NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Bukan Dalam Kontrak

Jatuh Cinta Bukan Dalam Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Nikah Kontrak
Popularitas:819
Nilai: 5
Nama Author: Royo Ekek

Anya Anandita tidak pernah menyangka hidupnya akan sekacau ini. Di tengah himpitan utang medis mendiang ayahnya dan ancaman kehilangan tempat tinggal, ia justru dipertemukan lewat insiden memalukan dengan Devan Alfarezel CEO muda berhati dingin, arogan, dan perfeksionis yang paling dihindari semua karyawan di perusahaannya. Pertemuan pertama mereka berjalan buruk, menyisakan kekesalan mendalam di hati masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Royo Ekek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda Tangan Berlapis Tipu Daya

Di dalam kabin mobil yang kedap suara, suasana mendadak semenghanyutkan atmosfer ruang sidang. Anya mencengkeram pulpen perak yang baru saja diulurkan oleh Devan. Ujung pulpen itu menggantung beberapa milimeter di atas baris tanda tangan, namun Anya menolak menurunkannya sebelum tuntutannya dipenuhi.

"Katakan syarat tambahanmu," ulang Devan, nadanya datar namun menuntut kejelasan.

Anya menarik napas panjang, menata suaranya agar tidak terdengar rapuh. "Pertama, pelunasan biaya rumah sakit ibu saya dan seluruh utang mendiang ayah saya harus dilakukan malam ini juga, detik ini juga sebelum saya menaruh tanda tangan di atas kertas ini."

Devan mendengus halus, hampir menyerupai tawa kecil yang meremehkan. "Itu hal kecil. Anggap saja itu uang muka. Apa lagi?"

"Kedua," Anya menatap lurus ke dalam manik mata elang Devan, mengunci pandangannya dengan ketegasan yang mutlak. "Aturan dilarang melibatkan perasaan harus berlaku dua arah. Jika dalam waktu satu tahun ini Anda karena alasan apa pun mulai melewati batas profesional atau menyentuh saya tanpa izin, kontrak ini batal demi hukum dan Anda tetap wajib membayar seluruh kompensasi saya."

Devan terdiam sesaat. Sepasang matanya menyipit, mengamati keberanian wanita di hadapannya. Sungguh sebuah ironi yang menggelitik; seorang wanita yang sedang berada di titik nadir kehidupannya justru sedang mencoba membuat aturan untuk mengikat seorang Devan Alfarezel.

"Kau terlalu percaya diri, Nona Anya," desis Devan, memajukan tubuhnya hingga wajah mereka hanya berjarak sejengkal. Aroma parfum *woody* yang maskulin dan mahal langsung menginvasi indra penciuman Anya. "Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada bidak caturku sendiri. Jadi, syaratmu dikabulkan."

Devan meraih gawainya, menekan beberapa tombol dengan cepat, lalu menempelkan benda itu ke telinganya. "Randi, transfer tiga puluh juta ke rekening rumah sakit pusat atas nama pasien Andini Anandita sekarang juga. Dan lunasi sisa seluruh beban utang keluarga mereka malam ini. Kirimkan bukti transfernya ke gawaiku dalam dua menit."

Hening mencekam menyelimuti mereka selama seratus dua puluh detik berikutnya. Hanya ada suara detak jarum jam tangan Devan yang beritme konstan.

Ting.

Sebuah notifikasi masuk ke gawaiku Devan. Pria itu memutar layarnya, memperlihatkan dua resi transfer bank digital dengan angka nominal yang sukses membuat dada Anya berdesir hebat.

Angka-angka yang selama ini menjerat lehernya dan membuatnya menangis darah setiap malam, kini lunas dalam sekejap mata lewat satu perintah dari pria ini.

"Urusanmu selesai. Sekarang, giliranmu," ucap Devan dingin, menunjuk kertas di pangkuan Anya dengan dagunya.

Anya menatap lembaran kertas itu untuk terakhir kalinya. Ini adalah titik di mana ia resmi menjual kebebasannya. Dengan tangan yang sedikit bergetar namun pasti, Anya menurunkan ujung pulpennya dan menggoreskan tanda tangannya di atas materai.

Anya Anandita.

Tepat di samping tanda tangan Devan Alfarezel yang sudah tertera lebih dulu dengan guratan yang tegas dan angkuh.

Anya menyerahkan kembali map tersebut dengan rongga dada yang terasa kosong. "Sudah selesai, Pak Devan."

Devan menerima dokumen itu, memeriksanya sekilas dengan senyum kepuasan yang dingin, lalu menutupnya dengan ketukan keras.

"Mulai detik ini, panggil aku Devan jika kita sedang berada di luar kantor," perintah Devan, suaranya beralih dari mode bos menjadi mode sekutu yang manipulatif. "Sandiwara kita dimulai besok. Aku akan menjemputmu untuk makan malam privat. Kita harus menyamakan cerita tentang bagaimana kita 'saling jatuh cinta' sebelum menghadapi kakekku."

Anya hanya bisa bersandar layu pada kursi mobil. Ia menatap keluar jendela, memandangi lampu-lampu rumah sakit yang perlahan menjauh saat mobil kembali melaju. Utang-utangnya memang sudah sirna, namun kini ia sadar bahwa ia baru saja masuk ke dalam jeratan yang jauh lebih berbahaya dan mematikan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!