NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pelayan Terbuang

Bangkitnya Pelayan Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

"Wajah bak dewa, namun nasib bak debu."
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng hanyalah seorang pelayan rendahan tanpa bakat kultivasi. Ia dihina, disiksa, dan dibuang ke hutan kematian hanya karena ketampanannya dianggap sebagai penghinaan bagi para tuan muda sekte yang sombong.
Namun, maut justru menjadi gerbang kebangkitannya.
Di ambang kematian, sebuah pusaka terlarang yang telah lama hilang—Sutra Dewa yang Terbuang—memilihnya sebagai wadah. Kitab itu hancur, menyatu ke dalam nadinya, merekonstruksi tubuhnya menjadi sempurna, dan menanamkan ribuan tahun pengetahuan dewa langsung ke dalam benaknya.
Kini, Han Feng kembali bukan untuk melayani, melainkan untuk menagih hutang darah. Dengan otak yang mampu membedah kelemahan lawan dan tubuh yang menyimpan kekuatan surgawi, ia akan membuktikan bahwa mereka yang dulu mengabaikannya akan berlutut di bawah kakinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENJAGAL DI TANGGA LANGIT

​Suara lonceng raksasa yang menandai dimulainya babak final bergema dengan frekuensi yang menggetarkan tulang. Di depan mata ribuan pasang mata, Gunung Awan Buatan itu tampak seperti raksasa yang sedang menunggu mangsa. Anak tangga batu yang melingkar curam menuju puncak yang diselimuti petir bukan sekadar jalur pendakian; itu adalah medan pembantaian vertikal yang dirancang untuk menyaring siapa yang pantas disebut jenius dan siapa yang hanya menjadi debu.

​Sebanyak lima ratus peserta yang tersisa dari babak Hutan Ilusi langsung menyerbu anak tangga pertama secara brutal. Tidak ada kata "santai" di sini. Dalam sepuluh detik pertama, kekacauan pecah. Para peserta dari sekte-sekte kelas tiga yang sadar bahwa mereka tidak mungkin menang secara individu mulai membentuk aliansi mendadak. Mereka menggunakan jaring energi dan rantai pengikat untuk menarik kaki siapa pun yang mencoba mendahului mereka.

​Han Feng melangkah dengan ritme yang tenang, namun setiap pijakannya meninggalkan retakan halus di atas batu marmer. Ia tidak memilih jalur tengah yang penuh sesak oleh sikut dan teriakan. Sebaliknya, ia berjalan di tepian paling luar, di mana satu kesalahan kecil akan membuatnya terjatuh ke jurang sedalam ribuan meter.

​"Tangkap dia! Itu si pendekar liar!" teriak seorang pemuda dari Sekte Angin Puyuh. Lima orang pengikutnya melemparkan tombak panjang yang diikat dengan tali Qi, mencoba mengunci gerakan Han Feng.

​Han Feng bahkan tidak menoleh. Ia hanya melepaskan Getaran Kedua dari teknik naga langitnya melalui tumit kakinya saat menapak.

​BOOM!

​Batu tangga di bawah kaki para penyerang itu mendadak meledak menjadi debu halus. Tanpa pijakan, kelima orang itu terjatuh sambil berteriak histeris, tersingkir bahkan sebelum mencapai anak tangga ke-50. Han Feng terus melangkah, auranya yang tertekan oleh Sarung Pedang Kerak Bumi membuatnya tampak seperti bayangan kelabu yang tak tersentuh.

​Memasuki anak tangga ke-400, tekanan gravitasi mulai terasa seperti memanggul seekor gajah di bahu. Udara semakin tipis, dan bau keringat bercampur darah mulai menyengat. Di sini, strategi kotor mulai terlihat lebih terorganisir.

​Long Chen, yang sudah berada jauh di depan, telah memberikan instruksi khusus. Dua puluh murid elit Sekte Pedang Langit berhenti mendaki. Mereka berdiri berjajar rapat, membentuk Formasi Barisan Pedang yang menutup seluruh akses jalan. Pedang-pedang mereka dihunus ke depan, menciptakan dinding baja yang memancarkan aura membunuh.

​"Siapa pun yang bukan anggota aliansi kami, dilarang lewat!" teriak pemimpin barisan itu. Mereka tidak berniat mendaki; tugas mereka adalah menjadi tembok manusia untuk memastikan Long Chen mencapai puncak tanpa gangguan.

