NovelToon NovelToon
GADIS Tawanan ALVARO

GADIS Tawanan ALVARO

Status: tamat
Genre:CEO / Cintapertama / Tamat
Popularitas:347.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Encha

Hidup bahagia bersama keluarga tercinta tidak lagi berani Felica pikirkan sekarang setelah dirinya di jual oleh Pamannya untuk membayarkan semua hutang-hutangnya kepada seorang laki-laki dingin dan kejam.

Alvaro Vernando, Laki-laki keturunan Italia yang di kenal sebagai seorang Pengusaha Sukses Nomor 1 Di Dunia dengan sikap dingin dan kejamnya tidak akan memandang orang yang telah berhutang padanya dan juga berhianat dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 (Tidak ada bantahan)

Caca duduk di tepi ranjang setelah selesai membersihkan tubuhnya, dia masih penasaran dimana Pelayan kemarin kenapa bahkan setelah dua hari dia tidak bertemu dengannya dan dari kemarin pelayan lain lah yang selalu masuk ke dalam kamarnya.

"Permisi Nyonya, ini sarapan untuk Anda."

Caca langsung menoleh, matanya menatap pelayan yang dulu datang kembali. Dia segera beranjak bangun.

"Kamu tidak kenapa-kenapa kan?" Ucap Caca khawatir.

"Saya tidak apa-apa Nyonya."

"Terus dari mana saja kamu kemarin?"

"Saya hanya,-

"Tunggu, kenapa dengan wajah juga tangan kamu kenapa begitu banyak memar."

"Itu akibat kamu yang tidak menurut dengan semua perintah saya." Ucap Alvaro tiba-tiba masuk.

"Tuan"

"Ma-maksud Anda?"

"Dia lah yang bertanggung jawab dengan semua kebutuhan kamu, jadi selama kamu terus melawan saya maka dia lah yang akan mendapatkan hukuman."

Caca menggeleng.

"Jadi turuti semua perintah saya jika kamu memang tidak mau dia saya hukum."

Alvaro berjalan keluar setelah mengatakannya, sementara Caca menatap pelayan yang masih setia berdiri di sana.

"Saya minta maaf, karena saya kamu mendapatkan hukuman."

"Tidak Nyonya, ini memang konsekuensinya jika salah salah dalam bekerja."

Caca meras sangat bersalah, dia tidak tau jika nantinya akan menjadi seperti ini.

"Nyonya silahkan sarapan"

Caca mengangguk Dia tidak mau membuat semua orang menderita karenanya.

"Apa itu sangat sakit?"

"Tidak Nyonya."

"Siapa nama kamu?"

"Saya Lisa Nyonya."

"Lisa, kamu mau berteman dengan saya?"

"Tapi Nyonya saya hanya seorang pelayan di mension ini."

"Memangnya kenapa, apa kamu tidak mau berteman dengan Saya?"

"Bukan seperti itu Nyonya."

"Lantas?"

"Baik Nyonya saya mau berteman dengan Anda."

"Terima kasih Lisa, sekarang kita berteman."

Lisa tersenyum dan mengangguk.

Caca kembali menikmati sarapannya, setidaknya dia merasa senang karena memiliki seorang teman di mension ini.

Alvaro yang baru saja selesai sarapan pun segera keluar.

Terlihat beberapa pengawal langsung menundukkan kepalanya.

"Silahkan Tuan" Ucap Miko membuka pintu mobil.

Alvaro masuk ke dalam di susul Miko yang kemudian melajukan mobilnya keluar Halaman mewah Mension milik Alvaro.

"Miko"

"Ya Tuan"

"Cari tau semua tentang Gadis itu dan segera laporkan ke saya hari ini juga."

"Baik Tuan"

Alvaro kembali diam dan membuka tabletnya, dia membuka semua email masuk dari banyak perusahaan yang mengirimkan proposal kerjasama.

Semua sangat ingin bekerja sama dengan Perusahaan Vernans yang sangat terkenal dalam dunia Bisnis.

