NovelToon NovelToon
Ilove 100 Kg

Ilove 100 Kg

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Karir / Persahabatan / Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Cewek Gendut
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

- Berawal dari benci -

Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "


- berakhir di pelaminan -

"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "



- love 100 kg -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 6 Cewek aneh

"Dewa, sayang gimana kondisi kamu nak? " Tanya hana kala melihat kedua pelupuk indah sang anak terbuka. sejak tadi " Baik, ma dewa ngga apa-apa kenapa di rawat sih? "Cebik dewa yang tidak suka. Di rawat bahkan ia sedari tadi bersikukuh agar jarum infus di lepas dari punggung tangan nya,

" Dewa, kamu baru saja di periksa dokter sayang. Nanti juga kalau sudah boleh pulang di beri tahu! " Ujar hana hanya bisa. Menghela napas panjang kala, melihat raut tidak suka dari wajah dewa. "Ma! " Rengek dewa

"Diam kau! " Sentak alex kala, mendengar rengek kan dewa. Yang seperti anak bayi dewa terdiam lalu, mencari sesosok gadis yang tidak ada di ruangan tersebut. " Bunga, mana? "Tanya dewa kala tidak menemukan gadis tomboi tersebut.

Hana , menoleh ke Ilona namun gadis itu hanya mengangkat bahunya. Agatha langsung menyahut, " Tadi, sama irsyad kedepan katanya mau cari udara segar. " Dewa hanya mengangguk kan kepalanya, entah kenapa jantungnya tidak normal bila tidak bertemu gadis tersebut. "Dewa, kamu istirahat yang banyak ya nak! " Cakap hana penuh perhatian

"Ya ma"

"Wa, gue balik dulu ya nyokap bokap. Udah nyariin" Pamit Agatha, lalu mencium punggung tangan. Hana "tante, aku pamit dulu ya. Semoga dewa cepat sembuh " Agatha tersenyum "ya tha, Hati-hati ya! " Sahut hana dengan suara lembut. "Ya tante, lex, na, wa, gue cabut duluan ya bilangin ke bunga sama irsyad gue duluan by! " Ucapnya seraya mengayun kan kakinya, pergi dari ruangan tersebut.

Alex, menyipit kan matanya kala melihat dewa yang sejak tadi. Membaca novel lewat ponselnya pikiran nya, berkelana kala melihat lelaki tersebut sedang serius membaca novel.

"Lo, kenapa bisa kecelakaan dah wa? " Tanya alex dengan penasaran dewa. Langsung mengangkat pandangannya, menatap ke alex lalu berkata dengan suara malas. "Ini semua, karena cewek aneh itu loh lex!. " Perkataan dewa membuat alex. Mengerutkan dahinya,

"Cewek aneh, yang mana? " Tanya alex dewa berdecak sebal kala. Mengingat wanita tersebut ia mengibas tangannya. Ke udara lalu berkata " Udahlah, jangan di bahas capek gue!.. Mau bobok! "

"Yaudah, sana tidur! "

Hari ini aura, sama sekali tidak ada kegiatan ia hanya sibuk menulis novel dari pagi hingga siang. Entah kenapa dia sekarang mengalami gejala ' Writer's block ' biasanya, dalam satu hari sudah dapat lima bab tapi sekarang hanya satu bab. Mungkin karena ia stres karena, kepikiran cowok yang waktu itu nabrak nya.

"Yang, nabrak gue ka dewa bukan sih? " Monolognya pada dirinya sendiri, seraya memutar-mutari. Bangku belajarnya jenuh aura mengigit ujung pulpen yang berada, di meja belajarnya. Sembari membayangkan wajah tampan dewa " Kalau, benar ka dewa gue harus minta maaf! "Tekad nya dengan suara pasti.

Tetiba, aura mengacak rambutnya frustasi karena sangat tahu sifat dewa yang cool sekali seperti sebuah batu es!. Yang susah untuk di minta kan maaaf!, " Mampus, gue kalau sampe. Ka dewa Itu ogah maafin gue!.. Bisa kiamat gue! " Suaranya mengandung kecemasan yang luar biasa. Ia sangat tahu Lelaki tampan itu, adalah ketua OSIS psikopat sekali. " Gue harus minta maaf! " Tekadnya

"Oh ya, ngomong - ngomong riko lagi apa ya?. Apa gue telefon? " Tanya aura kepada dirinya. Ia segera meraih ponselnya, dan menghubungi nomor sang kekasih. Namun berulang kali tidak diangkat, aura tidak kehabisan akal ia langsung mengirim beberapa pesan.

Future 💖

𝘚𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢?

𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘭𝘦𝘧𝘰𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪, 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵-𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵!

𝘉𝘦𝘣!

Ia, hanya tersenyum kecut ketika mendapatkan pesan tidak di balas oleh sang kekasih. Aura mengusap perut yang dihiasi lemak yang bertumpuk di perutnya itu, lalu berkata "kenapa sih, riko jadi berubah? "

Tokk.. Tokk.. Tokk

"Masuk! "

Aira, membuka pintu kamar kaka nya dengan tangannya membawa nampan berisi segelas susu vanilla. Dan coklat lima batang, ia menaruh semuanya di meja belajar aura "kenapa, lo kasih ke gue? Tumben? " Tanya aura menatap adiknya, yang tersenyum penuh arti " Gue, lagi diet jadinya. Gue ngga bisa makan ini.. Untuk lo aja ka" Jelas Aira yang memakai baju tank top. "Lo habis olahraga? " Tanya aura lagi, tangannya mengambil coklat pemberian sang adik. " Yap, lo kan tahu cita-cita gue mau jadi model. Jadi harus jaga badan dan makan! " Sahut Aira sedikit menyindir sang kaka,

"Ya, sih badan lo bagus cocok jadi model! "

"Ya, emang! " Aira, agak bergedik ngeri saat melihat aura yang makan sangat lahap sekali. Membuat nya segera memandang badan kakanya yang sudah sangat besar sekali. Bak sumo, " Lo, ngga ada niatan ka untuk kecilkan badan? "Tanya aira dengan sebuah sindiran

" Ngga!, gue nyaman sama badan gue! "

"Oh! "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!