NovelToon NovelToon
Dijebak Menikah CEO Beristri

Dijebak Menikah CEO Beristri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eyha

ig : @dora_eyha

Kehidupan rumah tangga yang bahagia menjadi impian bagi setiap pasangan menikah. Namun, jalan terjal selalu siap menantang di masa depan.

Seperti yang dialami Daffin Miyaz Stevano dan istrinya Zafreena Evren Stevano, bertahun-tahun menikah mereka tak kunjung mendapatkan buah hati.

Hingga muncullah rencana gila dari Reena saat melihat Ayasya, janda muda yang di tinggal mati oleh suaminya.

Akankah, Daffin menuruti keinginan Reena?
Lantas, bagaimana nasib Ayasya sang janda muda?

Mari simak kisah romantis penuh haru yang di balut konflik dan intrik pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SELAMAT JALAN KAK ERLAN

Aku tersadar karena mendengar seseorang sedang terisak di sampingku. Begitu aku menoleh, aku melihat ternyata tante sedang menangis sambil menggenggam tanganku.

"Tante?" Dengan susah payah aku berusaha mengeluarkan suaraku.

"Aca!!! Terima kasih, Tuhan," ucap tante yang langsung memelukku yang masih terbaring entah dimana.

"Tante, kenapa disini?" Aku berusaha untuk bangun dan menyandarkan tubuhku.

"Tante ... Tante ...." Terlihat dengan sangat jelas bahwa tante sangat kebingungan.

Tante Ratih adalah adik dari mendiang ibunya kak Erlan. Nenek memiliki dua orang putri dan tante Ratih inilah putri bungsu nenek yang kini meneruskan tugas mulia nenek mengurus panti asuhan, tempat dimana aku di besarkan.

"Iya, Tante? Apa kak Erlan yang menghubungi Tante?" tanyaku, sambil terus memperhatikan sikap tante yang sedikit aneh.

Menyebut nama kak Erlan membuatku teringat pada suami tersayangku. "Tante, dimana kak Erlan? Oh, dan dimana Aca sekarang?"

Bukannya menjawab, tante Ratih justru kembali menangis dan kali ini tangisannya semakin memilukan hatiku.

"Tan?" Aku meraih tangan tante yang memucat dan terasa dingin. Aku pikir mungkin tante kedinginan karena suhu di ruangan ini yang terlalu rendah.

Pandangan mataku berkeliling mengamati seluruh ruangan, ingatanku berputar mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya hingga aku bisa berada di tempat ini.

Aku baru menyadari bahwa aku sedang berada di rumah sakit ketika tanganku terasa sakit saat aku mencoba untuk turun dari tempat tidur yang ternyata adalah bed pasien.

"Infus?" gumamku, menatap jarum yang menancap di tanganku.

Seketika, ingatanku terputar otomatis di dalam kepalaku seperti sebuah film. Aku ingat bagaimana aku bisa berada di sini. Aku ingat alasanku berada disini. Dan aku ingat jika...

"KAK ERLAN!!!"

Tante yang sedang menangis langsung merengkuh tubuhku saat aku meneriakkan nama kak Erlan.

"Aca, tenang, Sayang!" Aku merasakan tubuh tante ikut bergetar ketika memelukku.

"Aku harus melihatnya! Aku harus memastikannya sendiri!!!" ucapku lirih dengan mata yang masih di banjiri air mata.

Aku melepaskan paksa selang infus yang masih terpasang di tanganku. Aku bahkan tidak merasakan sakit sedikitpun saat melakukannya.

Dengan tubuh yang masih lemah, aku mencoba berjalan untuk menemui kak Erlan.

"Aca, tunggu!" teriak tante, kemudian menghalangi jalanku.

"Minggir, Tan! Aca mau lihat kak Erlan." teriakku sambil mendorong tubuh tante Ratih dengan kedua tanganku. Namun, karena kondisi tubuhku yang masih lemah, aku justru jatuh tersungkur di lantai.

"Sabar, Sayang," Pelukan tante Ratih kembali aku rasakan, tapi itu tidak menghilangkan rasa sesak yang memenuhi dadaku.

***

Setelah aku cukup tenang, tante membawaku untuk menemui kak Erlan dengan menggunakan kursi roda.

