NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 8 — Langkah Pemutus Nadi

Bilah pedang besi di tangan Huo Li terasa dingin, namun darah di dalam nadinya mengalir dengan ketenangan yang mematikan.

Langkah kaki itu semakin dekat. Sangat halus, nyaris menyatu dengan desir angin malam yang bertiup melewati celah gua. Jika Huo Li masih berada di Ranah Pembentukan Fondasi tahap puncak, ia mustahil bisa mendeteksinya.

Sring!

Sebuah kilatan perak membelah kegelapan. Ujung pedang yang tipis dan lentur melesat tanpa suara, menusuk lurus ke arah titik vital di punggung Huo Li yang tampak tak berdaya. Namun, di sepersekian detik sebelum baja itu menembus kulitnya, Huo Li bergerak.

Tanpa membalikkan badan, tubuhnya seolah meluncur ke samping bagai bayangan tak bertulang.

"Langkah Pemutus Nadi!"

Itu adalah pemahaman kasarnya dari Langkah Pemutus Nadi yang baru saja ia baca setengah jam yang lalu, digerakkan secara paksa menggunakan ledakan instan Energi Surgawi.

WUSH!

Penyerang itu terbelalak kaget karena serangannya hanya menembus udara kosong.

Belum sempat ia menarik pedangnya, sebuah tangan pucat yang sedingin es telah mencengkeram pergelangan tangannya dengan kekuatan cengkeraman yang menyerupai rahang beruang.

KRAK!

"Ugh!"

Suara rintihan tertahan terdengar saat pedang tipis itu jatuh berdenting ke lantai batu.

Dengan satu gerakan memutar yang efisien dan tanpa belas kasihan, Huo Li membanting sosok itu ke atas ranjang batu giok.

Brak!

Sebelum penyerang itu bisa bereaksi, lutut Huo Li sudah menekan keras di ulu hatinya, sementara ujung pedang besinya bertengger manis, menyayat sehelai tipis kulit di leher sang penyusup.

Sinar bulan pucat menyusup masuk dari mulut gua, menyinari wajah sosok yang kini terkapar di bawah ancamannya.

Mata Huo Li sedikit menyipit. Raut wajah datarnya tidak berubah, namun...

"Senior..." bisik Huo Li dengan nada tenang yang justru terdengar mengerikan. "Aku kira yang datang adalah Zhang Ming. Tapi ternyata kau, seseorang yang tidak dapat aku prediksi." lanjut Huo Li.

Sosok di bawahnya bukanlah Zhang Ming yang dipenuhi dendam dan kecemburuan. Melainkan Yun Bing. Gadis berwajah dingin yang sejak tadi siang hanya diam tanpa menunjukkan emosi apa pun.

Mata indah Yun Bing kini membelalak lebar, dipenuhi guncangan yang tak bisa disembunyikan. "Uhh..."

Napasnya tersengal di bawah tekanan lutut Huo Li. Ia bisa merasakan fluktuasi energi yang menekan dari tubuh pemuda di atasnya.

"K-kau... berada di ranah Spiritual Mendalam tahap awal?! Bagaimana mungkin? Aku juga berada di ranah tersebut..."

"Kau murid baru... Bagaimana bisa lebih kuat dariku?!"

"Ssst," Huo Li menekan bilah pedangnya sedikit lebih dalam, memunculkan setetes darah merah dari leher putih Yun Bing. "Di situasi ini, aku yang berhak bertanya, Senior. Beri aku satu alasan logis untuk tidak memisahkan kepalamu dari lehermu malam ini."

Yun Bing menggigit bibir bawahnya. Alih-alih memohon ampun, ekspresi dinginnya kembali, digantikan oleh keputusasaan yang kelam.

"Bunuh saja aku," desisnya getir. "Mati di tanganmu jauh lebih baik daripada melihat manual rahasia yang Guru berikan kepadamu itu melahirkan wadah baru untuk si monster tua itu."

Alis Huo Li sedikit terangkat. "Wadah? Monster tua? Apa maksudmu, Senior?"

Sikap perhitungan Huo Li mengambil alih. Ia tidak merasakan niat membunuh yang murni dari serangan Yun Bing tadi.

