Dalam kehidupan pernikahan nya, Kinan tidak pernah bahagia. Suami yang dulu begitu lembut dan perhatian kini berubah bagaikan monster yang selalu menyiksa nya. Tidak hanya fisik, tetapi mental dan batin nya pun terluka. Bahkan dia hanya mendapatkan nafkah receh dari sang suami di setiap hari nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 6. Sedang ada Masalah.
''Maaf Ma, untuk urusan uang jatah Mama sudah di handle oleh Mas Bimo, dia sendiri yang akan memberikan nya pada Mama. ''
''Ini sudah telat sehari Kinan, Bimo sedang sibuk susah sekali di hubungi, tidak mungkin dia yang akan transfer. Pasti kamu yang melarang dan menyembunyikan uang nya.''
Terserah Mama mau bilang apa, ''yang jelas Kinan tidak memegang uang itu. '' Kinan kembali menutup Ponsel nya tanpa pamit.
''Punya mertua mata duitan sekali, dia pikir anak nya sehebat apa. Nafkah anak dan istri saja tidak tercukupi, hanya memberi uang receh saja terus memaki ku setiap hari. '' Kinan kesal, dia memutuskan untuk berangkat bekerja.
Di tempat kerja Kinan melamun, banyak yang dia pikirkan untuk kelanjutan hidup nya dan Adam. Dulu dia selalu berfikir bahwa suami nya akan berubah suatu saat nanti. Kinan selalu berdoa jika Bimo akan kembali menyayangi dan mencintai nya kembali, lebih peduli dan menyayangi Adam. Tetapi setelah dia tahu kenyataan bahwa banyak kebohongan dan Bimo mendua. Hati Kinan tak mampu lagi menerima Bimo, tak ada pintu maaf untuk nya.
''Kinan kamu kenapa ..?'' salah satu teman kerja nya bertanya.
''Biasa Bu, memikirkan anak. ''Jawab Kinan, dia tidak mungkin menceritakan kehidupan nya yang buruk pada orang yang baru dia kenal.
''Jangan terlalu bersedih Kinan, Ibu tahu kamu pasti sedang ada masalah. Kamu harus tahu, jika setiap masalah pasti ada jalan keluar nya. '' Ibu iyu mengelus lembut bahu Kinan, danembuat Kinan ingin menangis. Dia seperti mendapatkan kekuatan, rasanya seperti di perhatikan orang tua nya sendiri.
Maklum Kinan tinggal berjauhan dengan Ibu nya, sementara Ayah nya sudah meninggal dunia. Kinan tidak pernah menceritakan kepahitan hidup nya selama menikah dengan Bimo. Kinan tidak mau ibu nya bersedih, mendengar Ibu nya bahagia tinggal bersama kakak Kinan, itu sudah lebih dari cukup bagi nya.
Siang itu Bimo berkali-kali menghubungi Kinan, karena Mama nya ternyata sudah sampai di rumah. Bukan hanya Bimo tetapi Mama nya pun sudah menghubungi nya terlebih dahulu.
Saat Kinan sampai di rumah, dia terkejut melihat Mama mertua dan adik ipar nya sudah ada si teras dan menatap nya dengan emosi.
''Kinan dari mana saja kamu, Mama sudah dua jam menunggu kamu di sini. kamu sengaja membuat Mama kepanasan di sini ha. '' Mama mertua langsung memaki Kinan, dan tidak menghiraukan Kinan yang ingin bersalaman dengan nya.
''Kinan baru dari rumah teman Ma. Kok Mama tidak kasih kabar jika mau datang, jadi Kinan tidak tahu. ''jawab Kinan.
''Apa Mama harus laporan dulu dengan mu, Jika ingin datang ke rumah anak ku. Ini rumah Bimo bukan rumah mu.. !'' tanpa Mama nya berteriak memberi tahu itu rumah Bimo juga Kinan sudah tahu, Kinan pun tahu diri jika dirinya hanya menumpang di sana.
''Buatkan Mama Teh. Mama haus.. !'' Mama mertua menyuruh Kinan sesuka hati seperti pembantu saja.
Adik Bimo, Bela mencari makanan di kulkas tetapi dia tidak menemukan apapun. Bahkan kulkas itu pun dalam keadaan mati.Bela kesal karena dia haus ingin meminum air dingin tetapi tidak ada.