​Han Feng sampai di depan barisan itu. Di sampingnya, Mu Rong juga tertahan. Wajah gadis bergaun pink itu kini memucat, keringat membasahi dahi cantiknya karena tekanan gravitasi yang ditambah secara paksa oleh teknik "Beban Pedang" milik lawan.

​"Minggir," ucap Han Feng pendek. Suaranya rendah, namun mengandung otoritas yang membuat beberapa murid di barisan depan gemetar.

​"Jangan sombong, Pengembara! Di sini, gravitasi adalah sekutu kami!" Pemimpin formasi itu mengayunkan pedangnya, memicu tekanan gravitasi tambahan yang membuat berat tubuh Han Feng seolah melonjak hingga 5.000 kilogram secara mendadak.

​Mu Rong terengah-engah, namun ia tidak menyerah. Ia melepaskan aroma bunga beracun dari lengan bajunya, membuat konsentrasi para murid Sekte Pedang Langit sedikit goyah. "Han Feng! Jangan cuma berdiri! Hancurkan dinding ini!"

​Han Feng menarik napas dalam. Qi Emas di dalam tubuhnya berputar dengan kecepatan gila. Ia melangkah maju, membiarkan pedang-pedang itu menusuk ke arahnya. Tepat sebelum ujung pedang menyentuh jubahnya, ia melepaskan Sembilan Getaran Naga Langit.

​KRAAAK!

​Bukan hanya tangga yang bergetar, tapi udara di depan Han Feng seolah-olah pecah. Formasi barisan pedang itu hancur berantakan seperti susunan kartu yang ditiup angin. Dua puluh murid elit itu terpental ke arah tebing, senjata mereka hancur menjadi serpihan. Han Feng melewati mereka tanpa melambatkan langkah, sementara Mu Rong mengikutinya dari belakang dengan tatapan tak percaya.

​Memasuki anak tangga ke-700, gunung itu berubah menjadi medan perang elemen. Lin Xiao dari Sekte Salju Abadi telah mengubah seratus anak tangga menjadi lapisan es yang sangat licin dan tajam, sementara dari arah berlawanan, Huo Yan dari Klan Api Merah melepaskan gelombang api yang melelehkan apa pun di sekitarnya.

​Peserta-peserta lain terjebak di tengah-tengah. Ada yang beku seketika, ada yang kulitnya melepuh karena uap panas yang tercipta dari pertemuan es dan api.

​Han Feng melihat jalur di depannya tertutup total oleh es yang menjulang tinggi seperti duri. Tanpa ragu, ia melompat keluar dari jalur tangga. Ia berlari secara vertikal di dinding luar gunung yang tegak lurus 90 derajat.

​BZZZT!

​Langkah kakinya mengeluarkan percikan listrik ungu. Ia menggunakan Langkah Kilat Surgawi untuk menciptakan daya rekat magnetis dengan dinding batu, berlari melawan hukum gravitasi. Penonton di bawah berteriak histeris. Mereka melihat bayangan abu-abu melesat di dinding tebing dengan kecepatan yang mustahil, melewati zona es dan api dalam hitungan detik.

​Lin Xiao dan Huo Yan menoleh secara serentak, namun mereka hanya melihat sisa-sisa petir ungu yang memudar di atas kepala mereka. Han Feng telah melampaui mereka semua dengan cara yang paling provokatif.

​Anak tangga ke-900 adalah wilayah "Zona Kematian". Ye Chen, yang menonton dari panggung kontrol, memutar tuas formasi ke tingkat maksimal. Sebuah "Badai Suara" dilepaskan, menyerang langsung ke gendang telinga dan kesadaran peserta.

​Banyak jenius yang mulai berjatuhan, telinga mereka mengeluarkan darah segar saat mereka kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari tangga. Hanya lima orang yang masih bertahan: Han Feng, Jian Wu si pengembara buta, Long Chen yang menggunakan pil terlarang, Lin Xiao, dan Mu Rong.

​Tepat di anak tangga ke-950, saat puncak sudah terlihat di depan mata, seorang sosok muncul dari balik kabut badai. Ia mengenakan jubah hitam dengan bordiran Sekte Langit Abadi—seorang pengawal rahasia Ye Chen. Ia tidak membawa lencana peserta, namun ia menghalangi jalan Han Feng dengan niat membunuh yang sangat pekat.

