Arini tak menyadari jika dirinya telah menjalin hubungan dengan laki laki beristri dan saat Arini tau jika laki laki yang iya cintai dan yang telah menghamilinya merupakan pria beristri Arini pun memilih untuk pergi dan menjauh.
Terlebih saat tau dirinya hanya akan di jadikan alat untuk bisa memberikan keturunan untuk istri laki laki itu Arini pun memutuskan merahasiakan semuanya dan itu juga yang menjadi landasan untuk Arini memilih pergi dari laki laki yang sudah menipunya habis habisan.
" kamu boleh pergi dari ku tapi jangan pernah bawa anak ku karena aku menginginkan anak itu " ucap laki laki yang dengan sengaja menghamili Arini demi bisa memiliki anak.
Apakah Arini bisa benar benar lepas dari laki laki itu atau kah Arini harus benar benar memberikan anak yang selama ini iya rahasiakan dan sembunyikan demi bisa lepas dari laki laki yang ternyata masih memiliki istri yang sah ?
Dan bagaimana sebenarnya hubungan laki laki yang menghamili Arini dengan istri sahnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Kembali
Lima tahun telah berlalu dimana sejak memutuskan untuk menjauh dari Galuh, Arini dan Puspa memutuskan untuk pindah ke kota lain yang tak jauh dari kota dimana takdir mengubah hidup Arini sedemikian rupa.
" bunda, Ghina mau itu " ucap seorang anak kecil sambil menunjuk sebuah boneka beruang berwarna pink dimana ada tulisan love Daddy di pelukan boneka beruang itu.
" buat apa, bukan kah di rumah sudah banyak boneka ?" tanya wanita muda yang terlihat jauh lebih cantik dari lima tahun yang lalu.
" kalo bunda mu ngga mau belikan, biar ibu yang belikan " ucap wanita muda lainnya yang selalu ada di antara ibu dan anak itu.
" tapi Puspa jangan terus memanjakan Ghina seperti ini " ucap wanita muda itu yang tak lain adalah Arini dan wanita yang selalu bersama Arini dan Ghina tak lain adalah Puspa.
" bukankah kamu sendiri yang bilang jika Ghina juga anak ku jadi biarkan aku memanjakan anak ku " ucap Puspa sambil menggandeng tangan Ghina masuk ke dalam toko boneka dimana boneka yang Ghina inginkan terpajang di lemari kaca.
Arini pun hanya bisa mengikuti sahabat dan putrinya yang sudah masuk lebih dulu ke toko mainan, tapi Arini tak tau jika di dalam toko itu juga lagi lagi takdir akan mempermainkan dirinya dan mungkin juga putrinya.
" mas, boneka itu juga " tunjuk seorang wanita yang sepertinya sedang membeli begitu banyak boneka yang entah untuk apa.
" yang ini ?" tunjuk laki laki itu sambil mengarahkan telunjuknya ke arah boneka yang baru saja di ambil oleh Ghina.
" ini punya ku om " ucap seorang anak kecil sambil memeluk erat boneka yang sejak tadi iya inginkan.
Laki laki itu tertegun saat melihat wajah gadis kecil yang kini berdiri tepat di hadapannya tapi yang membuat laki laki itu termenung adalah wajah anak itu yang terasa tak asing baginya.
" Arini " ucap laki laki itu yang merasa melihat wanita yang sudah lima tahun iya cari bahkan hingga saat ini.
" Ghina ayo kita bayar boneka nya " ucap wanita yang berdiri tepat di belakang laki laki yang masih terus menatap ke arah Ghina.
Perlahan namun pasti laki laki itu pun berbalik untuk memastikan apakah wanita yang memanggil gadis kecil di hadapannya adalah wanita yang selama ini iya cari tapi harapan yang terlalu melambung tinggi akhirnya jatuh karena yang iya lihat bukan wanita yang iya cari tapi sahabat dari wanita itu.
" Puspa ?" tanya laki laki itu yang tak lain adalah Galuh, ya suami istri yang sedang membeli begitu banyak boneka tak lain adalah Galuh dan Malika yang sedang berkunjung ke sebuah panti di kota itu.
" om Galuh " ucap Puspa pelan tapi ucapan itu terdengar jelas oleh Arini yang berdiri tak jauh dari Puspa hanya saja terhalang rak boneka yang cukup tinggi.
" ayo Ghina kita bayar bonekanya " ucap Puspa yang mencoba mengajak pergi Ghina sebelum Galuh menyadari ke hadiran Arini di toko itu.
" tunggu Puspa " panggil Galuh yang bersiap mengejar Puspa tapi terhenti karena Malika menahan lengan Galuh sebelum Galuh pergi menjauh.
