NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Persiapan

Valery membutuhkan waktu untuk sendiri, terlihat berada di halaman sekolah yang duduk di beberapa anak tangga tampak begitu murung, meski sudah menjelaskan kepada semua orang bahwa dia memang tidak memiliki hubungan apapun dengan Alfian, tetapi tetap saja banyak mata yang menatapnya dengan sinis dan bahkan tidak menyukainya.

Mereka masih merasa bahwa Valery pantas dikasihani, diejek dan direndahkan.

"Tumben di sini!" Valery menoleh ke sebelahnya dan ternyata Rafa yang menegurnya dan kemudian duduk di samping.

"Minum!" Rafa memberikan sebotol air mineral untuk Valery yang kemudian diambil Valery.

Karena kesal Valery ternyata kesulitan untuk membuka tutup botol tersebut. Rafa mengambil kembali dan membukanya.

"Kamu hanya salah putar, jadi tidak akan terbuka, makanya membuka jangan menggunakan emosi," ucap Rafa kembali memberikan air tersebut ketika tutup botolnya sudah dibuka.

"Pikiran kamu pasti sama seperti anak-anak di sekolah ini, menganggap aku begitu menyedihkan," ucap Valery meneguk air mineral tersebut.

"Jujur kaget ternyata Alfian dan Celia memiliki hubungan dekat, bahkan mereka berdua bertunangan," ucap Rafa.

"Memang kamu tidak tahu jika mereka berdua bertunangan?" tebak Valery.

"Ya, mungkin aneh sebagai sepupu tidak mengetahui kedekatan hubungan mereka, tetapi memang pada kenyataannya bahwa gue tidak mengetahui sama sekali hubungan mereka," jawab Rafa.

"Alfian benar-benar entah apa yang ada diisi otaknya, tidak memberitahu semuanya sama kita," ucap Valery masih kesel kepada sahabatnya itu.

"Valery aku tahu saat ini kamu menghadapi masa sulit karena spekulasi yang buruk kamu dapatkan dari anak-anak, tetapi aku percaya berita ini akan hilang secara perlahan, kedepannya semua akan baik-baik saja," ucap Rafa secara tidak langsung memberikan semangat kepada Valery.

"Tumben memberi semangat seperti itu? bukankah kita sudah tidak sahabatan lagi ya?" tanya Valery dengan tatapan sinis.

"Aku, Alfian dan kamu sudah kenal terlebih dahulu sebelum kenal dengan Diego, Yogi dan juga Kania, bukan aku yang tidak ingin bersahabat dengan kalian, tetapi kalian terlalu menjauh dan berpikir bahwa aku yang menjauhi kalian," ucap Rafa.

"Sudahlah tidak penting membahas hal seperti itu yang terpenting aku hanya menginginkan kamu jangan seperti anak-anak yang lain menganggap bahwa aku dan Alfian selama ini pacaran dan aku wanita yang harus dikasihani karena hanya dijadikan sebagai cadangan," tegas Valery.

"Iyaaaaaa...." sahut Rafa.

Valery kembali meneguk air mineral tersebut dan seperti yang suasana hatinya sudah membaik, Kania ternyata berdiri beberapa langkah di belakang mereka tanpa disadari Valery dan Rafa.

"Tumben mereka ngobrol? biasanya mereka tidak pernah ngobrol sama sekali, hanya sekedar menyapa," ucap Kania dengan mengangkat kedua bahunya.

*******

"Assalamualaikum....." Celia tampak tidak semangat pulang ke rumah dengan mengucapkan salam yang masuk ke dalam rumah dengan langkah yang tidak seimbang.

"Walaikum salam, ya ampun anak-anak Bunda pulang-pulang dengan wajah ditekuk seperti ini, seperti wanita yang tidak memiliki tujuan hidup," ucap Ratih geleng-geleng kepala disaat Celia mencium tangan bundanya.

"Banyak sekali drama yang terjadi di sekolah, ribet," ucapnya garuk-garuk kepala ketika mengingat apa yang terjadi barusan di sekolahnya.

"Memang drama apa Celia? bukannya belakangan ini kamu mengatakan kepada Bunda bahwa kamu sudah mulai nyaman ke sekolah, sudah memiliki teman dan bahkan sudah bisa berbaur dengan anak-anak sekolah," ucap Ratih.

"Celia tidak tahu harus cerita dari mana, tetep saja tadi langsung tembak sana-sini dor dor, ahhhh kepala Celia sakit .... Celia mau mandi dulu," ucapnya tidak ingin menceritakan apapun dan lebih baik pergi.

