NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:146.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lakukan tugasmu

Baguslah kalau kau tahu diri.

Batin Xavier sinis. Awalnya dia tidak peduli, namun karena terus menatap sosok yang tampak begitu rapuh dan kecil di lantai itu, rasa kesal itu perlahan bercampur dengan perasaan lain yang mengganjal di dadanya. Sesuatu yang sangat amat dia benci.

Perasaan tidak dia inginkan dan berusaha ia tepis jauh-jauh. Ia teringat kembali bagaimana wanita itu berjalan tadi pagi, bagaimana dia menahan sakit akibat perlakuan brutalnya, bagaimana dia tetap berjalan tegak meski jelas sekali tubuhnya sedang terluka parah.

Xavier perlahan mendekat, melangkah tanpa suara. Ia melihat betapa kurusnya tubuh wanita itu di balik selimut tipis, dan raut wajahnya yang lelah. Bahkan saat sedang tidur pun keningnya masih berkerut seolah sedang bermimpi buruk.

Hatinya sama sekali tidak membaik. Kemarahan, rasa benci, dan rasa dikhianati itu masih membara hebat di dalam dada. Kenyataan bahwa wanita ini pernah menjadi milik orang lain, bahwa wanita ini adalah mata-mata yang dikirim ayahnya, dan bahwa wanita ini telah memainkan perasaannya, masih menjadi duri tajam yang menusuk jantungnya setiap kali ia bernapas.

Namun, melihat Azura yang tidur kedinginan di lantai keras itu, ada bagian dari dirinya yang merasa ... bukan rasa kasihan, tapi rasa jengkel yang bercampur aduk. Ia ingin sekali membiarkan wanita itu tidur di sana, membiarkannya kedinginan dan menderita sesuai apa yang pantas dia terima. Tapi entah kenapa, kakinya enggan melangkah pergi.

"Dasar wanita keras kepala," gumam Xavier pelan, suaranya berbisik di tengah keheningan malam. Ia berbalik badan, berjalan menjauh menuju sisi lain ruangan, berniat pergi ke kasurnya sendiri tanpa melakukan apa-apa.

Namun sebelum ia berbaring, matanya kembali menatap ke arah Azura yang menggigil pelan karena udara dingin yang semakin menusuk. Xavier mengertakkan gigi, pertempuran batin yang hebat terjadi di dalam dirinya.

Dia pembohong Xavier. Dia wanita kotor.

Gumamnya dalam hati. Tapi di sisi lain, naluri laki-lakinya yang melindungi, naluri yang dulu pernah begitu lembut dan melindungi sosok mungil itu berteriak lain.

Xavier akhirnya mengambil selimut tebal tambahan yang terlipat di lemari, lalu dengan langkah cepat dan kasar ia melemparkan selimut itu tepat ke atas tubuh Azura yang menggigil, seolah benda itu adalah sampah yang tidak diinginkannya. Ia tidak menyelimutkan dengan rapi, hanya melemparkannya begitu saja agar menutupi tubuh wanita itu.

"Jangan sampai kau mati kedinginan di sini, karena aku tidak mau kau menyusahkanku," desisnya dingin, meski tahu Azura sedang tidur dan tidak akan mendengarnya.

Setelah melakukan itu, Xavier berbalik dengan cepat dan menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuknya sendiri, memunggungi sosok di lantai itu. Ia menutup matanya rapat-rapat, berusaha membuang semua bayangan dan perasaan aneh itu dari kepalanya.

Malam itu, keduanya tidur di ruangan yang sama, terpisah hanya beberapa meter, namun ada jurang tinggi di antara mereka. Kebencian, rahasia, dan permusuhan yang sangat jelas.

Jangan mengasihani dia Xavier, ingat, dia sudah memanfaatkanmu sekali. Jangan jadi pria bodoh lagi. Cukup sekali.

Pria itu terus bergumam dalam hati sampai ia ketiduran.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pagi-pagi, saat matahari mulai terbit dan Xavier membuka matanya, mata indah laki-laki itu bertemu dengan mata yang tak kalah indah milik Azura. Keduanya menatap lama sekali, seperti tidak ada yang mau mengakhiri aksi tatap-tatapan itu sampai Azura sadar dan membuang mukanya lebih dulu.

