Tagline:
"Ketika Pahlawan jatuh ke Neraka, dia tidak berdoa untuk diselamatkan. Dia bersiap untuk mengambil alih Tahta."
Sinopsis Cerita:
Ye Chen, sang penyelamat Alam Roh Sejati, telah membayar harga termahal demi menyelamatkan dunia dari kehancuran. Akibat memaksakan kekuatan Lima Kunci dan menahan jatuhnya Pulau Langit,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Kudeta Berdarah dan Kapak Raja Iblis
Pasir merah di Colosseum tidak lagi terlihat. Seluruh permukaan arena kini tertutup oleh lapisan mayat, potongan zirah, dan genangan darah hitam yang kental.
Lima puluh penjaga iblis elit yang diterjunkan Raja Zagan telah lenyap dalam waktu kurang dari waktu yang dibutuhkan untuk membakar dupa.
Di tengah pembantaian itu, Ye Chen berdiri dengan satu kaki menginjak tumpukan mayat. Pedang Naga Langit di tangan kanannya meneteskan darah, bilah hitamnya berdenyut dengan cahaya merah redup—tanda bahwa pedang itu sedang "minum".
"Hah..." Ye Chen menghembuskan napas panjang. Uap panas keluar dari mulutnya.
Setiap nyawa yang dia cabut diserap oleh Mutiara Penelan Surga, diubah menjadi Qi Iblis Murni yang mengisi kembali lautan energinya yang kering.
Pemadatan Qi Tingkat 8... Puncak.
Pemadatan Qi Tingkat 9... Awal!
Hanya selangkah lagi menuju pembentukan kembali Inti Emas (Pondasi).
Di tribun VIP, Raja Iblis Zagan gemetar. Gelas anggur di tangannya hancur menjadi debu.
"Sampah... Kalian semua sampah!" raung Zagan. "Lima puluh prajurit elit dikalahkan oleh satu manusia cacat?!"
Zagan menoleh ke arah Lilith. "Putri, pinjamkan aku pasukan Succubus-mu! Kita harus membunuhnya sekarang sebelum dia semakin kuat!"
Lilith tersenyum manis, mengelus ekornya sendiri.
"Tentu saja, Raja Zagan. Pasukanku sudah siap."
Lilith menjentikkan jarinya.
SNAP!
Di belakang Zagan, bayangan para pelayan wanita dan pengawal pribadi Zagan tiba-tiba memanjang. Dari dalam bayangan itu, lusinan pembunuh wanita berpakaian ketat (Shadow Succubus) muncul dengan belati beracun.
SRET! SRET!
Sebelum pengawal Zagan sempat bereaksi, leher mereka digorok dari belakang.
"Apa?!" Zagan berbalik, melihat orang-orang kepercayaannya jatuh bergelimpangan. "Lilith! Kau mengkhianatiku?!"
"Maaf, Zagan," Lilith berdiri, memegang segelas anggur darah. "Tapi kau terlalu bodoh untuk memimpin wilayah ini. Aku butuh sekutu yang lebih... potensial."
Lilith menunjuk ke arena, ke arah Ye Chen.
Zagan meraung murka. "PELACUR! AKU AKAN MEMBUNUHMU SETELAH AKU MENGHABISI BUDAK ITU!"
Zagan melompat dari tribun VIP yang setinggi lima puluh meter.
BOOOOM!
Dia mendarat di tengah arena dengan dentuman yang menciptakan gelombang kejut, menerbangkan mayat-mayat di sekelilingnya.
Zagan berdiri tegak. Tubuhnya yang setinggi tiga meter membesar. Otot-otot merahnya membengkak hingga merobek jubah mewahnya. Sepasang sayap kelelawar berduri tumbuh dari punggungnya.
Dia mengeluarkan senjata andalannya dari cincin penyimpanan: Kapak Pemecah Tengkorak (Skull Splitter Axe). Kapak ganda raksasa yang terbuat dari tulang naga bumi.
Aura Zagan meledak: Raja Iblis Tingkat Menengah (Setara Nascent Soul Puncak).
"Ye Chen!" Zagan menunjuk Ye Chen dengan kapaknya. "Kau pikir kau menang karena bantuan pelacur itu? Aku akan meremukkanmu menjadi pasta daging!"
Ye Chen menatap Zagan dengan tenang. Dia memutar lehernya, krak.
"Akhirnya bosnya turun," kata Ye Chen. "Aku sudah bosan memukul kroco."
"MATI!"
Zagan menerjang. Dia mengepakkan sayapnya, meluncur rendah di atas tanah dengan kecepatan supersonik. Kapak raksasanya menebas horizontal, berniat memotong pinggang Ye Chen.
Ye Chen tidak menghindar. Dia memegang Pedang Naga Langit dengan dua tangan.
"Adu tenaga? Boleh."
Ye Chen mengaktifkan Tulang Emas. Berat tubuhnya dimanipulasi menjadi ribuan ton.
CLANGGG!
Pedang bertemu Kapak.
Suara benturan itu memecahkan gendang telinga penonton di barisan depan. Lantai arena di bawah kaki mereka amblas sedalam dua meter, membentuk kawah baru.
Zagan terbelalak.
"Kau menahannya?! Dengan tubuh manusia?!"
"Manusia?" Ye Chen menyeringai, matanya menyala dengan pupil naga vertikal. "Aku sudah lama berhenti menjadi manusia."
Ye Chen mendorong pedangnya.
KREK!
Zagan terdorong mundur. Kekuatan fisik Ye Chen (yang setara Spirit Severing) jauh di atas Zagan, meskipun Ye Chen tidak memiliki Qi untuk terbang atau serangan jarak jauh.
