NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:31.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 Ini Salah!

" Ya Om, lebihin uang jajan " kata Ayra yang kini duduk disebelah Hans yang masih terdiam menatap Ayra .

" Om " panggil Ayra mengejutkan Hans.

" Om cuma suruh kamu mandi bukan keras ini udah malam " suara berat Hans mengalihkan tatapan nya dari Ayra yang duduk tepat disebelahnya.

" Tadi aku cuma mandi tapi pas lagi pake sabun rambut aku lepas jadi basah, yaudah keramas sekalian deh " cerita Ayra dengan polos sementara Hans terus membentengi diri nya agar tidak membayangkan Ayra yang sedang mandi .

" Yaudah, masuklah kekamar kamu " ucap Hans yang tidak tahan melihat Ayra lama-lama dalam kamarnya .

" Om ngusir aku?" Ayra terlihat sebal menatap Hans dengan mata menyipit .

" Bukan ngusir Ay, ini sudah malam waktunya tidur " ucap Hans dengan nada rendah .

" Oooo, iya udah jam 10 ya " kata Ayra yang diangguki Hans .

" Om pinjam hairdryer dong , aku sampai lupa tujuan aku datang kesini selain lapor udah mandi " kata Ayra yang sudah melangkah pergi kembali menatap Hans .

" Hairdryer kamu rusak?" tanya Hans berjalan masuk keruang ganti .

" Iya , dia udah nggak berfungsi dengan baik " jawab Ayra yang ikut masuk kedalam ruang ganti .

" Ini bawalah , besok Om suruh pelayan ganti hairdryer kamu " ucap Hans memberikan.

" Jangan lupa besok bangun lebih awal Om perlu hairdryer nya besok " ucap Hans ketika Ayra akan pergi .

" Mmmh, aku besok mau bangun jam 8 karena kuliah siang " kata Ayra .

" Yaudah keringkan rambut kamu disini saja " ucap Hans memberikan jalan tengah .

" Om yang bantu " senyum senang Ayra langsung duduk di kursi .

" Ini Om" kata Ayra memberikan hairdryer nya .

" Kamu ini " Hans membantu mengeringkan rambut Ayra yang masih basah .

Ayra menatap pantulan mereka dari cermin lalu tiba-tiba memeluk Hans yang berdiri disebelahnya.

" Ada apa?" tanya Hans mengelus punggung Ayra yang duduk dikursi itu tiba-tiba memeluk perutnya.

" Nanti kalau Om udah nikah masih sayang aku nggak?" tanya Ayra dengan polos mendongak menatap Hans .

" Kamu bilang apa sih?, setiap orang itu punya tempat masing-masing jadi mau Om belum atau udah nikah kamu itu punya ruang sendiri di hati Om " ucap Hans melanjutkan mengeringkan rambut sekalipun Ayra duduk memeluk nya .

" Om bakalan tetap sayang kamu sampai kapanpun , percaya sama Om " ucap Hans .

" Janji ya Om" kata Ayra mengangkat kelingking nya .

Hans menaruh hairdryer diatas meja lalu menarik satu kursi lagi agar bisa duduk berhadapan dengan nya .

" Boleh Om ngomong sesuatu?" tanya Hans yang belum menautkan kelingking nya .

" Boleh tapi Om harus janji dulu " ucap Ayra yang masih saja mengangkat kelingking nya .

" Baiklah" kata Hans menautkan kelingking mereka.

" Om mau bicara apa?" tanya Ayra .

" Seperti yang kamu tau kita adalah dua orang yang berbeda dan tidak ada ikatan darah satu sama lain, Nanti disaat umur kamu 23 tahun maka status Om sebagai wali kamu sudah tidak ada , kamu bertanggungjawab atas diri kamu sendiri setelah nya " kata Hans memegang tangan Ayra .

" Bersamaan dengan itu tugas Om selesai , jadi,"

" Jadi Om bakalan ninggalin aku?" kata Ayra langsung menangis terisak tidak siap untuk itu .

" Enggak, sampai kapanpun Om bakalan ada di setiap langkah kamu walaupun nanti kita sudah berjauhan " ucap Hans mengelus kepala Ayra .

" Tuh kan beneran Om mau ninggalin aku ?" tangis Ayra menarik tangannya yang di pegang Hans.

Ayra tidak punya siapa-siapa selain Hans, bagaimana dia tidak takut jika Hans akan meninggalkan nya .

" Dengar Ay, kamu itu sudah dewasa dan menjadi seorang wanita dewasa kamu dituntut untuk bertanggungjawab pada diri sendiri dan perihal Om keluar dari rumah ini nantinya karena kita bukan keluarga yang ada ikatan darah jadi akan sangat tabu rasanya jika kita tinggal dalam satu atap " ucap Hans .

" Aku tau Om, tapi sejak kecil aku udah tinggal sama Om, aku percaya sama Om, Om pria yang baik dan sempurna serta kita tinggal disini kan bukan berdua aja " pendapat Ayra yang sejak kecil sampai sekarang memandang Hans sebagai pria sempurna yang layak di percaya .

" Ayra , Om juga seorang pria kamu tidak boleh terlalu percaya sama Om , Om juga bukan pria sempurna seperti yang kamu bayangkan , Om nggak sebaik itu " ucap Hans yang lebih memahami dirinya sendiri .

" Mau seribu orang bahkan satu duniapun bilang Om bejat aku nggak bakalan percaya , karena Om adalah pria terbaik yang pernah aku kenal " ucap Ayra yang terlihat dari matanya sangat mempercayai Hans .

