Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wajah di balik cadar
...Jika kamu mendoakan seseorang...
...percayalah dia akan teringat padamu...
...karena setiap doa yang di langitkan...
...pasti selalu di jawab dalam bentuk...
...sesuai yang di doakan atau lebih baik. ...
...****************...
mereka semua mengantar daddy alex dan mommy Yasmin yang akan balik ke kota.
"apa tidak menginap terlebih dulu mom" tawar ning khalisa khawatir kepada mertua nya karena sudah malam
"gak bisa sayang, daddy besok ada urusan penting yang gak bisa di tinggalkan" ucap mommy Yasmin tersenyum lembut sambil mengelus tangan sang menantu.
ning khalisa juga tidak bisa memaksa kedua mertua nya ia hanya bisa berdoa agar perjalanan mereka berjalan dengan lancar.
Mereka bersalaman, ning khalisma mencium kedua tangan sang mertua dengan takjim diikuti oleh Damian.
"jangan nakal boy nurut sama istri mu" canda daddy alex
"emang aku anak kecil" sengit Damian menatap sang daddy
Daddy Damian hanya tertawa pelan, ia paling suka menggoda anak nya. setalah salam salamman daddy dan mommy menaiki mobil yang sudah siap.
*
setelah mengantar daddy alex dan mommy yasmin, semua anggota keluarga memasuki kamar masing masing tak terkecuali penganten baru.
Di kamar khalisa sedari tadi gugup ia berdiri di dekat kasur sedangkan Damian duduk di pinggir kasur.
"duduklah, gak capek apa sedari tadi berdiri hem" kata Damian sambil menepuk sebelah nya
Ning khalisa menganggukkan kepala nya lalu ia duduk di sebelah sang suami, tak lupa tangan nya memilin jari jari nya karena gugup.
Damian mengambil tangan khalisa untuk di genggam. khalisa yang mendapatkan hal itu tersentak tapi tak lama ia menyesuaikan.
"Khalisa, mas mau bicara. Terima kasih sudah mau menerima mas menjadi pendamping mu. mas tau , mas banyak kekurangan, mas gak ahli agama beda dengan khalisa yang sedari kecil sudah kental dengan agama. jadi mas mohon kita mulai dari awal. kita bangun rumah tangga kecil kita yang harmonis. khalisa mau? " kata Damian menatap lekat mata sang istri
Khalisa juga menatap sang suami dengan lekat, ia dengan pelan menganggukkan kepala nya.
"insya allah khalisa akan menjadi istri yang baik untuk mas Damian, jika khalisa ada salah tolong ingatkan khalisa mas" ucap khalisa dengan suara lembut, di mana suara itu yang membuat hati Damian berdesir.
Damian tersenyum lebar, ia sangat bersyukur bisa mendapatkan sosok khalisa menjadi pendamping nya setelah rumah tangga yang dulu hancur karena perselingkuhan sang mantan.
"Terima kasih sayang" ucap Damian
Blush
Pipi khalisa mendadak memerah, sungguh khalisa sangat malu ketika suami nya memanggil dengan sebutan sayang untung dia masih memakai cadar nya jika tidak memakai pasti pipi nya yang merah akan terlihat oleh sang suami.
"ehmm.. dek apakah boleh mas bisa melihat wajah mu sekarang? jika kamu belum siap mas tidak akan memaksa, mas akan tunggu kamu sampek siap" tanya Damian dengan hati hati
Khalisa menatap lekat wajah sang suami sejujur nya ia belum siap untuk memperlihatkan wajah nya kepada lelaki selain keluarga nya, namun khalisa sadar bahwa ia sudah menikah dan suami nya berhak atas diri nya. jika ia menolak pasti ia akan berdosa.
"bismillah khalisa siap mas, khalisa atau mas yang akan membuka cadar khalisa? " tanya khalisa
"ijinkan mas yang akan membuka pertama kali" jawab Damian tersenyum
dengan tangan gemetar Damian memegang tali cadar yang berada di belakang , Damian sangat gemetar dan gugup biasa nya ia tidak pernah begini meeting dengan orang luar Damian tidak pernah se gugup ini.
