NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apapun itu pasti putriku

Setelah kejadian kemarin Anisa tidak mau lagi menerima guru bahkan sudah sebulan sejak kejadian dan sekarang semua yang bisa kembali seperti semula tapi, Anisa tetap menolak guru.

"Ayah aku di panggil lagi?" Langkahnya masuk sambil mendorong pintu di temani Mina dan Nena yang tidak ikut masuk ke dalam ruang kerja James.

James yang duduk di belakang meja kerjanya masih sibuk dengan pen dan tablet di tangan nya diatas meja dengan kaca mata masih bertengger di pangkal hidungnya.

Benar-benar tampan, Ayah James luar biasa.

"Air liurmu hampir menetes."

"Hah Ayah!" Kesal sampai merah malu wajahnya.

"Tidak ada yang tumpah ayah membual!"

Terkekeh James melihat Anisa malu-malu.

Mendekat dan langsung menaiki pangkuan James tanpa permisi tangannya di lipat diatas meja matanya memperhatikan gambar kotak-kotak di layar tablet itu.

"Ayah mengambar?"

"Iyaa ayah melakukannya untukmu. "

"Untuk Anisa?" Pertanyaan polos itu terdengar membuat James kewalahan ia menyimpan Tabletnya dan pennya sedikit jauh dan memeluk Anisa sambil bersandar duduk santai Nisa diatas pangkuan ayahnya.

"Nak kau harus punya guru privat, atau kau mau aku kirim belajar di taman kanak-kanak bersama anak lainnya?"

James melepas kaca matanya. Memijat pangkal hidungnya.

"Ayah pusing karena aku yaa?" Pertanyaan polos sambil berbalik menghadap James satu tangannya yang besar siap menahan punggung putrinya yang tiba-tiba berubah posisi duduknya.

"Iyaa sedikit karena kau pembuat onar. "

"Yaah aku selalu membuat ayah sehat dengan syok dan kaget bagus buat pacu jantung ayah supaya tidak henti jantung. "

James menghela nafasnya.

"Kau berharap aku segera tiada ?"

"Apa tidak mungkin aku sedurhaka itu ayah... Berlebihan sekali."

"Kau licik ya. " James kembali membuat Anisa terprovokasi.

"Apa! Ayah... Aku hanya bercanda kenapa ayah menganggapnya serius... "

"Tentulah putriku tersayang mau membuatku mati lebih cepat. "

Anisa diam menghela nafasnya.

"Nikahlah dulu, sebelum mati kau tidak pernah punya anak langsung dari perempuan yang kamu cintai setidaknya lakukan itu ayah. "

Sialan, James serasa di ceramahi ibunya tapi, ini yang bicara anak umur sepuluh tahun, sampai James lupa kalo Anisa ini masih sepuluh tahun karena pintar nya bicara.

"Iya iya.. Aku paham. "

Memainkan rambut ikal panjang hitam halus putrinya bahkan sinar matahari sore yang masuk dari celah jendela yang terbuka di belakang kursi kerjanya membuat mata putrinya yang berwarna coklat keemasan sangat cantik.

"Kau tidak bertanya kenapa ayah mu ini tak langsung mengirimi pergi sekolah seperti anak biasanya?"

"Aku tidak mau tahu ayah pasti punya alasan, aku tidak perlu tau. "

James mengangguk.

"Aku takut kau menyukai anak laki-laki disana dan mencampakkan ayahmu yang sangat menyayangimu ini. "

Entah kenapa Anisa merasa geli mendengarnya, terlalu berlebihan tapi, ekspresinya saat bicara menyebalkan selalu datar jadi semakin aneh rasanya.

"Aku akan belajar menerima semuanya mulai sekarang aku terbiasa mendapatkan perhatian jadi agak manja, aku takut di buang lagi. "

James menegakkan tubuhnya kini dua tangannya menahan punggung kecil Anisa.

"Aku tidak seburuk itu maksudmu aku ini apa!" Kesal dengan kata di buang lagi yang Anisa ucapkan.

James menghela nafasnya bangkit sambil menggendong Anisa dengan duduk menyamping sambil Anisa juga bersandar di dada James. Anisa yang terlihat murung sebelumnya bisa James lihat sedikit serius dan bukan sedang bercanda .