Namun, Alvaro tetap saja sangat teliti dalam setiap melakukan projek kerjasama. Dia tidak sembarangan menerima kerjasama dari mereka karena bukan tanpa sebab karena sudah pasti mereka hanya ingin membuat Perusahaan mereka naik daun karena bisa bekerjasama dengan Perusahaan Milinya.

Mobil sampai di depan sebuah Gudang mewah nan tinggi, Miko membuka pintu mobil dan mereka berjalan masuk.

"Selama Pagi Tuan" Sapa setiap karyawan yang bekerja di sana.

Alvaro terus berjalan tanpa menatap mereka, walaupun sikapnya yang sangat dingin dan kejam namun semua karyawannya sangat betah bekerja di sana. Bukan tanpa sebab, karena Alvaro memang peduli dengan semua Karyawan nya.

"Maaf Tuan, hari ini Anda ada janji untuk bertemu dengan dua Pemimpin Perusahaan yang ingin kembali mengajak kerja sama."

"Kapan?"

"Siang ini juga sore nanti, karena mereka akan kembali ke Negara nya malam ini."

"Siapkan semuanya dan kita setujui pertemuan itu."

"Baik Tuan"

"Jangan Lupa semua data tempat gadis itu."

"Baik Tuan."

Miko berjalan keluar.

Selama di Perusahaan, Miko lah yang selalu membantu Alvaro. Miko yang sebenarnya memang sahabat sekaligus teman kuliahnya dulu dan hubungan mereka sangat dekat. Namun jika berada di Perusahaan Miko akan bersikap profesional.

Alvaro membuka laptopnya dan langsung tersambung dengan CCTV di dalam kamar Caca.

Alvaro menatap Caca yang hanya duduk di sofa dan berpindah di kasur, berbaring dan kembali duduk.

Selama berada di Mension, Caca memang sama sekali tidak di perbolehkan keluar kamar.

***********

Di tempat lain, Dinda yang merasa khawatir dengan keadaan Caca pun berniat untuk pergi ke rumahnya.

Dia takut jika Caca sakit karena sudah beberapa hari Caca tidak datang ke Toko bahkan nomornya pun tidak bisa di hubungi.

Tok,,

Tok,,

Tok,,

"Permisi"

"Sebentar, Siapa sih pagi-pagi ganggu orang tidur saja." Ucap Mariska yang memang baru saja terbangun karena suara ketukan pintu rumahnya.

Ceklek.

"Kamu termasuk, mau apa datang pagi-pagi."

"Maaf jika saya mengganggu, tapi Saya hanya ingin mencari Caca. Sudah beberapa hari Caca tidak ke toko apa dia sakit?"

Mariska menghela napasnya.

"Caca tidak ada di rumah."

"Maksud Bu Mariska."

"Iya Caca gak ada di rumah, dia tidak pulang sejak dua hari kemarin."

"Astaga, dimana dia sekarang Bu, gimana dengan kabarnya. Apa Anda sudah mencarinya."

"Buat apa saya mencarinya, dia juga gak mau pulang sendiri. Sudahlah saya mau tidur lagi."

Brak.

Dinda kaget saat Mariska menutup kasar pintu rumahnya, dia selain khawatir dengan keadaan Caca.

"Astaga Caca, dimana kamu sekarang nak? apa kamu baik-baik saja? "

Dinda sangat khawatir dengan keadaan Caca, dimana dia harus mencari keberadaan nya.

Sedangkan Caca tidak memiliki saudara lain di sana dan hanya Keluarga pamannya namun mereka pun tidak tau keberadaan nya.

Dinda kembali berjalan keluar, perasaan nya tidak enak takut terjadi sesuatu dengan Caca yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

######

Caca yang sudah sangat merasa bosan pun tidak tau harus melakukan apalagi. Dia di Kurung di dalam sebuah kamar mewah namun tetap saja Caca terasa bosan karena dia tidak di perbolehkan untuk keluar kamar.

