NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Trauma masa lalu / Bertani / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:120.7k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.

Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.

Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.

Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.

Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.

Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Sebuah Ide

Satu minggu kemudian.

"Astaga, Run! Kayak anak pera_wan aja melamun siang bo_long gini!" tegur Ningsih yang baru saja tiba di bilik pengasingan.

"Eh, kamu Ning. Maaf, aku enggak denger kamu datang." Sahut Seruni seketika lamunannya pun buyar.

"Aku ketok pintu dari tadi gak dibuka. Ya udah aku nyelo_nong masuk saja. Apalagi pintu rumah ini juga gak kamu kunci. Eh, tuan rumah ternyata lagi ngelamun di kamar sendirian. Ada apa?"

"Ah, enggak apa-apa kok. Kamu mau minum apa?" balas Seruni seraya berdiri dari kasurnya. Ia berusaha mengalihkan perhatian Ningsih serta mengusir canggung hatinya.

"Udah gak perlu. Kamu duduk saja di sini," tolak Ningsih seraya menarik lengan Seruni agar sahabatnya itu tetap duduk di ranjang.

"Coba cerita sama aku, kamu kenapa?" lanjutnya.

Kepala Seruni tertunduk lesu. Hal ini semakin membuat banyak pertanyaan dan praduga yang hinggap di benak Ningsih.

"Coba cerita sama aku, mungkin bisa bantu kamu atau minimal jadi ngurangin beban hatimu. Biar lebih lega gitu. Ploongg..." ujar Ningsih seraya menggenggam erat telapak tangan Seruni untuk memberi semangat serta dukungan.

Seruni menghela nafas beratnya. Ia benar-benar sedang bingung alias galau.

Apakah patut ia ceritakan perkara ranjang dirinya dengan Bastian pada Ningsih?

Dilema. Walau bagaimana pun sebagai istri dia harus tetap menjaga martabat suaminya.

Akan tetapi, sudut hatinya yang lain mengatakan bahwa ia harus menceritakan hal ini pada Ningsih. Seruni butuh tempat berbagi cerita untuk melegakan hatinya sekaligus mendapat solusi terbaik agar pikirannya tidak semrawut.

"Apa kamu ada masalah dengan Bang Bul?" pancing Ningsih.

"Bukan masalah sih sebenarnya,"

"Terus, kenapa sampai seorang Seruni yang selalu ceria eh sekarang hobi melamun gak jelas?"

"Aku cuma lagi bingung saja, Ning."

"Ceritakan sesama perempuan, Run. Kamu pasti kenal aku dengan baik. Tak mungkin aku mengumbar masalah rumah tanggamu pada orang lain. Pada semut di jalan saja tak mungkin. Bibirku ini udah aku lakban," ucap Ningsih berusaha meyakinkan Seruni.

Ningsih merasa kasihan jika sahabatnya itu dirundung sedih atau masalah yang tak ada solusinya. Ia sangat mengenal Seruni yang sifatnya tertutup jika ada masalah.

Seruni jarang berbagi sedih pada orang lain. Ia lebih suka menyimpan semua masalah hidupnya sendirian selama ini.

☘️☘️

Kesabaran Ningsih akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir satu jam mendesak Seruni, sahabatnya tersebut buka suara juga.

Secara singkat, Seruni menyampaikan perihal indikasi Bastian tak ingin punya anak darinya. Semua itu kesimpulan Seruni berdasarkan bahwa setiap mereka melakukan hubungan in_tim, Bastian selalu membuang di luar.

Bahkan seminggu terakhir ini Bastian menggau_li nya menggunakan sarung pembungkus terong impor yang disebut permen sachet aneka rasa buah. You know what I mean.

Ya. Setelah mereka berdua malam pertama di rumah Ningsih, hampir setiap malam Bastian melakukan penyatuan tubuh dengan Seruni. Namun sebelum melakukan hal itu, Seruni terkejut karena melihat Bastian membungkus terong impornya dengan sesuatu yang baru dilihatnya.

"Apa itu, Bang?"

"Oh, ini pembungkus buat adik abang di bawah sini."

"Kenapa pakai dibungkusin segala? Abang beli di mana itu?"

"Biar gak tumpah di dalam. Abang takut kebablasan," jawab Bastian. "Abang beli ini di toko dekat pabrik," sambungnya.

Akhirnya Seruni paham fungsi permen sachet aneka rasa buah tersebut. Bibir Seruni ingin sekali bertanya pada Bastian tentang anak. Tetapi, lagi-lagi Seruni belum memiliki keberanian untuk itu.

Grepp...

Seketika pelukan hangat Ningsih labuhkan pada tubuh Seruni.

"Sabar, Run. Kalian kan masih pengantin baru. Bisa jadi Bang Bul masih pengin menikmati berdua tanpa anak," tutur Ningsih berusaha bijak mencerna permasalahan rumah tangga sahabatnya itu.

"Aku pengin banget punya anak dari abang, Ning. Kadang aku suka kesepian di rumah pas abang kerja,"

"Iya, aku tau. Kamu yang sabar ya,"

Seruni menganggukkan kepalanya kecil di depan Ningsih. Walaupun sebenarnya ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa tingkah Bastian seakan menghindar untuk punya anak darinya.

Tak berselang lama, Seruni teringat akan sesuatu. Ia beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju lemari kayu sederhana di sudut kamarnya. Setelah itu, Seruni mengeluarkan sebuah barang dari dalam lemari.