Tusukannya tajam, tetapi tidak menargetkan jantung atau leher. Jika mengingatnya lebih jelas lagi, serangan Yun Bing barusan mengincar titik meridian biasa di bahu kanan, titik yang akan melumpuhkan lengan, bukan mencabut nyawa.

Huo Li menarik pedangnya satu inci, memberi gadis itu ruang untuk bernapas.

"Senior... Bisa kau jelaskan lebih jelas?"

Yun Bing menelan ludah, matanya menatap tajam ke arah gulungan bambu yang tergeletak di sudut ranjang. "Zhang Ming adalah orang bodoh yang dibutakan oleh ambisi," ucap Yun Bing dengan suara bergetar.

"Dia pikir Seni Pedang Tiran Pemutus Nadi adalah hadiah luar biasa. Padahal... itu adalah teknik kutukan. Manual terkutuk yang sengaja disebar oleh Monster Tua Gubang untuk merawat babi sembelihannya."

Huo Li terdiam, membiarkan gadis itu melanjutkan.

"Teknik itu membutuhkan meridian yang luar biasa lebar dan kuat. Begitu kau mempraktikkannya, energi spiritual yang dihasilkan akan terus memperluas dantianmu secara ekstrem. Tapi yang tidak tertulis di sana adalah... teknik itu menanamkan Benih Parasit di pusat spiritualmu."

Yun Bing menutup matanya sejenak, wajahnya menyiratkan trauma masa lalu. "Saat kultivator menggunakan teknik itu dan mencapai batas di Ranah Spiritual Mendalam dan bersiap menembus Ranah Benih Roh..."

"Monster Tua itu akan memanennya."

"Dia akan menghisap seluruh energi spiritual yang telah dimurnikan dengan susah payah oleh muridnya sendiri untuk memperkuat kultivasinya sendiri."

"Asal kau tahu saja. Murid pertama sebelum kami... Kakak Seperguruan Li, mati mengering seperti mumi bulan lalu. Tidak ada yang berani bertanya tentang kematiannya. Bahkan..."

"...Monster Tua itu mengabaikan kematian mengerikan tersebut."

Huo Li perlahan mengangkat lututnya dan mundur selangkah, melepaskan Yun Bing. Ia segera dengan cepat merangkai semua teka-teki ganjil sejak siang tadi.

Tekanan gravitasi gila di alun-alun bukan untuk menguji mental, tapi untuk menyeleksi siapa yang memiliki fisik dan meridian paling tangguh menahan tekanan luar.

Tetua Gubang memberinya teknik tingkat tinggi pada hari pertama bukan karena ia jenius, tapi karena tubuhnya adalah ladang ternak dengan kualitas tanah terbaik.

"Lalu, apa tujuanmu malam ini... Saudari Senior?" tanya Huo Li tenang, nadanya bahkan lebih santai daripada sebelumnya. "Apakah kau ingin membunuhku agar Monster tua itu kehilangan wadahnya?"

Yun Bing bangkit perlahan sambil memegangi lehernya. "Tidak, bukan begitu, Saudara Junior. Awalnya, aku ingin melumpuhkan tangan kananmu dan mencuri manual itu untuk kuhancurkan."

"Jika kau cacat, kau tidak akan bisa mempelajarinya. Aku... aku tidak ingin melihat orang lain mati dengan cara tragis yang sama seperti Kakak Seperguruan Li."

Huo Li menatap mata Yun Bing dalam-dalam. Sebagai seseorang yang bertahun-tahun hidup di dasar rantai makanan, ia memiliki pemahaman yang tajam untuk membedakan kebohongan dan kejujuran.

Gadis ini jujur. Di balik sikap dinginnya, Yun Bing masih memiliki hati nurani, sebuah barang langka di dunia kultivasi.

Sebuah senyum tipis yang bukan senyum ramah, melainkan senyum rubah yang baru saja melihat peluang emas perlahan terukir di wajah Huo Li. "Jadi... Guru... Monster Tua itu ingin menjadikanku pil berjalan?" gumam Huo Li pelan, lebih kepada dirinya sendiri.

