Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.
Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?
Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.
"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar
Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canggung
Agashtya menyusul Alex ke dapur, wajahnya serius tapi mata kanannya sedikit berkedip.
"Lex...tolong siapkan beberapa pakaian untuk Kaniya. Ini black cardnya..." Ucapnya, suaranya tegas tapi ada sedikit nada lembut
Alex yang tengah menuangkan sayur ke piring saji, hanya tersenyum.
"Tenang mas boss...semua udah aku siapin coba mas boss lihat di sofa ada dua baju buat mbak Kaniya disana..." Jawabnya santai, sambil menaik turunkan kedua alisnya
Agashtya dibuat bingung oleh tingkah Alex, "Hah...kapan loe belinya? Loe asli kayak cenayang aja bisa tahu aja jalan pikiran gue..." Ujarnya, tidak sepenuhnya percaya
Alex kembali tersenyum, membuang bungkus lauk pauk yang sudah dipindahkan olehnya.
"Yaelah...mas bos kudet banget sih. Kalau yang sering aku lihat di drama-drama pendek itu disituasi kayak gini pasti pak CEO bakalan ngasih perintah buat asisten pribadinya juga para maidnya buat siapin baju buat cewek yang habis di emph......"
Ucapan Alex lagi-lagi terpotong karena ulah Agashtya yang menyumpalnya dengan donat bomboloni.
"Disituasi kayak gini masih sempet loe bercanda, telen tuh donat bulet-bulet..." Celetuk Agashtya, sambil melangkah pergi menuju ruang tamu
Agashtya mengambil paperbag berwarna pink berlogo toko busana wanita ternama dikota ini, yang berisi dua buah baju wanita. Dia membawanya masuk ke kamarnya, meninggalkan Alex yang masih tersenyum di dapur.
Dengan perasaan canggung ia berhadapan dengan Kaniya kembali. Begitu pula dengan Kaniya yang merasa serba salah dihadapan Agashtya saat ini.
Agashtya masuk ke kamar, menemukan Kaniya yang tampak sedikit canggung yang saat ini hanya memakai bath drop.
"Kaniya, Saya siapkan baju untukmu. Ganti saja dulu, nanti kita pergi sarapan bersama Alex sudah menyiapkan semuanya." ucap Agashtya, suaranya lembut
Kaniya mengambil paperbag yang disodorkan oleh Agashtya, "Terimakasih, pak Agashtya," jawabnya, dengan suara pelan
Agashtya hanya tersenyum, "Ganti saja dulu, Saya tunggu di luar," ucapnya, sebelum keluar dari kamar
Kaniya membuka paperbag, dan menemukan dua baju wanita yang sangat cantik. Dia memilih salah satu, dan mulai mengganti bajunya.
Gadis itu melangkah dengan cepat menuju kamar mandi sementara Agashtya yang tampak salah tingkah itu pun menepuk dahinya.
Usai mengganti baju yang dibelikan oleh Alex itu, kini Kaniya keluar dari kamar mandi Agashtya. Walaupun belum merias wajahnya, namun wajah Kaniya terlihat cantik natural.
Agashtya yang masih berada di sana untuk menunggu giliran mandi, tampak terpesona saat melihat Kaniya dengan balutan blouse berwarna merah muda berpadu dengan rok span hitam sebatas bawah lutut itu.
"Pak...Agash...saya sudah siapkan air hangat untuk bapak, silahkan bapak mandi terlebih dahulu..." Ucap Kaniya, tampak salah tingkah
"Aa...oh...iya...terimakasih banyak Kaniya...kalau begitu saya mandi dulu..." Jawab Agashtya, kikuk
"Iya pak..." Jawab Kaniya, singkat
Agashtya berjalan menuju kamar mandi, sementara Kaniya masih tetap berada di kamar Agashtya untuk memoles wajahnya dengan beberapa skincare yang selalu berada di dalam tas totebag cokelat susu branded miliknya itu.
Disaat tengah memoles wajahnya, netra Kaniya terfokuskan pada foto di dalam bingkai berukuran 5R yang terpajang di atas nakas Agashtya.
Di dalam foto itu tampak Agashtya dengan balutan baju kurta branded berwarna biru berdiri tersenyum sembari merangkul seorang pemuda yang wajahnya tak asing di ingatan Kaniya, namun dirinya lupa siapa pemuda di samping Agashtya itu.
"Ternyata pak Agashtya bukan asli orang Indonesia ya? Pantas saja bola matanya bagus banget kayak bukan khas orang Indo, dia ganteng juga kalo gak berkumis dan berjanggut..." Gumam Kaniya, yang memperhatikan wajah Agashtya yang belum memakai gayanya yang sekarang ini
Ya, foto yang berada di tangan Kaniya saat ini tak lain adalah foto Agashtya beberapa tahun lalu yang lebih tepatnya saat masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
"Eh...tunggu-tunggu, ini cowok kok kayak gak asing banget ya kayak pernah ketemu ya? Tapi dimana ya?" Gumam Kaniya, yang berusaha mengingat wajah yang familiar baginya itu
Pikirannya buyar seketika saat handle pintu kamar mandi bergerak dan mulai menampilkan Agashtya yang dengan tubuh proporsionalnya itu yang hanya memakai bathdrop berwarna putih.
Aroma sabun dan shampoo yang begitu maskulin menguar di udara ruangan kamar. Saat Agashtya akan melepaskan bathdropnya tiba-tiba saja Kaniya berteriak sembari menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
Agashtya yang mengira Kaniya sudah tak berada di ruangan itu pun juga ikut terkejut.
