NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang Menjadi Warisan Abadi di Tanah Air

Setelah menempuh perjalanan panjang mengelilingi dunia, Nono dan Ayu akhirnya kembali ke tanah air tercinta dengan hati yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam. Mereka membawa pulang bukan hanya sekadar kenangan indah dari berbagai negara yang mereka kunjungi, tetapi juga pengalaman berharga dan perspektif baru yang semakin memperkaya pemahaman mereka tentang cinta, kehidupan, dan kebaikan yang bisa menyatukan berbagai bangsa.

Suatu pagi yang cerah, di teras rumah mereka yang selalu harum dengan aroma bunga-bunga tropis khas Bali, Nono dan Ayu sedang duduk bersebelahan sambil memandang pemandangan hijau yang menenangkan di sekitar mereka. Wajah mereka terlihat tenang namun tetap memancarkan antusiasme yang membara, seolah-olah ada ide baru yang siap lahir dari pikiran mereka.

"Yu," kata Nono pelan sambil memegang sebuah buku tebal yang berisi kumpulan foto-foto perjalanan mereka ke luar negeri. "Lihat nih, betapa indahnya perjalanan kita kemarin ya. Kita bisa berbagi cerita sama orang-orang dari berbagai bangsa, dan kita juga bisa belajar banyak hal dari budaya mereka yang berbeda. Tapi rasanya, pulang ke tanah air ini selalu bikin hati kita tenang dan bahagia ya. Aku lagi mikir nih, gimana kalau kita bikin sebuah buku yang berisi seluruh kisah perjalanan kita, baik di dalam negeri maupun di luar negeri? Kita bisa tulis semua pengalaman, pelajaran hidup, dan juga pesan-pesan cinta yang kita dapat selama ini. Biar orang-orang yang belum sempat bertemu sama kita secara langsung juga bisa baca dan terinspirasi. Gimana menurutmu? Bagus nggak ide ini?" tanya Nono dengan mata berbinar penuh harap.

Ayu yang sedang menyiram tanaman-tanaman kesayangannya di pot-pot cantik menoleh ke arah Nono dengan alis terangkat sedikit, tatapannya penuh dengan pertimbangan yang matang dan perhatian yang mendalam. "Wah, ide yang sangat bagus dan bermakna itu, Mas! Aku juga udah lama pengen kita bisa merangkum seluruh kisah kita dalam sebuah buku. Biar warisan cinta dan semangat kita bisa terus hidup dan dibaca oleh banyak orang, bahkan mungkin setelah kita nggak ada nanti. Tapi ingat ya, Mas, bikin buku itu nggak gampang lho. Kita harus atur alur ceritanya dengan baik, pilih foto-foto yang pas dan berkesan, dan pastikan bahwa tulisan kita bisa benar-benar menyentuh hati pembaca. Kamu tuh ya, kadang suka langsung semangat mau lakuin sesuatu tapi suka lupa mikirin detail dan usaha yang dibutuhkan. Kamu yakin kita bisa ngerjain ini dengan baik bareng-bareng?" serunya dengan tatapan tajam yang khas, tapi matanya tetap berbinar penuh cinta dan dukungan.

Nono tertawa renyah mendengar jawaban istrinya itu. Suara tawanya masih terdengar begitu akrab dan hangat seperti dulu. Dia segera merangkul bahu Ayu dengan hangat. "Ya ampun, Tuan Putri. Sampai kapan pun kamu tetep sama aja ya. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling teliti, kamu yang paling jauh pandangannya, dan aku yang paling beruntung bisa punya kamu. Makanya kan aku butuh banget bantuan kamu buat nyusun semuanya. Kita kerjain bareng-bareng ya, Yu? Kita bikin buku ini jadi warisan abadi kita buat bangsa ini dan buat seluruh dunia."

Ayu mendengus pelan tapi pipinya merona merah muda karena tersipu mendengar pujian manis dari suaminya itu. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suami yang manis mulutnya. Tapi ya udah, aku setuju. Kita mulai nyiapin semuanya dari sekarang ya. Kita harus kasih yang terbaik buat buku ini."

"Siap, Tuan Putri! Pasti kita bakal kasih yang terbaik bareng-bareng," jawab Nono sambil tersenyum lebar dan menggenggam tangan Ayu dengan erat.

Bulan-bulan berikutnya pun dipenuhi dengan kesibukan baru yang sangat menyenangkan dan penuh makna bagi Nono dan Ayu. Mereka mulai mengumpulkan semua catatan, foto-foto, dan kenangan yang mereka miliki selama bertahun-tahun. Mereka duduk berjam-jam di ruang kerja mereka yang penuh kenangan, berdiskusi panjang lebar tentang alur cerita, memilih foto-foto yang paling berkesan, dan menulis setiap halaman dengan penuh cinta serta kehati-hatian.

Tentu saja, selama proses pembuatan buku ini pun, interaksi khas Nono dan Ayu tidak pernah hilang. Suatu saat, mereka sedang membahas desain cover buku.

