NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍


Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?

Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.

Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan di Balik Topeng

"Anning, dengarkan aku. Aku tidak bermaksud untuk berselingkuh. Dia adalah penyelamat masa kecilku, satu-satunya orang yang ada saat aku berada di titik terendah," suara Shen Changge masih mencoba untuk tetap tegas, meski tatapannya sedikit goyah oleh keberanianku yang tidak biasa.

Aku mendengus, sebuah tawa dingin lolos dari bibirku. "Penyelamat masa kecil? Sungguh alasan yang klasik, Jenderal. Kau pikir aku cemburu? Jangan terlalu percaya diri."

Aku melangkah mendekat, memperkecil jarak di antara kami hingga aku bisa melihat bayanganku sendiri di matanya yang berkaca-kaca karena bingung. "Bawa saja wanita itu ke sini. Akan kuberikan izin tertulis jika perlu. Bahkan, akan kuberikan secara gratis suami tampanku yang bodoh ini kepadanya. Silakan, bawa dia sekarang juga!"

Dalam hatiku, aku mengumpat habis-habisan. Enak saja dia mau membawa wanita 'teh hijau' itu ke rumah mahar pernikahanku. Ini adalah kediaman yang diberikan langsung oleh Kaisar, tempat suci yang dibangun di atas hukum kekaisaran. Membawa selir ke sini sama saja dengan cari mati dan menghina martabat keluarga Jenderal Tang. Dia benar-benar sudah gila, batinku dengan amarah yang mendidih.

Di sudut lorong yang tersembunyi dari pandangan mereka, Hou Juntian dan pengawalnya menyaksikan drama tersebut dengan napas tertahan. Juntian tidak bisa menahan diri untuk tidak menepuk jidatnya sendiri, merasa malu melihat kakaknya dipermalukan oleh istrinya sendiri.

"Tuan Muda Jenderal, bukankah Tuan Muda Shen sedang mencari mati di depan istrinya sendiri?" bisik pengawal Juntian dengan polosnya. Pertanyaan itu membuat Juntian harus menahan tawa, bahunya bergetar hebat.

"Kau lihat sendiri kan? Jadikan ini contoh pelajaran berharga jika kau nanti menikah," balas Juntian, yang langsung disanggupi oleh pengawalnya dengan anggukan mantap.

Pengawal itu kembali berbisik, "Tuan Muda Jenderal, sepertinya Nona Muda tidak perlu senjata tajam untuk membunuh lawannya. Lidahnya saja sudah cukup mematikan."

"Benar. Ocehannya saja sudah bisa membuat jantung berhenti berdetak," sahut Juntian. Kalimat itu membuat bulu kuduk sang pengawal berdiri ngeri, menyadari betapa mengerikannya sosok Tang Anning yang selama ini dianggap lemah dan tak berdaya.

Sementara itu, di Paviliun Jinsheng, suasana jauh berbeda. Mo Jiu masih duduk di sana, terpaku memikirkan setiap kata yang diucapkan oleh "Xiao An", pemuda asing yang baru saja ia kenal. Pikiran Mo Jiu terganggu, tidak tenang seperti biasanya. Namun, lamunannya buyar ketika seorang pengawal pribadinya masuk dengan tergesa-gesa, berlutut di lantai dengan kepala tertunduk dalam.

"Lapor, Tuan Muda Pertama. Ada kabar dari kediaman utama. Nona Muda Tang Anning sedang marah besar kepada Tuan Muda Shen," lapor pengawal itu.

Mo Jiu terdiam. Dia memproses informasi itu dengan lambat, matanya menatap kosong ke arah gelas porselen di depannya. Kenapa? Kenapa hatiku terasa tidak nyaman mendengar dia sedang dalam masalah?

"Siapkan kereta. Kita kembali ke kediaman sekarang juga," perintah Mo Jiu yang berdiri melangkah ke luar paviliun.