Dalam hati, Huo Li ingin tertawa keras. Gubang memang monster, tapi monster itu salah memilih mangsa. Energi yang mengalir di tubuh Huo Li bukanlah energi spiritual biasa yang bisa dihisap sembarangan. Itu adalah Energi Surgawi! Energi purba yang agresif dan mutlak.

Jika Gubang berani menanamkan Benih Parasit ke dalam dantian emasnya, alih-alih menghisap tenaga Huo Li, Energi Surgawi itu yang akan menelan parasit tersebut dan menjadikannya nutrisi tambahan!

Bahkan, jika Huo Li memainkannya dengan benar, ia bisa membalikkan keadaan. Ia bisa menggunakan ikatan benih parasit itu kelak untuk merusak basis kultivasi Gubang dari dalam saat si Tetua lengah.

"Kau... kenapa kau tersenyum?!" Yun Bing menatap Huo Li dengan ngeri. "Apakah kau tidak mengerti? Kau sudah ditandai oleh kultivator Ranah Lautan Roh! Kita hanyalah serangga bagi kultivator sekalibernya!"

"Saudari Senior," Huo Li memotong dengan nada sopan namun memancarkan otoritas yang membuat gadis itu terdiam.

Huo Li menyarungkan pedang besinya, lalu berjalan mendekat. "Niatmu baik, dan karena itu, aku mengampuni nyawamu malam ini. Tapi hancurkan pikiran naifmu itu. Menghancurkan manual ini tidak akan menghentikan... Gubang."

"Dia hanya akan mencari mangsa lain, atau membunuh kita berdua karena ketahuan membangkang."

"Lalu apa yang harus kita lakukan? Menunggu mati?" desis Yun Bing frustrasi.

Huo Li mengambil gulungan bambu usang itu dan menimbang-nimbangnya di tangan. Mata gelapnya memancarkan ambisi dan perhitungan yang tajam.

"Monster Tua itu menanam benih karena dia ingin memanen buah yang manis. Jadi... aku akan berpura-pura menjadi buah paling manis yang pernah ia tanam."

Huo Li menatap Yun Bing yang masih mematung. "Aku akan mempraktikkan teknik ini, Saudari Senior."

"Biarkan Zhang Ming menjadi bidak yang terus menyalak cemburu untuk mengalihkan perhatian, sementara kau... jadilah mataku di puncak ini."

Yun Bing gemetar. Pemuda berpakaian gembel di depannya ini baru saja mengetahui bahwa ia dijadikan babi sembelihan oleh kultivator perkasa yang jaraknya tiga ranah besar di atasnya. Namun alih-alih panik, pemuda ini justru merencanakan pembunuhan balik?!

"Kau gila," bisik Yun Bing.

1
Aiby Kushina Uzumaki
perasaan novelnya udah baca tp menghilang, apa ini di revisi lagi Thor???
Blueria: Iya kak, udah di revisi semua. Dari bab 1 sampai yang terakhir kali kemarin ditulis🙏
total 1 replies
Luo Zheng
lanjutkann
Blueria: Siap☕😁
total 1 replies
Luo Zheng
💪💪💪💪👍
Luo Zheng
Paviliun Anggrek Merah
Tio Buki
Iya nih
Tio Buki
Like, iklan, komen, plus hadiah. Tidak termasuk vote. Karena vote sudah habis🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Lanjutkan
Tio Buki
Semangat👍👍👍👍👍
Tio Buki
Moga lancar ya🙏🙏💪💪💪
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor👍👍👍🙏
Tio Buki
Kesal dia
Tio Buki
Iya, emang kenapa
Tio Buki
Ceritanya keren 👍🙏
Tio Buki
Ikut baca ya 👍👍👍🙏
Rinaldi Sigar
lnjut
Bg Xinn: 2 menit langsung habis, panjangin chapternya thor🤣
total 1 replies
sibaweh abduh
sangat bagus sekali thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Bg Xinn: pendek sekali chapternya🤣 1 menit baca udah kelar
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
kopi thor
Blueria: Terimakasih kopinya ☕🔥
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!