NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kitab Maha Tahu

Setelah ia kembali dan sampai di gubuk nya Chen er memasuki kamarnya dari jendela kamarnya yang masih terbuka

Malam itu Chen er sama sekali tidak menyadari bahwa ia telah masuk ke tahap awal perjalanan menuju dunia kultivasi.

Tanpa basa basi ia segera membaringkan badannya itu ke tempat tidurnya hingga akhirnya tertidur lelap.

Di dalam lautan kesadaran yang sangat luas dan sunyi, kepulan cahaya keemasan

tampak melayang berputar-putar layaknya kabut tebal tanpa suara sedikit pun.

"Benda apa ini? Apakah aku sedang bermimpi?" tanya Luo Chen memandang

sekeliling area asing yang dipenuhi pendaran cahaya hangat, menatap sebuah kitab

emas berukuran raksasa yang melayang diam tepat di hadapannya. Ada Sebuah jejeran tulisan besar ditengah-tengah kitab tersebut

'Kitab Maha Tahu'

Satu per satu aksara emas kuno perlahan muncul di atas lembaran pertama kitab

tersebut yang terbuka dengan sendirinya, menyimpan seluruh informasi seputar

dunia kultivasi. Tanpa ada suara yang terdengar, ia membaca barisan tulisan yang

menjelaskan bahwa benda tersebut adalah "Kitab Maha Tahu" kelas Surgawi yang

menyimpan seluruh metode kultivasi kuno, seni alkimia tingkat tinggi, formasi

segel spiritual, hingga rahasia terdalam dunia praktisi.

"Serigala Taring Angin, binatang spiritual tingkat satu berelemen angin," bisik

Luo Chen membaca barisan teks yang memaparkan informasi tentang

binatang-binatang spiritual beserta kelemahan mereka pada lembaran berikutnya.

"Kelemahannya berada di bagian lambung bawah yang lunak jika dihantam kekuatan

fisik murni, serta titik meridian di leher belakang yang rapuh terhadap serangan

tajam."

Lembaran kedua terbuka lebih lebar dengan sendirinya, memaparkan barisan aksara

baru yang menjelaskan secara rinci tentang sebelas tingkatan ranah kultivasi.

"Tingkatan ranah kultivasi terdiri dari Ranah Pemurnian Tubuh sepuluh tahap,

Ranah Kondensasi Qi sepuluh tahap, Ranah Manifestasi Qi sepuluh tahap, Ranah

Fondasi Spiritual sepuluh tahap, Ranah Inti Emas sepuluh tahap, Ranah Jiwa Baru

sepuluh tahap, Ranah Penyatuan Roh sepuluh tahap, Ranah Penguasaan Ruang tahap

awal hingga akhir, Ranah Integrasi Semesta, Ranah Transendensi, dan satu ranah

misteri yang tidak tercatat asalnya," gumam Luo Chen membaca barisan tulisan itu

dengan dahi berkerut.

Dengan sentakan keras yang membuat seluruh otot tubuhnya menegang, ia mendadak

terbangun dari tidurnya, mendapati dirinya telah berdiri di tengah-tengah

kamarnya yang berantakan parah dengan kursi kayu yang terbalik, kertas-kertas

berserakan, dan selimut yang berada di atas lantai tanah.

"Apakah aku mengalami mimpi jalan semalam? Kenapa kamarku bisa hancur berantakan

seperti ini?" tanya Luo Chen pada dirinya sendiri menatap sekeliling

ruangan kecilnya dengan heran, merasa bahwa fisiknya secara tidak sadar telah

mempraktekkan beberapa gerakan aneh dari kitab emas tersebut saat ia tidur.

"Chen'er, apa yang terjadi di dalam? Suara apa itu?" tanya Mu Xue

mengetuk pintu kamar kayu dari arah luar dengan nada suara yang cemas.

"Tidak apa-apa, Ibu. Aku... kurasa aku tidak sengaja menendang meja saat tidur,"

jawab Luo Chen memegangi kepalanya yang sedikit pusing, mencoba

menyembunyikan kebingungannya dari sang ibu.

"Rapikan lah kembali kamarmu setelah ini, Chen'er. Suara bisingnya sampai

terdengar ke halaman depan," sahut Mu Xue dari balik pintu sebelum langkahnya kembali menjauh menuju ke arah luar gubuk.

