"Aku akan membiayai pengobatan ayahmu,tapi sebagai gantinya......Aku membutuhkan tubuhmu untuk mengandung benihku'' lelaki itu berucap dingin
"Setelah anakku lahir,kau boleh pergi dari hidup kami!" sambungnya
novel ini menceritakan seorang pria yang bernama bayu aditya nugroho seorang pengusaha sukses,tampan,dan berhati dingin.
lalu dia tanpa sengaja bertemu dengan Naila larasati,seorang gadis berumur 21 tahun yang rela banting tulang untuk berobat ayahnya.
ingin lebih dekat? plis add IG:_rinakim10 :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LELAKI GILA!
Di dalam ruangannya bayu terlihat tersenyum menatap map coklat yang ada diatas mejanya. dia akan mendapatkan nya!bagaimanapun caranya wanita itu harus tidur dengannya.bayu bertekad
bayu mengarahkan tangannya pada sebuah telepon yang ada di pojok meja kebesarannya,menekan nomor 1 yang langsung terhubung kepada sekretarisnya bima.
"bim, bawa gadis itu kehadapanku malam ini!katakan aku mau membiayai Pengobatan ayahnya!'' titah bayu pada sekretarisnya bima.tanpa banyak bertanya bima langsung meng iya kan perintah sang atasan dia tahu jika atasannya itu sedang tertarik dengan wanita yang dia selidiki.tapi entah kenapa bima berharap bahwa wanita itu bisa membuat bayu berubah menjadi lebih manusiawi.
bayu menutup telpon nya,meletakkan gagang telpon itu kembali ketempatnya.sekilas dia melirik ke arah figura yang ada di atas mejanya,tersenyum kemudian berkata.
"maafkan aku sayang,kurasa aku akan bersenang senang selama beberapa hari ini dengan wanita itu" ucapnya sembari mengelus figura itu.terlihat ada wanita cantik yang tersenyum kearahnya,dia adalah wanita yang sudah menemaninya selama beberapa tahun ini.istrinya lebih tepatnya Alm istrinya.
Disisi lain Naila terlihat berjalan dengan langkah gontai menuju ruang rawat ayahnya.dia sungguh sudah habis akal,dimana dia akan mendapatkan uang untuk ayahnya? dia sudah meminjam uang kepada tetangga,kepada dewi dan kepada managernya di bar,tapi tetap saja tidak cukup.
Naila berhenti didepan ruangan 203,ruangan ayahnya.
'apakah dia memang harus menjual tubuhnya? hanya itu cara yang tercepat untuk menghasilkan uang' pikirnya
Naila terduduk dilantai di depan ruangan ayahnya,menggapai lututnya kemudian memeluknya dan menenggelamkan wajah cantiknya diantara lututnya.perlahan terdengar isakan isakan pilu yang keluar dari bibir mungilnya.
"ayah......." isaknya pilu
Setelah puas menangis,Naila berdiri membenarkan bajunya yang kusut karna ditekuk kemudian membersihkan wajahnya dengan tissue lalu masuk ke ruang inap sang ayah.
diatas ranjang terlihat pria paruh baya yang terbaring lemah tak berdaya dengan selang yang memenuhi tubuh lemahnya.
Naila perlahan mendekat kearah pria paruh baya kemudian menggengam tangan ayahnya.
"yah ayah denger suara Ila kan?ayah bangun dong jangan tinggalin ila,kalo ayah ga bangun terus ila sama siapa nanti?" ucap naila kembali terisak.
"ayah tenang aja ila pasti dapetin uang buat operasi ayah,ayah yang kuat ya" ucap naila disela isak tangisnya
Tok tok
Naila menoleh ke sumber suara.siapa?dia tidak sedang menunggu siapapun hari ini
"ya? masuk" ucapnya sambil menghapus sisa air mata yang masih menganak sungai diwajahnya.
"maaf nona,saya utusan dari tuan bayu aditya nungroho"
"bayu.......aditya nungroho?" tanyanya.rasanya dia pernah mendengar nama itu tapi dia lupa dimana
"iya nona,beliau berkata jika dia akan membiayai pengobatan ayah nona?" ucap lelaki itu yang tak lain adalah bima.ucapan bima membuat kedua bola mata Naila sontak membesar begitupun dengan mulutnya yang otomatis membentuk huruf 'O'.membuat bima yang melihat tidak berkedip sedetik pun.sangat lucu pikir bima.
