NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:786
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.

Vince meremas pelipisnya, frustasi dengan tingkah laku Maura yang membuatnya pusing.

"Astaga! Apa salahku sih? Kenapa dia malah marah? Bukannya tadi aku hanya menjawab pertanyaannya dengan jujur." Hembusan nafas berat keluar dari hidung Vince, kesabarannya mulai tipis. Maura memalingkan wajahnya, menahan rasa tidak nyaman yang mendera.

Hatinya mengeluh, "Sejak semalam aku sudah menahan buang air kecil, terakhir kali buang air kecil saat ada Mamih Cherly masih di sini. Benar-benar merepotkan, apalagi dengan kondisi punggung yang sakit dan infus yang terpasang di tanganku. Ah, kalau begini terus, aku bisa mengompol di sini!" Maura bergumam dalam hati, bingung dan cemas.

Maura sebenarnya sangat membutuhkan bantuan gurunya itu untuk pergi ke kamar mandi, tapi ia sadar. Jika dirinya dan gurunya itu bukan muhrim.

Vince sendiri  berusaha memahami sisi Maura, tetapi seakan ia tak bisa menemukan alasan di balik amarahnya.

Sedangkan Maura, terjebak dalam dilema antara meminta bantuan atau menunggu sampai nanti ada suster perempuan atau Mamih Cherly yang datang ke ruangannya.

Dengan posisi rebahan di atas brangkar, Maura mengeratkan ke dua kakinya untuk menempel satu sama lain. Guna menahan rasa buang air kecil yang sekarang ini benar benar sudah tidak tertahankan.

Vince sendiri memilih duduk dan berkutat dengan laptop yang di tinggalkan oleh Daniel, bagaimana pun juga. Walau pun Daniel memiliki gelar sebagai kepala sekolah SMA Taruna. Namun, otak sesungguhnya tetap ada pada Vince.

Vince fokus mengecek dan mengetikkan sesuatu pada laptop miliknya, sesekali ia terlihat menoleh ke arah muridnya.

Vince terlihat mengerutkan keningnya, kala melihat ekspresi tak biasa yang di tunjukkan oleh Maura.

Sontak Vince yang takut jika Maura itu kembali demam, lantas ia bangkit dari duduknya. Lalu dengan sigap berjalan cepat ke arah brangkar milik Maura.

"Maura, apakah kamu demam lagi?" tanya Vince sembari memegang dahi Maura yang sekarang ini berkeringat dengan sangat banyak.

Namun, ekspresi wajah Vince tiba tiba berubah bingung. "Tidak panas, tapi tubuh kamu kenapa malah mendingin?" Ia benar benar terheran kala memegang dahi Muridnya.

"Pak .. Pin!" panggil Maura dengan suara yang terdengar begitu lirih.

"Kok suaramu malah seperti orang yang akan mengalami sakaratul maut!" kata Vince terheran.

"Astaga! Apa yang Pak Pin katakan barusan? Sakaratul maut gimana? Bahkan aku belum pernah merasakan apa itu yang dinamakan 'C - I - N - T - A'. Belum apa-apa kok udah mengatakan sakaratul maut!" sahut Maura dengan nada tidak terima. Ia bahkan berbicara sembari menggertakkan giginya, menunjukkan betapa kesalnya ia.

Maura bangkit dari rebahannya, lalu ia terduduk di atas brangkar. Dalam hatinya, ia merasa bingung dan frustrasi, "Kenapa reaksi Pak Pin seperti itu? Aku hanya ingin meminta bantuan darinya."

Sementara itu, Vince sendiri malah bingung, melihat Maura yang lagi-lagi marah-marah kepada dirinya.

"Terus, kenapa tadi panggil-panggil? Aku kan bukan seorang dukun yang tahu bagaimana isi hatimu itu," kilah Vince.

Maura semakin kesal dengan perkataan gurunya, pikirannya mulai kalut, "Kenapa dia terus melenceng topik pembicaraan? Apakah dia itu tidak waras."

"Astaga, yang nyuruh Pak Pin itu jadi dukun siapa? Kok malah bahas sakaratul maut dan malah bahas dukun sih! Sepertinya ada yang aneh dengan otak Bapak Guru yang terhormat. Padahal saya memanggil nama Pak Pin itu untuk meminta bantuan. Tapi malah bicaranya bisa sampai kemana-mana?" keluh Maura dengan nada kesal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!