NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Figuran Di Novel Sendiri

Transmigrasi Menjadi Figuran Di Novel Sendiri

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Lari Saat Hamil / Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:800.3k
Nilai: 5
Nama Author: yulia setiani

Ziva adalah seorang penulis novel romantis, tapi walaupun begitu dia tidak pernah sekali pun menjalin hubungan di dunia nyata.

tinggal sendiri tanpa orang tua,membuat dia semakin menutup dirinya tentang cinta, atau mungkin dia lebih ke tidak peka.

Suatu hari salah satu novel nya akan di jadikan sebuah film oleh salah satu sutradara, tapi mereka menyuruh ziva menambah peran figuran tambahan sebagai pemanis cerita.

Sebuah kejadian menimpa nya, dia di nyatakan koma setelah menolong seorang aktris papan atas, yang meninggal kan sebuah tanda tanya di akhir kesadaran ziva.

Keanehan terjadi saat dia bangun dan ternyata masuk ke dalam novel yang dia tulis, dan menajdi figuran menyedihkan yang dia tulis malam hari nya.

Posisi aneh di mana dia malah berpindah di saat sangat figuran telah melakukan malam panas dengan sang antagonis pria.

Bagaimana kelanjutan nya, ikuti kisah nya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 menolak bantuan silas

Sedang asik menatap kedua orang itu, agnetta terserak saat Silas yang menatap nya.

Agnetta langsung mengalihkan pandangan nya, untung ia memakai helm jadi kemungkinan pemuda itu tidak mengenali nya.

Namun salah, saat setelah beberapa saat mengalihkan pandangan nya, agnetta yang penasaran malah kembali menatap ke arah mobil Silas.

Dan sial, pemuda itu ternyata masih menatap nya, agnetta kaget tentu saja, hampir ia terjengkang dari motor nya.

Agnetta buru-buru Menyalakan kembali motor nya, setelah melihat tatapan tajam dari pemuda itu.

"Sial, menakutkan sekali. " gumam Agnetta lirih.

Kebetulan lampu merah juga sudah berubah warna, Agnetta langsung menjalankan motor nya kencang menjauhi mobil Silas.

Silas menatap kepergian motor sport yang di kendarai oleh gadis yang membuat nya merasa bersalah itu.

Ia tadi menatap tajam karena melihat Netta yang nekat menggunakan motor, padahal tadi pagi masih menangis kesakitan.

"Kenapa silas. " tanya lembut sosok perempuan di samping nya.

"ah tidak, kita lanjut ke supermarket kan. " tanya Silas lembut pada gadis yang ia cintai itu, Michelle.

"Iya, tadi mamah pesen bahan bahan buat persediaan di Restoran. " ucap Michelle lembut,

Silas mengangguk kan kepala nya, inilah yang ia suka dari Michelle dia selalu bahagia walaupun hanya hidup berdua dengan ibunya.

Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dan ibunya mendirikan sebuah restoran untuk biaya hidup nya dan sang anak.

Silas sangat suka perlakuan lembut Michelle pada ibunya itu, Silas jadi berfikir pasti bundanya akan sangat suka gadis lembut seperti Michelle.

Mereka pun berhenti di supermarket terdekat, dan saat turun Silas melihat motor sport yang di kendari oleh Agnetta tadi.

Dan benar saat mereka masuk, ia melihat sosok mungkin netta yang sedang memilih bahan makanan di sana.

"Ayo silas. " ajak Michelle lembut pada silas.

Mereka berjalan ke bagian sayuran, yang dimana Netta juga berada di sana, gadis itu terlihat lihai memilih bahan-bahan yang bagus untuk di masak,

Silas baru tau, ia kira gadis yang berasal dari keluarga cemara seperti Agnetta, akan membuat gadis itu menjadi manja.

"Loh netta kan, dari fakultas manajemen. " ucap Michelle menyapa Netta lembut.

Terlihat Agnetta yang tersentak kaget lalu menatap Silas dan Michelle, tidak lama gadis itu tersenyum.

"benar, Michelle dari fakultas hukum, dan em Silas dari fakultas manajemen. " ucap Agnetta berpura-pura mengingat nama mereka berdua.

"Iya, senang bertemu dengan mu di sini. " ucap Michelle tersenyum lembut.

"Iya, ah aku harus ke bagian lain, selamat tinggal. " ucap Agnetta saat melihat tatapan datar silas padanya.

Ia memilih pergi dari sana, lagi pula ia sudah selesai memilih bahan-bahan untuk dapur, sekarang ia ingin membeli cemilan.

