NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Pintu kamar rawat inap digeser perlahan. Rahma melangkah masuk terlebih dahulu, diikuti oleh Sakti yang berjalan tegap di belakangnya. Di dalam ruangan, Pak Salim dan Bu Rima yang sedang asyik mengobrol seketika menghentikan pembicaraan mereka. Kedua orang tua itu tampak terkejut, namun sedetik kemudian gurat keterkejutan itu berubah menjadi binar bahagia yang tak bisa disembunyikan.

"Ya ampun, Neng... Kirain Ibu datang ke sini sendiri, rupanya sama Aa Sakti, ya?" tanya Bu Rima dengan wajah berseri-seri, melemparkan senyum hangat ke arah keduanya.

Di dalam hatinya, Bu Rima tak putus-putus memanjatkan doa, berharap kelak Rahma dan Sakti bisa menjadi pasangan suami istri yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Begitu pula dengan Pak Salim, seulas senyum lega terukir di wajah pucatnya, memanjatkan doa terbaik untuk kebahagiaan putri tercinta dan calon menantunya.

Sakti melangkah mendekati ranjang tempat tidur, menyalimi kedua orang tua Rahma dengan takzim sebelum akhirnya mengambil tempat duduk di kursi samping tempat tidur, tepat di sebelah Rahma. Entah karena naluri pelindung atau demi menjaga ketenangan hati pria paruh baya yang sedang sakit itu, Sakti seolah mulai memasang mode berakting. Sikapnya mendadak melunak dan terlihat sangat meyakinkan, membuat hubungan mereka terlihat seolah baik-baik saja.

Sakti berdehem pelan sebelum membuka suara. "Bapak, Ibu... kedatangan Sakti ke sini malam ini, selain untuk mengantar Rahma, Sakti juga ingin menyampaikan bahwa Sakti menyetujui perjodohan ini."

Mendengar kalimat itu meluncur langsung dari bibir sang perwira, Pak Salim dan Bu Rima serentak saling berpandangan dengan mata berbinar.

"Oleh karena itu," lanjut Sakti dengan nada bicara yang teratur dan tenang, "Sakti ingin menginformasikan agar Bapak dan Ibu bisa membantu Rahma untuk segera menyiapkan surat-surat penting. Mulai dari berkas dari RT/RW, kelurahan, hingga data diri Rahma untuk keperluan pengajuan sidang pernikahan militer nanti."

"Alhamdulillah... Alhamdulillah ya Allah," ucap Pak Salim berulang kali dengan suara bergetar haru. Air mata bahagia menggenang di sudut matanya. Rencana perjodohan yang ia gagas bersama sahabat karibnya, Pak Wirahadi, akhirnya benar-benar menemui titik terang.

Dengan semangat yang mendadak bangkit, Pak Salim menoleh ke arah putrinya.

"Neng, kamu dengar sendiri kan kata Nak Sakti? Besok buru-buru disiapkan ya berkasnya, Nak. Jangan sampai ada yang terlewat."

"Iya, Ayah. Besok Rahma urus," jawab Rahma lirih, memaksakan sebuah senyuman tipis agar kedua orang tuanya tidak menangkap kegundahan di hatinya.

Raut wajah kedua orang tua Rahma saat itu benar-benar memancarkan kebahagiaan yang murni tanpa beban. Sakti yang duduk di samping Rahma diam-diam memperhatikan pemandangan itu. Dadanya berdesir aneh, dan hatinya mendadak terenyuh.

Sebagai seorang prajurit yang terbiasa tegas, ego Sakti melunak seketika. Ia menyadari satu hal, meskipun pernikahan ini berawal dari kertas kesepakatan yang dingin, namun bagi kedua orang tua di hadapannya ini, pernikahan mereka adalah sumber kebahagiaan terbesar sekaligus obat paling mujarab bagi kesembuhan Pak Salim.

Setelah semua pembicaraan mengenai berkas pernikahan selesai, Sakti melirik jam tangannya. Sebagai seorang perwira, ia memiliki batasan waktu yang ketat. Jika terlalu lama meninggalkan markas, ia bisa terkena sanksi kedisiplinan.

"Bapak, Ibu, kalau begitu Sakti pamit kembali ke markas dulu. Waktu izin keluar saya sudah hampir habis, takut terkena hukuman jika terlambat melapor," pamit Sakti dengan takzim sembari menyalimi punggung tangan Pak Salim dan Bu Rima secara bergantian.

