NovelToon NovelToon
PLAYING WITH FIRE

PLAYING WITH FIRE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:56.8k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Jordan Carlton mengira Vanessa adalah wanita lemah yang tak akan pernah berani meninggalkannya.

Yessika mengira ia berhasil merebut segalanya dari Vanessa, termasuk calon suaminya.

Namun Vanessa memegang kunci takhta sejati keluarga Carlton dan ia memilih untuk menyerahkannya pada pria yang paling dibenci Jordan.
Alessio Carlton mungkin terlihat menakutkan, dingin, dan licik. Namun saat Vanessa menawarkan pernikahan sebagai senjata balas dendam, Alessio tersenyum gelap. Sebab, jauh sebelum Vanessa memasuki kamarnya malam itu, Alessio sudah menyiapkan panggung untuk menjadikannya sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Jordan melangkah lebar menyusuri koridor lantai dua dengan senyum puas yang masih mengembang di wajahnya.

Kartu kredit di dalam dompetnya terasa begitu berat dan penuh daya pikat, siap ia gunakan untuk meluluhkan hati Yessika.

Namun, saat melangkah mendekati kamar Yessika yang pintunya sedikit terbuka, tawa renyah seorang wanita memecah keheningan.

Langkah Jordan membeku.

Dari celah pintu, ia melihat Yessika sedang duduk di tepi tempat tidur, tertawa lepas bersama Alessio yang berdiri di sampingnya.

Alessio tengah menyerahkan sebuah cangkir teh hangat, dan jemari mereka sempat bersentuhan sejenak, diiringi tatapan hangat yang tak pernah Alessio tunjukkan pada siapa pun di rumah ini.

Rasa panas yang membakar seketika menyembur ke dada Jordan. Cemburu buta menguasai akalnya.

Brak!

Jordan mendorong pintu itu hingga menghantam dinding. Tanpa mengucap sepatah kata pun, ia merangsek masuk dan melayangkan pukulan mentah tepat ke wajah Alessio.

Bugh!

Kepala Alessio terlempar ke samping, sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar.

Namun, hanya butuh satu detik bagi Alessio untuk menguasai keadaan. Sebelum Jordan sempat melayangkan pukulan kedua, Alessio bergerak cepat, mencengkeram kerah kemeja Jordan, dan melayangkan balasan yang jauh lebih keras ke rahang Jordan.

Brak!

Jordan tersungkur menghantam meja rias kecil, meringis menahan sakit yang menghantam wajahnya.

"Apa masalahmu, Jordan?!" bentak Alessio dengan suara berat dan dingin sambil merapikan kerah kemejanya yang kusut.

"Jordan! Alessio! Hentikan!" jerit Yessika histeris dari ranjangnya.

Jordan bangkit dengan mata nyalang penuh amarah.

"Masalahku?! Kau tanya apa masalahku?!" tunjuk Jordan dengan jari gemetar ke arah Alessio.

"Jauhi Yessika! Aku tidak suka melihatmu berdua-duaan dan menggodanya di dalam kamar seperti ini!"

Alessio menyunggingkan senyum sinis yang amat tajam. Ia mengusap tetesan darah di bibirnya dengan punggung tangan.

"Kenapa aku harus menjauhinya? Sangat wajar jika aku dekat dengannya. Sebentar lagi, kami akan resmi bertunangan secara sah di hadapan keluarga."

"Bangsat kau, Alessio!" geram Jordan. Ia kembali merangsek maju dengan kepalan tangan terangkat.

"Jordan, cukup!" Yessika buru-buru memutar tubuhnya dan menahan lengan Jordan. Ia menangis sesenggukan. Air mata membasahi pipinya yang halus, memancarkan raut wajah bersalah yang sangat sempurna.

"Tolong jangan bertengkar lagi... Ini semua salahku. Jika kalian bertengkar seperti ini karena aku, lebih baik aku pergi dari rumah ini..."

"Yessika, bukan begitu maksudku..." bisik Jordan seketika panik, suaranya melunak saat melihat derai air mata wanita itu.

Yessika mendongak menatap Alessio dengan pandangan memohon.

"Alessio... tolong keluar dulu, ya? Biarkan aku bicara dan menenangkan Jordan sebentar."

Alessio berdiri kaku, matanya menatap Jordan dengan pandangan sarat ancaman mematikan.

"Tidak. Aku tidak akan meninggalkanmu berdua saja dengan pria ini. Bahaya."

Alessio lalu melirik Jordan dengan pandangan meremehkan yang sangat menusuk.

"Kau sudah punya wanita lain di sisimu, Jordan. Jangan bersikap serakah dan menginginkan apa yang menjadi milikku."

"Kau..." Jordan menahan napasnya, rahangnya menegang keras.

"Alessio, aku mohon..." bujuk Yessika halus sambil memegang jemari Alessio pelan untuk meyakinkannya.

"Jordan hanya sebatas kakak ipar bagiku. Tidak akan ada apa-apa. Tolong percayalah padaku."

Alessio menghela napas panjang, tatapannya melembut sejenak pada Yessika sebelum ia melempar tatapan dingin terakhir pada Jordan. Tanpa membuang kata-kata lagi, Alessio berbalik dan melangkah keluar dari kamar tersebut.

Di ruang duduk sayap barat yang sepi, Alessio duduk di sofa tunggal. Pria itu baru saja menekan kapas beralkohol ke sudut bibirnya yang robek saat langkah kaki yang teratur mendekatinya.

