Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.
Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?
Generasi ke delapan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakek Buyut Jeff
Kastil McCloud Pinggiran Kota London.
"Kamu kalau manyun, jangan kesini! Bikin aura jelek tahu!" omel Maurelino McCloud, sepupunya yang merupakan putra Risyan McCloud. Pria itu menatap sebal ke Arletta.
Introducing Maurelino McCloud ( buyut Elang dan Rain )
Maurelino yang berarti berarti burung elang, sekarang menjadi anggota parlemen Inggris termuda yang membawahi militer. Latar belakangnya menjadi intelijen di MI6, membuat Louis tertarik menarik keponakannya masuk. Kesannya nepotisme tapi Maurel — panggilannya tapi di keluarga menjadi Mau dan jangan ditanya jumlah nama buriknya kalau kumpul keluarga besar — seperti halnya keluarga klan Pratomo, tetap bertanggung jawab dan profesional dalam pekerjaannya. Maurel tampak gemas dengan sepupunya yang seenaknya datang. Beruntung ayahnya masih di McC Custom di London jadi tidak melihat Arletta macam jelangkung datang tidak dijemput pulang tidak diantar.
"Diam kamu Mau-mau!" balas Arletta sambil makan buah apel yang ada di meja makan.
"Kenapa kamu tidak istirahat saja Letta? Kamu kan baru seminggu di London dari Aussie." Maurel duduk di kursi sambil menatap sepupu cantiknya. "Apa ada sesuatu?"
"Nothing!" jawabnya sambil menggigit buah apel.
"Oke Snow White, apakah ada pria yang menggoda kamu?" senyum Maurel sambil mengambil sebuah apel dan menggosoknya di kaosnya lalu memakannya.
"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Arletta dengan tatapan curiga.
"Karena ... Aku mendengar rumor bahwa terjadi sesuatu di acara pesta Natal Royal Hospital. Apakah kejadian itu mempengaruhi kamu?" balas Maurel sambil makan apelnya lagi.
"Kamu tidak tahu rasanya gimana," sungut Arletta sambil menghabiskan apelnya.
"Dia dokter kesayangannya Oom Rase sebenarnya," ucap Maurel tiba-tiba.
Mata hazel Arletta terbelalak. "Apa? Bagaimana kamu ... Lupakan! Kamu, mas Kentong ... Sudah pasti ta .... Apakah mas Shakira juga tahu? Bokap?"
Maurel tersenyum. "Tahu ... Mereka memilih tidak maju soalnya tahu kamu sudah dewasa dan ciuman itu pasti tidak berarti kan Letta?"
"Nope ...." Arletta melengos menatap arah jendela.
Maurel terbahak. "Letta, kamu berhadapan dengan agen MI6 yang bisa tahu orang itu berbohong atau tidak tanpa harus pakai serum kejujuran Tante Nyun."
Arletta hanya menatap judes ke Maurel.
"Letta, aku tahu kamu marah tapi tradisi adalah tradisi. Kan kamu tahu, orang Inggris sama dengan Konoha?" senyum Maurel.
"Sangat menjelehikan!" sungut Arletta.
"So, is he a good kisser ( apa dia jago ciuman )?" goda Maurel.
Arletta hanya melempar apel sisa makannya ke Maurel.
***
Senin, Royal Hospital London
Jeff datang ke rumah sakit dan ternyata sedang ramai berita kalau Dokter Rasendriya Bianchi tidak akan memperpanjang kontraknya di Royal Hospital dan akan kembali ke Amerika. Jeff tersenyum simpul karena dia yang orang Amerika saja masih betah di London. Makin betah karena ada chef cantik yang sudah dua kali dia cium bibirnya.
"Anda akan kembali ke New York, dok?" tanya Jeff ke Rasendriya saat mereka berjalan berdua menuju ruang observasi untuk operasi pasien siang ini.
"Iya Jeff. Aku rasa aku sudah cukup lima tahun di London. Kedua anakku juga sudah menunggu kami pulang. Apalagi Emily sudah selesai pertunjukan di Teater West End London. Jadi ya sudah, kita pulang saja,"
"Aaahh, Mrs Bianchi sudah selesai pertunjukkan menjadi Lily Potter?" tanya Jeff.
"Sudah. Katanya dia sudah terlalu bosan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Harry Potter .. Apa dia bilang ... Kepotteran," kekeh Rasendriya. Emily Reid Bianchi adalah seorang artis teater. Dia dan Rase bertemu saat gadis itu mengalami kecelakaan di Broadway. Emily yang keturunan orang Russia dan masih ada kekerabatan dengan keluarga Putin, jatuh cinta dengan dokter berwajah dingin yang menurutnya sangat British meskipun Rase punya dua kewarganegaraan, Amerika dan Italia.
