Warning ***
Cerita Berganti di bab 27,
Berlian seorang Dokter modern yang memiliki kemampuan pengobatan tradisional Cina yang ia dapatkan dari keluarganya.
Dokt
er cantik dan cerdas serta masih mudah tanpa sadar harus berpindah kedimensi lain setiap bulan purnama.
Berlian memasuki tubuh seorang wanita muda yang juga seorang tabib yang tinggal di hutan bersama neneknya.
Kehidupan modern berubah menjadi zaman kuno kerajaan. Cinta, Cemburu, pengorbanan dan penghianat terjadi pada Berlian.
Menjalani dua kehidupan yang berbeda dengan kemampuan pengobatan yang sama tidak menyulitkannya, ia menyimpan rahasia itu untuk dirinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fit TRee Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ratuku
" Aku benar-benar tersesat di Dunia mimpiku "
Berlian membaringkan tubuhnya di atas kasur di dalam pohon bersama Ruh.
" Green, sekarang apa yang akan kamu lakukan kepada ku?" tanya Berlian kepada Green duduk di samping pintu pohon terus mengawasi Berlian
" Aku tidak tahu, seharusnya aku menyerahkan kamu kepada raja, tapi aku tahu " Green meletakkan anak panahnya di sampingnya.
" Bisakah Kamu mengantarkan aku kembali ke air terjun, aku mau pulang " Berlian memelas.
Green menarik nafas panjang, ia melihat langit di atas langit.
" Aku khawatir, tidak bisa membawa kamu keluar dari sini" Green menatap Berlian
" Pria ini sangat tampan sekali, sepertinya pria di dunia ini semuanya Tampan dan cantik " Berlian memejamkan matanya dan tertidur.
***
Ruh menjilati wajah Berlian, membuat Berlian terbangun.
" Ruh, kamu sudah sembuh " Berlian mengusap leher Ruh, ia berusaha membuka matanya dan terkejut ketika wajah Green terlalu dekat dari wajah Berlian.
Dengan refleks Berlian duduk dan mendorong tubuh Green yang sedang berjongkok hingga terduduk.
" Kamu benar-benar tabib Cantik, kamu telah menyembuhkan Rubah ini dengan cepat bahkan tanpa bekas " Green tersenyum
" Aku lapar " Berlian mengusap perutnya, ia melihat tubuh Ruh tanpa ada bekas lupa panah.
" Aku telah menyiapkan makanan untuk kamu " Green menunjukkan sebuah meja berisi buah-buahan.
" Aku mau makan Nasi " Berlian hanya melihat sekilas buah-buahan yang ada di atas meja.
Green merubah buat semangka menjadi nasi Merah.
" Aku tidak mau makan makanan sihir, itu Tidak akan membuat ku kenyang " Berlian kembali merebahkan tubuhnya.
Seekor burung kecil berwarna hijau mendekati Green dan berbisik di telinganya.
Berlian memperhatikan burung kecil, seakan dia bisa mendengar suara burung yang berbicara layaknya manusia.
" Pangeran Red membawa pasukan menjelajahi hutan mencari Nona Tabib " bisik burung yang kembali terbang ke bawah.
Green memanggil Elang miliknya, ia menarik tangan Berlian, naik ke atas tubuh burung yang terbang dengan cepat meninggalkan Ruh.
" Ruh " Berlian berteriak
" Red bisa menemukan kita jika kamu membawa Rubah itu " Green memeluk Berlian dengan erat.
" Red tidak akan menyakitiku " Berlian membentak Green
" Tidak akan ada yang menyakitimu tapi kami akan saling menyakiti untuk mendapatkan kamu " jelas Green
" Kenapa kalian menginginkan aku "
" Karena kamu dapat mengobati, mengatur strategi perang dan meramal masa depan"
" Aku tidak bisa melakukan itu semua " Berlian kembali berteriak, ia mulai lelah terbang ke sana kemari.
Berlian melihat sebuah air terjun dari kejauhan,
" Green turunkan aku, aku Mohon " Berlian memelas hampir menangis.
Green melihat air terjun di bawah mereka, ia memerintahkan Eagle untuk segera mendarat dekat air terjun. Berlian tersenyum bahagia. Green cukup baik.
Elang raksasa mendarat perlahan di dekat air terjun, Berlian mendekati air terjun dan akan menyentuh air, Seekor Ular hijau raksasa menarik tubuh Berlian dari dekat air terjun mengunakan ekornya.
" Aaaaa " Berlian berteriak terkejut, ia ketakutan melihat ular hijau besar
" Green tolong aku" Berlian berteriak. Ia di lempar ke udara, seorang pria tampan berpakaian serba hitam terbang di udara dengan tangan bersarung cakar besi menangkap tubuh Berlian yang memejamkan matanya.
Green baru mau menerbangkan Elang namun kaki Elang telah di lilit ekor ular yang telah menggigit.
" Kwak" Elang berteriak kesakitan, gigitan berbisa dari Ular hijau. Green membidik panahnya pada ular yang telah hilang bersamaan dengan hilangnya lelaki berpakaian serba hitam.