"Setelah mandi kamu langsung makan siang!" ceria gratis melihat kepergian putrinya itu memasuki kamar.

"Anak remaja zaman sekarang memang aneh-aneh, pulang sekolah tidak ada ceria-cerianya sama sekali," ucap Ratih menghela nafas.

*****

Celia malam-malam sepertinya berada di dalam kamar bersama dengan Chaca dan Chika yang menemani Celia untuk memasukkan barang-barang ke dalam tas yang akan di bawa Celia untuk acara study tour yang hanya tinggal 2 hari lagi.

Jika di dalam rumah memang Celia tidak menggunakan hijabnya dan sama seperti kedua temannya itu saat sudah sampai di rumahnya akan membuka hijab mereka.

"Enak banget Celia sekolah di SMA Bintang, setiap murid kelas 12 pasti mendapat giliran untuk perpisahan dengan melakukan pembelajaran alam dan study tour," ucap Chaca.

"Gue juga baru tahu kalau di sekolah itu ada acara-acara seperti itu, biasanya di sekolahan lain dan termasuk di SMA kita, hanya ada camping tahunan dan itu juga dilakukan bagi orang-orang yang mengikuti ekstrakurikuler dan kebutuhan pembelajaran lainnya," jawab Celia.

"Benar," sahut Chaca.

"Celia, gue jadi khawatir dengan lo nanti bersama anak-anak itu, apa semua akan baik-baik saja, gue takut kalau mereka nanti ngerjain lo dan lo nggak punya kita-kita buat bantuin," ucap Chika.

"Sudahlah mereka tidak akan jahil sama gue, lagian kalau dipikir-pikiran selama ini juga terjadi kesalahpahaman ya karena kita sama-sama tidak ada yang mau ngalah," ucap Celia.

"Kok gue kesal ya dengar teman gue belain mereka, Celia lo jangan bilang kalau sudah temanan dengan mereka. Kan?" tanya Chaca

"Ada-ada aja, lagian mana mungkin mereka mau temenan sama gue," jawab Celia.

"Sudahlah yang terpenting semuanya baik-baik saja dan semoga saja mereka tidak punya niat jahat untuk teman kita, gue akan balas dan tidak terima!" tegas Chika.

"Makasih kedua sahabatku yang selalu ada untukku dan selalu maju paling depan jika aku sampai lecet sedikit," ucap Celia tersenyum lebar ketika melihat bagaimana kedua temannya tampak selalu melindunginya.

"Celia itu gelang baru!" tiba-tiba saja Chaca menyadari bahwa sahabatnya sedang memakai aksesoris yang berbeda.

"Oh ini, iya ini gelang yang....." Celia ternyata tidak melanjutkan kalimatnya seperti menahan sesuatu, tetapi melihat kedua sahabatnya menunggu jawaban yang dilontarkan oleh Celia.

"Gelang apa?" tanya Chaca.

"Iya kelihatan cantik sekali, pakai inisial lagi, atau jangan-jangan ini pemberian dari seseorang?" tebak Chika.

"Bukan, ini kemarin waktu pergi ke Mall, tidak sengaja melihat gelang ini cantik dan aku selera untuk memakainya," jawab Celia.

"Kamu ke Mall kok nggak ngajak -ngajak kita, kamu ke Mall bareng teman-teman baru kamu ya?" tebak Chaca.

"Teman-teman baru siapa? bukannya gue udah bilang berkali-kali, kalau gue nggak punya teman di SMA Bintang, gue ke Mall sama bunda dan lihat aksesoris ini lalu membelinya," jelas Celia.

Entah mengapa dia harus berbohong kepada kedua temannya.

"Ohhh begitu, tumben sekali Bunda mau diajak ke Mall," sahut Chaca.

"Soalnya kalian berdua tidak bisa diajak," jawab Celia.

"Celia meski sudah punya gelang baru, ingat ya harus tetap memakai gelang persahabatan kita dan harus tetap menjadi yang utama," ucap Chika menegaskan yang memperlihatkan gelang benang merah di tangan mereka yang memiliki arti lebih dari apapun.

"Masa iya, hanya karena memiliki gelang baru dan harus diganti dengan gelang yang baru dan gelang yang lama harus dibuang. Ini tidak akan pernah tergantikan oleh apapun, kalian berdua adalah sahabatku sampai kapanpun akan menjadi sahabat, sampai kita menempuh pendidikan yang lebih tinggi, sampai kita sudah menikah, sampai kita sudah memiliki anak, memiliki uban wajah keriput," ucap Celia

"Karena kita bertiga adalah sahabat sehidup surga," ucap ketiganya serentak saling berpegangan tangan.

Bersambung.....

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!