Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Bali
Kanaya terdiam setelah mencoba makanan yang dimasak oleh Andreas. Ternyata bukan hanya penampilannya saya yang mirip. Bahkan rasanya juga sama persis seperti yang pernah Aditya berikan untuknya beberapa bulan yang lalu.
"Ini siapa yang masak?" tanya Kanaya sambil menatap pada Andreas yang sedang menikmati masakannya sendiri.
Mendengat itu membuat Andreas meletakkan sendok serta garpu yang ada di tangannya. Andreas menoleh pada Kanaya yang juga sedang menghadap ke arahnya.
"Saya, Memangnya kenapa? Apa kamu tidak menyukainya?" Balas Andreas sembari memperhatikan Kanaya.
"Oh tidak. Aku menyukainya. Masakan kamu enak. Apa resep ini kamu dapatkan dari Aditya? Soalnya rasa masakan ini sama persis seperti masakan Aditya yang dia berikan padaku beberapa bulan yang lalu"
Kanaya kembali menikmati makanan yang ada di depannya. Sungguh masakan Andreas memang benar-benar enak. Bahkan tidak kalah enak dengan restoran yang selama ini menjadi restoran favoritnya.
Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Kanaya membuat Andreas mengerutkan keningnya. Karna yang Andreas tau Aditya sama sekali tidak bisa memasak. Apalagi membuat masakan seperti yang ada di depannya saat ini.
"Apa kamu yakin jika itu adalah masakan Aditya?" Andreas tiba-tiba saja teringat saat dia sedang ada di jakarta. Saat itu tiba-tiba saja Aditya datang ke apartemen Andreas dan memintanya untuk membuat sup ayam jahe dan juga ayam lada hitam.
Kanaya kembali menoleh pada Andreas"Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya Kanaya sambil menatap Andreas. Sungguh wanita itu tidak terlalu mengerti dengan apa yang Andreas katakan.
Andreas mengangkat kedua bahunya"Saya pikir kamu cukup pintar untuk mengartikan apa maksud dari perkataan tadi" pria itu kembali menikmati makanannya. Sehingga meja makan itu terasa sangat sunyi.
Tidak ada yang bersuara setelahnya. Kanaya terdiam begitu juga dengan Andreas yang fokus menyantap makanannya.
Sehingga makan siang itu mereka lalui dengan keheningan. Hanya ada suara alat makan yang terdengar di sana.
Kanaya nampak tak lagi berselera. Tentu saja dia cukup paham dengan maksud perkataan Andreas tadi. Apa itu Artinya makanan yang pernah Aditya berikan padanya saat itu adalah masakan Andreas?
Saat ini Andreas sudah menghabiskan makanannya. Pria itu melirik pada ponselnya yang berdering. Ternyata ada sebuah panggilan masuk dari asistennya yang di bali. Melihat nama yang tertera di sana membuat Andreas segera mengusap tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo, Andra. Ada apa?"
"Halo, Tuan. Maaf saya hanya ingin mengatakan jika pak Robert klien dari Singapore itu mengajak untuk Meeting nanti malam jam tuju. Soalnya kebetulan dia ada urusan mendesak sehingga membuatnya harus kembali ke singapore secepatnya"
"Apa! Nanti malam jam tuju? Apa tidak bisa besok pagi? Soalnya saya masih di jakarta"
"Mohon maaf, Tuan. Sebelumnya saya juga sudah negosiasi soal ini, Namun pak Robert hanya memiliki waktu nanti malam. Kalau tuan Andreas tidak bisa, Mungkin kita perlu menunggu kembali jadwal beliau ke indonesia"
"Kapan?"
"Katanya enam bulan lagi, Tuan. Soalnya setelah ibi tuan Robert akan sangat sibuk mengurusi perusahaan cabang"
Setelah berpikir sejenak, Akhirnya Andreas memutuskan untuk kembali ke Bali siang ini juga. Karna mau bagaimanapun pak Robert adalah salah satu Klien besar yang selama ini Andreas nantikan.
Kali ini dia mendapatkan kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan terbesar di asia. Tentunya Andreas tidak akan melewatkan kesempatan emas seperti ini.
"Baiklah. Atur saja pertemuan saya dengan pak Robert. Setelah ini saya akan langsung melakukan penerbangan ke kota bali"
"Baik, Tuan. Saya akan mengurus semuanya"
Setelah itu Andreas memutuskan sambungan telponnya. Pria itu membuang nafas sejenak lalu menoleh pada Kanaya.
"Habis ini siapkan barang-barang mu. Kita akan melakukan penerbangan ke kota bali satu jam lagi" ujar Andreas pada Kanaya.
"A-apa! Kita? Aku tidak mau. Lebih baik kamu sendiri saja kesana nya. Aku akan tetap disini. Dan tinggal bersama dengan mama juga papa" balas Kanaya
"Tidak bisa. Sekarang kamu adalah istriku, Dan itu artinya kamu harus ikut kemanapun aku pergi" balas Andreas dan langsung berlalu dari meja makan. Namun langkahnya terhenti saat suara Kanaya kembali menerpa indra penglihatannya.
"Pokoknya aku tidak mau! Aku akan tetap disini bersama dengan mama dan juga papa" balas Kanaya. Sebenarnya Kanaya tidak mau ikut bukan karna hal itu, Dia masih mikir jika seandainya ikut Andreas ke bali itu artinya Kanaya tidak akan bisa mencari keberadaan Aditya lagi.
Andreas membalikkan tubuhnya"Tidak usah alasan. Saya tau apa yang ada di pikiran kamu. Kamu gak mau ikut karena takut tidak bisa mencari Aditya kan? Kamu tenang saja, Jika kamu mau ikut bersama saya, Saya janji akan ikut membantu mencari keberadaan Aditya. Bahkan kalau perlu saya akan menyuruh orang untuk mencarinya"
Mendengar itu tentu saja membuat Kanaya sumringah. Gadis itu berjalan mendekati Andreas"Sungguh? Jika memang seperti itu aku mau. Deal ya, Kamu harus membatu aku mencari keberadaan Aditya" Kanaya mengulurkan tangannya.
"Iya, Deal. Sudah sana cepat packing. Tidak perlu membawa banyak baju, Nanti kita bisa membelinya di bali"
****
Pesawat yang di tumpangi oleh Andreas dan juga Kanaya sudah take off menuju kota bali. Setelah beberapa drama Kanaya lakukan, Akhirnya mereka bisa pergi menuju kota itu.
Jam sudah menunjukkan pukul dua sore. Ternyata Kanaya tertidur. Andreas memperhatikan wajah Kanaya yang terlihat begitu cantik, Wajahnya begitu damai dan tenang dalam tidurnya. Andreas menyibak rambut Kanaya yang menutup sebagian wajahnya.
"Kamu sangat cantik, Kanaya. Betapa bodohnya Aditya menduakan kamu dengan wanita yang tak lain adalah saudara sepupu mu sendiri" ujar Andreas sambil terus memperhatikan wajah Kanaya.
Andreas memang sudah tau semuanya. Kemaren saat melihat Aditya pergi begitu saja membuat Andreas meminta orang suruhannya untuk mengikuti Aditya. Dan orang suruhannya mengatakan jika Aditya melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis anak pemilik perusahaan BWL GROUP.
Setelah Andreas mencari tau siapa pemilik perusahaan tersebut, Betapa terkejutnya Andreas saat mengetahui siapa pemilik perusahaan itu, Pemiliknya adalah Haidar Luis. Saudara kandung dari ayah Kanaya.