Kebetulan Agnetta suka makanan sesuai mood nya, jadi ia memborong semua yang pedas, manis dan asin.

Yang ia suka sebenarnya, juga beberapa permen kesukaan nya, ah Agnetta jadi bahagia rasanya.

Setelah di rasa selesai, ia menenteng dua keranjang makanan milik nya, yang kebetulan sangat banyak.

Karena mengantri cukup panjang, jadi Agnetta memilih memakan beberapa eskrim untuk menunggu antrian.

Entah kesialan atau apa, yang tadinya netta mengantri di bagian paling belakang, tentang datang silas dan Michelle di belakang nya.

Dan mereka ikut mengantri juga, terlihat semua belanjaan milik Michelle di bawa oleh silas.

Pemuda itu seperti nya memang sangat jatuh cinta pada Michelle, Agnetta terkekeh untuk dirinya sendiri.

Mereka terlihat serasi sekali, jadi sebisa mungkin agnetta akan menyembunyikan kehamilan nya kelak pada Silas.

Ia merasa ini bayi nya saja, selagi ia bisa merawat nya sendirian, untuk apa sosok laki-laki di samping nya kan.

"Eh Agnetta kita ketemu lagi. " sapa Michelle tersenyum.

Netta membalas senyuman nya dengan menganggukan kepala, ia juga masih memakan eskrim nya.

"Belanja nya banyak banget. " tanya Michelle lembut.

"Iya, untuk kebutuhan dapur. " jawab Netta terkekeh.

"Loh, kenapa kamu yang belanja, aku kira kamu gak suka belanja bahan-bahan dapur. " ucap Michelle bingung.

Agnetta bingung juga mendengar itu, apa yang harus ia tidak suka dari belanja, itu kan salah satu healing terbaik nya.

"Kenapa aku harus tidak suka. " tanya Netta bingung.

"Aku kira, anak dari keluarga cemara tidak akan bisa melakukan pekerjaan dapur. " ucap Michelle terkekeh lembut.

Agnetta menyerit, gadis itu menghina nya secara halus atau bagaimana, ingin marah takut di selepet Silas.

Netta akhirnya hanya tersenyum saja membalas ucapan gadis itu, ia maju saat antrian sudah mulai maju juga.

Ia sedikit kesusahan membawa keranjang nya yang sangat berat itu, namun seorang pemuda membantu nya membawa keranjang belanjaan Netta.

Agnetta terkejut, begitu juga Michelle di belakang nya, karna yang membawa belanjaan netta adalah silas.

Setelah keranjang belanjaan itu, di letaknya di kasir, melihat pemuda itu mengeluarkan sebuah kartu dan memberikan nya pada kasir.

"Hitung dan bayar dengan ini, sekalian dengan yang di belakang gadis itu. " ucap Silas pelan.

Lalu setelah itu, silas kembali ke belakang agnetta dan membawa keranjang belanjaan Michelle.

Netta mencoba untuk biasa saja walaupun masih terkejut, kenapa dengan pemuda itu, aneh sekali.

"Kamu baik sekali, silas. "Ucap Michelle lembut.

Silas hanya tersenyum dan mengusap kepala gadis di samping nya itu, Agnetta berpura-pura tidak melihat saja.

Hingga kasir selesai menghitung semua belanjaan Agnetta, netta gadis itu segera membuat apk yang membayar semua belanjaan nya.

"berapa kak. "Tanya netta.

"semua nya 678k , kak. "Ucap kasir itu.

"tapii sudah di bayar sama mas yang di belakang nya. "Ucap kasir itu lagi.

Agnetta melihat ke arah Silas yang memang menatap nya juga, netta menghela nafas nya.

Ia tidak ingin terus-terusan mendapat bantuan dari laki-laki itu, ia tidak ingin terjebak dalam sebuah emosi yang akan membuat nya tersesat, iya cinta.

Netta menatap kasir itu, dan menggelengkan kan kepala nya tanda menolak.

"Em gak usah mbak, tolong balikin lagi aja uang nya, saya bisa bayar sendiri. " ucap Agnetta akhirnya.

"Begitu ya, apakah tidak papa. " tanya kasir itu terlihat bingung.

"Gak papa kok, mbak, mungkin mbak nya salah sangka, mas nya tadi mungkin mau bayar buat pacar nya yang ada di belakang saya. " ucap Agnetta tersenyum.

"Ah begitu, baiklah, pembayaran nya lewat xx ya mbak. " tanya kasir itu.

"Iya." ucap Agnetta tersenyum.

Ia meng scane barkot untuk membayar belanjaan nya, lalu menunggu kasir mengemas nya dalam sebuah dus.

