorang ayah yang merindukan anaknya.

“Sejak kecil dia tidak pernah bisa hidup susah,” lanjut Darto pelan sambil tersenyum tipis penuh kenangan. “Tapi demi pria itu, dia rela meninggalkan semuanya.”

Satrio hanya diam mendengarkan.

Selama lima tahun terakhir, Darto tidak pernah benar-benar berhenti memperhatikan Annisa diam-diam. Hanya saja egonya sebagai seorang ayah membuat pria itu memilih menjaga jarak.

“Semoga dia benar-benar bahagia,” gumam Darto pelan.

Tanpa pria itu sadari Putri yang selalu dia lindungi kini hidup seperti orang asing di rumah suaminya sendiri.

1
Ita rahmawati
sekarang aja blg gtu tdinya kn kmu juga iya iya aja SM semua yg dikatakan SM ibumu kal Haikal 🙄
Ita rahmawati
dih ibu mertua 🙄🤣
Ita rahmawati
mantab
Ita rahmawati
habislah kalian 🤣
Ita rahmawati
Haikal 🤦🙄
ken darsihk
Karena Emran masih memendam rasa sama kamu Anissa 😍😍
ken darsihk
Nggak sabar melihat kejatuhan nya Haikal 😂😂😂
ken darsihk
Anjayyy mertua toxic merasa paling hebat 😠😠😠
ken darsihk
Ho oh syedihhh
ken darsihk
Mimpi lo kejauhan Haikal 😂😂😂s
ngatun Lestari
rasain lu..makanya jangan Maruk jadi laki
Ass Yfa
puas bngt....hhh aku...liat mereka hancur tak bersisa...yg paling berat sanksi sosial...bisa2 jadi gila
Ass Yfa
modar ra kowe...😒
Ass Yfa
heh..Haikal bidoh apa oon ..nempermalukan diri sendiri
Ratih Tupperware Denpasar
haikal ini juga aneh wkt ibunya menghina anisa dia malqh mendukung ibunya bahkan menerima dr gadungan itu.. skr baru nyalahin ibunya. kalo kamu cinta beneran sama anisa harusnya bela thu istrimu bukan malak mengikuti permainan ibumi dan menalak anisa....dasar kamunya aja yg plinplan
Sri Widiyarti
puas banget bacanya....
Sri Widiyarti
makasih banyak kak up-nya 🥰
Les Tary
lasmi gaya gayaan...kyk dia sendiri kaya sampai merendahkan annisa
iqha_24
penyesalan datang belakangan yaa kan Haikal wkwkwk
爾妮
lanjutkan tor🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!