" Black Pangeran Bayangkan Iblis " Green berucap menyesal, lebih baik Berlian di tangan Red daripada bersama pangeran Iblis.
Green memberikan obat penawar untuk Elang ubah telah mengecil. Ia duduk di samping air terjun.
***
Black Shadow membaringkan tubuh Berlian di atas kasur empuk dan lebar. Berlian masih pingsan ia terkejut, ketakutan dan kelaparan.
" Kamu sangat cantik " Black Shadow menyentuh wajah Berlian, menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Berlian.
Shadow mengecup bibir merah muda Berlian,
" Kamu akan menjadi milikku " ia menatap wajah cantik Berlian, mencium pipi kiri kanan, hidung, kedua mata dan dahi Berlian.
Berlian merasakan wajahnya basah, ia membuka matanya perlahan.
" Aaaaa " Berlian berteriak mendorong tubuh Shadow, namun tangannya telah di pegang Shadow.
" Suaramu sangat berisik tapi tetap cantik" Shadow melumat bibir Berlian dengan paksa dan mendapatkan gigitan dari Berlian.
Shadow tersenyum,ia menjilati darah dari bibir Berlian dan bibirnya dan menelannya.
" Apa kamu gila? kamu mencuri ciuman pertama ku " Berlian mengusap kasar bibirnya, air matanya mengalir.
" Kamu sangat beruntung, itu juga ciuman pertamaku " Black menjilati air mata Berlian
Ini pertama kalinya Berlian merasa ketakutan, Pria di depannya sangat tampan tapi tatapan tajam matanya mengerikan.
Senyuman yang sangat menawan namun membuat Berlian bergidik negeri.
" Aku Black shadow pangeran kegelapan calon raja Iblis, siapa nama kamu ?" Black menyentuh tangan Berlian dan mencium jari - jari Berlian.
" Berlian " jawab Berlian gugup
" Kamu akan menjadi ratuku, besok adalah penobatan diriku menjadi Raja , kamu datang tepat waktu " Black mencium pipi Berlian
" Krucuk-krucuk" Berlian memegang perutnya ia benar-benar kelaparan. Shadow tersenyum,
Shadow mengambil baki dari atas meja berisi banyak makanan. Shadow meletakkan di depan Berlian.
" Makanlah " shadow menyuapi Berlian
" Aku bisa makan sendiri " Berlian mengambil sendok perak dari tangan Shadow.
Shadow menarik tangannya
"Menurut lah, atau aku akan memakan bibirmu" Shadow tersenyum jahat.
Berlian akhirnya menurut dan makan dengan disuapi Shadow, ia menghabiskan makanan yang telah diberikan Shadow
" Kamu sangat kelaparan " Shadow memberi minum dengan tangannya, ia membersihkan mulut Berlian.
" Kamu harus membersihkan diri dan ganti pakaian, pelayan akan membantu kamu " Shadow mencium dahi Berlian dan pergi meninggalkan Berlian di kamar.
Berlian bernafas lega ketika ia tak lagi melihat Shadow.
Dua orang pelayan wanita masuk kedalam kamar, memberi hormat dengan membungkuk tubuh.
" Nona kami akan membantu Anda membersihkan diri dan ganti pakaian " salah satu pelayan berbicara
"Aku bisa mandi sendiri, dimana kamar mandi ?" tanya Berlian yang telah berdiri.
" Maaf Nona kami akan membantu Anda" seorang pelayan lagi menarik tubuh Berlian.
Mereka berdua membuka paksa pakaian Berlian hingga hanya tertinggal pakaian dalam saja.
" Apa yang kalian lakukan " Berlian berteriak
Kedua pelayan memiliki tenaga yang luar biasa, Mereka mengangkat tubuh Berlian dan memasukkan ke dalam bak mandi.
Mereka segera membersihkan tubuh Berlian, dengan air bunga yang sangat wangi.
Setelah selesai mandi, kedua pelayan mengerikan tubuh Berlian.
"Tubuh anda sangat Indah " salah seorang memuji tubuh Berlian yang tidak di perdulikan Berlian, ia benar-benar marah, mereka memandikan ia dengan paksa.
Kedua pelayan memakaikan gaun Panjang berwarna putih bersih, sangat cantik di tubuh Berlian. Mereka juga merias rambut dan wajah Berlian.
Berlian benar - benar Cantik sempurna dengan bola mata selalu berubah warna, wajah putih bersih.
Kedua pelayan pamit undur diri, Berlian masih duduk di depan cermin, ia tak percaya wanita cantik di pantulan cermin adalah dirinya.
Shadow berjalan perlahan dan memeluk tubuh Berlian dari belakang, meletakkan dagunya di atas pundak Berlian.
" Kamu sangat cantik Ratuku" Tubuh Berlian membeku.
" Apakah dia menghipnotis diriku? aku tidak bisa memberontak" suara hati Berlian.
" Kamu adalah Ratuku, tidak akan ada orang yang dapat mengambil kamu dariku " Shadow mencium leher Berlian membuat telinga memerah dan bergidik.
💓Thanks for Reading 😊
semangat thor