"Ingat, Sayang, kamu tidak sendiri!" Tante Ratih terus saja mengucapkan hal yang sama padaku sejak kami keluar dari ruang perawatanku.

Aku bosan menganggukkan kepala, jadi aku memilih untuk diam dan menatap hampa ke depan.

Tante menghentikan kursi rodanya di depan kamar jenazah, tempat dimana aku tidak sadarkan diri sebelumnya.

Tuhan, aku hanya berharap kau mau berbaik hati padaku dan mengatakan kalau "Aca, ini hanya mimpi buruk." Itu saja, Tuhan.

Harapanku musnah saat aku melihat om Rama keluar dari kamar jenazah itu dengan mata yang sembab sambil mengelap kacamatanya yang berembun.

Om Rama adalah suami dari tante Ratih. Mereka berdua tidak memiliki anak, mungkin itu sebabnya mereka sangat menyayangi kak Erlan.

"Aca?" Om Rama terkejut melihatku, kemudian bergantian menatap tante Ratih yang berdiri di belakangku.

"Kenapa kamu bawa Aca kesini?" tanya om Rama pada tante, tapi aku langsung menjawabnya. "Aca yang mau, Om,"

"Tapi, Ca -"

"Om! Kak Erlan suaminya Aca. Aca berhak menemui kak Erlan!!!"

"Iya, Om tahu. Tapi kondisi kamu saat ini tidak memungkinkan kamu untuk melihat Erlan." jelas om Rama, tapi itu justru membuatku semakin ingin melihat kak Erlan.

"Om, Aca sudah melewati banyak cobaan dalam hidup. Aca yakin, Aca kuat." tegasku. 'Walau air mata akan mengiringi setiap langkah hidupku.'

"Baiklah," ucap om Rama akhirnya, menyerah untuk berdebat denganku yang memang keras kepala.

Sungguh, aku bukannya bersikap seolah aku tegar atau apapun. Namun, aku hanya ingin memastikan bahwa kak Erlan sudah benar-benar pergi meninggalkanku.

Om Rama membukakan pintu ruangan itu dan mendorong kursi rodaku, menggantikan tante Ratih.

Berada di ruangan itu membuatku semakin merasa sesak, hawa dingin seketika menyergap saat aku memasuki ruangan tersebut.

Aku menutup mataku sepanjang berada di ruangan itu. Jujur saja, aku sangat takut melihat tubuh-tubuh terbaring tanpa nyawa itu. Seolah mereka semua sedang menatapku.

Aku membuka mataku saat kursi rodaku berhenti dan berhadapan dengan sebuah bed yang sudah terisi oleh raga tanpa nyawa.

Perlahan, seorang petugas yang ternyata sejak tadi menemani kami membuka kain putih yang menutupi sekujur tubuh yang terbaring kaku di atas bed.

'Tuhan, tolong ambil penglihatanku saat ini! Kumohon ....'

Aku melihat tubuh kak Erlan terbujur kaku di sana masih dengan menggunakan kemeja yang sama saat dia pergi ke kantor pagi ini.

Masih dengan tubuh yang lemah, aku berusaha untuk bangun dari kursi roda dan mendekati kak Erlan.

"Kak?" Lirihku memanggilnya. Aku mengusap pipi kak Erlan yang terasa sangat dingin. Perlahan, pandanganku turun dan melihat ada beberapa noda darah di kemeja kak Erlan.

"Darah?" gumamku, tak terasa air mata semakin deras mengalir di pipiku tanpa berniat aku menghapusnya.

"Tuan Erlangga terjatuh dengan benturan keras di kepalanya dan -" ucapan petugas itu menggantung karena aku langsung menatapnya.

"Cukup! Aku tidak ingin mendengarnya. Rasa sakit kak Erlan, tanpa kamu menyebutkannya pun aku sudah bisa merasakannya!!!"

Duniaku runtuh hari itu. Dunia seorang Ayasya Kencana sudah hancur bersama dengan kepergian seorang Erlangga Kencana.

***

Semua proses pemakaman kak Erlan, aku serahkan pada om Rama. Mereka berniat untuk menyemayamkan jenazah kak Erlan di kampung halaman bersebelahan dengan nenek dan kedua orang tua kak Erlan.