​Han Feng berhenti. Nafasnya mulai sedikit berat karena tekanan gravitasi di titik ini sudah mencapai sepuluh kali lipat dari sebelumnya.

​Pengawal itu melangkah maju, menundukkan kepalanya sehingga hanya bibirnya yang terlihat tersenyum sinis. "Pelayan tetaplah pelayan, Han Feng. Majikanmu, Nona Su Yan, sedang menonton dari atas. Dia ingin melihatmu merangkak seperti anjing sebelum kau benar-benar lenyap."

​Mata Han Feng membelalak. Bukan karena takut, tapi karena amarah yang selama ini ia tekan di dasar hatinya meledak seketika. Sebutan "pelayan" itu memicu memori tentang penghinaan bertahun-tahun yang ia terima.

​"Jadi... kalian semua sudah tahu siapa aku?" suara Han Feng berubah menjadi sangat dingin, seakan-akan salju di gunung itu ikut membeku.

​"Kami tahu kau hanyalah sampah yang seharusnya mati di pembuangan," bisik pengawal itu sambil menghunus belati hitamnya. "Majulah, dan aku akan mengembalikanmu ke tempat sampah itu."

​Han Feng tidak mencabut pedangnya. Ia melangkah maju dengan kecepatan yang bahkan tidak bisa ditangkap oleh indra pengawal itu. Tangan kanannya yang dialiri petir murni mencengkeram leher jubah pengawal tersebut, mengangkat tubuhnya yang berat dengan satu tangan seolah-olah pengawal itu tidak memiliki bobot.

​"Sampaikan pada majikanmu... dan pada Su Yan," Han Feng menatap mata pengawal itu dengan kilat ungu yang liar, "hari ini bukan hari aku merangkak. Hari ini adalah hari di mana pelayan ini akan meruntuhkan langit kalian semua."

​KRAK!

​Han Feng menghempaskan pengawal itu ke dinding tebing dengan kekuatan yang menghancurkan seluruh tulang belakangnya. Tanpa menoleh lagi, ia menapaki anak tangga terakhir dengan aura yang kini meledak sepenuhnya, menghancurkan penyamaran Sarung Pedang Kerak Bumi.

​Cahaya emas dan petir ungu membubung tinggi ke langit, menciptakan pilar energi yang terlihat dari seluruh Kota Seribu Awan. Di puncak sana, Long Chen yang baru saja sampai gemetar hebat saat merasakan tekanan yang datang dari bawah. Han Feng tidak lagi mendaki; ia sedang datang untuk menuntut balas.

​Pendakian ini bukan lagi tentang seleksi. Ini adalah penghakiman.

1
dikoiku
Luar biasa
Danzo28: Terima kasih! Bagian mana yang menurutmu paling luar biasa di bab ini? Saya penasaran dengan sudut pandang pembaca."
total 1 replies
T28J
senior kuu
lia
menarik
Danzo28: "Selamat datang! Senang sekali kamu mampir. Semoga betah mengikuti perjalanan ini sampai akhir, ya!"
total 1 replies
lia
menarik
Manusia Ikan 🫪
aku tinggalin jejak dulu ya, nanti siang balik lagi, udah subuh soalnya😹
Danzo28: Terima kasih sudah mampir! Happy reading! ✨"
total 1 replies
Iwa Kakap
sepi pembaca agak nya ..
terlalu banyak kata2 mutiara thor hingga membuat cerita ini seakan jalan ditempat.🙏
Danzo28: Siap, terima kasih masukannya! Saya memang sedang bereksperimen dengan gaya narasi tertentu, tapi masukan ini sangat membantu saya untuk tahu mana yang perlu dikurangi supaya pembaca tidak bosan."
total 1 replies
T28J
cocok buat jadi koleksi 👍
T28J: iya thor, saya mampir terus kalau ada waktu..
kamu juga mampir ketempat saya ya, beri nilai novel pertama saya, kritik dan saran boleh kok👍
total 2 replies
Optimus prime
ga ush pakai bahasa inggris thor... cerita cukup bagus....
Danzo28: "Wah, makasih ya pujiannya! Mengenai bahasa Inggris, memang ada beberapa istilah yang sengaja saya pakai untuk menjaga vibes atau suasana ceritanya (misalnya istilah teknis atau gaya bahasa karakter). Tapi saya bakal coba kurangi pelan-pelan kalau dirasa terlalu mengganggu. Terima kasih sarannya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!