"Oh, iya, Nak Sakti. Terima kasih banyak ya sudah menyempatkan waktu ke sini. Hati-hati di jalan," ucap Pak Salim tulus.

Terakhir, Sakti berbalik menatap Rahma yang berdiri di sisi ranjang. Demi meyakinkan kedua orang tua di depan mereka, Sakti mengulurkan tangannya, lalu menggenggam jemari Rahma dengan erat. Genggaman itu terasa hangat, seolah menyalurkan kekuatan agar Rahma tetap tegar menghadapi kelanjutan perjodohan ini. Rahma tertegun, matanya menatap lekat jemari mereka yang saling bertautan, sebelum akhirnya Sakti melepaskannya perlahan.

"Aku pamit, Rahma. Besok jangan lupa urus berkasnya," ucap Sakti lirih namun tegas, yang dibalas anggukan pelan oleh Rahma. Sang Komandan pun berbalik dan bergegas pergi membelah keheningan malam.

Setibanya di area parkir, Sakti langsung naik ke atas jok motor sport nya. Namun, saat hendak memutar kunci kontak, pandangannya tidak sengaja tertuju pada stang motor sebelah kiri. Di sana, sebuah helm berwarna pink menyala dengan motif Hello Kitty masih menggantung dengan manis.

Sakti menepuk jidatnya sendiri. "Astaga, helm si bocil tertinggal," gumamnya pelan. Karena malam sudah semakin larut dan ia harus buru-buru mengejar waktu apel malam di markas, Sakti akhirnya memutuskan untuk membawa helm tersebut bersamanya ke Markas Kodam III/Siliwangi.

Keesokan paginya, suasana garasi depan Markas Siliwangi tampak tenang. Motor sport hitam milik Sakti sudah terparkir rapi di samping mobil patroli militer. Dua orang prajurit yang sedang mendapat tugas piket pagi, Pratu Dadang dan Praka Ginting alias Ucok, berjalan melintasi area parkiran tersebut.

Langkah kaki Dadang mendadak terhenti saat matanya menangkap pemandangan yang sangat kontras. Di samping helm dinas sangar berwarna hijau tua milik komandan mereka, bertengger sebuah helm imut berwarna pink bermotif Hello Kitty. Seketika, kedua prajurit TNI itu menahan tawa sampai cekikikan.

"Cok, kamu tempo motornya komandan kita, meuni so sweet nya?" tanya Dadang dengan perpaduan bahasa Sunda dan Indonesia yang kental.

Ucok yang berdarah Batak langsung melotot sebal mendengarnya. "Bah! Bahasa macam itu jangan kau campur-campur seperti itulah, saya tidak mengerti, Dadang! Masih mending enak minum es campur!" balas Ucok dengan logat Bataknya yang khas.

Dadang malah tertawa semakin berhasrat dan sengaja ingin terus mengerjai sahabatnya itu. "Kayakna mah komandan kita sebentar lagi bakalan nikah euy, bener henteu?"

"Ah, kau sengaja sekali ngomong campur aduk seperti itu, Dadang! Malas kali aku ngomong sama kau!" gerutu Praka Ucok kesal. Akhirnya, ia melangkah pergi meninggalkan Pratu Dadang yang masih berdiri di sana sambil tertawa cekikikan sendirian.

Namun, tawa Dadang mendadak membeku di udara. Dari arah belakang, sesosok pria bertubuh tegap dengan seragam loreng lengkap berjalan mendekat. Tatapan matanya sedingin es dan sangat menusuk. Sakti telah berdiri tepat di belakang bawahannya yang tertangkap basah sedang menertawakan helm Hello Kitty milik calon istrinya.

"Pratu Dadang, apa yang sedang kau tertawakan, hah?!" tegur Sakti dengan suaranya yang menggelegar. Rahangnya sudah mengeras sempurna.

Dadang tersentak hebat, tubuhnya langsung menegak dalam posisi siap grak. Wajahnya mendadak pucat pasi saat melihat sang Komandan menatapnya seolah ingin menelannya hidup-hidup.

"Ma maaf, Komandan! Saya... saya...!" Tiba-tiba saja lidah Pratu Dadang mendadak kelu untuk mencari alasan.

"Keliling lapangan dua puluh putaran, sekarang!" perintah Sakti tanpa ampun.

