Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Namun, tepat di saat napas Bella semakin memburu pasrah dan wajah cantik itu sudah memejamkan mata menanti sentuhan lebih jauh dari gue, keheningan di dalam ruangan mewah tersebut mendadak pecah berantakan oleh suara dering ponsel pintar milik gue yang berbunyi sangat nyaring sekali.
Dritttt... Dritttt...
Suara getaran keras yang dipadukan dengan nada dering khusus itu beneran langsung merusak atmosfer pekat yang sudah terbangun di antara kami berdua. Gue sedikit menjauhkan tubuh gue dari Bella, lalu merogoh saku celana untuk mengambil ponsel, sementara Bella perlahan membuka sepasang matanya dengan raut wajah yang tampak sangat kecewa dan cemberut manja karena momen intimnya mendadak diinterupsi.
Begitu gue melihat layar ponsel, sebuah panggilan video khusus dari nomor Amanda terpampang jelas di sana. Tanpa ragu sedikit pun, gue langsung menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan video tersebut, menampilkan sosok Amanda di layar yang saat ini sedang mengenakan gaun malam hitam yang sangat elegan, mewah, dan berkelas tinggi. latar belakang tempat Amanda berada tampak seperti sebuah aula rumah gedong yang sangat megah dan dipenuhi oleh orang-orang berpakaian formal mahal.
"Raka! Akhirnya kamu angkat juga telepon aku!" ucap Amanda dari seberang telepon dengan nada suara yang terdengar sangat bersemangat namun ada sedikit nada mendesak di dalamnya. "Raka, kamu harus segera datang ke rumah gedong keluarga aku malam ini juga. Para petinggi Bank Sentral dan seluruh jajaran kolega bisnis elit papan atas sedang berkumpul di sini dalam acara jamuan privat internasional, dan mereka semua mendesak sangat kuat untuk bertemu langsung dengan sosok pemilik saham mayoritas yang baru dari perusahaan kita. Kamu tidak bisa absen malam ini, Raka."
Mendengar suara wanita lain yang sangat akrab memanggil nama gue dengan nada mendesak, Bella yang berada di samping gue langsung mendekat secara refleks. Sepasang mata indah Bella melotot tajam menatap ke arah layar ponsel gue, mengenali sosok Amanda yang merupakan salah satu saingan terberatnya di dunia bisnis dan pergaulan elit kampus.
Api cemburu di dalam dada Bella beneran langsung tersulut kembali seketika. "Amanda?! Mau apa kamu menelepon pria aku malam-malam begini dan menyuruhnya datang ke rumahmu, hah?!" cecar Bella langsung menumpahkan kekesalannya tepat di depan layar video.
Amanda di seberang sana sempat terkejut melihat kehadiran Bella di samping gue, namun sebagai wanita karier kelas atas yang cerdas, dia langsung menguasai emosinya dengan senyuman yang sangat tenang dan profesional. "Oh, ada Bella juga di sana rupanya. Maaf kalau aku mengganggu waktu kalian, Bel. Tapi ini murni urusan bisnis skala besar yang menyangkut masa depan seluruh aset saham kita, bukan urusan pribadi."
Melihat situasi harem yang mulai memanas lagi, gue langsung mengaktifkan Keahlian Manipulasi Pikiran Level Dua dipadukan dengan Aura Intimidasi Raja Level Satu untuk mengambil kendali penuh atas kedua wanita hebat ini sebelum terjadi perdebatan yang tidak perlu.
"Amanda, persiapkan penyambutan gue di sana. Dalam waktu tiga puluh menit gue bakal sampai di rumah gedong lu," ucap gue dengan nada suara bariton yang sangat berat, tenang, dan tidak menerima bantahan apa pun.
"Baik, Raka. Aku akan tunggu kehadiran kamu di lobi utama," jawab Amanda patuh, langsung mematikan sambungan panggilan video tersebut dengan rasa hormat yang mendalam kepada wibawa gue.
Gue memasukkan kembali ponsel ke dalam saku, lalu membalikkan badan menatap Bella yang wajah cantiknya sudah ditekuk masam penuh rasa cemburu tingkat tinggi. Sebelum dia sempat meluapkan kata-kata marahnya, gue langsung memegang kedua pundak mulusnya dengan sangat lembut, menatap lurus ke dalam manik mata indahnya untuk menyalurkan ketenangan dewa.