"atas dasar apa?'' tanya naila kemudian setelah membenarkan ekspresi wajahnya
"saya juga tidak tahu nona,tuan bilang nona harus ikut saya menemui tuan" jawab bima
"baiklah ayo!" ucap naila dengan semangat 45 yang berkobar dimata nya
siapa gerangan pria baik hati yang mau membiayai pengobatan ayahnya? apakah dia bermimpi? naila membatin
Naila mengikuti langkah lebar bima,sambil sesekali mengumpat dalam hati.bisa bisanya ada pria yang sangat tak peka seperti pria dihadapannya ini yang tega melihat seorang perempuan imut sepertinya berjalan tertatih? sungguh lucu!.sungut naila dalam hati
"maaf tuan bisakah kau sedikit memelankan langkahmu?kaki ku sakit karna harus mengimbangi langkahmu" ucap naila setelah puas mengumpati bima didalam hatinya
Bima memelankan langkahnya kemudian tersenyum.
"panggil bima saja nona,maaf karna sudah membuat kakimu sakit" ucap bima sembari memelankan langkahnya.Naila ternganga jika dia tahu responnya akan seramah ini sudah dari tadi dia mengutarakan keluhannya tanpa harus membuat kakinya yang indah merasakan sakit.
mereka sampai pada sebuah mobil SUV didepan rumah sakit,bima membuka kan pintu dibelakang untuk Naila,sedangkan dia masuk ke kursi depan dibalik kemudi.
suasana sangat hening selama 10 menit perjalanan.Naila sangat penasaran kemana dia akan dibawa
"emm bima kemana kita akan pergi?" tanya naila kemudian
"bertemu tuan muda nona" jawab bima
"huft! iya aku tahu tapi kemana?"
"kerumah tuan muda"
"apa?! kenapa kerumah dia?"
"saya juga tidak tahu nona"
"dia tidak akan macam macam denganku kan?"
"saya tidak tahu nona" naila menghembuskan nafasnya kasar
tidak tahu tidak tahu! lalu apa yang kau tahu batin naila berteriak
setelah mengemudi sekitar 35 menit mereka akhirnya sampai disebuah rumah mewah dikawasan elit di jakarta.Naila meremas jarinya yang sudah berkeringat bagaimanapun dia wanita yang juga mengenal kata takut.
"silahkan turun nona" ucap bima setelah membuka pintu mobil yang ditumpangi naila.setelahnya bima kembali masuk kedalam mobil itu.
"hei kau mau kemana?" tanya naila panik
"saya mau pulang nona"
"bagaimana bisa kau meninggalkan ku disini? aku bahkan tak tahu siapa yang akan aku temui"
"nona tinggal masuk saja diruang tamu sudah ada tuan muda" ucap bima sembari menutup kaca mobilnya yang sempat dia buka
" hei tap-" terlambat! sebelum dia bisa menyelesaikan kata katanya mobil yang memebawanya kemari tadi sudah melaju dengan kencangnya
naila menatap rumah itu dengan tatapan harap harap cemas,meremas ujung rok yang dia pakai.
apakah aku harus masuk?tapi aku takut.aku harus masuk! ini demi ayah!
setelah sekitar 15 menit naila berperang dengan batinnya sendiri akhirnya dia memutuskan untuk masuk.
tok tok tok
"masuk" seru pria dibalik pintu besar itu
Naila perlahan membuka pintu itu lebar lebar antisipasi jika lelaki yang bersuara tadi akan berbuat macam macam dengannya dia akan bisa langsung kabur karna pintu sudah terbuka lebar.
Naila berjalan perlahan kearah lelaki yang sedang duduk di sofa ruang tamu.terlihat lelaki itu melipat koran yang sedang dia baca.dan untuk sekian kalinya pria itu membuat naila ternganga 'lagi'.
"kau...lelaki brengsek yang menyentuh bokong berhargaku!?"
"hahah ternyata kau masih ingat" ucap bayu sembari membenarkan posisi duduknya
"kau..mau apa kau?'' ucap naila
"tenang nona,duduk dulu disini aku akan menawarkan penawaran yang sangat menarik dan tentu saja ini tentang ayahmu" ucap bayu lagi.mendengar kata ayah naila kembali teringat tujuan awalnya datang kemari.dengan berat hati dia pun menuruti permintaan pria mesum dihadapannya ini
"apa mau mu?" tanya naila to the point
"aku akan membiayai biaya pengobatan ayahmu,tapi sebagai gantinnya aku membutuhkan tubuhmu untuk mengandung benihku" ucap lelaki itu dingin
"setelah anakku lahir,kau boleh pergi dari hidup kami" sambungnya
Naila tak percaya dengan apa yang dia dengar.apa lelaki ini sudah gila?bisa bisa nya dia meminta hal seperti itu padanya
"APA KAU SUDAH GILA?! AKU TAK AKAN SUDI MENJUAL ANAKKU PADAMU!TERIMAKASIH ATAS TAWARANNYA TAPI MAAF AKU TIDAK BERMINAT" Naila berucap dengan lantang
.
.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu