Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Asha baru saja menyusun jadwal Dirga satu minggu kedepan..
Asha hendak minum karena haus, namun ia melihat gelasnya yang kosong
" Kenapa gue ga isi daritadi sih "
Asha pun membawa gelas itu keluar dari ruangannya, saat ia keluar ia berpapasan dengan Dirga yang baru saja kembali
" Pak Dirga "
Dirga menghentikan langkahnya
" Ya "
" Sudah makan siang ?"
" Sudah "
Dirga langsung melanjutkan langkahnya mengabaikan Asha yang masih berdiri disana
" Kenapa ya sama Dirga, aneh "
Asha pun tidak memikirkannya, ia langsung pergi ke pantry untuk mengisi airnya
Diruangan Dirga masih memikirkan masalah cek dan vidio yang ia lihat
Dirga memejamkan matanya, kepalanya terasa sakit memikirkan semuanya
" Asha, apa benar Asha seperti itu "
Dirga memijit pelipisnya
Kevin masuk kedalam ruangan Dirga, melihat pria itu yang tidak baik-baik saja
" Kenapa Dir ? Pusing banget kayaknya "
Dirga mengangguk kecil
" Gue habis dari rumah Mamah "
" Oh, kenapa ? Nyokap jodohin lo lagi ? "
Dirga menggeleng
" Soal tujuh tahun yang lalu "
" Kenapa tujuh tahun yang lalu, Dir ? "
" Asha, dia ninggalin gue karena uang dari nyokap gue Vin "
" Harusnya kalau dia cinta sama gue, dia nolak uang itu Vin "
Kevin diam..
Kevin ingin menceritakan kebenarannya, namun ia tau bukan ranahnya untuk ikut campur masalah ini
Tapi Kevin pun tau, kalau selama ini Asha tidak menerima uang itu sepeserpun
" Jadi lo percaya sama nyokap lo, Dir ? "
" Awalnya gue nggak mau percaya, Vin "
" Tapi nyokap punya rekaman cctv dimana Asha nerima cek itu "
Dirga mengusap wajahnya kasar
" Terus lo mau ngomong ke Asha soal ini ? "
" Belum tau, karena sejujurnya gue sendiri nggak yakin Vin "
" Gue beberapa kali dengar Asha ngobrol sama Naufal, soal tujuh tahun yang lalu "
" Tapi sampai sekarang, Asha belum cerita ke gue Vin "
Kevin mengangguk singkat
" Gue paham Dir apa yang lo rasaian, tapi apa nggak sebaiknya lo dengerin dulu penjelasan Asha nantinya "
" Mungkin emang bukan sekarang "
" Tapi sampai kapan Vin ? Kalau emang dia punya alasan, harusnya dia jelasin ke gue Vin "
" Kalau soal cuma cek gue masih berpikir itu tipuan nyokap gue, tapi vidio itu Vin vidio itu jelas banget kalau Asha masukin cek itu kedalam dompetnya "
Kevin menghela nafasnya kasar
" Kalau emang lo percaya sama nyokap lo, ya silahkan "
" Gue cuma ngasih saran yang menurut gue baik aja Dir "
Dirga hanya diam..
Pikirannya yang kacau saat ini, membuat Dirga tidak bisa berfikir dengan baik..
....
Malam menunjukan pukul 9 malam..
Asha masih menunggu Dirga untuk pulang kerumah
Namun pria itu masih setia diruangannya
" Ko tumben ya jam segini belum ngajak pulang " kata Asha sendirian
Asha memutusnya untuk menghampiri Dirga di ruangannya
Tok. Tok.. Tok..
Perlahan Asha membuka pintu ruangan Dirga
Ia melihat Dirga yang masih menatap layar laptopnya
" Pak Dirga "
" Hmm "
" Sudah jam 9, apa nggak sebaiknya di lanjut besok Pak ? "
Dirga menutup layar laptopnya dan beralih menatap Asha
Namun tatapan itu bukan tatapan yang biasa Asha lihat
Tatapan dingin yang membuat Asha sedikit takut
" Jawab pertanyaan aku jujur Asha "
" Pertanyaan apa ? "
" Tujuh tahun yang lalu, kenapa kamu pergi ninggalin aku Sha ?"