Lalu Bela berbisik pada Mama nya, pasti Mama nya itu langsung murka dna menatap Kinan seolah ingin menelan nya hidup-hidup.v
''Apa-apan ini Kinan, kulkas kosong. Tidak ada makanan apapun di meja, bahan sayuran oun tidak ada. Istri macam apa kamu,? bagaimana jika suami mu pulang dan ingin makan.? Malas sekali kamu, pantas saja uang Bimo selalu habis ternyata kerjaan mu hanya berfoya-foya saja. Lihat lah Adam kurus kering begini, kamu pati tidak mengurunya dengan benar. '' Kinan hanya mampu menelan ludah sendiri.
''Maaf Ma, apkah penampilan ku terlihat seperti orang yang selalu menghabis kan uang. Apa pakaian ku terlihat bagus, dan emas ku banyak. Apa Kinan terlihat seperti perawatan dengan wajah blowing yang menghabis kan uang suami berjuta-juta perbulan. Bahkan kulit ku kering dan kusam karena tak ter urus. ''Walaupun Kinan sudha pakai scincare tetapi hasil nya belum maksimal, terlebih lagi dirinya baru saja pulang bekerja dan kepanasan.
Mendengar ucapan Kinan, Mama mertua pun langsung diam. Kenyataan nya apa yang di ucapkan Kinan memang benar, bahkan penampilan Mama mertua lebih segar daripada Kinan yang lebih muda.
Kinan masuk ke dalam kamar, dia mebersihkan diri dan tentunya Adam. Kini Kinan tak perlu merasa takut dengan mertua nya, dia hanya bersikap cuek dan apa adanya saja.
Malam hari ketika Bimo pulang, Mama nya mengadu lapar. Karena Kinan tidak menyiapkan makanan, bahkan beras pun tidak ada.
Bimo kamu sudah pulang nak, Mama dan Bela lapar. ''Kinan tidak menyediakan makanan apapun di rumah ini untuk Mama dan Bela. '' melihat wajah nya yang memelas tentu Bimo tidak tega dan merasa kasian.
''Iya Ma, biar Bimo suruh Kinan untuk masak. '' Bimo pun menghampiri Kinan yang tengah menjaga Adam di kamar.
''Kinan, kemari kamu... !'' Bimo menarik tangan Kinan, lalu mendorong nya ke tembok.
''Sakit Mas.. '' Kinan meringis karena kepala nya terbentur tembok.
Kenapa kamu membiarkan Mama dan Bela kelaparan ha. ''Apa guna nya di rumah ini jika mengurus mertua saja tidak bisa. ?'' Bimo melotot ke arah Kinan ,tetau Kinan seperti nya tidak takut lagi.
''Aku tida punya uang lagi Mas, untuk makan ku saja tidak ada, bahkan aku menahan nya dari pagi hingga malam karena menunggu mu pulang. Bukan kah kamu belum memberikan ku uang belanja, terakhir kali uang recehan yang kamu beri dengan melemparkan pada ku. Apa kamu pikir uang receh segitu cukup sampai dua minggu. ''
Plak....
Lagi lagi kekerasan yang harus di terima Kinan, Bimo tidak terima dengan ucapan Kinan yang memang begitu ada nya.
Kenapa Mas, kenapa kamu selalu menampar ku. ? Ayo tambah lagi jika kamu belum puas, bagian mana lagi yang ingin kamu sakiti, ''ayo lakukan jika kamu belum puas !'' amarah Kinan pun pecah, dia seperti kesetanan dan tidak takut sedikit pun pada Bimo.
''Kalu tidak ada Mama, aku pasti sudah menghajar mu sampai puas, kamu selamat kali ini dan jangan coba-coba menantang ku. '' Bimo pergi ke kamar mandi meninggalkan Kinan.
Bimo akhir nya keluar untuk membeli makanan, karena Mama dan adik nya sudah kelaparan.
Di meja makan,mereka makan bertiga tanpa Kinan. Bimo juga tidak menyisahkan sedikit lun untuk istri nya. Dia hanya bisa menyiksa dan menyiksa tanpa memenuhi tanggung jawab nya.
''Bim, mana uang jatah Mama mengapa kamu telat terus sih trnsfer nya. ?''
''Iya Ma, nanti beri cash ya, tapi setengah dulu gapapa kan Ma. ?'' Mama tanpak tak suka.
''Kenapa cuma setengah Bimo.. ?''
''Bimo sedang banyak keperluan Ma. ''
Bohong kamu.... !
☺💪
hempaskan kebathilan!!!
salken Sam....
semangat.....
buat naik darah nih....
waduhhhhhh
awal yg sulittttt.....