NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pak Lutfi

" Iya Pak mohon maaf." ucapnya yang kemudian berlari dan duduk kembali di mejanya sendiri.

Mereka semua pun merasa puas melihat Pak Lutfi memarahi melatih, karena mereka semua sudah tahu bagaimana sifat dan karakter dari melati. Mereka sudah menghabiskan waktu kurang lebih satu semester bersama dengan melati, dan mereka sudah mengetahui sifat dan karakter melati yang selalu saja sukai ikut campur urusan orang lain. Sebenarnya mereka sangat ingin menegur melati, tetapi tidak satupun perkataan mereka didengarkan oleh melati.

Dan kali ini mereka bersyukur karena Pak Lutfi mau memberikan arahan seperti itu kepada melati, dan mereka berharap kalau sifat dan karakter dari melati itu bisa berubah. Karena jika sifat dan karakter melati tidak dirubah, sifat itu justru akan membawa pengaruh buruk bagi melatih sendiri. Dan pastinya suatu hari nanti akan membahayakan kehidupan melati, kehidupan bahagianya pasti bisa saja hancur karena hal tersebut.

...----------------...

Bu Ika dan juga Bu mutiara sudah tiba kembali di sekolah, Bu mutiara yang memang sedang jam kosong memutuskan untuk kembali ke kantor guru. Sedangkan Bu Ika memutuskan untuk datang ke kelas 8², tentunya Ia ingin melihat bagaimana Grace mengajari kelas 8². Sebenarnya ia khawatir kalau 8² tidak akan nurut dengan Grace, dan anak-anak kelas itu akan membawa masalah.

Bu Ika mengintip dari jendela kelas, dan ia pun memperhatikan Grace yang sedang duduk di meja guru. Tentunya ia memperhatikan gadis tersebut dan tampak seperti sedang mengerjakan sesuatu, dan kemudian Ia juga mengamati anak-anak kelas tersebut yang tampak sedang mengerjakan tugas. Jujur saja ya sangat terkejut karena kelas itu terkesan sangat damai, tidak ada satupun suara yang keluar dari kelas tersebut.

Bu Ika masih tidak menyangka kalau kelas tersebut bisa diam di tangan Grace, karena biasanya anak-anak di kelas tersebut pasti akan memberontak jika yang masuk ke kelasnya adalah guru atau mahasiswa magang. Anak-anak pasti akan bersikap selayaknya tidak menghargai, dan itu memang sudah sering terjadi. Karena itu ia sangat terkejut ketika melihat kejadian hari ini, yang di mana hal tersebut sangat tidak pernah terjadi sebelumnya.

' sepertinya Grace memiliki bakat tersembunyi, sehingga akhirnya anak-anak bisa tenang berada di tangannya padahal biasanya anak-anak tidak pernah seperti ini.' batinnya.

" Eh ternyata Bu Ika sudah sampai, Bu Ika nggak berniat masuk ke dalam?" tanya pak Kevin yang tiba-tiba saja muncul dan tentunya mengagetkan Bu Ika.

" Ya ampun pak Kevin ini mengagetkanku saja, hampir saja jantungku ini copot karena terkejut."

" Bu Ika terlalu lebay, tidak mungkin hanya karena terkejut saja jantungnya sampai copot."

" Ya kan bisa saja tiba-tiba saja saya terkena serangan jantung pak Kevin."

" Jauh-jauh lah dari hal tersebut Bu Ika, kasihan anak bimbinganmu itu jika kamu mengalami hal seperti itu. Dia pasti akan kerepotan mengurus data dan juga ke rumah sakit untuk meminta tanda tangan, membayangkannya saja sudah membuatku pusing Bu."

" Paketnya tidak bisa membayangkan keriwehan yang akan dilakukan olehnya, karena aku yakin hal itu tidak akan mungkin terjadi."

" Mengapa Ibu sangat yakin kalau dia tidak akan mengalami hal yang sangat sulit di dalam ruangan kelas?"