Dirga bangun dari kursinya, berjalan menghampiri Asha yang berdiri tidak jauh dari meja kerjanya
Asha sendiri hanya diam sambil menundukkan kepalanya
" Asha jawab pertanyaan aku Sha, jangan diam Sha " suara Dirga sedikit lebih keras dari sebelumnya
" Aku nggak bisa jelasin sekarang, Dirga "
Dirga tersenyum pahit
" Kenapa ? Kenapa kamu nggak bisa jelasin ke aku sekarang ? "
" Ya karena -"
" Karena kamu ninggalin aku demi uang kan Sha ?"
Asha terkejut dengan apa yang Dirga katakan
Ia mengangkat wajahnya menatap Dirga
" Kenapa ? Kamu kaget kenapa aku bisa tau soal ini Sha ? "
Asha mengepalkan tanganya dengan kencang
" Sekarang kamu balik lagi demi uang lagi ?
" Kamu butuh uang berapa Sha ? "
" 100 Juta ? 200 juta ? Bilang Sha "
Mendengar ucapan itu, Asha langsung menampar wajah Dirga dengan kencang
" Kamu memang banyak uang Dir, tapi aku ga semurah itu "
" Kalau kamu pikir aku balik karena uang, salah Dirga "
Dirga tersenyum pahit
" Lalu karena apa kalau bukan karena uang Sha ? "
" Jawab Asha, jawab aku "
" ASHA JAWAB ASHA.. "
" ASHA"
" ASHA "
Asha terkejut saat seseorang menepuk pundaknya..
Tanpa ia sadari, ia tertidur diatas mejanya
" Cuma mimpi" batin Asha
Dengan nafas yang memburu ia membuka mata,
ia melihat Dirga disampingnya
" Pak Dirga "
" Ayo pulang "
Asha melihat jam menunjukkan pukul 10 malam
" Sudah jam 10 malam Pak "
Dirga mengangguk
Asha pun langsung menutup layar laptopnya dan bersiap untuk pulang
Kepala Asha sedikit pusing, saat ia mencoba berdiri ia kehilangan keseimbangannya
Dirga dengan cepat menangkapnya
" Kenapa ? '
" Nggak apa apa, cuma agak pusing "
" Hati-hati, bisa jalan kan ? "
" Bisa pak "
Segera mereka pun pergi meninggalkan kantor
Entah kenapa Asha merasa ada yang beda dari Dirga
Apa ada yang Dirga sembunyikan ?
Tapi Asha tidak tau..
Dan soal mimpi tadi
Kenapa terasa begitu nyata
Asha mencoba berpikir positif
Tapi entah kenapa Feeling nya merasa tidak enak
Sepanjang jalan menuju rumah, Dirga memasang wajah datar dan enggan menoleh
Asha pun mencoba cari tau karena rasa penasaran
" Pak Dirga "
" Hmm "
" Pak Dirga, lagi ada masalah ? "
" Nggak ada "
" Saya liat daritadi Pak Dirga seperti banyak pikiran "
Dirga tak menjawab
Dan Asha tak lagi bertanya
Sesampainya dirumah, Dirga langsung masuk kedalam kamarnya
Asha semakin yakin jika ada yang Dirga tutupi
" Semoga mimpi itu bukan pertanda buruk "
Asha pun naik ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang
Asha mengambil dompetnya, mengeluarkan cek yang masih ia simpan dengan rapih
" Andai dulu aku nggak pergi "
" Apa kita masih bersama ya Dir ?"
Dikamar Dirga sedang memandangi foto dirinya bersama dengan Asha
" Sha.."
" Nggak mungkin kan Sha kamu kayak gitu Sha"
" Kamu nggak mungkin milih uang dan ninggalin aku kan Sha ? "
Malam itu..
Di satu atap yang sama
Dengan kamar yang berbeda
Dua orang yang masih mencintai sedang bertarung dengan pikiran mereka masing masing
Mereka hanya menunggu waktu
Waktu yang menunjukkan sebuah keberanan dari tujuh tahun yang lalu