NovelToon NovelToon
Ramalan Cinta Yang Terkunci

Ramalan Cinta Yang Terkunci

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:437
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Judul: RAMALAN CINTA YANG TERKUNCI

Sub-judul: Takdir bukan untuk diubah, tapi untuk dijalani.

~~~~~~ ~~~~~~~ ~~~~~~~~

Langit malam yang gelap dengan bulan berwarna merah darah (Gerhana). Di kejauhan, siluet kota tua dengan arsitektur menara yang tinggi dan misterius.

▪︎Objek Utama:

- Di tengah, terdapat sebuah gembok antik yang besar dan berkarat, namun terbuat dari emas murni yang berkilau samar.

- Gembok itu terbelah dua, dan dari celah di antara keduanya memancarkan cahaya yang sangat terang, perpaduan antara warna Perak (Elara) dan Merah Gelap (Kael).

- Sebuah kunci tua melayang di udara, tepat di atas gembok, seolah baru saja membukanya atau hendak menguncinya.

.
.
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Malam Penuh Cinta dan Janji Suci

Setelah insiden pencurian itu selesai, suasana di kedai kembali tenang, namun rasa waspada tetap terjaga. Kael memerintahkan untuk memperkuat sistem pertahanan ganda, dan ia sendiri yang berdiri berjaga di luar kamar Elara sampai matahari mulai terbit samar di ufuk timur.

Baru setelah merasa benar-benar aman, Kael masuk kembali ke dalam kamar.

Elara masih bangun, duduk di tepi ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Wajahnya tampak tenang, namun matanya menyimpan rasa syukur yang tak terhingga.

"Kau tidak perlu berjaga seteguh itu, Kael," kata Elara lembut. "Kita sudah mendapatkan kembali cincinnya. Mereka sudah dihukum."

Kael mendekat, lalu duduk di samping Elara. Ia mengulurkan tangannya, membelai pipi halus istrinya dengan jari-jarinya yang hangat.

"Bagi mereka, mungkin ini hanya soal mencuri benda berharga," jawab Kael pelan. "Tapi bagiku... mereka mencoba merampas sebagian dari jiwaku. Mereka mencoba melukis apa yang paling suci di antara kita. Itu tidak bisa dimaafkan."

Elara tersenyum, lalu memegang tangan Kael yang berada di pipinya, dan mencium telapak tangan itu dengan lembut.

"Kau benar. Tapi sekarang semuanya sudah baik-baik saja. Dan justru karena ujian-ujian kecil seperti ini, aku sadar betapa berharganya kita satu sama lain."

Ruangan itu hening. Hanya terdengar suara napas mereka yang berirama. Cahaya bulan yang masuk dari jendela menerangi wajah mereka berdua, menciptakan suasana yang begitu romantis dan sakral.

"Elara," panggil Kael, suaranya terdengar serak namun penuh perasaan. "Besok atau lusa, kita akan mengucapkan janji di hadapan semua orang, di hadapan para dewa dan manusia. Tapi... bisakah aku memintanya sekarang? Di sini, hanya berdua saja, sebelum hiruk-pikuk pesta dimulai?"

Jantung Elara berdegup kencang. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia mengangguk pelan, tidak mampu berkata-kata karena haru.

Kael perlahan turun dari duduknya, berlutut di lantai di hadapan Elara. Posisi itu bukan posisi budak terhadap majikan, melainkan posisi seorang pria yang dengan tulus menyerahkan seluruh hidup dan hatinya pada wanitanya.

Kael mengambil tangan kiri Elara, dan menatap mata gadis itu dalam-dalam.

"Elara, kau adalah Cahaya yang menerangi kegelapan hidupku. Sejak pertama kali aku melihatmu, ada sesuatu di dadaku yang berubah. Awalnya aku tidak mengerti, tapi sekarang aku tahu... itu adalah takdir."

"Kaulah satu-satunya orang yang bisa membuat jantungku berdetak, kaulah satu-satunya yang bisa menenangkan amarahku, dan kaulah satu-satunya alasan aku ingin menjadi lebih baik setiap harinya."

Kael mengambil cincin putih berkilau itu, dan perlahan memakainya kembali di jari manis Elara, kali ini dengan upacara sederhana mereka sendiri.

"Dengan cincin ini, aku menikahimu. Aku berjanji akan menjadi pelindungmu, menjadi pendampingmu, menjadi teman bicaramu, dan menjadi rumah tempatmu pulang selamanya. Di dalam suka maupun duka, di saat kaya maupun miskin, di saat sehat maupun sakit... aku tidak akan pernah meninggalkanmu."

Air mata bahagia mengalir turun membasahi pipi Elara. Ia tidak peduli riasan atau penampilannya. Saat ini, ia hanya Elara biasa yang sedang dicintai dengan begitu dalam.

Giliran Elara. Ia meminta Kael untuk bangun, lalu ia yang mengambil cincin hitam berbintang itu. Dengan tangan gemetar, ia mengenakannya di jari manis tangan kanan Kael.

"Kael..." bisik Elara, suaranya terdengar seperti nyanyian malaikat. "Kau adalah Gembok yang mengunci hatiku. Kau adalah kekuatan yang membuatku merasa aman. Dulu aku hidup dalam kesepian, menunggu sesuatu yang tidak pasti. Tapi sejak kau datang, duniamu menjadi lengkap."

"Aku berjanji akan menjadi mata yang melihat untukmu, menjadi tangan yang merawat untukmu, dan menjadi hati yang selalu mengerti untukmu. Aku akan menerima segala baik burukmu, aku akan mendampingimu melewati segala rintangan, sampai napas terakhirku berhenti, dan bahkan sampai setelah itu pun... cintaku tidak akan pernah padam."

Saat cincin itu menempel sempurna di jari Kael, tiba-tiba terjadi sesuatu yang ajaib.

Cahaya dari cincin Elara dan kegelapan dari cincin Kael bersatu. Sebuah lingkaran cahaya kecil berbentuk hati muncul dan melayang di antara keduanya, lalu masuk menyatu ke dalam dada mereka masing-masing.

Dug!

Seolah-olah ada kunci yang memutar dan mengunci sesuatu di dalam jiwa mereka.

Rasa saling memiliki itu kini 100% sempurna. Mereka bisa merasakan detak jantung satu sama lain, mereka bisa merasakan emosi pasangannya sejelas melihat telapak tangan sendiri. Tidak ada jarak, tidak ada rahasia, tidak ada keraguan.

Mereka benar-benar menjadi satu.

"Suamiku..." panggil Elara untuk pertama kalinya.

"Istriku..." jawab Kael dengan suara penuh gairah dan kasih sayang.

Kael menarik Elara ke dalam pelukannya. Elara memeluk leher suaminya erat-erat. Mereka berciuman dengan penuh perasaan, sebuah ciuman yang bukan hanya sekadar sentuhan fisik, melainkan pertemuan dua jiwa yang telah lama mencari dan akhirnya menemukan tempat pulang yang abadi.

Malam itu berlalu dengan sangat indah. Di bawah sinar bulan dan perlindungan bintang-bintang, mereka menyatukan cinta mereka dalam kehangatan yang tak terputuskan. Mereka tidur dalam pelukan satu sama lain dengan hati yang penuh damai, siap menyambut hari esok yang akan menjadi sejarah terindah dalam kehidupan mereka.

(Bersambung ke Bab 24...)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!