Xavier mendengus, lalu turun dari kasur dan melepas kemejanya tanpa ragu, tidak peduli ada orang lain atau tidak di ruangan itu. Toh, mereka sudah menyatu kemarin, meski menyatu bukan karena saling cinta, melainkan karena amarah dan keinginan untuk melampiaskan dendam.

Ia berjalan menuju kamar mandi yang berada di sisi lain kamar itu untuk berendam air hangat. Langkahnya terhenti di depan kamar mandi dan menoleh ke belakang, ke Azura.

"Ikut aku," katanya datar, tanpa senyum.

Azura yang masih memalingkan wajah dari pria itu kini menatapnya dengan alis terangkat. Xavier tidak melihat lagi, sudah berjalan lagi.

Ikut dengannya? Ke kamar mandi? Buat apa?

Ucapnya dalam hati. Tapi mengingat betapa dinginnya Xavier tiap kali menatapnya, dia pun berdiri, mengikuti pria itu masuk ke dalam kamar mandi. Azura langsung membalik badan begitu melihat Xavier melucuti celananya dan benda panjang besar itu terpampang bebas di matanya.

Dari tempatnya Xavier tersenyum mencibir.

"Jangan bertingkah malu-malu karena kau bukan gadis suci lagi."

Azura yang membelakangi Xavier tersenyum kecut. Namun dalam sepersekian detik dia dapat mengubah ekspresinya seperti biasa, wanita tangguh yang angkuh dan berbicara dengan nada setenang mungkin.

"Memang aku tidak suci, tapi setidaknya aku masih punya rasa malu, tidak sepertimu yang begitu bangga memamerkan diri sendiri," balasnya dingin, tanpa berani menoleh sedikit pun. Suaranya terdengar tenang, meski jantungnya berpacu cepat karena rasa malu yang membakar seluruh wajahnya.

Xavier tertawa kecil, suara tawanya penuh ejekan sambil melangkah masuk ke dalam bak besar berisi air hangat yang beruap. Air itu beriak lemah menyentuh pinggiran wadah kayu itu.

"Rasa malu?" suaranya terdengar jelas dari belakang punggung Azura.

"Rasa malu macam apa yang kau miliki, padahal kau sudah membiarkan banyak hal terjadi pada tubuhmu sebelum menjadi istriku? Jangan berpura-pura bersih di hadapanku, putri agung. Aku tahu siapa dirimu sebenarnya."

Kalimat itu membuat Azura terdiam. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyergap hatinya. Dia ingin sekali berbalik dan berteriak menjelaskan semuanya, berteriak bahwa semua itu adalah paksaan, bahwa dia juga korban, bahwa dia dipaksa menjadi seperti ini. Tapi apa gunanya? Jika dia bicara, nyawa putranya yang menjadi taruhannya. Dan Xavier pun tidak akan pernah percaya. Di mata pria itu, dia hanyalah wanita kotor dan pembohong.

"Aku di sini untuk apa, pangeran yang terhormat?" tanyanya mengubah topik, berusaha menegakkan kembali harga dirinya.

"Jika kau menyuruhku ke sini hanya untuk menghinaku, aku lebih baik keluar."

"Lakukan tugasmu." nada suara Xavier berubah tegas dan memerintah. Azura mengerutkan kening.

"Kau istriku, mulai sekarang... Kau yang akan memandikanku. Mencuci, menggosok, dan memijat. Itu tugas seorang istri, bukan?"

Azura memejamkan matanya sejenak, menarik napas panjang yang berat.

Demi putraku,

batinnya bergumam. Dia pun berbalik perlahan, wajahnya kembali bertopeng, tersenyum dan melangkah mendekati gak mandi. Menahan rasa malu dan gugupnya.