Vanessa berdiri di sana, bersedekap dada sambil menatap bekas luka di bibir Alessio dengan senyum miring yang penuh sindiran.

"Ternyata kau cukup setia dan siap pasang badan untuk Yessika," ujar Vanessa datar. Ia menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu. "Aku penasaran... apa kau benar-benar mencintai Yessika? Bahkan saat kau tahu jelas jika dia adalah milik Jordan?"

Alessio menghentikan usapan kapasnya sejenak. Matanya yang gelap menatap Vanessa lurus-lurus.

"Ya. Aku mencintainya."

Vanessa terkekeh sinis, menyilangkan lengannya lebih rapat.

"Kenapa? Bukankah kau sendiri yang bilang semalam... bahwa kau sangat benci dan tidak sudi menyentuh wanita yang sudah disentuh oleh kakakmu?"

Sebuah senyuman tipis dan tenang terukir di bibir Alessio. Pria itu menyandarkan punggungnya ke sofa.

"Yessika adalah wanitaku, Vanessa. Dan tentu saja, aku akan mencintai serta melindunginya apa pun yang terjadi."

Alessio menatap Vanessa dengan pandangan dingin yang menelanjangi.

"Soal tuduhan bahwa Yessika adalah bekas kakakku... itu hanya fitnah murahan yang keluar dari mulutmu. Kau hanya iri, Vanessa. Kau iri karena Yessika mendapatkan cinta dan rasa sayang dari semua orang di rumah ini, sementara kau tidak."

Deg.

Kata-kata itu menghantam dada Vanessa dengan telak. Senyum sinis di wajah ayunya seketika menguap, berganti dengan raut wajah keras yang dipenuhi kekesalan mendalam. Tatapannya menajam, menatap pria di hadapannya dengan rasa benci yang tak tertahankan.

"Kau benar-benar menyebalkan, Alessio," desis Vanessa dengan rahang menegang.

Alessio meletakkan kapasnya ke atas meja porselen dengan gerakan perlahan. Ia bangkit berdiri, mengikis jarak di antara mereka hingga aura intimidasinya yang gelap mengepung Vanessa sepenuhnya.

"Aku bukan hanya menyebalkan, Nona Vanessa," bisik Alessio tepat di samping telinga Vanessa, suaranya begitu dalam dan berbahaya. "Aku bisa menjadi apa pun... termasuk menjadi iblis paling jahat, jika ada seseorang yang berani berniat untuk mengusik wanitaku."

Vanessa mengepalkan jemarinya erat-erat. Ia menatap mata Alessio yang tak memancarkan sedikit pun keraguan.

Di dalam rumah yang penuh dengan kepalsuan ini, Vanessa menyadari satu hal. Alessio telah sepenuhnya berada di pihak Yessika, dan dia harus merebut pria itu dari sisi Yessika.

1
Umi Zein
hadeu Jor elu tuh mau mnta maaf mau ngemis sma Vanesa knpa malah jdi elu yg Emosi karna Vanesa udh cinta sm Ale2 😏😏😏

wong edan 🤣🤣🤣🤣
Umi Zein
semoga segera dapet debay biar joran pancingan gak ngusik2 Vanesa lagi😍😍
ryuka
waaahh bener2 cati mati nih si jordan 🤭🤭🤭🤭
Sari Nilam
jordan 2 halu tingkat dewa ...
Turi77 Turi77
matur nuhun thor,sehat "terus 🫰🥰
Umi Zein
mimpi di siang bolong, bangun Woiii...
halu lu joran pancing🤣🤣🤣🤣Vanesa jijik kali sma elu
idiiiih ke PeDean Lu najiss 😏😏😏
Umi Zein
gak tau aja nih duo makhluk cecunguk, klo Ale2 udh kenal Vanesa bertahun2 lalu 😏🤣🤣
dewi rofiqoh
Jordan... Jordan jangan mimpi ya bisa balik sama vanesa!
ryuka
streess nih si kordan 🫠🫠🫠
rurry Irianty
emg g beres otak anak haram ini,g ngerti apa Vanessa jijik liat mukamu
dewi rofiqoh
Lanjuut
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
nah kn benar dugaan sya ,,
Nikolai kokop yg dlu nyelametin Alessio waktu d luar negeri ,,
Muft Smoker
jgn2 pimpinan taiga ,, yg nyelametin Alessio Dan yg mendidik Alessio d luar negeri🤔🤔🤔
Muft Smoker
KEJUTAAAAAAN ,, 😏😏😏🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
Muft Smoker
yx ,, yx ,, berencana boleh2 aj Jordan ,,
tp semua keputusan ,, d ACC apa gx tu semua tergantung tangan Tuhan ,, Dan tangan kak author tentu ny ,, 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Umi Zein
good job Ale2 penjarah terlalu nyaman, buat tikus2 haus harta dan kekuasaan. buang semua sampah2 dari lingkungan hidup mu binasakan ✊🏻✊🏻👍🏻😍
Umi Zein
itu si Ale2 kyanya pemimpin TAIGA😍
Umi Zein
belum tau aja niih bapak durjana, kecerdasan dan kehebatan anak yg di buang sia2😏😏🤣
Umi Zein
tadi aja sebelum Hans dteng pada congkak sombong, skrng malu gak punya harga diri dan kehormatan kan lu di depan para pengusaha elite. makan tuh kesombongan keserakahan yg elu mau ambil paksa 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!