"Bella, dengerin pria lu baik-baik," ucap gue dengan nada suara yang beneran sangat dalam dan penuh kharisma dominan. "Gue tahu lu cemburu karena lu sangat sayang sama gue. Tapi malam ini adalah momen emas untuk mengukuhkan posisi kekuasaan kita di hadapan para penguasa finansial tertinggi. Dan gue tidak akan pernah sudi datang ke tempat elit seperti itu sendirian tanpa didampingi oleh ratu gue yang paling cantik. Malam ini, lu harus ikut menemani gue ke rumah Amanda sebagai pasangan resmi gue yang paling sah di depan semua kolega bisnis internasional."
Mendengar diplomasi tingkat tinggi yang sangat kokoh dari gue, ditambah dengan efek manipulasi pikiran halus yang langsung meresap ke dalam sanubari, seluruh ego dan rasa amarah cemburu di dalam dada Bella beneran langsung runtuh lebur dalam sekejap mata. Wajah cantiknya yang tadi ditekuk masam kini perlahan-lahan merona merah muda yang sangat manis, matanya berkilat penuh dengan rasa bangga dan gairah asmara yang meledak-ledak karena merasa posisinya sangat diakui dan ditinggikan oleh gue di atas wanita mana pun, termasuk Amanda.
"Be beneran, Raka? Kamu mau aku ikut menemani kamu sebagai pasangan resmi kamu malam ini?" tanya Bella dengan nada suara yang sudah berubah menjadi sangat manja, pasrah, dan penuh kepatuhan mutlak pada perintah pria dominannya.
"Tentu saja, Bella. Hanya lu wanita yang paling pantas bersanding di samping gue malam ini. Sekarang, ganti pakaian lu dengan gaun terbaik, dan mari kita tunjukkan pada mereka siapa penguasa baru yang sesungguhnya," tegas gue sambil memberikan kecupan penenang yang sangat lembut di kening indahnya.
Layar hologram keemasan milik sistem langsung muncul terang benderang di depan pandangan mata gue memberikan notifikasi kesuksesan taktik diplomasi yang sangat luar biasa indah malam ini.
"Misi Darurat Penjinakan Konflik Harem Sukses Sempurna! Kecemburuan Bella berhasil diredam total dan dialihkan menjadi peningkatan gengsi sosial. Konfirmasi mutlak: Tidak ada tindakan bersetubuh yang terjadi, menjaga keseimbangan energi Tuan Rumah tetap berada di titik puncak. Poin kasih sayang Bella stabil kokoh di angka Sembilan Puluh Lima Persen. Mencairkan tambahan hadiah Poin Sistem Dua Ratus Poin. Total Poin Sistem Tuan Rumah saat ini adalah Tiga Ribu Delapan Ratus Poin!"
Gue tersenyum sangat puas membaca notifikasi tersebut di dalam hati. Konflik panas ini beneran sukses gue kunci dengan kemenangan mutlak murni lewat kekuatan mental diplomasi dan kharisma dewa, menjaga kesucian kerajaan harem gue tetap kokoh di bawah satu kendali mutlak yang berkelas tinggi sebelum kami melangkah menuju medan pertempuran bisnis yang baru di rumah gedong Amanda.
Gue menggandeng tangan Bella dengan sangat erat saat melangkah menuju area lift privat. Setiap ketukan sepatu hak tingginya di atas lantai marmer seolah menegaskan bahwa malam ini dia adalah milik gue seutuhnya. Bella sesekali melirik ke arah profil samping wajah gue dengan tatapan yang beneran penuh dengan rasa pemujaan tingkat dewa.
Aura maskulin dari Fisik Level Tiga gue beneran membuat mental cewek kaya ini takluk tanpa syarat di bawah kendali mutlak pria dominannya. Kami berdua masuk ke dalam lift yang bergerak turun dengan cepat menuju area parkir bawah tanah, siap mengguncang jagat bisnis di rumah gedong Amanda.