Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 6
Pak Bowo menonton berita tentang kematian tragis seorang model cantik, pikirannya langsung ke putri angkatnya yang semalam tidak pulang dan setelah pulang pakaian gadis itu penuh dengan bercak darah.
"Waktu Tiara di temukan tertidur di lorong puskesmas pagi harinya seorang pengusaha terkenal meninggal dengan cara tragis dan sekarang seorang model yang meninggal dengan tragis juga berbarengan Tiara tidak pulang karena tertidur di kelasnya, tetapi mereka beda kita dan jaraknya jauh apa mungkin anakku yang melakukannya?" kata pak Bowo dalam hati.
Bu Risma datang menghampiri suaminya dan ikut menonton berita itu namun tidak berpikir macam-macam seperti suaminya.
"Tragis Yo pak..., padahal cantik Yo korbane! katanya dia mau main film Yo pa?" kata Bu Risma.
"Umur siapa yang tau Bu! Oh iya Tiara kemana Bu?" tanya pak Bowo sambil meminum teh hangat buatan istrinya itu.
"Ada di kamarnya pak!" jawab Bu Risma.
Pak Bowo segera menuju kekamar Tiara, pria itu begitu penasaran dengan apa yang terjadi kepada anaknya itu.
"Nduk..., kemarin kamu bilang ketemu hantu cantik apa dia cerita kenapa dia meninggal?" tanya pak Bowo penasaran.
"Iya pak, katanya dia di bunuh saat penentuan nilai di ajang pencarian bakat dan sepupunya sebelumnya meninggal di culik dan dibakar di gudang tua padahal malam itu sepupunya di nobatkan menjadi juara 1 model busana daerah" kata Tiara dan jawaban itu membuat syok pak Bowo.
Pria paruh baya itu menatap putri angkatnya itu, seakan tidak mempercayai hati nuraninya karena tidak mungkin seorang anak kecil pergi keluar kota dalam semalam hanya untuk membunuh seseorang.
"Waktu kamu tertidur di lorong rumah sakit apa sebelumnya kamu bertemu dengan hantu?" tanya pak Bowo lagi.
"Iya pak, hantu itu hanya bilang percuma kalau aku menyelamatkan pak satpam kalau pelaku sebenarnya masih hidup bebas!" jawab Tiara lagi.
"Astaga... dan sekarang pak satpam selamat paginya seorang pengusaha tewas dan juga anaknya pak satpam terbebas dari hukuman mati, apa jangan-jangan ada sangkut pautnya dari kematian pengusaha itu ya?" kata pak Bowo frustasi.
Pria paru baya itu takut Tiara di manfaatkan hantu untuk melakukan pembunuhan, namun saat ini hati dan pikiran pak Bowo masih bertentangan dan berharap semua pikiran itu tidak benar.
"Kalau memang itu kebenarannya apa yang harus aku lakukan Tuhan?" ucapnya dalam hati sambil mengusap kepala putri angkatnya itu.
Tiara meneruskan belajarnya karena sering sakit jadi banyak tertinggal pelajaran, tiba-tiba pintu rumah mereka di ketuk dan pak Bowo segera membuka pintu itu.
"Permisi..., apa benar ini rumah nak Tiara?" kata seseorang yang tadi mengetuk pintu rumah pak Bowo itu.
"Iya benar! ada perlu apa ya sama anak saya?" kata pak Bowo yang tidak mengenal pria di hadapannya itu.
"Saya Dimas..., saya guru di sekolah putri bapak!" kata pak Dimas memperkenalkan diri.
"Oh gurunya Tiara, mari masuk pak!" kata pak Bowo mempersilakan Dimas masuk kerumah gubuk mereka.
Setelah mempersilakan tamunya duduk pak Bowo segera memanggil Tiara dan meminta istrinya untuk membuatkan minum.
Tiara merasa heran kenapa gurunya datang malam-malam kerumahnya, Tiara menghentikan belajarnya dan menemui gurunya itu d ruang tamu.
Melihat muridnya menghampirinya Dimas merasa melihat sosok bayangan hitam namun seperti asap ada pada wajah gadis itu.
pria itu mengeluarkan sebotol air mineral yang sudah di baca mantra dari rumahnya.