"Siap, Komandan! Laksanakan!" seru Dadang lantang, lalu langsung berbalik dan berlari terbirit-birit menuju lapangan seperti orang yang baru saja melihat hantu.

Ucok yang kebetulan memperhatikan dari kejauhan tidak bisa menahan diri. Ia tertawa terbahak-bahak melihat nasib apes temannya yang lari kocar-kacir itu. Namun, tawa Ucok tidak bertahan lama karena sepasang mata tajamnya Sakti langsung beralih menembak ke arahnya.

"Praka Ginting alias Ucok, push up seratus kali, sekarang!" bentak Sakti tegas.

Ucok langsung mematung, menelan ludahnya kasar. "Siap, Komandan! Laksanakan!" Tanpa banyak protes, Ucok langsung mengambil posisi tiarap di koridor dan mulai menghitung urutan push up nya dengan cepat.

Sebetulnya, sedari tadi Sakti memang sudah memperhatikan kelakuan kedua prajurit usil tersebut dari kejauhan. Setelah menghukum keduanya, Sakti menghembuskan napas panjang. Tatapannya kembali jatuh pada helm Hello Kitty milik Rahma yang masih bertengger di stang motor. Alih-alih kesal, sudut bibirnya justru kedutan menahan senyum geli. Kehadiran benda pink imut itu di markas militer yang kaku ini entah bagaimana sukses mencairkan suasana hatinya, sekaligus memberinya alasan kuat untuk melampiaskan kekesalannya secara legal pada anak buahnya yang gemar bergosip.

Dengan langkah tegap dan wibawa yang kembali penuh, sang Komandan berbalik arah, berjalan menuju lapangan utama untuk memimpin jalannya apel pagi hari ini.

Bersambung...

1
Teh Euis Tea
sakti bilang aj udah cinta, pake acara gengsi segala, benar kt Salma klu udah di ambil orang baru deh nyesel
Teh Euis Tea
yg sabar Sakti km mah ganas main sosor aj
duhhh malu bgt ketahuan sm Salma, mau ngilang aj kelobang semut saking malunya🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ketangkap basah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
kalau udah ada rsa suka pasti bntr lgi cinta datang nih
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali, tinggal menunggu waktu saja kak
total 1 replies
Nar Sih
cemburu mu lucuu sakti ,dan bikin rahma sedih karena sikap mu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
dewi rofiqoh
Benar tu sakti apa yang sama bilang, klo kamu gk segera ungkapkan rasamu pada rahma keburu diambil orang tu si rahma🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
tau nih sakti klo suka bila g aja pake gengsian sgala liat Rahma akrab dgn laki2lain km cemburu hadeeh sakti
Uba Muhammad Al-varo
Sakti.......kena sama jebakan nya Salma,ayo jujur kamu sukakan, cintakan ke Rahma, jangan gengsi yang digedein /Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
hahahaha dasar sakti gengsi setinggi la git udah tau suka sama Rahma malah tidak mau mengakuinya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh Bun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
masih pagi wes delok sakti ambek rahma nag kasor🥱🥱🥱😁
Anonim
Aku suka
Anonim
🤭🤭🤭🤭
depoll_poll aje 😉😉😉
astagfirullah..
sakti u itu keterlaluan sekali SM s Rahma..
cemburu s cemburu tp sadar diri donk udh mantap blm hati u nya...
hahahaha kepergok s adik nya juga,,
gimna ya cerita selanjutnya...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
depoll_poll aje 😉😉😉
cie cie yg sakit cemburu jugaa.. hahahaha
kepo ya kamu dengan keakraban Rahma dengan pria lain... hihihihihi
Anonim
😍😍😍
Patrick Khan
cemburu kan kau sakti🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betoolll🤣
total 1 replies
Patrick Khan
q aja pengen bisa pakai motor gede lo..tp punya siapa yoan 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apalagi aku kak, yg ada nyungsep 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
aku lupa cara ciuman 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weleh... masa iya lupa, kak 🤣🤣🤣
kocak nih 🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
gak usah cemburu sakti ,dr adnan cuma mau bicara sbntr dgn istri mu tentang wanita pujaan nya yg kebetulan profesor nya rahma di kmpus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😄
total 1 replies
Nar Sih
wah ..rahma hebat lho bisa bwa motor besar suami nya👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!