Semua telah terjadi, Zhang Gu Yue tersadar akan segala kebodohan nya, namun semua telah sia-sia. Kini dengan tubuh yang telah hancur dan bayi nya yang bahkan belum sempat melihat dan merasakan bagaimana hangat nya sinar mentari, mereka sama-sama terkapar di atas tanah yang begitu dingin bak tak memiliki perasaan. Tubuh itu mati dengan segala rasa penyesalan dan rasa sakit yang tak terbayang lagi.
Namun kini ia, Zhang Gu Yue kembali diberi kesempatan terlahir kembali. Ia berjanji akan menebus segala kesalahan dan kebodohan nya di masa lalu.
📌 Note :
1. Jangan plagiat
2. Kalau gak suka ya udah gapapa gak usah di baca
3. Selamat baca bagi yang mau
4. Jangan lupa like, komen, dan follow
5. CERITA FIKSI (KHAYALAN PENULIS)
THANK YOUUU🤍
《 va_jiyoon 》
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon va_jiyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
《 06 》 Kembali untuk Merubah
...~ happy reading ~ ...
...♧♧♧...
Sudah satu bulan lebih Kekaisaran Jianrou terasa di teror oleh hujan yang terus turun begitu deras dan wabah penyakit yang mulai menyebar ke mana-mana. Tentu saja hal itu membuat Sang Kaisar Wang Tianzhi kewalahan. Banyak yang sudah mati karena wabah itu, tapi sampai saat ini seorang pun belum kunjung menemukan obat penawar nya. Penyakit itu cukup ganas, jika sudah melewati tiga fase yaitu demam, kejang, lalu lumpuh total dan belum juga ditangani dengan benar dalam waktu paling lama lima hari, maka orang itu akan meninggal.
"Yang Mulia, tolong perhatikan kesehatan anda" ucap Kasim Hui menatap sosok agung yang sudah tiga hari ini duduk termenung di dalam ruang baca nya tanpa tidur.
"Hahh... tidur pun aku tidak akan bisa tidur dengan benar. Apakah belum ada kabar satu pun orang yang bisa menyembuhkan penyakit aneh ini?" ucap Kaisar Tianzhi penuh harap.
"Maaf Yang Mulia" ucap Kasim Hui menunduk dalam.
"Hahh..." Kaisar Tianzhi menghela nafas lelah.
Sampai kapan ia akan terus mendengar kabar kematian dimana-mana, ia merasa tidak becus menjadi kaisar jika seperti ini. Setiap saat ia berusaha keras membaca catatan kerajaan, berharap menemukan kejadian serupa sehingga kini ia bisa menangani nya, namun sampai saat ini ia tak menemukan apapun.
"Yang Mulia, kini sudah waktu nya mengadakan rapat" ucap Kasim Hui.
"Hem baiklah, semoga ada kabar baik kali ini" jawab Kaisar Tianzhi.
Dengan langkah penuh wibawa dan aura agung, dia memasuki aula pertemuan dimana di sana sudah berkumpul petinggi-petinggi yang duduk sesuai status mereka masing-masing. Saat Kaisar Tianzhi masuk, semua langsung menunduk dan menyerukan pujian dan harapan kepada pemimpin Negeri Jianrou itu.
"Bangun lah, apakah ada kabar baik kali ini?" tanya Kaisar Tianzhi langsung pada inti nya.
"Menjawab Yang Mulia, tanggul di barat dan di timur sudah selesai dibangun ulang, sehingga rakyat tidak perlu khawatir lagi jika tanggul itu jebol atau rusak" ucap Sang Perdana Menteri Gu Yizhen, paman dari Zhang Gu Yue yang merupakan kakak kandung dari ibu nya.
"Bagus, tanggul adalah salah satu hal penting yang harus kita pikirkan. Menteri Gu, Zhen akan memberikan hadiah kepada kalian" ucap Kaisar Tianzhi.
"Terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia, hamba benar-benar tulus melakukan itu demi rakyat" ucap Menteri Gu Yizhen.
"Tidak masalah, itu sepadan dengan usaha mu. Apakah ada yang lain, penyakit itu, apakah sudah ada yang bisa menyembuhkan nya?"
Para petinggi itu pun serempak menundukkan kepala nya, sehingga seketika suasana hening tercipta, bahkan suara angin dingin yang menyapu pepohonan di luar sana bisa jelas terdengar. Melihat respon mereka yang sama setiap kali ia menanyakan hal serupa, ia sudah bisa menebak jika sampai saat ini belum ada obat penawar itu.
