NovelToon NovelToon
Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Puteri Pengganti Untuk Pangeran Buruk Rupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.

Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Putra Permaisuri

​Kejatuhan Permaisuri dan Jenderal Liu tidak lantas membuat istana menjadi tenang. Di ujung koridor aula besar, seorang pemuda berdiri mematung dengan rahang mengeras. Ia adalah Pangeran Mahkota Wang Han, putra kandung Permaisuri sekaligus kakak tiri Zhi Chen.

​Wang Han baru saja kembali dari perjalanannya di wilayah selatan hanya untuk melihat ibunya diseret seperti tawanan ke Istana Dingin. Matanya yang merah menatap tajam ke arah Xiao Xiao dan Zhi Chen yang baru saja keluar dari aula.

​"Zhi Chen!" teriak Wang Han dengan suara parau.

​Langkah kaki Zhi Chen dan Xiao Xiao terhenti. Mereka berbalik dan mendapati sang Pangeran Mahkota berjalan cepat mendekati mereka. Wajah Wang Han yang biasanya terlihat bijaksana kini dipenuhi amarah yang meluap-luap.

​"Kau puas?" desis Wang Han tepat di depan wajah Zhi Chen. "Kau menjebak ibuku dan menghancurkan martabat keluarga kami di depan seluruh pejabat. Apakah ini caramu membalas dendam karena kau dibuang ke perbatasan?"

​Zhi Chen menatap kakaknya dengan dingin, tidak ada sedikit pun rasa takut di matanya. "Aku tidak menjebak siapa pun, Kakak. Ibu Permaisuri jatuh karena beratnya dosa yang ia pikul sendiri. Seharusnya kau bertanya pada dirimu sendiri, ke mana perginya dana gandum rakyat selama kau asyik berpesiar di selatan?"

​Wang Han hampir saja melayangkan pukulan, namun ia menahan dirinya saat melihat Xiao Xiao berdiri dengan tenang di samping Zhi Chen.

​"Dan kau," Wang Han beralih pada Xiao Xiao, suaranya kini terdengar meremehkan. "Putri Jenderal Liu. Kau mengkhianati ayah kandungmu sendiri demi seorang pangeran cacat. Apakah kau pikir posisi sebagai istri Pangeran Keempat akan melindungimu saat aku naik takhta nanti?"

​Xiao Xiao melangkah maju satu tindak, memberikan hormat yang sangat sempurna namun matanya menatap lurus ke dalam mata Wang Han.

​"Pangeran Mahkota, mohon jaga ucapan Anda," ujar Xiao Xiao dengan suara lembut namun tegas. "Hamba tidak mengkhianati siapa pun. Hamba hanya memilih untuk setia pada kebenaran dan hukum kekaisaran. Jika menurut Anda melindungi koruptor adalah bentuk kesetiaan keluarga, maka hamba khawatir akan masa depan rakyat di bawah kepemimpinan Anda."

​Wang Han tertegun sejenak. Ia tidak menyangka wanita ini begitu berani menjawab perkataannya. "Kau benar-benar rubah yang pandai bicara."

​"Hamba hanya bicara sesuai fakta, Pangeran Mahkota," balas Xiao Xiao. "Dan mengenai perlindungan, hamba tidak butuh dilindungi oleh status. Hamba lebih suka membangun dinding hamba sendiri."

​Zhi Chen merangkul pundak Xiao Xiao, menariknya agar sedikit menjauh dari Wang Han. "Ayo pergi, Xiao Xiao. Kita tidak perlu membuang waktu untuk bicara dengan seseorang yang menutup matanya dari kejahatan ibunya sendiri."

​Mereka berdua berjalan pergi meninggalkan Wang Han yang berdiri sendirian di tengah salju yang mulai menimbun. Wang Han mengepalkan tinjunya hingga kukunya melukai telapak tangannya sendiri.

​"Ini belum berakhir, Zhi Chen. Kau mungkin memenangkan pertempuran ini, tapi aku masih memiliki kunci takhta," gumam Wang Han dengan nada penuh dendam.

​Di dalam kereta menuju paviliun, Xiao Xiao tampak termenung. Ia tahu bahwa Wang Han adalah ancaman yang jauh lebih besar daripada Permaisuri. Wang Han memiliki pengikut setia di kalangan pejabat militer dan ia adalah pewaris sah takhta.

​"Kau memikirkan kata-kata Wang Han tadi?" tanya Zhi Chen, memecah kesunyian.

​"Pangeran Mahkota tidak akan diam saja," jawab Xiao Xiao. "Dia akan mencari segala cara untuk menjatuhkan kita, terutama setelah kita menghancurkan ibunya. Kita harus lebih berhati-hati, Pangeran."

​Zhi Chen menggenggam tangan Xiao Xiao. "Selama kita bersama, dia tidak akan bisa menyentuhmu. Aku akan memperkuat penjagaan di sekitar paviliun dan mulai mengawasi setiap gerak-gerik pengikut Wang Han."

​Xiao Xiao mengangguk pelan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Zhi Chen, merasakan kehangatan di tengah dinginnya malam musim dingin.

***

Happy Reading❤️

Mohon Dukungan

● Like

● Komen

● Subscribe

● Ikuti Penulis

Terimakasih ^_^ ❤️

1
sahabat pena
ayuk semangat pangeran...
sahabat pena
nyesel deh... tp tangan istri mu yg indah sdh terluka.. kau yg memberi jarak.. skrg gmn reaksi xiao. menjaga jarak jg tdk dgn pangeran
ANWi: bener banget kak ~
total 3 replies
sahabat pena
pangeran nya 4 kemah... mau aja masuk jebakan putra mahkota. kenapa td gudang nya ga dibakar aja xiao?
ANWi: xiao xiao : nanti meledak kak ada bubuk mesiu trs bukti kejahatan nya ilang
total 1 replies
sahabat pena
menegangkan...
sahabat pena
syukur lah terpecah kan. ternyata kaisar nya bijaksana dlm mengambil keputusan... ayuk balas putra mahkota.. guling kan putra mahkota
si kecil nikkey
lanjuuttt mantaapp
si kecil nikkey
lanjuuttt.....ceritanya seruu
ANWi: makasi suda mampir kaka si kecil nikkey~
total 1 replies
si kecil nikkey
liu xiu menuju kesialannya
Murni Dewita
double up thor
ANWi: siap kak~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪
ANWi: siap kak~
total 1 replies
saniamycloe
cerita nya menarik dan membuat saya penasaran untuk melihat part selanjut nya.
ANWi: mkasi ulasan nya ka sania~
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Mila Sari
baru baca, udah penasaran ceritanya thor💪
ANWi: makasi sudah mampir kaka cantik~
total 1 replies
sahabat pena
setelah menegangkan... skrg melihat keuwuan mereka berdua.. so sweet. lanjut kak.
ANWi: siap kak~
total 1 replies
sahabat pena
langkah awal menang... masih hrs waspada..lanjut..
sahabat pena
ututututu... pengeran bisa berkata romantis jg😍😍😍
sahabat pena
dag dig ser nih... nunggu cerita berikut nya.. 🤣🤣🤣lanjut kak
sahabat pena
eh kok up nya cuma 1 kak
ANWi: maaf kak, lagi liburan , tanggal merah hehe
total 1 replies
gacadam
suka
gacadam
baru baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!