Sebenarnya, aku mau menuruti keinginan om Rama dan tante Ratih, tapi aku teringat keinginan kak Erlan yang ingin tetap berada di kota ini meski ajal menjemputnya.

Orang-orang mulai berdatangan dengan pakaian serba hitam yang membuat hatiku semakin di rundung nestapa.

'Hatiku sudah mendung! Tidak bisakah kalian memakai pakaian berwarna-warni yang bisa mencerahkan hari!!!' jeritku dalam hati, melihat orang-orang yang datang dan pergi ke rumahku.

Setiap orang yang hadir, walau dengan wajah-wajah yang asing. Semuanya memelukku dan memberikan ucapan bela sungkawa atas kematian kak Erlan.

Mereka semua hampir mengatakan kata-kata yang sama, mencoba memberiku kekuatan. Aku hanya bisa menatap mereka dan tak ingin mengucapkan apapun selain berterima kasih.

Kondisiku yang sedang hamil muda membuat tubuhku semakin lemah dan tak berdaya. Aku rasa, wajah pucatku hampir sama dengan wajah pucatnya kak Erlan yang sudah tidak bernyawa.

"Aca?" Tante Ratih menyentuh tanganku.

"Aca baik-baik saja, Tan," ucapku menoleh sekilas pada tante Ratih dan kembali memandang wajah teduh kak Erlan yang masih di hiasi senyuman hingga nyawa meninggalkan tubuhnya.

Saat aku mulai larut dengan kenangan indahku bersama kak Erlan, tiba-tiba saja terdengar kebisingan yang berasal dari luar rumah.

"Ada apa, Tan?" tanyaku pada tante yang baru saja kembali dari teras.

"Itu, Ca, ada tuan dan nyonya Stevano. Katanya mereka itu orang terpandang disini." ucap tante Ratih dengan wajah penuh kebingungan.

'Astaga!!! Aku sedang berduka dan mereka datang seperti seorang selebrita.'

Hallo semuanya 🤗

Jangan lupa jempol 👍 dulu sebelum atau sesudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇 agar author tahu kehadiran kalian 😘 Yang mau vote diam-diam juga boooleehh banget 🥰

I ❤U readers kesayangan kuhhh

1
Amylianamiralisa Liana
Luar biasa
tini karim
masa masih hamil lagi pingsan kok bisa nikah ..n entah walinya siapa .. meski cuman novel tp ya ga gitu juga cr nikahnya
Kurmila Wati
ko aku ngga nemu judul nya di noveltoon
RossyNara
/Good//Good//Good//Good/
Eyha: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Miya Wibowo
hahahahahaahhaha
Miya Wibowo
lh wes tamat
Eyha: lanjut cerita anak-anaknya Plankton, kak 🤗
total 1 replies
Miya Wibowo
shakaaa😭😭😭
fitri hutagaol
👍👍👍
fitri hutagaol
😭😭😭😭😭
fitri hutagaol
😭😭😭
Milo Chasanah
bagus🤩🤩🤩😛
Jarmini Wijayanti
suka banget
Surti
Erlan, Daffin, shaka dan Ayaya adalah cinta segi empat. tapi cinta sejati tak pernah salah memilih dan bersatu. sehingga Erlan dan shaka tahu bahwa cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan, sehingga memilih takdir meninggalkan dunia dan membawa cintanya untuk selama lamanya...
masya allah luar biasa ceritamu thorr,,, dari awal sampai di bab ini aku suka semuanya apalagi sifat ayaya huh yg begitu menggemaskan😘
Eyha: tengkyuu kakak 😘
total 1 replies
Surti
lily masih hidup, dia ada di hadapanmu fin telah menjadi istrimu
Surti
jawaban yg konyol 😂😂😂
Surti
aku suka dgn sikap ayasya yg keras dan tidak takut👍👍👍👍
Nani Rodiah
menarik🥰
Putri
lama lama bosen sama sikap si aca
Halimah Tusahdiah
😏
Haryanti Puji Rahayu
bagus ceritanya di awal awal, tp sampai disini kok Acha lama2 menyebalkan,, sudah Thor aku mbaca sampai disini saja ya,, semangat untuk Author nya💪💪
Eyha: siap 💪

Terima kasih kakak sudah menyelam sejauh ini 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!