Papan pengumuman yang berisi hadiah bagi siapapun yang bisa menyembuhkan atau mencegah penyakit aneh itu pun terbengkalai begitu saja. Hadiah itu berupa berhak meminta satu hal kepada kaisar dengan ketentuan tertentu, diberi 100 tael emas, dan mendapatkan gelar kehormatan. Memang tawaran yang begitu menggiurkan, semua orang ingin, namun apalah daya mereka tidak memiliki kemampuan.
Di tengah keheningan yang tercipta, tiba-tiba kasim yang menjaga pintu masuk datang melapor jika ada seorang pengembara muda yang datang mencari kaisar. Dia mengatakan jika dia menemukan sesuatu yang begitu berharga.
"Bawa dia masuk" ucap Kaisar Tianzhi.
"Hormat hamba pada Kaisar Jianrou yang agung, semoga senantiasa diberi panjang umur" ucap pemuda itu dengan penuh hormat, bahkan tangan nya sampai gemetar karena gugup.
"Ku dengar kau menemukan sesuatu yang berharga, apa itu?" tanya Kaisar Tianzhi.
"Menjawab Yang Mulia, saat hamba mengembara ke gunung selatan hamba menemukan pedesaan kecil yang di huni tidak lebih dari seratus orang. Disana juga mengalami wabah aneh yang sama, namun setelah menetap tiga hari di pedesaan kecil itu, hamba mengamati jika penyakit aneh itu bisa di sembuhkan. Disana ada seorang gadis yang berhasil menemukan obat bagi penyakit aneh tersebut. Sehingga kini kematian tidak pernah menyentuh desa tersebut" ucap pemuda itu menjelaskan.
Seakan menemukan cahaya di tengah kegelapan malam, wajah Kaisar Tianzhi yang awal nya suram kini berangsur membaik begitupun para petinggi di aula pertemuan itu.
"Kabar baik! Zhen akan menuliskan dekrit untuk membawa gadis itu kemari. Kasim Hui bawa pemuda ini dan beri dia seratus keping perak dan beri dia tempat tinggal yang layak" ucap Kaisar Tianzhi begitu senang.
"Baiklah, rapat selesai. Kalian bisa kembali ke rumah masing-masing" ucap Kaisar Tianzhi lalu mengawali pergi dari aula pertemuan itu menuju ruang baca nya kembali.
"Hui, bagaimana kondisi Pangeran Ketiga itu?" tanya Kaisar Tianzhi.
"Menjawab Yang Mulia, Yang Mulia Pangeran ketiga kemarin pergi berjalan-jalan keluar bersama beberapa pengawal nya selama setengah hari dan kembali tepat sebelum makan malam" jawab Kasim Hui.
"Hem baiklah"
>>>>>
Kembali di mana Zhang Gu Yue berada, kini dengan kening yang mengkerut ia menerima titah dari Kaisar Tianzhi. Perkiraan nya salah, karena dekrit itu datang lebih cepat dari yang ia pikir kan. Walaupun sedikit terkejut, tapi untung lah dia sudah menyiapkan segala nya dengan matang jauh-jauh hari.
Kini setelah berkemas sedikit karena memang tidak banyak barang berharga yang ia punya, ia menatap pasukan kerajaan yang menjemput nya. Ternyata kaisar itu sangat murah hati sehingga mengirimkan orang kepercayaan nya dengan banyak pengawal berstatus tinggi hanya untuk menjemput nya. Bahkan bisa ia lihat jika kualitas kuda dan kereta kuda yang di siapkan benar-benar kualitas unggul.
Ia tau, Sang Kaisar itu sebenarnya menginginkan dia untuk segera tiba di ibu kota dan menyembuhkan penyakit aneh tersebut, bukan yang lainnya. Namun kali ini ia akan memberikan sedikit kejutan untuk mereka, terlebih keluarga nya.
Dengan mengenakan cadar dan setelah berpamitan pada ketua desa serta beberapa warga, Zhang Gu Yue masuk ke dalam tandu yang telah disiapkan oleh pihak kerajaan. Dapat ia rasakan jika perjalanan kali ini seakan mengejar waktu penting. Dia paham, pasti kondisi di ibu kota sudah cukup parah jadilah dia membuat strategi dari sekarang. Obat-obatan yang selama ini ia kumpulkan juga tak lupa dibawanya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar empat hari lama nya, kini rombongan yang membawa Zhang Gu Yue tiba di istana Kerajaan Jianrou. Setelah diberi waktu istirahat beberapa jam, kini Zhang Gu Yue dipanggil untuk hadir di aula pertemuan.