Dengan pelan Damian membuka ikatan tali cadar khalisa. dan...
"masya allah" lirih Damian setelah cadar itu terlepas dari wajah sang istri
Damian terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh sang istri kulit putih dan bersih, mata belok, bulu mata yang lentik , alis yang tebal dan tak lupa bibir ranum berwana pink.
Khalisa yang di tatap oleh sang suami menjadi malu ia menunduk karena ia tidak tahan di tatap oleh sang suami.
Damian mengangkat dagu khalisa dengan pelan agar ia bisa melihat wajah sang istri.
"Terima kasih sudah menjaga wajah cantik mu hanya untuk mas sayang" ucap Damian, khalisa hanya menganggukkan kepala nya karena ia sedari tadi sudah sangat malu.
"boleh mas peluk? " tanya Damian
Khalisa menegang, tapi ia dengan pelan menganggukkan kepala nya. dengan bahagia Damian membawa istri nya ke dalam pelukan nya. satu yang bisa dikatakan oleh khalisa hangat , khalisa juga memberanikan diri untuk membalas pelukan sang suami. Damian menikmati pelukan hangat tubuh khalisa apalagi harum wangi tubuh khalisa yang sangat cocok buat Damian.
Pasutri baru itu bersandar di kasur sambil di temani flm yang di tonton oleh mereka, tak berselang lama khalisa yang memang lelah habis acara pernikahan nya, kepala nya sudah seperti dedaunan yang tertiup angin. Dan pada akhir nya roboh di pundah sang suami.
Damian melirik khalisa yang tertidur di pundak nya, dan tersenyum lembut. Dengan hati hati Damian membenarkan tidur khalisa di ranjang.
Setelah itu Damian dengan pelan melepas hijab khalisa agar merasa bebas.
"cantik" gumam Damian sambil mengelus rambut khalisa dengan pelan. lalu diri nya ikut membaringkan tubuh nya di samping khalisa.
*
keesokan hari nya subuh subuh khalisa sempat kaget dengan keberadaan laki laki yang berada di kamar nya namun ia ingat jika dia sudah menikah kemarin, khalisa dengan pelan membangunkan suami nya untuk sholat shubuh.
"mas.. mas Damian sudah waktu nya sholat shubuh" panggil khalisa dengan suara lembut
"eughhh. sudah masuk subuh ya" kata Damian dengan suara khas baru bangun
"iya mas.. sekarang mas bersih bersih , khalisa akan siapain baju mas. kita sholat di kamar atau di masjid bareng yang lain nya? " tanya khalisa kepada sang suami
"kita sholat di masjid aja sayang.. gak enak pasti aba dan yang lainnya sudah menunggu" kata Damian lalu ia bangkit menuju ke arah kamar mandi
Setelah kedua pasutri tersebut selesai mereka turun ke bawah, betul apa yang di ucapkan oleh Damian jika mereka sudah di tunggu oleh yang lainnya.
"uma kira kalian akan sholat di kamar nduk" kata uma Maryam kepada sang putri
Khalisa tersenyum di balik cadar
"hehehe gak kok kita ikut sholat di masjid. yaudah yuk kita jalan" kata khalisa lalu bergandengan tangan ke uma nya sedangkan para lelaki mengikuti dari belakang sambil mengobrol ringan.
keluarga kyai mustofa yang sedang berjalan menjadi sorotan bagi para santri dan para ustadzah maupun ustadz
"wahh sudah lengkap ya.. tinggal gus Ali nih" kata santriwati
"iya.. masya allah keluarga nya harmonis " kata santriwati 2
Di depan masjid keluarga kyai berpapasan dengan ustadz ilham dan ustadz Adit. para ustadz menyapa kyai dengan hormat, tapi ustadz ilham diam diam melirik ke arah ning khalisa, sedangkan khalisa tidak menyadari.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamu'alaikum para readers mohon dukungannya ya🙏.. semoga kalian suka baca novel yang aku buat.. jangan lupa di like ya kawan biar aku semangat up nya🙏☺😙😘