Pangeran Gautier de Valois.
Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.
"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."
"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"
"Ini bukan permintaan, Countess,"
"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 (Kontrak yang Diperbarui)
Malam itu, setelah pertengkaran yang melelahkan, Amélie diseret kembali ke kamarnya, tidak dalam rantai, tetapi dalam penghinaan yang membara.
Keesokan paginya, ia terbangun oleh ketukan cepat di balik pintu masuk kamarnya. Dubois masuk, membawa sarapan pagi mewah dan sebuah amplop tersegel.
"Pangeran Gautier telah berangkat lagi, Countess," kata Dubois formal. "Dia meninggalkan instruksi yang sangat spesifik dan ini."
Dubois menyerahkan amplop itu. Di dalamnya, ada catatan tulisan tangan Gautier dan dokumen yang sudah diperbarui.
Countess. Perlawananmu tadi malam menunjukkan kegagalanmu untuk memahami situasi. Aku tidak punya waktu untuk drama. Upacara dipercepat. Kau harus berada di Versailles dua hari dari sekarang. Kontrak yang kau tanda tangani telah dimodifikasi. Baca dengan cermat.
Amélie dengan cepat membuka dokumen baru itu. Di bagian bawah kontrak yang mereka tandatangani, ada klausul baru, ditulis dengan tinta merah.
Klausul 7.B: Mengingat upaya yang dilakukan Countess Amélie LeBlanc untuk melarikan diri dari penahanan sebelum pernikahan, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap ikatan kontrak, upacara pernikahan dipercepat menjadi dua hari sejak hari ini. Semua kekebasan bepergian Countess LeBlanc dicabut sampai enam bulan setelah upacara. Jika ada upaya melarikan diri yang dilakukan lagi, klausul pewarisan akan segera diaktifkan dan kegagalan untuk segera mengandung akan mengakibatkan penyitaan semua aset LeBlanc tanpa adanya kompensasi.
Gautier mempercepat pernikahan. Ia ingin segera mengikat Amélie agar wanita itu tidak dapat melarikan diri lagi. Dan Gautier juga mengambil kebebasan bepergian Amélie—sesuatu yang paling ia hargai—selama enam bulan.
"Ini tidak adil," bisik Amélie, menggenggam dokumen itu.
"Ini adalah Valois, Countess," kata Dubois dingin, seolah-olah membaca pikirannya. "Keadilan adalah apa yang ditetapkan oleh Pangeran Gautier. Persiapkan diri Anda. Kita berangkat ke Versailles pagi ini. Pangeran tidak ingin ada lagi kejutan."
Perjalanan ke Versailles terasa seperti prosesi pemakaman. Amélie duduk di kereta mewah, dikawal oleh pasukan Valois yang berseragam. Ia tahu seluruh istana akan membicarakan pelariannya. Ini adalah penghinaan publik yang disengaja oleh Gautier.
Saat mereka tiba di Versailles, suasana gemerlap dan megah istana Raja terasa kontras dengan suasana hati Amélie yang dingin.
Gautier sudah menunggu di pintu masuk sayap pribadi Raja. Dia mengenakan seragam kebesaran Duke, tampak sempurna, tenang dan kejam. Di sampingnya berdiri beberapa bangsawan, termasuk Comte Éloi, yang tampak sangat puas.
Ini adalah "Pertemuan Kedua" mereka di depan umum.
Gautier tidak menyentuh Amélie, tetapi ia meliriknya, tatapan tajam dan memperingatkan.
"Countess LeBlanc," sapa Gautier, suaranya hangat dan menawan di depan para bangsawan. "Aku harap perjalananmu menyenangkan. Aku lega melihat mu akhirnya memutuskan untuk membuang kesalahpahaman terakhirmu dan memenuhi takdirmu."
Amélie tahu, "kesalahpahaman" itu adalah pelariannya. Dia mengatakannya dengan lantang, di depan semua orang.
Amélie menarik napas dalam-dalam, ia harus memainkan perannya. Ia tersenyum, senyum yang sama sekali tidak mencapai matanya.
"Tentu saja, Yang Mulia," jawab Amélie, suaranya merdu namun tegas, mengambil lengan Gautier yang disodorkan. "Takdir adalah jalan yang tidak bisa ditolak oleh siapa pun. Saya sangat antusias untuk bergabung dengan keluarga Valois."
Sapaan publik itu adalah penyerahan diri yang dipaksakan. Amélie, yang terpaksa setuju, merasakan beban lengan Gautier di lengannya. Amélie sekarang adalah tawanan Gautier .
Saat mereka berjalan di koridor marmer yang panjang, melewati lukisan-lukisan Raja dan Ratu Prancis yang agung, Gautier membungkuk sedikit, bibirnya nyaris menyentuh telinga Amélie.
"Bagus sekali, Countess," bisiknya, suaranya rendah dan mengancam. "Mainkan peran itu dengan baik. Setelah upacara, aku akan memastikan kau tidak memiliki kesempatan lagi untuk membuat kejutan yang bodoh."
"Saya hanya akan melakukan tugas saya, Pangeran," balas Amélie melalui giginya yang terkatup. "Saya akan menjadi perisai Anda, tetapi jangan pernah lupakan, perisai juga mempunyai sisi yang tajam."
Amélie berjalan tegak di samping pria yang membenci dan menawannya, di kastil yang kini menjadi penjara emasnya. Upacara pernikahan mereka hanya tinggal beberapa jam lagi.
Saat itu, Amélie bersumpah pada dirinya sendiri. Ia akan melahirkan pewarisnya, tetapi setelah itu, ia akan menghancurkan Gautier, Éloi dan setiap rahasia yang mengikatnya pada nama LeBlanc.
...*****...