Zhang Gu Yue dalam balutan gaun putih sederhana dengan pita biru muda yang melingkar di perut ramping nya, rambut hitam panjang yang ia biarkan tergerai dengan ikat rambut sederhana karena memang dia belum mencapai usia dewasa, dan sebuah cadar putih guna menutupi kecantikan nya yang tampak sederhana namun terasa sangat elegan itu.
Zhang Gu Yue berjalan dengan tenang memasuki aula pertemuan yang sudah diisi oleh banyak nya petinggi-petinggi Jianrou termasuk ayah dan paman nya yang duduk di ujung dekat dengan singgasana kaisar. Dia juga bisa melihat dua pangeran itu turut hadir.
"Hormat hamba kepada Yang Mulia Kaisar, semoga senantiasa diberi umur yang panjang" ucap Zhang Gu Yue menunduk penuh hormat.
Dulu Kaisar itu mati di tangan anak nya sendiri dan salah satu alasan nya adalah dia, Zhang Gu Yue. Putra keduanya itu benar-benar membunuh ayah nya tanpa ragu untuk melindungi Zhang Gu Yue yang diperlakukan dengan tak layak serta mendapatkan beberapa penderitaan setelah menikah dengan Hangguang Feng.
Matanya pun sedikit melirik ke arah dua pangeran yang juga hadir di tempat itu. Sungguh bodoh dirinya di masa lalu yang tidak melihat mana yang seharusnya di jadikan musuh dan kawan. Ia benar-benar menyia-nyiakan seseorang yang bahkan rela mengorbankan segala hal untuk nya dan malah memilih seseorang berhati binatang, mungkin binatang saja jauh lebih baik dari pada lelaki itu.
Dan sial nya lagi, kini dia kembali menjadi tunangan dari Wang Hangguang Feng. Sorot matanya menggelap saat mengingat hal tersebut, namun ia dengan lihai mengontrol emosi nya.
Dan sial nya lagi, di kehidupan yang dewa berikan untuk kedua kali nya ini, dia kembali menjadi tunangan dari seseorang yang menjadi penyebab kehancuran nya dulu, Wang Hangguang Feng.
"Bangunlah, sekarang kau adalah harapan satu-satunya bagi Jianrou" ucap Kaisar.
"Hamba hanyalah gadis biasa dari pedesaan kecil, tidak berhak menerima harapan yang begitu agung tersebut, Yang Mulia" ucap Zhang Gu Yue lembut.
"Kau terlalu merendahkan diri. Baiklah langsung saja, kau sudah mengetahui bukan kondisi di ibu kota saat ini? hahh... mungkin sekarang sudah semakin memperihatinkan" ucap Kaisar Tianzhi menunduk lesu.
"Hamba paham Yang Mulia, hamba akan berusaha sebaik mungkin untuk Negeri Jianrou ini"
"Bagus, sesuai janji ku, apa yang kau inginkan sebagai imbalan nya nanti?" tanya Kaisar Tianzhi yang membuat atmosfer di ruangan itu tiba-tiba tegang.
"Sebelumnya hamba meminta maaf Yang Mulia" ucap Zhang Gue Yue langsung bersujud di bawah.
"Ada apa nona kecil? katakan saja apa mau mu, selagi tidak merugikan Jianrou, aku akan mengabulkan nya" tanya Kaisar Tianzhi bingung.
"Yang Mulia, hamba... hamba mengerti perkataan hamba ini memang lancang, namun mohon Yang Mulia Kaisar memberikan izin kepada seseorang yang bernama Zhang Gu Yue untuk dapat memilih pasangan hidup nya sendiri" ucap Zhang Gu Yue semakin memperdalam sujud nya, bahkan kini kening nya menyatu dengan lantai yang dingin.
Hening
Itulah yang dirasakan semua orang yang ada di aula pertemuan. Namun hanya ada satu orang yang tersenyum tipis di balik topeng hitam nya sambil menatap seorang gadis kecil yang saat ini terlihat seperti kucing kecil yang tengah meringkuk dan menggulung tubuh nya lucu.
...♧♧♧...
Tinggal nunggu part menikah dgn kekasih hati
😁😁😁😁
seru dan tegang