Akhirnya Caca pun berjalan menuju Balkon kamarnya, dia berdiri di sana.

"Kenapa begitu banyak penjagaan di mension ini, siapa sebenarnya laki-laki itu." Gumam Caca saat melihat begitu banyak penjaga berjas hitam yang berdiri di setiap sudut bahkan mereka terlihat begitu menyeramkan.

"Nyonya Anda sedang apa?" Ucap Lisa menghampiri Caca.

"Aku hanya bosan terus berada di kamar, apa aku bisa keluar?"

"Maaf Nyonya, tapi Tuan tidak mengijinkan Anda untuk keluar kamar."

Caca merasa kesal, dia seperti di penjara di sangkar emas tanpa bisa keluar sama sekali. Namun matanya menatap sebuah mobil masuk dan tidak lama terlihat Alvaro keluar.

Dalam hitungan detik, tatapan mata keduanya bertemu, Alvaro menatap ke arahnya dengan tatapan elang yang sangat tajam.

"Aku akan bicara dengannya."Lirih Caca

"Kenapa Nyonya?"

"Aku akan bicara dengannya"

"Apa yang mau kamu bicarakan." Ucap Alvaro yang kini sudah berdiri di depan pintu kamar.

Bagaimana bisa dia berjalan secepat itu, padahal baru saja dia turun dari mobil.

"Saya permisi Tuan" Ucap Lisa berjalan keluar."

"Apa yang mau kamu bicarakan, jangan membuang waktu saya"

Caca berdecak kesal, kapan sih laki-laki di hadapan nya ini tidak menyebalkan. Namun melihat tatapan matanya Caca merasa takut untuk mengucapkan.

"Sa- Saya bosan di kamar, apa saya boleh keluar?" Lirih Caca namun bisa di dengar Alvaro.

"Turuti perintah saya atau Lisa yang akan kembali dapat hukuman." Ucap Alvaro meninggalkan kamar Caca.

Deg.!!

Caca menggeleng, dia tidak mau kembali membuat orang menderita karena ulahnya.

1
HARTIN MARLIN
ya tamat
padahal aku mau mendengar kabar Amanda di siksa seperti pelayan nya dulu
HARTIN MARLIN
semoga di terima di sisinya
HARTIN MARLIN
semoga pernikahan mereka berjalan dengan lancar tidak ada yang menghalangi nya termasuk Amanda
rhani bhelLo💕
ini beneran udah tamat ka encha ???
ga ada bonus" chapter gtu 😁😁😁
Alex
terimakasih Thor, tapi sebenarnya aku menunggu Caca junior Thor🥰
HARTIN MARLIN
semoga rencana Amanda di ketahui oleh Alvaro agar pernikahan mereka lancar menjelang hari H
Myra Myra
hrp alvaro peka ngan keadaan ae skunk sbb amanda akn bikin ulah...sblm terjadi kena berjaga2
Reni Anjarwani
doubel up thor
HARTIN MARLIN
yang sabar ya Daniel kamu akan mendapatkan wanita yang terbaik untukmu
HARTIN MARLIN
alhamdulillah akhirnya up juga,makasih up nya
Widayati Widayati
kasian sekali Daniel.. kak berikan jodoh untuk Daniel yg baik seperti Caca yaa.
Risty Silaban
mana lanjutnya kak😇😇
merry jen
Caca jgn tlonginn lgg tu selaa biar nyesall ddlmm pnjraa ,,UD kmu tlongin biaya RS ya wktu kggrnn BKN y mksh mlhnn jdi kompor meleduk
lia musa
up nya biar banyak..jgn di skip..tiap hari ye..
kartika wayankartika
jadi laki kok gampangan sekali ya,udah nyakitin di maaf in jdi ksel bacanya
Siti Mulyana
double up thor.... nunggunya lama
Reni Anjarwani
doubel up thor
Siti Rahayu
kelamaan nulis bab_y 😬
Siti Mulyana
double up dong thor💪💪
Alan Alan
lanjut thor semngat up nya💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!