"Baik ibu.." jawab Chen'er singkat

Sambil merapikan kembali kursi kayu yang terbalik, Luo Chen mengepalkan tangan

kanannya perlahan, merasakan adanya aliran energi hangat yang sangat asing mulai bereaksi dan

mengalir aktif di sepanjang jalur meridian lengannya yang semula tidak ada energi qi sama sekali.

Satu jam kemudian, ia melangkah masuk ke dalam hutan bambu di kaki Gunung Tiga

Jari untuk memulai latihan fisiknya seperti biasa. Namun, begitu ia mengambil

posisi kuda-kuda rendah di bawah pohon bambu rindang, suara langkah kaki yang

tergesa-gesa kembali terdengar mendekat dari arah belakang.

"Akhirnya kau keluar juga, anak buangan," ujar Hu San melangkah keluar

dari balik rimbunnya pohon bambu bersama dengan empat orang pemuda desa bertubuh

besar yang memegang kayu pemukul di tangan mereka. "Kemarin teman jenakamu itu

menyelamatkanmu, tetapi hari ini tidak ada Ye Feng di sini untuk membantumu

mencuci wajahmu di atas tanah."

"Aku sedang berlatih," sahut Luo Chen berbalik arah untuk menatap wajah

Hu San dengan pandangan mata yang tenang dan dingin. "Pergilah jika kalian tidak

ingin terluka."

"Jangan banyak bicara!" teriak salah satu teman Hu San melangkah maju dan

mengayunkan kayu pemukulnya ke arah bahu kanan Luo Chen dengan kasar. "Mari kita

lihat apakah mulutmu akan tetap sombong setelah kami mematahkan kedua kakimu!"

"Pukul dia sampai dia memohon ampun!" seru Hu San sembari ikut menerjang maju,

melayangkan pukulan tinju kanannya yang keras tepat ke arah pelipis kiri Luo

Chen.

Sambil menarik napas dalam-dalam, Luo Chen tidak menghindar, melainkan mengambil

posisi bertahan dengan menyilangkan kedua lengannya di depan dada secara refleks

sesuai dengan instruksi bela diri yang tiba-tiba muncul di dalam kepalanya.

Dua orang pemuda desa itu melayangkan serangan mereka secara bersamaan,

mengincar rusuk dan bahu pemuda di hadapan mereka.

"Rasakan ini!" teriak Hu San mengerahkan seluruh kekuatan otot lengannya

untuk menghantam wajah lawannya.

Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, lengan kiri Luo Chen bergerak menepis

pukulan tinju kanan Hu San. Begitu kedua kulit mereka saling bersentuhan,

sebaris pola energi Qi berwarna emas terang yang sangat rumit mendadak memancar

aktif di sepanjang jalur meridian lengannya, memperkuat seluruh kepadatan otot

tubuhnya hingga berkali-kali lapat dalam sekejap.

Suara hantaman keras yang terdengar layaknya benturan dua lempengan besi tebal

bergema di dalam hutan bambu yang sunyi.

"Aaaaakh! Tanganku! Tanganku patah!" jerit Hu San seketika melompat

mundur dengan wajah yang memucat padam, memegangi pergelangan tangan kanannya

yang kini tampak membengkok aneh akibat cedera fisik yang luar biasa parah

setelah membentur lengan Luo Chen.

Melihat pemimpin mereka menjerit kesakitan hanya dengan satu tepisan pertahanan

ringan, tiga pemuda desa lainnya menghentikan ayunan kayu pemukul mereka di

udara dengan tubuh yang mendadak gemetar ketakutan.

"Lari! Dia monster! Kulitnya sekeras besi!" teriak salah satu teman Hu San

melemparkan kayu pemukulnya ke atas tanah berlumpur dan berlari menjauh

dengan panik, diikuti oleh rekan-rekannya yang membopong tubuh Hu San yang terus

mengerang kesakitan.

Sambil menurunkan kembali kedua lengannya, Luo Chen menatap telapak tangannya

sendiri dengan pandangan heran, menyaksikan pendaran pola energi emas tipis yang

perlahan meredup dan kembali masuk menyatu ke dalam pembuluh darahnya. "Aku...Aku berhasil menerobos ke Ranah Pemurnian Tubuh tahap kedua?" bisiknya dengan suara

yang bergetar halus sambil mengepalkan kembali tangannya.

"Kitab Maha Tahu! Dan semua informasi yang ada dipikiranku semalam, Ternyata semalam itu bukan mimpi!

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!