NovelToon NovelToon
BODYGUARD DENGAN MATA LANGIT

BODYGUARD DENGAN MATA LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kultivasi Modern / Mata Batin
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Blue79

Calvin Arson hanyalah pemuda miskin yang hidup dari berjualan di pinggir jalan. Suatu hari, ia menemukan sebongkah batu giok aneh yang mengubah seluruh takdirnya. Dari situlah ia memperoleh kemampuan untuk melihat menembus segala hal, serta "bonus" tak terduga: seorang iblis wanita legendaris yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Sejak saat itu, dunia tidak lagi memiliki rahasia di mata Calvin Arson.

Menilai batu giok? Cukup satu lirikan.

Membaca lawan dan kecantikan wanita? Tidak ada yang bisa disembunyikan.

Dari penjaja kaki lima, ia naik kelas menjadi pengawal para wanita bangsawan dan sosialita. Namun, di tengah kemewahan dan godaan, Calvin Arson tetap bersikap santai dan blak-blakan:

"Aku dibayar untuk melindungi, bukan untuk menjadi pelayan pribadi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

“Adik… Adik… Jangan menakuti Kakak… Jangan menakuti Kakak….”

Begitu menerobos masuk ke kamar, Calvin langsung melihat Yuki tergeletak di lantai dengan gunting tertancap di dadanya. Darah menyembur tanpa henti. Pada detik itu juga, pikirannya kosong total. Dunia seolah berubah menjadi kegelapan pekat. Bahkan, keberadaan pelaku yang berdiri di sana pun tak lagi tertangkap oleh matanya.

Ia memeluk tubuh Yuki yang mulai dingin sambil gemetar, terus memanggil namanya. Air mata mengalir deras tanpa bisa ditahan.

“Kak… Kakak sudah tidak apa-apa… ya?” Yuki terbatuk keras; darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Dengan susah payah, ia mengangkat tangan, menyentuh wajah Calvin. “Syukurlah… akhirnya aku bisa… pergi dengan tenang. Kakak… kau harus… hidup dengan baik….”

Suaranya semakin melemah. Dengan tatapan penuh ketergantungan dan kerinduan, ia memanggil “Kakak” sekali lagi, lalu napasnya terhenti.

“Adik… Adik!”

“AAAAAA!”

Calvin meraung ke langit, memeluk tubuh kurus itu seperti serigala kesepian yang kehilangan pasangannya. Amarah dan kesedihan bercampur menjadi satu, hingga seteguk darah segar dimuntahkannya.

“Tuan Muda! Tuan Muda, cepat lari!”

Suara teriakan dari pintu membangunkannya dari kondisi hampir kehilangan kesadaran. Seketika, kebencian yang mengamuk memenuhi dadanya.

“Joni! Aku akan membuatmu membayar dengan nyawa adikku!”

Calvin meraih sebuah kapak dari dalam kamar dan berteriak sambil mengejar keluar. Saat itu, hanya kematian Joni yang mampu sedikit meredakan kebencian di hatinya. Namun, tepat pada saat itu, sebuah suara terngiang di telinganya.

“Adikmu masih bisa diselamatkan. Apakah kau ingin menyelamatkannya?”

Suara itu milik seorang wanita. Terdengar samar dan jauh, seolah datang dari langit kesembilan. Indah, penuh belas kasih, lembut namun menggoda, agung sekaligus misterius. Kalimat “adikmu masih bisa diselamatkan” membuat langkah Calvin terhenti mendadak. Ia menoleh ke sekeliling, tetapi tak melihat siapa pun.

“Siapa? Siapa yang bicara?!”

Ia menjatuhkan kapak dan berlari kembali ke kamar. Gunting masih tertancap di dada Yuki; tubuhnya telah kehilangan tanda-tanda kehidupan. Dengan air mata mengalir, Calvin berteriak.

“Keluarlah! Keluarlah sekarang! Bagaimana caranya? Bagaimana cara menyelamatkan adikku?!”

Beberapa detik kemudian, suara itu kembali terdengar.

“Fragmen jiwaku terikat padamu. Mungkin ini juga takdir…. Jantung adikmu telah hancur, napasnya terputus, tiga jiwa dan tujuh rohnya tercerai. Tubuh fisiknya tak bisa diselamatkan, tetapi jiwanya masih bisa. Bocah, buatlah Kontrak Jiwa Ilahi denganku, dan aku akan membantumu.”

“Fragmen jiwa? Kontrak Jiwa Ilahi?” Calvin bergumam tercengang. Ia bahkan sempat mengira pikirannya telah rusak karena trauma.

“Sudah kau putuskan? Jiwa adikmu tidak bisa bertahan lama. Jika terlambat, kesempatan akan benar-benar hilang.”