" mas, siapa wanita itu ?" tanya Malika yang memang baru mendengar nama Puspa.
" nanti mas jelaskan, saat ini yang harus kita lakukan adalah memastikan apakah dugaan mas itu benar atau tidak " ucap Galuh yang langsung pergi menuju kasir dan meski dalam kebingungannya Malika tetap mengikuti langkah Galuh yang sudah berjalan lebih dulu.
Lain halnya dengan Arini yang memilih untuk keluar dari toko boneka itu sebelum Galuh melihat dan menyadari kehadirannya.
" ada yang lain ?" tanya kasir toko itu saat menerima boneka beruang dari tangan Ghina.
" tidak hanya itu dan tolong cepat ya " ucap Puspa sambil melihat ke arah belakang dimana Galuh kini sudah berjalan ke arah dirinya dan Ghina.
" ibu gendong ya " ucap Puspa sambil menggendong Ghina karena Puspa tak ingin jika Galuh sampai mengambil Ghina dari dirinya.
" dengarkan ibu, jangan beritahu siapapun nama bunda, Ghina mengerti ? " bisik Puspa yang langsung di jawab anggukan dari Ghina sebelum Galuh dan Malika berdiri tak jauh dari mereka berdua.
" Puspa, siapa gadis manis ini ?" tanya Galuh tapi tatapannya tak pernah lepas dari Ghina yang semakin di perhatikan semakin membuat Galuh yakin jika gadis kecil itu adalah anaknya bersama Arini wanita yang hingga saat ini iya belum iya temukan.
" dia putriku " ucap Puspa sambil membayar boneka yang Ghina inginkan dan bersiap pergi sebelum Galuh bertanya lebih banyak tentang Arini.
" tapi "belum selesai Galuh mengatakan apa yang iya pikirkan sejak tadi Puspa dan Ghina langsung berbalik pergi meninggalkan toko, Galuh yang masih penasaran bergegas pergi mengikuti Puspa dan Ghina tanpa memperdulikan Malika yang terpaksa tertahan karena boneka boneka yang iya bawa.
" Bu maaf mohon di bayar dulu bonekanya " ucap pegawai toko yang sejak tadi setia membawakan keranjang dorong dimana boneka dan beberapa mainan pilihan Malika dan Galuh.
" tapi saya harus menyusul suami saya dulu " ucap Malika yang tak ingin sampai ada lagi rahasia yang di sembunyikan Galuh dari dirinya lagi seperti lima tahun lalu.
" tapi Bu, mohon di bayar dulu semuanya " ucap pelayan tadi karena ada beberapa mainan yang sudah di buka segelnya.
Dengan terpaksa Malika pun mengikuti penjaga toko untuk bisa membayar apa yang sudah iya dan Galuh pilih tadi, sedangkan Galuh berhasil menghalangi Puspa yang masih menggendong Ghina.
" tunggu, jika kamu lari maka apa yang om pikirkan sejak tadi memang benar " ucap Galuh yang yakin tanpa harus di jelaskan Puspa tau apa yang iya maksud.
" Puspa kamu disini ?"
" suami mu sudah pulang dan aku yakin dia pasti sangat merindukan kamu dan putri kalian " ucap Arini yang terpaksa keluar dari tempat persembunyiannya dan berbohong meminta Puspa pergi dengan alasan suami yang sebenarnya tidak pernah ada atau mungkin lebih tepatnya belum ada.
" ah iya terima kasih " ucap Puspa yang tau kenapa Arini mengatakan itu di hadapan Galuh.
" baiklah aku pulang " ucap Puspa yang bahkan masih menggendong Ghina yang membuat Ghina bingung kenapa bunda dan ibunya berbohong di depan laki laki asing ini.
" Arini " perhatian Galuh buyar saat melihat wanita yang iya cari kini ada di hadapan nya bahkan Galuh langsung melupakan Puspa dan gadis kecil yang sejak tadi mengusik pikirannya.
" om " sapa Arini yang mencoba bersikap biasa saja tapi berbeda dengan pikiran Arini yang terus memikirkan apa yang akan iya katakan pada Galuh.
" kenapa kamu pergi ?" tanya Galuh yang berjalan mendekat ke arah Arini yang malah melangkah mundur menjauh dari Galuh laki laki yang sudah menorehkan luka yang cukup dalam di hatinya.
" om rindu " ucap Galuh yang berhasil memeluk Arini yang tak bisa lagi melangkah mundur karena terhalang tembok sebuah toko.
" mas !!"
✍️✍️✍️ kenapa Galuh mengatakan rindu pada Arini sambil memeluknya setelah sekian lama mereka tak bertemu ? Dan bagaimana perasaan Malika saat melihat suami yang sangat iya cintai memeluk wanita lain di muka umum ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