Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~
_____
Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.
Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.
Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.
Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.
Lalu bagaimana semua itu terungkap?
Yuk kita baca sampai selesai:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06. Mimpi Buruk
...🌻(Beri like dan komen)🌻...
Di waktu yang sama, Dean juga sudah tertidur pulas membuat Raka akhirnya merasa tenang tak perlu menghibur putri kecilnya itu lagi. Wajah Dean benar-benar menggemaskan, sesekali Raka menyentuh wajah putrinya dan entah apa lagi yang dia pikirankan sekarang. Disaat ingin berjalan keluar, Dean tiba-tiba saja menyebut seseorang.
"Kakak Cantik."
Raka terkejut dan akhirnya ingat dengan Wanita itu. Dean terlihat bahagia bersama wanita yang bernama Sovia Indriani karyawan baru yang direkrutnya sendiri.
"Tak aku sangka, ternyata dia bisa menenangkan putriku tadi hingga Dean bisa tertidur pulas."
Raka melihat Dean yang memeluk guling lalu beranjak menelpon seseorang.
"Selidiki wanita ini lebih lengkap, setelah itu beri tahu padaku!" pinta Raka menyuruh seseorang. Raka pun mematikan panggilannya lalu berjalan menuju ke kamarnya dan melanjutkan melangkah menuju ke arah jendela menatap keluar dengan mata biru miliknya.
Raka dapat melihat begitu banyak arwah bergentayangan di luar sana, akan tetapi Raka tidak melihat ada yang seperti Mira. Jika benar gadis pujaan hatinya itu benar-benar telah meninggal mungkin Raka pasti menemukannya diantara mereka.
"Mira, sudah enam tahun berlalu, di mana sebenarnya dirimu, mengapa aku belum juga menemukan keberadaanmu, hari ini aku bertemu seseorang yang mirip denganmu, tapi aku tak bisa membaca pikirannya, tidak seperti dirimu dulu."
"Kenapa ... kamu malah meninggalkanku dan mengakhiri hidupmu malam itu."
Raka memikirkan kejadian masa lalunya di mana Mira terjatuh dari jembatan gantung yang sedang tersenyum padanya.
"Argghhh!"
Raka emosi serta kesal, ternyata kemampuannya tak berguna sama sekali untuk mencari seseorang. Raka akhirnya berjalan menuju ranjang besar miliknya, menjatuhkan tubuhnya dan perlahan memejamkan mata lalu tertidur lelap sendirian.
Raka sudah lama mencari Mira namun keberadaannya masih belum dia temukan sampai sekarang juga.
🌻
🌻
Sedangkan di sisi lain, Sovia mulai lagi bermimpi buruk. Di dalam mimpinya, Sovia melihat seseorang yang begitu mirip dengannya dipenuhi darah di seluruh tubuhnya.
Sovia berlari menjauhi perempuan tersebut. Namun seketika Perempuan itu dengan cepatnya telah berada tepat di hadapannya, ketakutannya membuatnya menjerit di ruangan gelap itu. Lalu berteriak terbangun atas mimpi buruknya.
"Aaaaa!"
Keringat dingin membasahi dirinya. Jantungnya berdetak tak menentu hingga merasa sesak di dadanya.
"Kenapa, kenapa mimpi ini lagi?"
Sovia melihat jam menandakan masih pukul tiga pagi, lalu menoleh di sampingnya, terlihat putranya yang telah tertidur pulas sedikit membuatnya tenang.
"Siapa, siapa sebenarnya dia, kenapa aku harus setiap malam memimpikannya, wajahnya mirip denganku namun begitu menakutkan."
Sudah merasa mulai tenang, Sovia akhirnya kembali tertidur lalu menatap wajah putranya dulu dan kemudian memejamkan mata. Sovia memang selalu bermimpi buruk, mimpi buruk itu tak bisa lepas dari dirinya. Karena itulah misteri yang selalu menerornya.
Sementara arwah gadis yang duduk di kursi milik Deva, langsung mengangkat sebelah alisnya merasa heran.
"Ibunya pasti bermimpi buruk, aku melihat dari wajahnya, dia begitu ketakutan, apa yang dia mimpikan ya."
Karena penasaran dia berdiri dan mendekati Sovia, disaat ingin menyentuhnya terasa tangannya panas dan terasa perih membuatnya meringis kesakitan
"Auw ...."
"Pasti mimpinya begitu buruk, hingga aku saja tidak sanggup untuk melihatnya, hmp!!"
Gadis itu merasa kesal lalu perlahan menghilang di malam yang begitu dingin terasa menusuk di kulit. Keberadaan gadis ini membuat di sekitarnya terlihat agak menakutkan. Beberapa saat kemudian, gadis itu muncul kembali seperti memikirkan sesuatu.
"Hem, Bagaimana jika besok aku memberitahukan Bocah laki-laki cengeng ini, tapi dia pasti tak akan percaya padaku,"
"Arghh! Kenapa juga aku harus peduli dengannya."
"Eh, bentar. Ibunya tak dapat melihatku, dan cuma dia saja yang bisa melihatku. Apa jangan-jangan kemampuannya bisa saja diturunkan dari ayahnya."
"Hem ... dan juga di mana Ayah si cengeng ini, apa mungkin, sudah meninggal?"
Arwah gadis itu memikirkan di mana kemampuan Deva berasal sekaligus memikirkan di mana Ayah Deva juga. Namun seberapa pun dia berusaha memikirkannya tidak dapat memecahkan misteri ini.
...****...
...Jangan lupa, Like, Komen, Dan Vote...
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