Namun, saat baru saja melewati pintu utama paviliun, seorang gadis berpakaian compang-camping berlari kencang ke arahnya dan menabrak dadanya. Gadis itu jatuh tersungkur, menangis histeris. Di belakangnya, beberapa pria kasar dengan pedang terhunus tampak mengejarnya.

Pengawal Mo Jiu dengan sigap mengeluarkan pedang mereka, membentuk formasi pelindung di depan tuan mereka.

"Tuan Muda, tolong aku! Mereka hanya ingin menyakitiku! Jangan biarkan mereka menangkapku!" jerit gadis itu sambil memegang ujung jubah Mo Jiu, wajahnya penuh dengan air mata ketakutan yang tampak sangat nyata.

Mo Jiu mengernyitkan dahi. Ia memandangi pria-pria kasar itu, lalu melirik gadis di kakinya dengan tatapan yang sulit dibaca. Dengan satu isyarat tangan, ia memerintahkan pengawalnya untuk menangkap gerombolan pria yang mengejar itu. Tidak butuh waktu lama sebelum mereka semua terkapar di tanah, tak berdaya.

"Kau... pergilah sekarang, sebelum aku berubah pikiran," tegas Mo Jiu dengan suara sedingin es, matanya menatap gadis itu tanpa sedikit pun simpati.

Gadis itu tidak beranjak. Sebaliknya, ia justru merangkak maju, mencoba menyentuh tangan Mo Jiu. "Tuan Muda, izinkan hamba melayani Anda sebagai balas budi karena telah menyelamatkan nyawa hamba. Hamba tidak punya tempat untuk pulang..."

Tatapan Mo Jiu berubah. Bukan karena iba, melainkan karena rasa muak yang luar biasa. Baginya, pemandangan ini hanyalah gangguan yang tidak berarti.

"Pergi sebelum aku membunuhmu sendiri di tempat ini!" suara Mo Jiu menggelegar, lebih dingin dari embusan angin musim dingin di Utara.

Gadis itu terlonjak, wajahnya sepucat kertas melihat kilatan niat membunuh di mata Mo Jiu. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia segera bangkit dan lari terbirit-birit.

Mo Jiu tidak memedulikannya lagi. Pikirannya kembali melayang ke sosok Anning. Ia merasa ada sesuatu yang janggal, sebuah tarikan batin yang tidak bisa ia jelaskan secara logika. Setelah bertahun-tahun hidup dalam kesepian dan kekerasan, sosok yang berani melawannya dengan kata-kata—bukan dengan pedang—ternyata memiliki dampak yang lebih kuat daripada yang ia duga.

Selama perjalanan, ia terus bertanya pada dirinya sendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa ia peduli? Mengapa ia merasa perlu untuk segera kembali ke kediaman? Apakah ini sekadar rasa penasaran, atau sesuatu yang jauh lebih dalam?

Di dalam kereta yang melaju cepat membelah malam, Mo Jiu menutup matanya. Bayangan wajah Tang Anning, yang selama ini hanya ia anggap sebagai istri formalitas, kini muncul dalam benaknya, menghantui setiap sisi pikirannya. Ia tahu, setelah malam ini, tidak akan ada lagi hidup yang tenang baginya. Permainan emosi yang ia kira telah ia kuasai, kini justru berbalik menjerat dirinya sendiri dalam labirin perasaan yang tak berujung.

1
Seven Wann
karakter fl nya terlalu menye menye
Xue Lian: aduh kak... author baru pertama kali nulis karakter fl nya menye-menye...lain kali author buat karakter nya lebih badas ya🤭🤭
total 1 replies
Xue Lian
Hai...reader!!!

Terimakasih yang sudah spam like.

author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.

author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.

bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".

pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰

ditunggu ya😍
Xue Lian
Hai, para Readers! 👋🥰

Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.

Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖

Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.

Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨

Salam manis,

Author Diah Nation29 🌸
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!