"Yu, aku bilang tuh cover bukunya harus yang kelihatan megah dan berwarna-warni gitu. Biar orang langsung tertarik buat beli dan baca pas lihat di toko buku," kata Nono antusias sambil menunjuk beberapa desain yang sudah mereka kumpulkan.

Ayu yang sedang membaca draf tulisan mereka dengan teliti langsung menoleh ke arah Nono dengan tatapan tajam. "Eh, jangan ngomong sembarangan dong, Mas! Kalau covernya terlalu berwarna-warni dan megah, nanti malah kelihatan berlebihan dan nggak elegan. Kita harus cari desain yang sederhana, indah, dan bisa menggambarkan isi buku dengan baik. Cover yang bisa bikin orang penasaran tapi juga merasa tenang saat melihatnya. Kamu tuh ya, kadang seleranya suka agak berlebihan kalau nggak ada aku yang ngoreksi," seru Ayu dengan tegas.

Nono tertawa lepas mendengar komentar istrinya itu. "Ya ampun, Tuan Putri. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling punya selera bagus, kamu yang paling benar. Aku sih cuma nawarin pendapat aku aja kok. Ya udah, kita cari desain cover yang pas dan indah bareng-bareng ya. Pasti dapet yang terbaik."

Ayu mendengus pelan tapi tersenyum lebar. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suami yang manis. Oke deh, kita lanjutin diskusinya ya."

Akhirnya, setelah melalui proses yang panjang dan penuh cinta, buku yang berjudul "Cinta yang Mengalir Selamanya: Kisah Perjalanan Nono dan Ayu" pun resmi diterbitkan. Buku itu langsung menjadi best seller di seluruh Indonesia dan bahkan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing. Ribuan orang membaca buku itu, dan banyak dari mereka yang merasa terinspirasi serta tersentuh oleh kisah cinta dan perjalanan Nono dan Ayu.

Beberapa tahun kemudian, Nono dan Ayu sudah menjadi sosok yang sangat dihormati dan dicintai oleh banyak orang di seluruh dunia. Kisah mereka menjadi legenda, dan warisan cinta serta kebaikan yang mereka bangun terus tumbuh dan berkembang. Yayasan Cinta Nusantara Nono dan Ayu masih terus beroperasi dan membantu ribuan anak muda setiap tahunnya. Pusat Kreativitas dan Keterampilan Cinta Bali masih menjadi tempat yang bermanfaat bagi banyak orang di daerah mereka. Dan buku mereka masih terus dibaca dan dijadikan inspirasi oleh banyak orang dari berbagai generasi.

Suatu hari yang cerah, di halaman rumah mereka yang luas dan indah, Nono dan Ayu sedang duduk bersebelahan sambil memandang pemandangan di sekitar mereka. Wajah mereka sudah penuh dengan keriput, dan rambut mereka sudah memutih sepenuhnya, tapi mata mereka masih berbinar penuh cinta dan semangat yang tak pernah padam.

"Yu," bisik Nono pelan sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta dan keharuan. "Lihat nih, apa yang udah kita bangun bareng-bareng selama ini. Warisan ini bakal terus hidup, bahkan mungkin setelah kita nggak ada nanti. Rasanya bangga dan bersyukur banget kita bisa lakuin semua ini."

Ayu tersenyum lembut sambil menggenggam tangan Nono dengan erat. "Iya, Mas. Kita emang tim terbaik di dunia. Dan warisan ini bakal terus tumbuh dan menyebar. Tapi ingat ya, Mas, ini bukan berarti kita berhenti di sini. Masih banyak hal lain yang bisa kita lakuin, masih banyak cinta yang bisa kita bagikan. Kamu siap kan buat lanjutin perjalanan ini bareng aku selamanya?"

Nono mencium puncak kepala Ayu dengan lembut dan menatapnya dengan penuh keyakinan. "Siap, Tuan Putri! Selamanya aku bakal siap buat nemenin kamu ke mana pun kita pergi dan buat apa pun yang kita mau lakuin. Selama kita berdua sama-sama, dunia ini bakal terus jadi tempat yang indah, dan kisah cinta kita bakal terus berlanjut tanpa henti. Aku sayang banget sama kamu, Yu. Selamanya."

"Aku juga sayang banget sama kamu, Mas. Selamanya," jawab Ayu lembut.

Di bawah langit yang cerah itu, di tengah tawa dan cerita dari orang-orang yang mereka cintai, Nono dan Ayu tahu bahwa perjalanan hidup mereka adalah sebuah kisah yang tak pernah berakhir. Setiap hari adalah lembaran baru, setiap momen adalah bab baru, dan setiap cinta yang mereka bagikan adalah kata-kata indah yang melengkapi cerita abadi mereka. Dan mereka yakin, selamanya, langkah-langkah mereka akan tetap indah, tetap seru, dan tetap penuh dengan cinta yang abadi yang akan terus mengalir tanpa henti, menjangkau setiap sudut dunia yang bisa mereka capai.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!