"Akhhhh..." Teriak Kaniya yang terkejut saat melihat Agashtya akan melepas bathdropnya
"Oh...astaga...Kaniya, kamu masih disini? Maaf...maaf...apa yang kamu lakukan disini Kaniya?" Ucap Agashtya yang sama terkejutnya dengan Kaniya
Sementara itu Alex yang tengah menscroll layar ponselnya untuk mengurus beberapa pekerjaan di kantor yaitu mengecek beberapa rekaman CCTV seperti yang biasa ia lakukan secara rutin itu pun juga ikut terkejut.
"Ada drama apalagi di dalam sana? Ini kalau di dramain apa judulnya kira-kira ya ehehehe...kok otak gue jadi kecanduan drama pendek hadeeeh..." Ucap Alex yang tampak tak peduli sama sekali dengan kejadian apa yang tengah terjadi di kamar tuannya itu
Sementara itu di dalam kamar Agashtya mendekati Kaniya dan mengulangi pertanyaannya yang belum dijawab oleh Kaniya.
"Kaniya, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Agashtya, suaranya lembut
Kaniya langsung tersadar, wajahnya memerah.
"Aa...tidak ada, pak Agashtya. Saya hanya...hanya melihat foto ini," jawabnya, dengan suara pelan
Agashtya mendekati Kaniya, "Itu foto lama, waktu masih kuliah dulu," ucapnya, sambil mengambil foto dari tangan Kaniya
Kaniya dan Agashtya keluar dari kamar, wajah mereka berdua tampak canggung. Alex yang sudah siap dengan sarapan, tersenyum lebar.
"Eheem....mari sarapan dulu bu Kaniya. Sebelum memulai hari kita harus sarapan, apalagi jika usai bekerja semalaman tentu menguras energi..." Ucapnya, sambil mengangkat alisnya
Kaniya tampak salah tingkah, "Aa....iya pak Alex, terimakasih banyak. Tapi saya mau pulang terlebih dahulu..." Jawabnya, sambil menggigit bibir bagian bawahnya
Agashtya langsung memotong, "Kamu tidak boleh pulang sendirian Kaniya. Jika saya mengatakan kamu harus pulang dengan saya ya kamu harus patuh, apalagi kamu....." Ucapan itu tak jadi dilanjutkan oleh Agashtya, dia tampak tersadar
Alex segera membantu, "Aa...ya itu benar sekali bu Kaniya lebih baik ibu sarapan bersama dengan kami baru setelah ini kami antar ibu pulang..."
Kaniya hanya bisa mengiyakan, "Ya sudah jika begitu..." Ucapnya, pasrah
Suasana di meja makan terasa canggung, hanya ada suara denting peralatan makan saja yang berbunyi. Agashtya masih canggung dengan apa yang telah ia perbuat pada Kaniya semalam, sehingga pemuda ini mengunyah makanannya dengan pelan.
Kaniya juga merasa canggung, pikirannya tak menentu dikarenakan banyaknya notif pesan whatsapp dan panggilan tak terjawab dari papa, mamanya juga Shanaya adiknya itu.
Alex hanya menjadi tim hore yang tersenyum, menyaksikan kekonyolan tingkah Agashtya dan Kaniya.
"Aa...Lex...nanti siang bi Tuti datang kesini untuk bersih-bersih kan?" Tanya Agashtya, memulai pembicaraan usai sarapan bersama
"Iya pak boss, kenapa apa ada sesuatu yang agak sedikit anu gitu hahaha..." Jawab Alex, terkekeh
"Ckkk..." Decak Agashtya, kesal sembari menatap ke arah Alex dengan mata nyalang karena kesal dengan mulut absurd Alex
Kaniya yang tak nyaman dengan obrolan kedua pemuda itu, hanya bisa terdiam menunduk malu.
"Siapkan mobil. Kita berangkat sekarang..." Ucap Agashtya, datar
Pemuda itu mengetahui tentang apa yang tengah dipikirkan oleh gadis di hadapannya itu. Agar suasana canggung itu segera berakhir, ia pun menitahkan Alex untuk segera menyiapkan mobil.
"Ok siap laksanakan pak boss. Jangan lupa bekas makannya di kumpulin di wastafel cuci piring sendiri-sendiri ya hahaha..." Sahut Alex, terkekeh sehingga membuat Agashtya tampak lebih kesal
"Biar saya saja pak yang membereskan semua ini..." Ucap Kaniya, yang kemudian menyusun semua peralatan bekas makan mereka bertiga ke dalam nampan berukuran besar
"Biar saya bantu..." Ucap Agashtya, yang juga membantu Kaniya menyusun dan membawa semua peralatan bekas makan mereka bertiga ke dapur lebih tepatnya mereka letakkan di wastafel cuci piring
Siapa yang menduga semua itu hanyalah akal-akalan Alex saja yang ingin mendekatkan bosnya dengan gadis pujaan hati bosnya itu.
"Ehehehe...so sweet, sorry ya boss kali ini loe gue kerjain..." Gumam Alex, yang diam-diam mengintip aktivitas Agashtya dan Kaniya di dalam saat dirinya belum benar-benar pergi dari area apartemen
Usai mencuci semua peralatan bekas sarapan mereka pagi ini. Akhirnya Agashtya dan Kaniya pun menyusul Alex ke lantai bawah dengan menggunakan lift.
Setelah sampai di parkiran apartemen ketiga insan itu pun kini masuk ke dalam mobil daihatsu terios warna silver milik Alex.
Lebih tepatnya mobil hadiah inventaris yang ia peroleh dari ibu Agashtya yang begitu mempercayainya sebagai asisten pribadi putranya. Selain itu Alex sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga Agashtya.
Sementara mobil Agashtya sendiri jarang ia pakai terkadang lebih sering dipakai oleh Bintang adiknya yang kerap ada dinas di luar kota.
Bersamboo dulu...