" Awalnya aku juga mengira kalau dia rencana kepentingan bersama teman lainnya, kalau di dalam kelas dia akan tidak dihargai oleh anak-anak. Tetapi sayangnya hari ini aku menyaksikan dia tampak sama teman duduk di meja guru, dan anak-anak juga tampak bagus mengerjakan tugas yang diberikan olehnya." jelas Bu Ika dampak Kevin kenapa juga ke arah Grace.

" Yang Bu Ika bilang juga cukup masuk akal, tadi ketika aku berbicara dengannya dia juga tampak tenang. Dan aku memang merasakan kalau anak-anak sempat tenang bersama dengannya, sangat berbeda jika anak-anak bersama dengan mahasiswa agama lainnya."

" Kalau begitu dia telah menguasai teknik menguasai kelas, dan itu adalah salah satu poin yang baik untuk jenjang karirnya menjadi seorang guru nantinya. Semoga saja dia di kemudian hari tidak menghadapi tingkat-tingkat aneh dari anak-anak, karena terkadang anak-anak kan bisa melakukan tiga tingkah aneh."

" Ya semoga saja hal seperti itu tidak akan terjadi, sekarang jika hal itu sampai terjadi maka bolehkah adalah orang pertama yang akan bertanggung jawab kepada Grace."

" Hitunglah yang sedang aku khawatirkan, aku takut akan terjadi sesuatu kepadanya di dalam kelas. Karena itu ini aku maksudnya ingin masuk ke dalam ruangan kelas dan memastikan keadaannya, tapi aku justru mendapatkan kabar bahagia kalau dia telah menguasai teknik penguasaan kelas."

" Semoga saja teman-teman yang lain juga sama dalam menguasai teknik penguasaan kelas, Dengan begitu kita tidak akan terlalu ribet untuk menjelaskan banyak hal kepada para mahasiswa magang tersebut. Dan anak-anak juga tidak akan bersikap sepele kepada mereka, karena ternyata mereka telah memiliki jiwa seorang guru di dalam dirinya masing-masing."

" Ya gitu bisa bapak lihat nanti ketika bapak melihat teman-temanmu masuk ke dalam ruangan kelas, dan aku juga bisa menilainya dari anak bimbingan bapak sendiri apakah dia menguasai atau tidak."

" Semoga saja dia sudah menguasai teknik tersebut jadi aku tidak perlu banyak menjelaskan kepadanya."

" Berdoa yang terbaik saja Pak."

Mereka berdua pun terus mengamati Grace, dan mereka ingin mencari celah yang berbahaya bagi Grace. Agar mereka bisa mengajari Grace cara melewati nya. Tetapi sampai saat ini masih belum ada yang bisa mereka ambil, dan mereka masih mengamatinya.

...----------------...

" Grace kenapa belum keluar ya." ucap Gina yang melihat jam sudah memasuki jam istirahat kedua.

" Sabar Gina, paling sebentar lagi Grace keluar." ucap indah.

" Nah itu Grace." ucap intan dengan menunjuk ke arah Grace.

Gina langsung menghampiri Grace, tentunya Grace sangat terkejut dengan tindakan dari saudara kembarnya tersebut. " Ada apa Gina?" tanyanya.

" Kau tidak apa-apa kan Grace?"

" Aku tidak apa-apa, kenapa kau tampak sangat khawatir dengan ku?"

" Bagaimana aku tidak khawatir, kau masuk ke kelas sendirian dan tanpa pendampingan pamong mu. Apalagi kelas yang kau masuki itu termasuk kelas bandal, tentunya aku sangat khawatir."

" Aku rasa tidak mungkin mereka kelas bandal, sejak tadi semuanya baik-baik saja. Dan mereka semua juga penurut kok, jadi sangat tidak mungkin mereka itu bandal."

" Terserah kau sajalah mau percaya atau tidak, tapi kau bisa menanyakan pada mereka semua tentang kelas tersebut." ucapnya dengan menunjuk ke arah semua teman-temannya.

" Indah, apa yang dikatakan oleh Gina itu benar?" tanyanya.

" Iya benar, bahkan seorang guru yang mengatakannya tadi."

" Aku sangat tidak menyangka kalau mereka bandal loh, tapi kalian tenang aja ya. Aku baik-baik saja dan mereka tidak ada yang menyakiti aku." jelasnya untuk menenangkan semuanya.

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!