Setelah selesai, kasir laki-laki membantu Netta membawa nya dan merapikan nya di atas motor.

"Makasih mas. " ucap Agnetta tersenyum.

Lalu gadis itu menjalankan motor nya dan bergegas pergi dari sana, ia tidak sabar menatap semua belanjaan nya di apartemen nanti.

sedangkan di dalam supermarket, barang barang Michelle sudah selesai di hitung, dan juga di bayar dengan kartu milik Silas.

Michelle menunggu di luar, karena mendapatkan telpon dari seseorang, dan Silas lah yang mengambil belanjaan di kasir.

"Ini mas kartu nya, uang yang di gunakan sebesar 500k milik, pacar nya. " ucap mbak kasir memberi tau.

**"

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 dah, padahal sesimple cerita begini dr awal kan ga pake drama amnesia sampe transmigrasi masuk novel segala 🤣 tp ya kalo ga begitu ga seseru ini wkwk bener2, otak aing kudu mikir baca nya 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
i see, ingatan masa kecil nya yg ilang akhirnya ikutan ke inget lagi ya akhirnya
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah pertanyaan aku ziva kan pas kecil hilang ingatan juga makanya pas remaja dia ga ngenalin nicolas sebagai temen kecilnya, trus di masa remaja dia amnesia lagi nah sekarang dia kebentur dia cuma inget bagian yg dia dr remaja doang sampe sekarang? bagian pas masa kecil dia sm nico masih lupa juga? apa begimana?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
pertanyaan aing, ni ibu panti dateng dr mane coba ujug2 bisa nya bawa ziva seakan akan ziva udah lama jd anak panti dia, kalo ni orang akal2 nya bapaknya ziva sm si xiera2 itu, beneran kalimat "biar bagaimanapun itu keluarga mu" ga berlaku ya, mau keluarga kek kalo jahat ya mending mutus hubungan orang keluarga red flag semua isi nya 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata beneran nicolas masuk juga ke novel 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
heh kocak lu yg keterlaluan yaa dasar aneh, anak mana juga sakit hati kalo ga di akuin giliran orang lain di akuin anak di depan orang2 kan sempre 😤🤬
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lagian pake ngide ngangkat anak segala tanpa persetujuan anak kandung nya ya siapa yg ga sakit hati 😩 penasaran apa sih isi otak orangtua macem gini, kok kepikiran ngangkat anak cuma karena anak nya gamau jd aktris sesuai yg dia mau emang solusi nya gitu banget ya 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
menurut inilah kenapa kadang pikiran orang kaya tu cari yg setara ya gini lho, maksudnya kaya nya bener2 seimbang kalo ada urusan bisnis dia memisahkan antara urusan bisnis dan keluarga, bisnis ya bisnis dia mau tau uang nya dipake kemana untung nya berapa, resiko nya apa aja buat jangka panjang dll kalo kaya tp ga setara aja gini, yg satu ngerasa bisa manfaatin yg lain sedangkan yg di manfaatin ya gamau rugi dong dia nanya gt, coba aja posisi nya dibalik keluarga delano yg bagian kaya raya lebih dr frederik pas ada yg mau ngutang 15M juga dia pasti nanya tu duit perputaran nya kemana dan gimana 😄
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok ga sungkan ya baru juga pertama ketemu langsung minjem duit wkwk 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
licik mungkin ya wkwk kalo cilik mah michelle ga mungkin jd mahasiswa tp jd bocah SD 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jangan bilang ini jiwa nya nicolas ternyata masuk ke novel jadi silas 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah iyakan kayaknya keluarga nya michelle itu sengaja ngaku jd keluarga netta buat nyiksa dia 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayaknya mulai paham aing, di dunia agnetta si michelle sm keluarga nya yg jd antagonis nya, dia yg tokoh utama proatgonis nya
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oo bapaknya agneta kembar kah ? trus istri nya alias yg ngaku jd ibu agneta itu muka oplasan kah dibuat mirip sm ibu agneta? 🙄🤨
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku juga pilih ga punya orang tua kalo modelan orang tua nya gini, giliran anak noyor kepala orangtua dibilang ga sopan giliran orangtua noyor anak di normalisasi, ga gitu ya, noyor tu ga sopan mau di lakuin orangtua sekalipun ke anak 😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo sampe tokoh michelle nya siluman ular bikin aku kali ini ga suka nama ku sendiri 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gapapa lho silas aku mah ikhlas kamu sama agnetta wkwk
Nuraishah❤💚
👍🏻
Unaa
setipe nihhh sm ziva🤣
Retno Palupi
xiera kah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!