Dengan santai pak Dimas mempersilakan Tiara duduk di sebelahnya dan gadis itu menuruti perintah gurunya itu, sebelumnya pak Dimas meminta maaf kepada pak Bowo tentang apa yang akan dia lakukan nanti.
Pak Bowo mengangguk-anggukkan kepala karena dia tau pasti guru itu tau apa yang telah terjadi pada putrinya, pak Dimas segera membuka tutup botol itu dan menuangkan isi air keatas kepala muridnya.
Setelah merasakan air itu mengalir di wajahnya tiba-tiba Tiara menjerit kesakitan, gadis itu terus berteriak menutupi wajahnya namun Dimas tidak tinggal diam wanita itu terus membaca mantra untuk mengusir rasa sakit pada remaja itu.
Setelah lama menjerit akhirnya Tiara tertidur dengan lelap dan pak Bowo mengendong putrinya itu kekamarnya lalu kembali menemui tamunya kembali.
"Apa yang terjadi dengan putri saya pak?" tanya pak Bowo kepada Dimas.
"Kemarin putri bapak di rasuki mahluk halus dan dibawa pergi, saya tidak bisa melawannya karena hantu itu tiba-tiba menjadi sangat sakti apabila sudah masuk ke tubuh Tiara!" kata pak Dimas dan itu membuat pak Bowo terkejut.
Kecurigaan istrinya benar karena tidak mungkin ada seorang siswi tidur di kelas tetapi tidak ada yang melihat dan membangunkannya.
"Lalu apa bapak tau apa yang terjadi selanjutnya" tanya pak Bowo lagi dan di jawab dengan gelengan kepala guru itu.
"Saya tidak tau apa yang terjadi selanjutnya, saya datang kesini ingin mencoba memberi pagar ghaib untuk mencegah mahluk halus kembali masuk ke tubuh Tiara dan menguasai raga gadis itu" kata Diman menceritakan tujuan sebenarnya datang kerumah pak Bowo.
"Syukurlah masih ada yang mau peduli dengan Tiara, dulu semua orang mengganggap anak itu gila karena Tiara sering melihat bayangan-bayangan aneh paska anak itu operasi mata nya" kata pak Bowo sedih.
Dimas penasaran dengan cerita masa lalu Tiara dan pak Bowo menceritakan semua hal saat dia pertama kali bertemu gadis itu dan mengangkatnya menjadi putri meraka.
"Bapak mendapatkan donor mata itu dari siapa?" tanya pak Dimas penasaran.
"Dari pihak rumah sakit dan dokter merahasiakan siapa pendonor itu dan saya bersyukur karena putri saya bisa melihat saat itu tanpa memikirkan siapa pendonornya" ucap pak Bowo menunduk.
Dimas hanya bisa diam mendengarkan cerita pak Bowo, sekarang yang terpenting dirinya mulai mengawasi Tiara tanpa ada yang merasa curiga dengannya di kemudian hari.
Dimas adalah pria berusia 28 tahun, dia memiliki kelebihan sedari kecil dan sering berkomunikasi dengan mahluk ghaib bahkan Dimas bisa menyembuhkan segala bentuk yang berhubungan dengan ilmu hitam.
Namun kasus yang menimpah Tiara berbeda dengan kasus yang selama ini di temuinya, Tiara seorang gadis yang istimewa karena tubuhnya memiliki apa yang tidak di miliki manusia pada umumnya sehingga siapapun hantu yang singgah di raga gadis itu akan menjadi hebat dan kuat.
Saat ini hantu-hantu itu singgah sementara di raga gadis itu hanya untuk mencapai misinya dan yang ditakutkan Dimas jika mahluk itu betah di raga Tiara dan tidak ingin keluar setelah merasa nyaman di dalam tubuh gadis itu.
"Semoga dengan benteng yang saya buat tidak ada lagi mahluk yang singgah di raga Tiara pak, Saya akan berusaha melindungi murid saya" kata Dimas dan langsung pamit dari rumah pak Bowo.