"Baiklah, pangeran yang terhormat." katanya

Tangannya gemetar sedikit saat meraih kain mandi dan sabur wangi yang tersedia di pinggir bak. Dengan napas yang ditahan, ia mulai membasahi bahu dan lengan kekar milik Xavier, berusaha sekuat tenaga agar gerakannya terlihat wajar, meski setiap sentuhan kulit mereka membuat jantungnya berdegup kencang tak terkendali.

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
kiya
harusnya xavier merampas kertas itu dan membacanya biar terkuak sedikit misteri azura
j4v4n3s w0m3n
lanjuttt ahhh 👍
j4v4n3s w0m3n
aduh azura.knp.gak cerita aja sih ...
Usagi tzukino
cieee yg marah istrinya di jelekin orang,
hanya aku yg boleh menghina istriku,KLW orang lain yg berani,siap² kupenggal,dlm hati pangeran Xavier, hanya aq yg dengar 😂😂😂😂😂
Soraya
mampir thor
van aurora
puas bgt part ini..arghh..gitu dong xavier
Hanima
👍👍👍
Hanima
/Sweat//Cry/
Ko
Rasainnn kau azura.. Xavier itu tulus menyayangi & merawat kau dlu tapi kau menipunya. Dasar wanita jahat. Lagian udh gak suci lg sbg istri pangeran mahkota..
Syifa Azhar
ana dan isol baiknya kalian laporkan keadaan azura pada pangeran Xavier biar bisa bantu selamatkan putranya😀💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Pangeran xavier tidak rela istrinya dihina dan direndahkan, bagus pangeran xavier bela istrimu...pangeran xavier sampai mengancam elish kasih pelajaran...
dasar elish sok sok cantik dan caper didepan pangeran xavier, kegatelan elish pengen mendekati pangeran xavier..
yg ada pangeran xavier sangat jijik dan muak sama elish...

putri perdana menteri tutur katanya tidak bisa dijaga, berani menjelek2kan dan menghina putri azura...

putri azura tidak seburuk itu, putri azura pasti ada alasannya tiba-tiba menghilang.. lagi mencari kesempatan membebaskan putranya/melihat anaknya lagi sakit...

pangeran xavier sangat curiga gerak-gerik putri azura, dikira xavier merencanakan sesuatu mencelakainya...

kasian juga nasibnya putri azura anaknya disandera, diancam jadi mata-mata, dan pangeran xavier salahpaham pangeran memperlakukan putri sangat kasar dan kata-katanya bikin sakit hati....
wanti astuti
Mamposs loh elish... Makanya mulut tuh di jaga jangan kaya ember bocor nyerocoss aja terus luh
mimief
harga diri istrinya adalah muka sang suami bukan?
ga jeules ya vier
cuman cemburu 🤣🤣🤣🫣
🌿🌺WINA🌸🌿
Demi keselamatan anaknya, putri azura rela diperlukan kasar sama pangeran xavier... pangeran xavier makin marah dan emosi salahpaham, putri azura tidak mau berkata jujur...

putri azura sangat ketakutan dan khawatir takut terjadi sesuatu sama anaknya, klo kasih tahu pangeran xavier azura serba salah... raja utara sangat jahat dan licik, bisa melakukan apa aja demi ambisinya sampai tega sandera anaknya putri azura....

tapi putri azura gak mau jujur makin salahpaham pangeran xavier, yg ada kebencian dan merasa dikhianati pangeram xavier...

pangeran xavier tidak akan membiarkan putri azura menghilang dari hidupnya, masih jadi misterius anaknya azura apakah anaknya pangeran xavier....
Bunda Dzi'3
Ana Isol Hrsnya Klian Ceritakan ke Xavier menderitanya Azura Di kerajaan nya Sndri 😭
faridah ida
kereen̈ Xavier ...👍👍👍👍
walau sebel sama Azura tapi depan orang lain kamu harus tetap bela istri ....👍👍👍
Rina
perjalanan mereka kayaknya rumit Dan masih panjang.. semoga Ada kebahagiaan ya..
faridah ida
bener Xavier , maka nya kamu jangan percaya sama mulut Elish ..
faridah ida
bener2 nih sih Elish mulut nya jahat banget ,...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!