"Mustahil!" Zagan tidak percaya dia kalah tenaga.
"Teknik Darah Iblis: Putaran Angin Merah!"
Zagan memutar tubuhnya seperti gasing, kapaknya menciptakan tornado energi merah yang memotong segala sesuatu di sekitarnya.
Ye Chen melompat mundur, menghindari putaran maut itu.
Dia melihat celah.
Ye Chen menyarungkan pedangnya kembali ke punggung.
"Kau terlalu bergantung pada senjata," kata Ye Chen.
Dia melesat masuk ke dalam jangkauan putaran Zagan.
Tubuh Guntur Asura: Zirah Listrik!
Tubuh Ye Chen diselimuti petir biru. Dia menerobos angin tajam Zagan. Kulitnya tergores, tapi dia mengabaikannya.
Ye Chen meninju... bukan tubuh Zagan, tapi gagang kapak yang sedang berputar.
DUM!
Pukulan presisi di titik lemah senjata saat berputar.
Gagang kapak Zagan retak. Putarannya terhenti paksa. Zagan kehilangan keseimbangan.
"Sekarang!"
Ye Chen melompat, lututnya menghantam dagu Zagan.
BUAGH!
Zagan terlempar ke udara, melayang setinggi sepuluh meter.
Ye Chen melompat menyusulnya. Dia mencabut pedang di udara.
"Teknik Pedang Asura: Jatuhnya Meteor!"
Ye Chen menghantamkan pedang besarnya dari atas ke bawah, tepat ke dada Zagan.
BLARRRR!
Zagan menghantam tanah dengan kecepatan tinggi, dipaku oleh pedang Ye Chen yang menembus dadanya.
Kawah raksasa tercipta di tengah arena. Debu membumbung tinggi.
Saat debu menipis, terlihat Ye Chen berdiri di atas tubuh Zagan. Pedang hitamnya menancap menembus jantung Raja Iblis itu.
Zagan memuntahkan darah hitam. Dia mencengkeram kaki Ye Chen.
"K-Kau... Siapa kau sebenarnya...?"
Ye Chen menatap mata Zagan yang memudar.
"Aku adalah mimpi buruk yang kau undang ke rumahmu."
Ye Chen menempelkan telapak tangannya ke dahi Zagan.
"Mutiara Penelan Surga... Pesta Utama."
WUUUUUNG!
Kali ini, hisapannya maksimal.
Inti Iblis (Demon Core) milik Zagan, darah bangsawannya, dan jiwanya ditarik keluar secara paksa.
"TIDAK! LILITH! TOLONG AKU!" Zagan berteriak putus asa.
Di tribun, Lilith hanya tersenyum dingin sambil menyesap anggurnya. "Selamat tinggal, Mantan."
Tubuh Zagan layu dan mengering dalam hitungan detik.
Energi Nascent Soul Puncak yang sangat besar membanjiri tubuh Ye Chen.
Pemadatan Qi Tingkat 9... Puncak.
Retak...
Di dalam Dantian Ye Chen, energi gas memadat kembali.
BOOM!
Sebuah Pondasi Emas (Golden Core) terbentuk kembali. Tapi kali ini, warnanya bukan emas murni. Warnanya Hitam-Emas dengan aura ungu.
Pondasi Iblis Asura (Asura Demon Core).
Ye Chen kembali ke Ranah Pembentukan Inti (Foundation Establishment) Tingkat 1.
Tapi kekuatannya... jauh berbeda dari sebelumnya. Pondasi ini dibangun di atas darah Raja Iblis.
Ye Chen mencabut pedangnya dari mayat kering Zagan.
Dia mengangkat pedangnya ke arah tribun penonton.
Ribuan iblis terdiam. Raja mereka mati. Dibunuh dan dimakan oleh manusia.
"Siapa lagi?" tantang Ye Chen.
Tidak ada yang menjawab.
Tiba-tiba, semua iblis di tribun berlutut.
"HIDUP RAJA BARU! HIDUP ASURA!"
Di tribun VIP, Lilith berdiri. Dia bertepuk tangan pelan, lalu terbang turun ke arena, mendarat di samping Ye Chen.
"Pertunjukan yang luar biasa, Partner," kata Lilith, matanya berbinar penuh nafsu dan ambisi.
"Jangan panggil aku Raja," kata Ye Chen, menyimpan pedangnya (yang kini kembali menyusut menjadi liontin). "Aku tidak tertarik memerintah sampah."
"Lalu apa yang kau inginkan?"
"Informasi," kata Ye Chen.
Dia menatap ke arah Utara, ke arah di mana Kunci Keempat (yang dia rasakan melalui resonansi Cincin Awan Putih) berada.
"Aku butuh peta menuju Gunung Tengkorak (Skull Mountain)."
Wajah Lilith berubah. Senyumnya hilang.
"Gunung Tengkorak? Itu wilayah terlarang Ras Iblis Kuno. Tempat di mana Mo Luo sedang membangun markas barunya."
"Tepat," kata Ye Chen. "Dia punya sesuatu milikku. Dan aku akan mengambilnya."
Ye Chen berjalan keluar arena, diikuti oleh Lilith yang kini menatap punggung Ye Chen bukan lagi sebagai alat, tapi sebagai penguasa yang sesungguhnya.
Kudeta selesai. Ye Chen telah mendapatkan kembali kekuatannya, sekutu baru, dan target selanjutnya.
Perang melawan Jenderal Mata Tiga akan segera berlanjut.
(Akhir Bab 6)