"Ayo kita keluar.. "

"Loh kemana?" Anisa kaget karena tiba-tiba tak biasanya James akan melakukan ini karena biasanya James sibuk dan Anisa tak berani mengajaknya keluar.

"Kemanapun hari ini sampai kapanpun walaupun ayah sibuk kau harus merengek dan minta aku temani, kau putriku satu-satunya. "

James melihat senyum Anisa begitu bersemangat.

"Baiklah ayahku yang kaya raya, ayo kita ke tempat makan yang enak, aku mau makan eskrim seperti mereka dekat danau. "

"Naiklah tuan putri ini permintaan pertamamu. " Semua pelayan melihat itu bahkan bawahannya serta Silva Sol dan Canaria.

"Aku tidak melihat hal janggal. " Sol yang kikuk.

"Aku merasa dia datang setelah kehidupan keduanya. " Kini Silva yang bicara.

"Menurutku ini alami dan Tuan memang pantas menjadi ayah. "

Semuanya menatap Canaria bingung.

Perjalanan pertama ketempat dimana eskrim enak dengan pemandangan danau.

Makan bersama dan berjalan-jalan bersama sambil bergandengan, tak lupa juga Anisa menarik James untuk duduk sebentar di kursi di bawah pohon.

"Lihat ayah banyak gadis cantik yang terlihat menarik mata pria, ayah harus melihat dunia ini dengan baik bukan bekerja dan mengurusku saja."

James malas menatap kedepan karena semuanya pasti berminat padanya.

"Tidak mau, ayah sudah ada putri yang cantik ayah tak mau lagi menikah anakku."

Anisa merasa asing dengan ucapan ayahnya sampai wajah Anisa menua seketika mendengar nya.

"Ayah terlalu berlebihan."

Senyuman di paksa dan sedikit gigi di perlihatkan lalu bicara.

"Kita pulang sekarang!"

"Apa tidak sebentar dulu, kalo gitu kita pergi saja dari tempat ini."

James menganggukinya.

Baru melangkah keluar area taman danau menuju parkiran sebuah motor tiba-tiba melaju kencang kearah Anisa sampai James yang sadar bergerak cepat menarik dan memeluknya.

Teriak Anisa yang nyaring karena terkejut. Suara deru mesin motor itu terdengar dekat. James masih menggendong Anisa berjalan membungkuk di balik mobil-mobil yang ada di dekatnya.

Suara orang berbicara umpatan.

"Tuan. " Suara Theo yang tiba-tiba ada di antara mobil-mobil dekatnya.

James memberikan Anisa padanya dan di ambil alihnya Anisa ke Canaria. Di bawa langsung ke mobil. Anisa yang menatap Canaria didepan mobilnya tiba-tiba jatuh dan berganti orang dengan topeng seram.

"Aaaakh Ayah!"

James yang habis membuat tiga orang diatas motor jatuh dan berdarah sepertinya luka parah. Berbalik cepat.

"Kau anak itu ya, wajahnya mirip sekali dengan ibunya. "

Suara orang dewasa itu jelas membuat Anisa kesal.

"Aku tidak memberikanmu izin menyentuh bajuku, bajingan!"

Suara patah tulang dari belakangnya dan betapa terkejutnya temannya sudah jatuh dengan kepala berputar kebelakang.

Dirinya tak bergerak masih dengan memegang kerah baju Anisa.

"Turunkan aku, atau kau mati sekarang, pilih lah?"

Di hunuskan pisau ke tubuh Anisa seketika itu Anisa mencekiknya tanpa ada tali yang melihatnya dan tiba-tiba tangan yang memegang pisau menusuk perutnya sendiri.

Anisa jatuh di atas lantai parkiran.

James yang melihat tiga orang terkapar termasuk Canaria menghampiri menarik Anisa kepelukannya.

"Sialan mereka!"

"Ayah aku membunuhnya, apa itu bermasalah... "

"Tentu nak, kau membuat masalah besar kali ini. "

Anisa diam takut wajah James tiba-tiba menyeramkan karena memperlihatkan sisi marah yang tak pernah Anisa lihat.

"Aku minta maaf. "

"Tapi mereka pantas menerimanya, aku di sentuh di sini, rasanya sakit tau. " James melirik kebelakang kerah dekat leher belakangnya kemerahan dan sedikit biru.

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!