“Tak perlu dipikirkan!” teriak Calvin. “Apa pun harganya! Kontrak Jiwa atau apa pun itu! Kau mau jiwaku, tubuhku, aku serahkan semuanya! Asal adikku bisa hidup kembali, sehat seperti semula!”

“Aku tidak menginginkan tubuhmu, juga bukan jiwamu. Aku hanya bisa menjaga jiwa adikmu untuk saat ini. Untuk mengembalikannya ke tubuh fisik, kau harus membayar harga yang jauh lebih besar—lebih berat dari yang bisa kau bayangkan.”

“Aku bersedia. Selama adikku bisa hidup kembali, harga apa pun akan kubayar.”

“Baik. Kau memang berperasaan dan berpegang pada kebenaran. Sekarang, kita mulai Kontrak Jiwa Ilahi. Lepaskan hatimu, dan atas nama Dewa Kontrak, turunlah ke dalam jiwaku… ikatlah jiwa, jangan pernah berkhianat!”

Calvin memejamkan mata dan membuka sepenuhnya batinnya, membiarkan wanita misterius itu menguasainya. Ia tidak menyadari bahwa di hadapannya muncul cahaya keemasan yang berputar-putar. Dari kacau menjadi teratur, lalu berubah menjadi simbol seperti mantra yang akhirnya meresap ke dahinya.

Tubuh Calvin terasa sangat nyaman. Aliran hangat mengalir dari ubun-ubun ke seluruh tubuh, seperti disiram air panas. Pada saat yang sama, kotoran hitam pekat perlahan merembes keluar dari pori-pori kulitnya. Entah berapa lama berlalu, suara itu kembali terdengar.

“Sudah selesai. Kontrak Jiwa Ilahi telah terbentuk. Jiwa adikmu telah kukumpulkan dan kusegel di dalam Istana Ungumu. Saat kau mencapai tingkat Transformasi Dewa dan mengumpulkan cukup bahan, kau bisa membentuk kembali tubuhnya.”

Calvin mendengarnya dengan bingung. Ia tidak mengerti apa itu Istana Ungu, Transformasi Dewa, atau Kontrak Jiwa. Namun, satu hal tertanam kuat di benaknya: adiknya dibunuh oleh Joni, dan kini ada harapan untuk menghidupkannya kembali. Menghidupkan kembali Yuki, itulah satu-satunya keyakinannya sekarang.

“Kontrak Jiwa Ilahi adalah kontrak setara, melambangkan kesetiaan seumur hidup….” Suara itu terdengar semakin lemah. Ia menjelaskan bahwa kontrak ini membersihkan kotoran serta racun dalam tubuh Calvin, dan kedua pihak tak boleh berkhianat atau akan menerima hukuman petir surgawi.

Meski masih bingung, Calvin akhirnya memahami sedikit. Namun, yang paling ia pedulikan hanyalah satu hal.

“Senior… untuk menghidupkan adikku, aku harus mencapai Transformasi Dewa. Bagaimana caranya?”

“Itu sangat sulit. Banyak ujian yang harus kau lalui. Bahkan aku tidak yakin kau bisa mencapainya.”

“Demi adikku, aku pasti bisa. Aku harus bisa!” Tatapan Calvin penuh keteguhan.

“Baik. Selama kau memiliki tekad itu, aku akan membantumu. Namun, kekuatan jiwaku telah terkuras saat kontrak dibuat. Aku harus tertidur untuk sementara. Aku akan meninggalkan pengetahuan dasar kultivasi di dalam kesadaranmu. Pelajarilah perlahan… semoga pilihanku kali ini tidak salah.”

Setelah itu, suara tersebut benar-benar menghilang. Kalimat terakhirnya terdengar seperti gumaman untuk dirinya sendiri. Sesaat kemudian, kekuatan aneh mengalir ke dalam pikiran Calvin, terasa seperti disiram air mendidih. Detik berikutnya, ia langsung pingsan.

“Adik….”

Di dalam ruang abu-abu yang samar, seperti langit mendung, Calvin membuka mata. Ia melihat Yuki. Dalam wujud mini seperti boneka kecil, melayang tenang seolah sedang tertidur lelap.

“Ini… ini jiwa adikku? Dia tidak berbohong… jiwa Adik benar-benar disimpan. Apakah ini Istana Ungu? Lalu kenapa aku bisa berada di sini?”

Saat menoleh ke sekeliling, ia melihat cahaya berkilauan seperti nyala api. Ia terkejut dan mendekat untuk melihatnya lebih jelas. Namun tiba-tiba, cahaya itu menyatu menjadi satu berkas dan melesat langsung ke tengah dahinya.

Ia bahkan tidak sempat menghindar.

1
Jujun Adnin
yang banyak
Lasimin Lasimin
bagus
Jujun Adnin
lagi
MU Uwais
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!