" Aku tinggal dari kecil sama Om, jika memang Om bukan pria baik pasti Om udah memanfaatkan kesempatan, udahlah jangan mikirin orang, Aku sayang dan percaya sama Om " kata Ayra segera keluar ruang ganti setelah pembicaraan mereka selesai .

" Astaga, dia tidak tau saja betapa sulitnya aku menahan hasrat setiap kali bersentuhan dengan nya " batin Hans menatap punggung Ayra yang perlahan menghilang.

Ini salah!!!.

Hans tau itu, tapi gairah nya benar-benar selalu menggebu-gebu setiap kali Ayra didekat nya akhir-akhir ini .

" Tidak, tidak, ini salah, dia adalah amanah yang harus aku jaga " ucap Hans menenangkan diri nya sendiri .

Keesokan paginya.

Hans sarapan sendirian karena Ayra belum bangun namun setelah beberapa saat Hans menyadari satu hal.

" Bagaimana bisa aku menjauhi Ayra , makan tanpanya saja serasa hambar " batin Hans yang merasa makannya tidak enak tanpa celotehan Ayra .

" Pelayan , bangunkan Ayra katakan kalau aku menunggunya di meja makan " perintah Hans pada pelayan .

" Ehhhhh, tidak usah aku berangkat ke kantor saja " ucap Hans.

............

3 hari kemudian.

Tok

Tok

" Masuk " ucap Hans begitu mendengar seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.

" Ommmmm, aku seneng banget " Ayra berlari kesenangan memeluk Hans yang berdiri didekat lemari berkas nya .

Hans menahan nafas ketika Ayra memeluk nya erat sekali sampai tubuh mereka begitu dekat tanpa jarak .

" Om, lihat ini, lihat ini " kata Ayra dengan excited menunjukkan selembar kertas pada Hans .

" Apa itu Ayra?" tanya Dave yang ternyata duduk disofa padahal Ayra pikir Hans sendiri saja diruangan nya .

" Ehhhh, Om Dave, ini aku berhasil mempertahankan IPK 4 dan Om Hans janji bakalan penuhi satu permintaan aku " ucap Ayra meronta-ronta kesenangan melihat kan IPK nya pada Dave .

" Mau minta apa sama Hans?" tanya Dave menatap nilai-nilai bagus Ayra bergantian dengan ekspresi wajah Hans yang masih tegang setelah dipeluk Ayra .

" Mau minta apa ya?" tanya Ayra mulai memikirkan apa yang dia inginkan.

Dave memberikan kode lawat mata pada Hans yang masih berdiri menahan nafas , menandakan ucapan Dave benar bahwa kehadiran Ayra membuat Hans bergairah.

1
Widia Aldiev
berlagak ketus,judes endingnya nanti bucin akut sama Hans kamu Ayra...jika sesuatu yg buruk terjadi pada Hans kamu akan menyesalinya Ayra 🤣🤣🤣
Yel
ayra udh yuk gengsi nya 🤣 pgn liat ayra bucin
Choirul Anam
sudah menunggu 3hari kok GK up tor kenapa
Widia Aldiev
lanjut Pepet terus Hans sampe Ayra hamil lagi 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
udahan dong gengsinya Ayra kasihan Zoe baru ketemu papanya...kembali bersatu aja sama Hans membina rumahtangga yg sakinah mawaddah wa Rohmah ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
ayo Hans taklukkan Ayra yg manjanya amit" jabang bayi
Widia Aldiev
Alhamdulillah akhirnya Hans ketemu Zoe juga 😭😭😭
D_wiwied
tahaaan om, ya emang gitu cewek tu om.. dia yg usir kamu dia pula yg merasa tersakiti saat ditinggalkan, kamu harus paham om kalo cewe ditanya apa dan jawabnya apa artinya itu bisa sebaliknya, wes gitu aja pokoknya intinya ribet banget😁😆🤣🤣
Yel
author jgn cepet2 end ya 😭 manja2 sebagai pasangan nya msih kurang huhu. maaf request 🙏
D_wiwied
akhirnya Zoe bertemu dg baba nya 😆
Widia Aldiev
Ayra itu cinta mati sama Hans hanya saja dia gengsi setinggi gunung Semeru buat ngaku di depan Hans 😌 sampai kapan Hans tidak tahu jika ada Zoe di antara mereka
Yel
ga sabar nunggu part ayra manja sm hans pas udh balikan 😭
Widia Aldiev
waaaaaaah Hans bikin Ayra cemburu nih...kenapa jadi drama kamu Hans tidak tahukah Ayra sudah melahirkan anak kamu hasil dari menyemai benih satu malamnya denganmu 🤧🤧
Marini Suhendar
wah..seru nih
Miss Typo
ngamuk gak Hans nanti 😁
Widia Aldiev
emang gacor banget benihmu Hans lihatlah tumbuh menjadi Zoe 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
usia 20th kok masih kekanakan 😌😌
Widia Aldiev
awok awoooook bener bener hot hot rock ini mah mana bacanya pas pagi hari di bulan puasa lagi 🤣🤣🤣 tersenut senut q yg baca makasih kak author ❤️❤️❤️
Widia Aldiev: eh iya ya 🤦😅😅
total 2 replies
Marini Suhendar
wah...sebelum pergi udah nitip saham dulu ya hans ..jd dech hans junior#Tebak" aj ya thor🤭
D_wiwied
keduanya sama-sama slg merindu..
wah ada baby Zoe, jangan bilang kecebong Hans itu 🤭🤭😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!