Seruni berjalan menuju tempat Ningsih duduk, lalu menyodorkan barang tersebut pada sahabatnya itu.

"Nih buat kamu, Ning."

"Hah, buat aku?" Ningsih otomatis heran melihat Seruni memberikan dia sebuah sprei baru. Masih terbungkus plastik dan bau toko.

"Iya buat kamu. Udah terima saja. Ini sebagai permintaan maaf kami, karena mengambil sprei di kamar tamu rumahmu. Jadi aku dan abang sepakat belikan sprei baru buat penggantinya. Maaf baru bisa kasih ke kamu sekarang," ucap Seruni.

Tangan Ningsih menerima sprei baru dari Seruni tersebut dengan senyum tipis di wajahnya.

"Pantesan, sprei ku di kamar tamu mendadak hilang. Kasurnya jadi kayak telan_jang tanpa baju. Haha..." ujar Ningsih seraya tertawa terbahak-bahak yang akhirnya tak mampu ia tahan lagi. "Ternyata pengantin baru yang ny0long sprei ku," imbuhnya.

"Maaf, Ning. Sprei punyamu kotor gara-gara kami. Jadi abang belikan yang baru. Kebetulan beberapa hari yang lalu abang pergi ke kota sama Mamat. Jadi sekalian beli sprei itu,"

"Padahal gak diganti baru juga gak apa-apa. Aku ikhlas kok. Siapa tau setelah ini aku ketularan kawin kayak kalian. Haha..."

"Nikah Ning, bukan kawin!" tegur Seruni.

"Iya-iya, nikah dulu baru kawin. Siap laksanakan bos," sahut Ningsih seraya tertawa menampilkan deretan giginya di depan Seruni.

Seruni jadi malu pada Ningsih. Dikarenakan hal ini, akhirnya ketahuan deh bila seminggu yang lalu dirinya dengan Bastian melakukan malam pemersatu bangsa di rumah sahabatnya itu.

☘️☘️

Tiba-tiba otak Ningsih tercetus sebuah ide brilian untuk permasalahan Seruni tadi yang sempat disampaikan kepadanya.

"Run, kamu pengin banget ya punya anak dari Bang Bul?"

"Iya, Ning. Aku pengin punya banyak anak dari abang,"

"Aku punya ide, Run."

"Apa?"

Wajah Ningsih mendekat ke telinga Seruni, lalu ia membisikkan sesuatu. Setelah cukup paham, Seruni kembali menegakkan tubuhnya.

"Apa kamu yakin ide itu akan berhasil, Ning?"

"Coba dulu. Jika tidak mencoba, mana mungkin kamu tau berhasil apa tidak. Benar bukan?"

"Bener juga kata kamu, Ning. Aku akan coba,"

"Semoga berhasil, Run."

"Makasih banyak ya, Ning. Kamu memang sahabat terbaikku," ucap Seruni yang begitu senang seraya memeluk tubuh Ningsih.

"Sama-sama. Semoga kamu dan Bang Bul bahagia selalu, Run."

"Aamiin..."

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Patrick Khan
iya bang buk.. ayo lah cerita ke seruni apa yg terjadi sm km.. jgn lari trs lah
Dew666
💐💐💐💐💐
Eni Istiarsi
ayolah Bastian,mungkin memang benar sudah saatnya kamu jujur dan menghadapi yang sudah terjadi
Al Fatih
Alhamdulillah...,, bang Bastian...,, tuh ad orang baik yang pengen bantuin...,, daripada dirimu sama Maura...,, dia ingin membantumu tapi dengan pamrih yang sangat jahat.
Bunda Idza
siapa yaa pak Danu???
Ayu Ayuningtiyas
ayolah bas ,mulai hadapi masalahmu ,jangan terus lari dan sembunyi .Pak Danu datang mau bantu kamu menyelesaikan masalahmu lho.
Ayesaalmira
ayo bas,hadapi smuanya..smpai kpn bersembunyi..
Retno Fitriyaningsih
semakin menarik
Nena Anwar
semoga Pak Danu bisa membantu Bastian ayo Bas semangat mumpung ada yg mau bantu kamu
Shee_👚
pak danu aja tau masalah itu di hadapi bukan di hindari, mau sampai kapan menghindar terus yang ada itu masalah semakin lama semakin pelik
Shee_👚
pak danu antara polisi, detektif atau pengacara🤔🤔
Shee_👚
saking kuatnya itu tenaga ampe roboh itu pintu 🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga pak Danu bis membantu Bastian..
Nena Anwar
semoga do'amu dikabulkan ya Bas
Sugiharti Rusli
bisa jadi kebaikan Bastisn menolong putri pak Danu malah memang jalan yang sudah Allah bukakan bagi dia melalui pak Danu nanti,,,
Sugiharti Rusli
apa pak Danu salah seorang aparat yah, semoga saja dia bisa memberikan solusi atas permasalahan yang menimpa Bastian saat di Surabaya kemaren
Sugiharti Rusli
wah sepertinya pertemuan Bastian dengan pak Danu akan berdampak besar yah bagi kasus yang sedang dia hadapi,,,
Yuliana Tunru
jgn lari trs bastian hadapi dgn bantuan danu agar maura tak ambil untung untuk menekan mu gmn nasib seruni jg baby mu apa kau akan trs lari mau sampe kapan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
pak Danu pasti sudah menyelidiki identitas & masalah Bastian. semoga beliau hadir dengan solusi.
kaylla salsabella
semoga bastian mau menerima bantuan pak danu dan semoga cepet terselesaikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!