"Anda pernah nonton pertunjukan Mrs Bianchi?"
Rasendriya menggeleng. "Emmy tidak pernah mau kami, suami dan anak-anaknya, nonton pertunjukan dirinya karena tidak akan konsentrasi. Jadi kadang aku dan anak-anak kalau mau nonton ya pakai masker."
Jeff tertawa. "Aku baru tahu."
"Emmy memang lucu." Rasendriya menepuk bahu Jeff. "Kamu jangan usil dengan Letta ya."
"Eh?" Jeff menatap bingung ke Rasendriya.
"Jangan berharap apapun dari Letta. Dia tidak mau pacaran, tidak mau menikah. Prinsipnya, I'm single and I'm happy. Jadi, jangan lah berpikir hendak mendekati Letta. Oke?" ucap Rasendriya serius.
"Tapi ... Aku tertarik dengan keponakan anda, Dokter Bianchi. Bisa dibilang ... Ini seperti takdir yang tertunda sekian lama." Jeff menatap serius.
Rasendriya menatap Jeff bingung. "Apa maksud kamu?"
Jeff hanya tersenyum smirk penuh rahasia.
"Jeff? Kamu tidak akan macam-macam kan?" Rasendriya menatap tajam ke Jeff.
***
Jeff menyelesaikan laporan ke rumah sakit usai melakukan operasi kedua dan dia melihat sudah jam tujuh malam. Dirinya membuka catatan di agenda digitalnya dan tidak ada jadwal apapun. Jeff lalu memutuskan untuk pulang karena sudah menyelesaikan semua tugasnya.
Pria itu memutuskan untuk berjalan kaki menuju unit apartmennya yang hanya sekitar lima belas menit. Tadi Jeff juga berjalan kaki karena salju begitu tebal dan dia butuh olahraga. Jeff menaikkan syalnya dan memakai sepatu khususnya.
Pria itu pun berjalan keluar sambil menyapa banyak orang yang berpapasan dengannya. Jeff melihat salju tidak turun jadi dia aman. Apalagi ini masih termasuk terang dan ramai orang pulang kerja ataupun masuk shift malam. Jeff memandang langit malam London.
"Celia ... Apakah tidak apa-apa jika aku melangkah maju ke depan? Ada seorang gadis yang membuat aku ... Menjadi lebih hidup ... Aku tahu ... kamu tidak mau aku terlalu terlarut dalam kesendirian bukan?" monolog Jeff.
Pria melanjutkan perjalanan ke apartemennya namun sebelumnya dia mampir ke sebuah cafe untuk membeli makan malam take away. Setelahnya dia melanjutkan perjalanan dan saat tiba, Snowy menyambutnya dengan senang.
Jeff membuka iMac nya dan tersenyum saat membaca catatan milik kakek buyutnya, George Grissom. Entah bagaimana semua catatan milik keluarga Grissom, di tangan kedua orang tua Jeff yang kemudian diwariskan ke Jeff.
Catatan itu menunjukkan bahwa George Grissom adalah asisten dari Duncan Blair, CEO MB Enterprise dan PRC Group wilayah Amerika. George juga menulis bahwa dia naksir adik Duncan, bernama Rain Reeves. Sayangnya, Rain lebih memilih Elang Samudra McCloud dan kakek buyutnya patah hati lalu menikah dengan orang lain.
"Bagaimana bisa aku bertemu dan suka dengan keturunan Rain Reeves? Apa memang takdir begini?" gumam Jeff. "Haaaahhh ... Jenaka!"
( Ada di Elang Untuk Rain )
***
Shaqeer mendapatkan laporan dari Maurel kalau Arletta dicium seorang dokter di bawah mistletoe saat acara natal di Royal Hospital.
"Dicium?" tanya Shaqeer ke Maurel saat mereka membahas kasus.
"Dicium," jawab Maurel.
"Di bibir?" tanya Shaqeer lagi.
"Di bibir," kompor Maurel.
Shaqeer mendengus kesal. "Kurang ajar!"
***
Yuhuuuu up Sore yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
letta mulai nyaman dg jeff ya😁😁😁
chef Letta tampaknya mulai ada rasa penasaran 🤫
Jeff kaga usahh ke GR an yaa gegara di kirim makan sama Letta
menyebalkannya tapi ngangenin lho😅😅🤭